Dia (Tuhan) memberikan dunia dan segala isinya untuk semua manusia tidak terkecuali. Entah itu orang non-Kristen atau orang Kristen (wahyu umum, untuk semua makhluk), hidup, waktu,, dll, itu untuk semua.
Semua memiliki waktu itu, tapi, apakah kesempatan juga milik semua orang? baik orang yang mampu maupun yang tidak mampu. Rasanya hal ini tidak seperti yang seharusnya, waktu dan kesempatan merupakan milik semua orang. Kenapa orang yang kurang mampu tidak diberi kesempatan? kenapa kesemapatan selalu datang untuk orang-orang yang mampu? kenapa orang yang mampu sering kali merampas kesempatan yang seharusnya untuk orang yang tidak mampu?
Orang yang mampu selalu memilik kesemapatan kedua, bahkan kesempatan ketiga, keempat, dan selanjutnya!! Akan tetapi orang yang tidak mampu, untuk memperoleh kesemapatan pertama saja rasanya itu sesuatu yang mustahil. Orang yang mampu selalu memiliki kesempatan untuk memilih, sedangkan orang yang tidak mampu, mereka hampir tidak pernah punya pilihan, karena memang tidak ada pilihan untuk mereka. KESEMPATAN ITU UNTUK SIAPA?
Dapatkah mereka juga memiliki kesempatan itu? Atau itu tidak akan pernah, karena mereka tidak diberikan kesempatan itu oleh mereka yang merampasny. Tuhan ini bangsa kami. Pulihkan bangsa kami. Bangkitkan gereja-MU, untuk melakukan apa yang menjai tugasnya. Bangkitkan gereja-Mu menjadi pemberi kesempatan mereka yang membutuhkan kesempatan itu.
INI AKU TUHAN, UTUSLAH AKU!!! DAPATKAH KITA BERKATA SEPERTI ITU KEPADA TUHAN ATAU INI AKU TUHA, UTUSLAH DIA
Gbw all
[PEACE, LOVE, & FRIENDSHIP, AMSAL 17:17]