Sharing
Tulisan ini sebenarnya untuk sharing dan bertanya kepada para pedagang dan penghuni pasar Klewer namun sekaligus pertanyaan kepada admin.
Awal bulan September, melalui inbox di pasar klewer ini saya menerima surat yang cukup misterius namun sangat menggoda. Penulisnya seorang cewek dan ia menulis dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan terjemaahan yang literal sepotong sepotong sehingga tulisannya jadi aneh dan tidak enak dibacanya. Isi surat itu ia secara pribadi ingin berkenalan bahkan kalau bisa lebih dari itu dan minta data diri saya namun maunya dibalas melalui alamat email di yahoo. Agak ge er juga sih, maklum seumur umur jadi penghuni pasar klewer baru kali ini disamperin cewek. Nama kerennya di pasar klewer ini monicalove, dan bisa dilihat di blogger poin sebanyak 186, penghuni lama saya pikir.Cuma anehnya data dirinya tidak ada .
By KEN - Posted on September 1st, 2008
Tante Lusy (fer), adalah adik dari ibu saya yang paling bungsu. Dia seorang kristen sejak muda, berbasik gereja pantekosta. Beliau menikah dan memiliki seorang anak perempuan bernama Tamy, Tamy berumur kira-kira 22 tahun. Tapi sekarang, tante Lusy sudah bercerai sejak beberapa tahun yang lalu dengan suaminya, beliau memang memiliki karakter yang keras, karakter keluarga dari ibu saya, semuanya keras.
By KEN - Posted on Agustus 29th, 2008
Hari Kamis tanggal 28 Agustus 2008 kemarin, saya agak resah tidur semalaman, setelah pagi tiba, kira2 pukul 05.00 pagi, saya sudah bangun, karna tanpa aktifitas bekerja (alias nganggur), saya diam dan merenung sambil baringan di kasur, selesai merenung saya lalu berdoa. Setelah selesai berdoa, saya buru2 keluar kamar dan ingin menelpon dengan maksud untuk me miscall adik saya, supaya adik saya menelpon balik untuk menanyakan masalah kerjaan yang ia tawarkan kemarinnya (itu sudah biasa kami lakukan, dan seluruh rumah tante saya sudah mengetahuinya). Telpon itu biasanya memang di "lock" dan harus dibuka dengan kunci.
Dia (Tuhan) memberikan dunia dan segala isinya untuk semua manusia tidak terkecuali. Entah itu orang non-Kristen atau orang Kristen (wahyu umum, untuk semua makhluk), hidup, waktu,, dll, itu untuk semua.
By Louise M - Posted on Agustus 25th, 2008
Lama aku termangu di depan laptop ini, entah apa yang harus aku tulis. Apa aku layak membagi ceritaku ini karena harusnya aku tegar ada Yesus sebagai andalan hidupku, tapi 3 minggu lalu aku kecewa dan sempat "musuhan" dengan Dia.
Aku punya kebiasaan tepatnya dari tahun 2005 setiap ulang tahun aku selalu make a wish, dan selalu terwujud.
Saya ingin mensharingkan suatu pengalaman yang sangat menarik
selama saya menjadi guru les. Kira-kira awal januari 2007, saya pernah
menjadi guru les dari saudara teman saya, dan nama anak les saya adalah
Chai Riandri Kasindra, saya panggil riandri. Banyak pengalaman yang
saya dapatkan dan ini adalah salah satunya.
By Priska - Posted on Juli 19th, 2008
Dari Gambir - SMA Ketapang, itulah pertama kali aku naik angkutan umum di Jakarta sendirian. Takut??? So pati lah... tapi rasa pengen tahu, mengalahkan segala rasa takut. Tapi menurutku itu masih setengah-setengah karena aku pilih taksi. Harusnya sekalian aja aku naik bis, biar tahu rasanya naik angkutan umum di Jakarta... he he he...
Setelah beberapa lama di atas taksi, ketemu juga dengan SMA Ketapang. Dan semua cerita sebelum ada di SMA Ketapang ada di blog Cerpen Semarang - Bekasi.
By Priska - Posted on Juli 19th, 2008
Yogyakarta, 19 Juli 2008.
Tadi malam aku sampai di kota gudeg ini. Maksudnya mau liburan karena di Semarang sendirian, tapi ya gimana lagi. Yang diajakin liburan ternyata kerja. Jadi ya udah, tadi pagi-pagi nganter ke JEC (Jogja Expo Center), ada daftar ulang CPNS trus ditinggal di warnet sendirian karena hari ini yang disamperin masih kerja sampai jam 4 sore. Bingung mau ngapain,jalan2 aja deh ke Klewer, ternyata cerita kopdar kemaren dah dipasang Ko hai hai. Jadi pengen cerita juga ni....
