Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace
pendidikan
Menyemai Perdamaian Batin [2]

Partisipan dan Fasilitator kelas "Strengthening Peace Education Training Skills" berfoto bersama
Ada aktivitas yang membuat partisipan tergelak-gelak. Aktivitas itu adalah permainan menebak jenis kartu yang tertempel di dahinya. Sebelumnya, fasilitator mengajak partisipan berdiri membentuk lingkaran. Setelah itu dia membagikan satu buah kartu secara acak kepada partisipan. Partisipan harus segera menempelkan kartu itu di dahinya menghadap keluar. Mereka tidak boleh melihat kartu yang ada di dahinya.
Begitu aba-aba mulai diberikan, para partisipan harus bersikap sesuai dengan kartu yang dipegangnya. Tentu saja hanya dengan menebak. Kartu yang lebih rendah harus menghormati kartu yang lebih tinggi. Kartu yang lebih tinggi boleh menyuruh kartu yang lebih rendah. Saya segera bisa menebak kartu yang ada di dahi saya. Setiap orang membungkuk dan memberi hormat kepada saya.
"Kartu saya tinggi nih," tebak saya. Untuk memastikannya, saya coba menyuruh seseorang. Eh, dia mau. Jelas sudah, kartu saya termasuk tinggi, atau mungkin yang tertinggi. Saat bertemu dengan kartu lain jenis Queen dan King, mereka mengajak saya datang ke pesta kerajaan.
- Purnawan Kristanto's blog
- Read more
- 878 reads
Menyemai Perdamaian Batin

Ada kisah nyata tentang biarawati di Filipina yang disandera oleh tentara MILF yang beraliran Islam. Kesehariannya, suster ini memimpin retret. Di Filipina ada kebiasaan untuk melakukan retret setidaknya setahun sekali. Dalam retret ini biasanya sang suster membimbing peserta untuk menulusuri kepahitan-kepahitan yang tersimpan di bawah alam sadar, lalu berdamai dengannya.
Suatu hari suster ini ditangkap oleh tentara MILF. Selama dalam penyekapan, suster ini dilayani oleh seorang perempuan muslim. Beberapa hari kemudian, suster ini dilepaskan dan kembali ke susteran.
Suatu kali terjadi pertempuran antara tentara pemerintah Filipina dan tentara MILF. Banyak orang dari kalangan MILF yang tertangkap. Suster mendangar kabar bahwa perempuan muslim yang melayaninya selama disandera juga ikut tertangkap dan ditahan di markas militer. Suster memutuskan untuk mengunjungi perempuan ini. Usai perkunjungan sang Suster bertekad untuk mengeluarkan perempuan ini dari tahanan. Maka dia melakukan upaya pelepasan. Ternyata hal itu tidak mudah. Dia harus meyakinkan banyak pihak mulai dari level terendah sampai tertinggi.
- Purnawan Kristanto's blog
- Read more
- 1089 reads
Guru Sontoloyo
GURU SONTOLOYO

- smile's blog
- 2 comments
- Read more
- 721 reads
Rekonstruksi Pembelajaran Budaya
Sidik Nugroho*)
Kecolongan Budaya
- sidiknugroho's blog
- Read more
- 1733 reads
Mengajarkan (Kembali) Pancasila
Sidik Nugroho*)
Pancasila di Zaman Presiden Soekarno
Setelah Jepang terhimpit akibat kekalahannya pada Perang Dunia ke-2, kita tahu Jepang membentuk BPUPKI, atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Dalam sebuah sidang yang berlangsung sejak 29 Mei hingga 1 Juni 1945, pertanyaan besar yang muncul ke permukaan dalam sidang adalah, "Bila Indonesia merdeka, apa yang akan menjadi dasar negara?"
- sidiknugroho's blog
- 4 comments
- Read more
- 2263 reads
RUMAH (yang belum sempat bikin) PINTAR
Rumah kosong di ujung gang itu tampak merana. Tengok saja pagarnya, entah apa warna aslinya. Yang jelas, karat-karat yang bermunculan membentuk pola polkadot yang tak karuan. Kait pagarnya sudah lama tak berfungsi, siapa saja bisa membukanya hanya dengan sedikit mendorongnya.
