Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Keluar Dari Kekhawatiran

julian's picture

 

Bacaan Alkitab: Matius 6:25-34

 

 

Khawatir atau kuatir adalah takut, gelisah, atau cemas terhadap sesuatu yang belum terjadi. Rasa takut atau khawatir dimulai sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Mereka bersembunyi karena takut bertemu dengan Tuhan, sebab mereka telah berdosa. 


Sejak itu, semua orang memiliki rasa khawatir, takut, cemas, atau gelisah. 


Dalam nats ini, Jika diperhatikan dengan seksama, ada tiga jenis kekhawatiran yang dimiliki oleh setiap orang.

 

Khawatir akan kebutuhan hidup. Manusia cenderung khawatir akan kebutuhan hidup, seperti makanan minuman, dan pakaian. Oleh karena itu, Tuhan Yesus memberikan suatu perumpamaan yang gamblang. Burung-burung di udara tidak menabur dan menuai tetapi diberi makan oleh Tuhan, apalagi manusia yang berharga di mataNya.

 

Bunga bakung di ladang tanpa bekerja dan memintal tetapi didandani oleh Tuhan sebegitu indahnya, apalagi manusia yang dikasihiNya. Tuhan ingin agar manusia jangan khawatir akan hidup ini, sebab ia akan memperoleh pemeliharan Tuhan apabila percaya sepenuhnya. 

 

Khawatir akan kemiskinan. Kata "karena itu" dalam nats ini, ada keterkaitannya dengan ayat-ayat sebelumnya (Mat 6:19-24). Kata tersebut merupakan bentuk "suatu alasan atau sebab dari suatu akibat". Apa sebab dan akibatnya? Tuhan Yesus mengatakan, bahwa janganlah mengumpulkan harta di bumi, tetapi kumpulkan harta di sorga karena bersifat kekal dan tidak akan hilang atau dicuri. 

 

Selain itu, manusia tidak bisa mengabdi kepada dua tuan, yakni kepada Tuhan dan mamon atau harta benda. Manusia harus waspada dengan harta dan kekayaan dunia agar tidak terfokus atau berorientasi padanya. Sebab, dimana hartanya berada, disitulah hatinya... (Baca selengkapnya klik disini)