By KEN - Posted on Juli 19th, 2008
Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru jika kita perhatikan dengan teliti dan seksama adalah satu kesatuan yang tak akan pernah terpisahkan, hal tersebut menunjukkan sifat Allah yang seimbang, sifat Allah yang adalah kasih dan adil yang konsisten dan berimbang. Sehingga tidak mengherankan, kita sebagai manusia, cenderung ingin rasanya mengkritik dan mengoreksi Alkitab yang adalah firman Allah yang tanpa salah yang menurut kemanusiaan kita Alkitab atau firman Allah tidak manusiawi dan tidak ada kasih dan tidak adil, tapi apa boleh dikata, itulah firman Allah, itulah Alkitab, yang mau tak mau harus kita terima dengan rendah hati dan mau belajar untuk mengerti siapa sebenarnya Allah yang kita sembah. Allah adalah Allah, manusia adalah manusia, Allah menuntut manusia untuk supaya kembali kepada-Nya dan memiliki sifat-sifat Tuhan, siapakah manusia yang begitu kurang ajar menuntut Allah menyesuaikan diri dengan manusia, bukankah seharusnya malah sebaliknya?
Pernah ditanya suatu hari oleh teman -teman saya tentang bilamana saya
akan menikah, saya bilang tidak tahu. Jodohpun belum ada. Mereka pun
tertawa berkata bahwa saya akan terlambat.
Saya pernah menulis status di Yahoo messenger dengan status 'BLOGGING".
Temen saya bertanya lagi ngapain? Lagi blogging neh. Dia langsung
menjawab buang-buang waktu saja, da ayo maen. Tetapi saya tetap
mem-blogging.
By Love - Posted on April 22nd, 2008
Sudah beberapa hari ini hujan tidak turun di kotaku. Udara panas membuat butiran keringat harus selalu kuseka dengan tisuku yang menipis persediaannya dengan cepat. Ruang kantor yang AC nya jarang dinyalakan semakin menambah lengkap lengkingan kerinduan akan tetes hujan yang biasanya akan datang ketika suhu yang lembab membuat gerah seluruh tubuh.
“Here is the story of the grass - sown, grown, blown, mown, gone; and the history of man isn’t much more” (C.Spurgeon)
ahhh hidup… Pada suatu siang, beberapa tahun yang silam, dalam
sebuah retreat, seorang hamba TUHAN bertanya kepada jemaatnya,
“bayangkan, pada saat pemakaman kamu, lalu ada orang-orang disekeliling
kamu yang menghadiri pemakaman kamu…”, setelah hening sejenak dia
kembali bertanya , “apa yang kamu harapkan dari mereka ketika mereka
menghadiri pemakaman kamu..”.
Begitu banyak perbedaan dalam hidup ini...
aku belajar untuk meyakinkan mereka..
aku memakai banyak hal...
yang terasa menyegarkan dan menyukakan hatiku...
Ternyata aku salah...
mereka bukan aku...
apa yang harus kuperbuat...
haruskah aku menutup mata saat saudaraku jatuh...
Melihat, mendengar, merasakan adalah bagian dari panca indera manusia yang diberikan TUHAN pencipta semesta alam. Ada banyak cara dalam meresponi setiap apa yang masuk baik melalui indera penglihatan maupun pendengaran.
Saya malu rasanya. Sebagai seorang pelayan full-timer di gereja, saya akui bahwa kerohanian saya tidaklah jauh lebih baik dari pelayan sukarelawan yang melayani di gereja kami. Saya mengaku bahwa ke-fulltimer-an saya tidak menjamin bahwa saya memiliki tingkat rohani yang jauh lebih baik dari mereka.
Diantara semua ciptaan Tuhan, manusia mendapat tempat yang paling khusus di hati-Nya. Dapatkah kita bayangkan ketika Tuhan membentuk Adam – manusia pertama – dengan jari-jemari-Nya? Coba bayangkan bagaimana Tuhan melukiskan Adam di telapak tangan-Nya sebagai blue-print di awal kejadiannya.
Impian yang Menjadi Nyata
Anda takut memiliki impian dan harapan? Rekan pelayanan saya – sepasang suami-isteri – Rivan dan Maria sudah mengalaminya. Berikut kisahnya:
Rivan dan Maria adalah sepasang hamba Tuhan yang setia melayani dan mengunjungi orang-orang yang terbaring di rumah sakit. Mereka juga melayani orang-orang jompo yang membutuhkan perhatian, doa dan konseling.
Mereka memulai pelayanan ini dengan berjalan kaki. Bahkan tidak jarang mereka berjalan dengan jarah tempuh yang jauh. Namun karena kegiatan apa pun hampir mereka lakukan bersama, maka berjalan kaki dengan menempuh jarak yang cukup jauh pun tidak merupakan beban bagi mereka.
Pertengahan Mei 2007 aku menghadapi tekanan yang cukup berat. Ini adalah puncak tekanan yang aku hadapi. Enam bulan yang lalu aku menolong seorang teman yang membutuhkan, namun kebaikanku dibalas dengan kejahatan. Tanpa kusadari ternyata aku telah tertipu. Janji untuk melunasi kewajibannya pada waktu yang telah disepakati tidak ditepati. Reaksi pertamaku adalah marah besar karena merasa dipermainkan seperti bola di tengah lapangan. Sebagai seorang pria, sulit bagiku menerima kenyataan telah dipermainkan oleh seorang wanita yang bebal dan licik. Energiku banyak terkuras jika memikirkan hal ini.
Suatu hari seorang ayah dari keluarga yang makmur mengajak anak lelakinya pada suatu daerah untuk memperlihatkan padanya bagaimana kehidupan masyarakat miskin.
|