Menggunakan Kesempatan

Bacaan Alkitab: (Daniel 1:8; 2:48; 6:1-29)
Terlahir di dunia ini bukanlah suatu pilihan, melainkan sebagai kesempatan untuk hidup bermanfaat, bermakna, menjadi berkat, dan memiliki kualitas secara rohani. Kita tidak bisa memilih hari, tanggal dan tahun untuk terlahir di dunia ini.
Tampil Inner Beauty

Bacaan: Ester 2:9; 4:1-17; 5:1-8
Memiliki kecantikan fisik tentunya merupakan dambaan setiap wanita di berbagai belahan bumi ini. Berbagai daya dan upaya dilakukan agar diri mereka terlihat cantik dan mengagumkan di mata orang banyak. Sebab itu, tidak heran ada yang berani mengorbankan banyak hal untuk memperoleh kecantikan fisik ini. (Baca juga: Surat Tilang)
Melibatkan Tuhan

Bacaan: 1 Samuel 13:5-14; Yakobus 4:13-17
Tindakan dalam mengambil sebuah keputusan ketika diperhadapkan oleh dilema kehidupan, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun pergaulan, tentu dapat berdampak positif atau negatif. Dibutuhkan kebijaksanaan dan solusi yang tepat agar dapat menyelesaikan persoalan dengan baik.
Melihat dengan Mata Rohani
Bacaan: Bilangan 13: 1-33; 14: 1-45
Mata merupakan panca indra tubuh yang berfungsi untuk melihat. Apabila mata mengalami gangguan maka penglihatan seseorang pun akan terganggu. Tidak dapat dimungkiri, mata juga adalah aset yang penting untuk dijaga dan dilindungi dari kotoran, debu, dan sebagainya yang dapat menggangu penglihatan.
Hidup yang Berserah

Bacaan Alkitab: 1 Samuel 1: 1-20
Keputusasaan dan kekecewaan merupakan penghalang iman untuk memiliki pengharapan yang pasti. Hal tersebut, salah satunya disebabkan oleh persoalan hidup. Coba bayangkan jika kita mengalami persoalan silih berganti. Apa yang harus kita lakukan?
KUE GANJEL REL dan ES KOMBOR
Suatu ketika di toko kue aku melihat kemasan roti bertuliskan “Koewih Tempo Doeloe Ganjelrel”. Astaganaga, kue masa kecilku masih ada sampai sekarang. Melihat price tag-nya, ternyata kue ini harus dimasukkan ke kategori bakery karena di atas 30 ribu rph. Padahal dulu ini adalah kue termurah di pasar tradisional, bahkan harganya di bawah jajan pasar. Tetapi demi nostalgia aku beli satu kotak.

KUE LEKKER
Kue Lekker berbahan utama adonan dari terigu, tepung beras, telur, gula halus, vanila, garam dan air. Dijajakan berkeliling dengan sepeda atau motor yang membawa wajan dan kompor kecil. Adonan kuning itu dituangkan ke wajan, wajan digoyang berputar sehingga adonan melebar tipis. Ketika masakan setengah matang, ditengahnya dibubuhi irisan pisang atau ditaburi coklat meises, lalu dilipat dua, dipanaskan sampai matang. Sebiji dijual 1000 rupiah. Anak-anak SD menggemarinya.
Kue Wingko Babad
Berbeda dengan Bika Ambon yang tidak ada kena-mengenanya dengan pulau atau orang Ambon, kue Wingko Babad betul-betul berasal dari kota kecil Babad yang terletak di antara kota Gresik dan Lamongan di Jawa Timur

Kue Bika Ambon
Hampir setiap penggemar kue tahu rasa Bika Ambon. Ini kue khas asal kota Medan seperti halnya lumpia untuk kota Semarang. Tetapi mengapa menyandang kata “Ambon” padahal lahirnya di kota Medan? 
Renungan Natal
Dear all blogger,
Sebentar lagi kita akan merayakan Natal. Kiranya kita bisa memaknai dan merayakan Natal seturut dengan kebenaran firman-Nya. Kami hadiahkan sebuah Renungan Natal yang kami harap bisa menolong Anda mempersiapkan hati dalam menyambut Natal dengan penuh kerinduan dan ucapan syukur.
"Yesus dilahirkan di Bethlehem. Para gembala mendengar kabar sukacita ini dari para malaikat, lalu mereka pergi menemui Bayi Yesus yang terbaring dalam palungan. Orang-orang majus dari Timur, dengan tuntunan bintang yang mereka lihat, juga datang membawa persembahan bagi Bayi Yesus."
Embed:
Sumber: https://www.youtube.com/embed/Hchi_pcQPmQ