Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

NATAL MENUNTUN KITA KEPADA-NYA

julian's picture

 

 

Latar Belakang Natal

Natal berasal dari ungkapan bahasa Latin Dies Natalis (Hari Lahir). Dalam bahasa Inggris perayaan Natal disebut Christmas, dari istilah Inggris kuno Cristes Maesse (1038) atau Cristes-messe (1131), yang berarti Misa Kristus.

Natal berarti kelahiran Kristus yang pernah terjadi di dalam dunia. Natal diperingati setiap tanggal 25 Desember. Tetapi jika dipelajari dengan seksama, maka kita akan menemukan bahwa Tuhan Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember, sebab pada bulan Desember jatuh pada musim dingin atau salju, sehingga tidak mungkin para gembala-gembala ada di padang menjaga domba-dombanya (Luk 2:8).

Jadi Yesus tidak lahir pada bulan Desember. Di sisi lain, kelahiran Tuhan Yesus yang ditetapkan pada tanggal 25 Desember merupakan proses sejarah.

Baca juga: GENERASI PENYEMBAH: TIGA CARA MENJADI PENYEMBAH

Menurut sejarah, melalui Konsili tahun 325, Konstantinus I, kaisar Romawi pertama yang menjadi Kristen, memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus.

Dalam upaya untuk membuat kekristenan diterima dan penyembah dewa-dewa beralih menyembah Sang Pencipta alam semesta, maka ditetapkanlah tanggal 25 Desember yang diperingati oleh masyarakat non Kristen sebagai hari kelahiran dewa matahari yang tak terkalahkan, menjadi memperingati hari kelahiran Kristus.

Pemujaan terhadap dewa matahari pada setiap 25 Desember, telah berpindah kepada perayaan Natal. Kemeriahan pun terjadi, dimana orang Kristen merayakan Natal, tetapi juga non Kristen merayakan kelahiran dewa matahari.

Mungkin hal inilah yang melatar belakangi Natal menjadi sebuah perayaan yang meriah, di tambah lagi perkembangan sejarah dan munculnya Santa Klaus, Pohon Natal, dlsb., membuat semakin lengkaplah kemeriahan Natal, hingga saat ini.

 

Bolehkah Merayakan Natal? ...

 

Baca selengkapnya: Klik Di Sini

victorc's picture

@Julian: apakah ini memang sejarah? atau mitos yang diterima?

Anda menulis:

Dalam upaya untuk membuat kekristenan diterima dan penyembah dewa-dewa beralih menyembah Sang Pencipta alam semesta, maka ditetapkanlah tanggal 25 Desember yang diperingati oleh masyarakat non Kristen sebagai hari kelahiran dewa matahari yang tak terkalahkan, menjadi memperingati hari kelahiran Kristus.

terkesan dari tulisan Anda bahwa tgl 25 desember adalah upacara pagan yang lalu diberi makna Kristen, benarkah itu fakta sejarah? mohon Anda cek ulang data-data Anda...misalnya dari tradisi para Bapa Rasuli (apostolic fathers). Kalau tidak salah bbrp artikel Dr. Bambang Noorsena membahas topik ini..

sebagai pembanding, silakan lihat artikel berikut:

Bukti prasasti di zaman Kaisar Licinius, menuliskan bahwa perayaan dewa Sol itu jatuh tanggal 19 Desember. Prasasti tersebut juga menyebutkan persembahan kepada dewa Sol itu dilakukan di tanggal 18 November. (Wallraff 2001: 174–177). Bukti ini sendiri menunjukkan adanya variasi tanggal perayaan dewa Sol, dan juga bahwa perayaannya tersebut baru marak dilakukan di abad ke-4 dan 5, jauh setelah zaman Kristus dan para Rasul. Dengan demikian, pandangan yang lebih logis adalah bahwa para kaisar itu yang “mengadopsi” perayaan Natal 25 Desember sebagai perayaan dewa matahari-nya mereka, daripada kita umat Kristen yang mengadopsinya dari mereka

sumber: http://www.katolisitas.org/apakah-yesus-lahir-tanggal-25-desember/

 

Artikel Anda maksudnya baik, tapi mbok ya tolong kalau menulis sejarah ya gunakan data sejarah yang tepat.. jangan mengklaim sejarah kalau hanya mengandalkan sumber sekunder..

 

thanks- VC

__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.

julian's picture

Terima kasih sudah memberikan

Terima kasih sudah memberikan masukan. Silahkan Bapak browsing internet dan baca buku sejarah gereja. Faktanya seperti itu.