Bila sore tiba, ada saja anak-anak kecil yang menguakkan pintu pagar itu sekedar untuk mengejar-ngejar seekor kucing atau sebuah layangan putus. Bau kotoran kucing yang menguar dari sela-sela rumput liar membuat mereka tak pernah betah berlama-lama di situ. Aksi dorong-mendorong pun tak terelakkan sementara mereka beradu cepat keluar. Malang bagi yang terjerembab di rerumputan, hampir pasti ia akan pulang berhias 'ranjau'. Dan pintu pagar itu akan dibiarkan terus menganga sampai ada yang cukup peduli untuk menutupnya.
- Evylia Hardy's blog
- 2 comments
- Read more
- 975 reads
Anak itu bernama Roi
Kita lebih sering bertanya “Apa tindakan gereja?” daripada “Apa tindakan saya?” karena kita malas mendengar pertanyaan Yesus, “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” (Markus 6:38). Tanpa memeriksanya kita sudah tahu ada banyak roti dalam rumah kita. Tetapi itu ‘kan persediaan untuk makan esok hari, bulan depan, tahun depan, windu depan. Kalau diberikan bagaimana kita bisa hidup tentram dengan sedikit tabungan? Memang repot menuruti perkataan Tuhan Yesus.
- Purnomo's blog
- 5 comments
- Read more
- 1962 reads
Pupuk Bawang

Namanya Lala. Usianya belum genap dua tahun. Baru tiga bulan lalu dia mulai dapat berjalan sendiri dan mengucapkan satu dua kata. Setiap sore, saya sering mengamati bocah itu bermain kejar-kejaran ataupun petak umpet bersama sekumpulan bocah lain yang usianya di atasnya. Tentu saja Lala belum dapat berlari secepat teman-temannya ataupun memilih tempat persembunyian yang sulit ditemukan. Akibatnya, bocah lain beranggapan bermain bersama Lala tidak terlalu menyenangkan. Ia terlalu mudah ditangkap dan ditemukan sehingga kelompok tempat Lala bergabung selalu kalah. Mereka pun berembuk dan mengerahkan kebijaksanaan khas anak-anak mereka. Akhir kata mufakat pun tercapai. Lala diposisikan sebagai ‘anak bawang’ – artinya ia boleh ikut bermain tapi kehadirannya tidak diperhitungkan.
- clara_anita's blog
- 4 comments
- Read more
- 1512 reads
Rafael Nadal, Potret Perjuangan, Ketekunan dan Kerja Keras Sedari Belia
- king heart's blog
- 4 comments
- Read more
- 1680 reads
Jangan takut, Mike ... it's all over
Debu di pinggir jalan mengepul-ngepul ditimpa jejak-jejak sepatuku. Tak seperti biasa, hari ini tak ada hasratku mempermainkannya. Kupacu kaki-kaki kecilku mendahului langkah-langkah nenekku. Tak kugubris omelan nenek yang memintaku berjalan lebih pelan. Yang ada di kepalaku cuma satu. Pulang. Secepat-cepatnya pulang!
- Evylia Hardy's blog
- 14 comments
- Read more
- 1635 reads
Mimpi yang tak sampai
Waktu kecil aku begitu diam, tenggelam oleh keceriaan dan keceriwisan teman-teman, hingga sering luput dari perhatian guruku. Waktu kecil aku begitu takut untuk protes, hingga sering kebagian yang tidak enak. Kursi berkutu, misalnya. Waktu kecil aku terlalu kelu untuk mengadu, hingga menangis saja bila disakiti, baik fisik atau hatiku.
- Evylia Hardy's blog
- 18 comments
- Read more
- 1264 reads
"Berdosa nggak Pak, kalau wanita yang di atas?"
