Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Ketaatan Menghancurkan Tembok

julian's picture

Bacaan Alkitab: Yosua 6: 1-27


Kisah tentang runtuhnya tembok Yerikho dianggap sebagai cerita dongeng oleh para pengkritik Alkitab. Hal ini, tentu bisa mempengaruhi iman, sehingga sebagian orang Kristen meragukan Alkitab. Namun, sanggahan para pengkritik dapat diabaikan dengan adanya bukti sejarah.

 

Pada tahun 1931, seorang arkeolog, yang bernama John Garstang menemukan reruntuhan tembok Yerikho. (Baca juga:  Teologi Paulus dalam Surat Titus )

 

Melalui penemuan itu, terbukti benteng Yerikho itu pernah ada dan terdiri dari dua lapis tembok. Tembok luar tebalnya 6 kaki atau 1,8 meter. Tembok dalam tebalnya 12 kaki atau 3,6 meter. Jarak antara tembok luar dan tembok dalam adalah 12-15 kaki atau 3-6 meter. Sedang, tinggi tembok adalah 30 kaki atau 9 meter.

 

Berdasarkan ukuran tersebut, ternyata temboknya sangat tebal, kuat, tinggi, dan kokoh, tidak mungkin hancur jika hanya dengan ribuan suara sangkakala dan teriakan atau sorak sorai orang banyak, tentu diperlukan alat untuk menghancurkannya.

 

Akan, tembok Yerikho hancur tanpa menggunakan alat khusus, dilalui oleh ketaatan bangsa Israel, dibawah kepemimpinan Yosua. (Baca juga:  Menikmati Hidup Bersama Tuhan )

 

Nama Yosua adalah Hosea Bin Nun, Musa Musa menamainya Yosua (Bil 13:16). Sejak usia muda, Yosua telah memperbaiki dirinya untuk menjadi abdi Musa. Ia yang menggantikan Musa dan kelahiran Israel masuk ke tanah Kanaan.

 

Dalam mengemban tugas baru, Yosua memulai kepemimpinannya dengan keteguhan hati dan ketaatan. Iman yang dibangun di dalam dirinya dilandaskan oleh ketaatan, sehingga ia bisa melakukan perkara besar bersama Tuhan. Diantaranya, runtuhnya tembok Yerikho dibawah kepemimpinannya.

 

Tuhan berfirman kepada Yosua apakah Yerikho akan diserahkan kepada bangsa Israel, namun masalah yang maju, negeri yang akan diserahkan, dihalangi oleh tembok yang kokoh seperti yang dijelaskan di atas.

 

Di luar logika, Tuhan menyuruh Yosua dan bangsa Israel memasang tembok Yerikho tujuh kali dalam waktu tujuh hari. Selama 6 hari 1 kali mengelilinginya, sementara di hari ketujuh penuh selama tujuh kali ...

(selengkapnya klik disini - Ketaatan Menghancurkan Tembok )