Submitted by Puput Manis on

Mengapa Kita Memerlukan Anak Allah Yang Tersalib? (2)

 

Syukur kepada Allah! Allah adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah tahu kita tidak mampu. Dia, Allah Yang Maha Kuasa adalah satu-satunya yang sanggup membuat jembatan agar kita bisa sampai kepada-Nya. Allah menjelma menjadi manusia (manusia yang sepenuhnya suci tanpa dosa), datang ke dunia ini, menyerahkan nyawa-Nya untuk menjadi jalan bagi semua orang yang ingin dan mau diselamatkan.

 

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman;
itu bukan hasil usahamu,
tetapi pemberian Allah,
itu bukan hasil pekerjaanmu:
jangan ada orang yang memegahkan diri.
(Efesus 2:8-9)

 

Ya, tak ada satupun manusia yang bisa menyelamatkan dirinya sendiri, baik dengan agamanya, amal solehnya, filsafatnya, pengetahuannya. Hanya Allah Yang Maha Suci, Maha Kuasa, Maha Pengasih yang berkuasa menyelamatkan kita.
Mengapa harus melalui salib? Karena Allah yang Maha Pengasih juga adalah Allah Yang Maha Adil. Tuntutan keadilan-Nya dapat kita temukan di kitab Taurat : Mata ganti mata, gigi ganti gigi, nyawa ganti nyawa. Kita berhutang kepada Allah karena kita sudah berdosa. Kita harus dihukum mati untuk mebayar hutang kita. Namun kita tidak sanggup. Terlalu besar hutang itu. Tuhan Yesus datang untuk membayar hutang kita dengan mati di kayu salib. Di kayu salib inilah keadilan Allah dan kasih Allah bertemu.

Bila Anda mati, tahukah Anda akan pergi dan tinggal di mana? Jangan mudah-mudahan, semoga masuk sorga. Kalau di bumi saja kita mau sekolah ke Amerika, kita persiapkan segala sesuatunya mendetail sekali, dan selalu dikofirmasikan lagi (dipastikan lagi), apakah Anda mau ambil resiko dengan beranggapan ”mudah-mudahan” atau ”semoga” untuk kekekalan kita? Harus ada kepastian. Harus ada jaminan bahwa kita selamat.

Dalam Yohanes 5:24 Tuhan Yesus berkata :”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”

Apa perkataan Tuhan Yesus? "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Sabda Tuhan Yesus dalam Yohanes 4:6)
Siapa Dia yang mengutus Tuhan Yesus? Yaitu Allah Bapa yang berfirman : "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." (Lukas 3:22) dan ” "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia." (Lukas 9:35)

Maukah Anda menerima pengorbanan-Nya bagi Anda agar Anda selamat? Bila Anda memang benar-benar peduli dengan hidup Anda sesudah kematian, dan Anda mau menerima keselamatan yang ditawarkan Allah sendiri, berdoalah demikian :

”Tuhan Yesus,
ampunilah aku orang yang berdosa ini.
Saat ini juga aku membuka pintu hatiku.
Masuklah dan jadilah Tuhanku dan Juruselamatku selama-lamanya.
Terimakasih untuk pengorbanan-Mu bagiku.
Amin”

 

Inilah janji Tuhan Yesus dalam Wahyu 3:20 :”Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.”
Kini Tuhan Yesus sudah tinggal dalam hati Anda melalui Roh-Nya. Manusia lama kita sudah mati, dan kita menjadi manusia baru.

Apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Hiduplah dengan terus menerus bersyukur kepada-Nya. Perbuatan-Nya sungguh ajaib. Dia sudah melakukan bagi kita apa yang kita tidak mampu lakukan.
Selanjutnya kehidupan setiap orang Kristen yang taat sebaiknya seperti ilustrasi roda di bawah ini :

 

Baca firman-Nya setiap hari, berdoa (komunikasikan segala sesuatu dengan Dia yang tinggal dalam hatimu setiap waktu), bersekutu dengan saudara-saudara seiman, dan ceritakan apa saja yang kamu alami bersama Tuhan dari hari ke hari.

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan,
lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus,
sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.
(Kolose 3:17)