- ebed_adonai's blog
- 23 comments
- Read more
- 3448 reads
Perlunya Pendidikan Seks
Begitu mendengar ”seks”, secara otomatis pikiran kita akan membayangkan sesuatu yang hanya pantas untuk orang dewasa saja.- Purnawan Kristanto's blog
- 5 comments
- Read more
- 4057 reads
Mengapa Pendidikan Sering Kurang Berhasil?
Pendidikan (education) adalah penanaman nilai-nilai yang tentunya berbeda dengan pengajaran yang lebih pada hal-hal yang sifatnya rasional dan teknis. Namun kedua-duanya adalah sebuah kesatuan yang tidak kita pisahkan. Kita sadar betul bahwa pertanyaan yang merupakan judul di atas tidak bisa dijawab sekaligus sehingga kita memilih untuk melihat salah satu aspek saja.
- Daniel Zacharias's blog
- 5 comments
- Read more
- 2126 reads
What a good teacher must know….
Jesus Christ placed a heavy responsibility upon His disciples to teach the people of God good things (John 21:15-17). I found several verses regarding teaching in Bible. And I also found about teacher. I conclude that false teachers have caused much pain and suffering for mankind and good teachers have done the opposite.
- erick's blog
- Read more
- 1556 reads
“Apa Arti Wajib Belajar?”
Ku ingat ketika kecil, bila disuruh belajar adalah sebuah hukuman bagiku. “2 jam pegang buku” istilah waktu untuk belajar diterapkan oleh dia yang disebut kepala keluarga dirumahku. “2 jam siksaan” istilah bagiku.
- erick's blog
- 5 comments
- Read more
- 4188 reads
Pemerintah; sering-seringlah main Scrabble!!
Qualitas!!
Apa yang terjadi pada manajemen Qualitas Bangsa ini ?
Uang terkuras hasil tak puas!!
Tanya Kenafa??
siang ini saya melihat sebuah acara di TV, acara ini membuka quiz bagi yang bisa menjawab dengan benar akan mendapat sejumlah uang
pertanyaan quiz:
manakah yang benar
1.Ply Over atau 2.Ply Ofer
- NoStressInDepress's blog
- Read more
- 1500 reads
Guru kencing berdiri, murid ....
Manusia adalah makhluk yang memiliki daya imitasi yang amat tinggi. Maka tak salah kiranya bila pepatah mengatakan guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Maksudnya, apabila guru mencontohkan sesuatu pada siswa, bukan tak mungkin siswa akan meneladaninya plus menciptakan beberapa modifikasi yang kreatif atas contoh si guru. Contoh saja, perilaku siswa di kelas IT saya minggu ini. Saat diberi instruksi untuk membuat kalender menggunakan satu program tertentu, tanpa diperintahkanpun mereka berinisiatif menambahkan gambar dan sebagainya pada kalender mereka yang saya akui memberikan sentuhan akhir tersendiri pada karya mereka.
- clara_anita's blog
- 18 comments
- Read more
- 4541 reads
Totto-Chan
Waktu kecil kakek sering mengajakku mengikuti kebaktian keluarga. Sebuah acara persekutuan yang diadakan bergiliran dari rumah ke rumah. Biasanya kebaktian diakhiri dengan acara makan-makan. Aku menyukai bagian ini, walaupun yang tersedia cuma kue-kue murah.
- anakpatirsa's blog
- 5 comments
- Read more
- 2801 reads
Menghafal Nurani
Di antara "buanyak" mata pelajaran yang saya terima di bangku sekolah dasar dan menengah, mata pelajaran ini adalah monster yang paling mengerikan buat saya. Setiap kali melihat namanya di jadwal pelajaran, langsung saja saya mengalami mimpi buruk, dan bahkan mengalami psikosomatis. Namanya sendiri selalu berganti-ganti, sejak saya di bangku SD, SLTP, kuliah, dan sekarang saat saya sudah menjadi guru namanya pun diganti. Kalau ditelusuri, mungkin pelajaran inilah yang paling banyak mengalami pergantian nama.
- clara_anita's blog
- 5 comments
- Read more
- 2167 reads















