Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Mencintai Walau Harus Terluka

julian's picture

Bacaan Alktab: Yohanes 3:13-16

 

Pada masa kini, akan sulit ditemukan orang-orang yang mencintai orang lain sampai harus menderita atau terluka seumur hidup. Pengorbanan seperti ini, dilakukan oleh Suaidah Nasution. Ia menderita cacat permanen akibat luka bakar yang dilakukan oleh kekasihnya Sahala Raja. 

 

 Mencintai Walau Harus Terluka

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 20 Maret 2013, bermula ketika Raja merasa cemburu kepada Suaidah. Mereka bertengkar, dan dengan emosi Suaidah mengambil minyak tanah dan mengguyur tubuhnya sendiri. "Daripada kau tunjangi (tendangi) aku, lebih baik kau bakar saja aku," kata Suaidah kepada Raja.

 

Raja malah menyalakan api dan langsung membakar tubuh Suaidah. Ia berteriak minta tolong dan kakaknya langsung menyiramnya dengan air. (Baca juga: Melibatkan Tuhan)

 

Apa yang dilakukan Raja, tidak membuat cinta Suaidah meredam, ia malah membela kekasihnya itu di pengadilan.

 


"Pertama kami berantem (bertengkar) Pak. Lalu saya siram badan saya dengan minyak lampu (minyak tanah). Dan saya yang minta dibakar. Saya sebenarnya masih cinta sama dia Pak," kata Suaidah di hadapan majelis hakim yang diketuai Surya Perdamaian, pada hari selasa 16 Juli 2013, dikutip dari merdeka.com. 

 

Meskipun Suaidah telah dilukai dan menderita cacat permanen, namun ia mengatakan ingin bersama Raja dan tetap berniat menikah dengannya. "Dengan kejadian ini, apa kamu masih mau sama dia? Dia kan sudah membuatmu cacat," tanya Indra Cahya, hakim anggota.

 

Diluar dugaan, Suaidah menjawab. "Sebenarnya kami berencana mau nikah Pak Hakim. Saya sayang sekali sama dia," ucapnya. Cinta Suaidah masih tetap sama seperti sebelum ia disakiti.

 Mencintai Walau Harus Terluka

Kisah yang sama juga dialami oleh seorang Ibu rumah tangga...

(Baca selanjutnya klik di sini...)