Apa artinya Yesus 100% manusia? Agak sulit memahaminya. Tetapi ketika saya mempelajari kitab Markus, saya menangkap kebenarannya. Yesus memang manusia. Dia tidak berbeda dengan saya. Dia mengalami masalah yang sama, pergumulan yang sama juga. Mungkin-sekali lagi mungkin- Dia bergumul tentang teman hidup. Apa yang Yesus lakukan di dunia ini bisa manusia lain-termasuk Anda dan saya- lakukan. Kecuali satu hal yang akhirnya kita menyatakan Yesus adalah Allah 100% yaitu menyelamatkan manusia melalui proses mati dan bangkitNya. Yesus membuat mujizat, kita pun sebenarnya bisa. Sebuah buku (saya lupa judulnya) mengungkapkan bahwa mujizat adalah hal yang normal. Kalau orang Kristen normal pasti akan menjumpai mujizat. Saya setuju dengan uraian tersebut. Banyak sekali mujizat yang sudah terjadi di dalam hidupku. Bukan tentang kesembuhan saya, tetapi lebih tentang hidup saya. Saya masih hidup karena mujizat yang terjadi. Entah berapa kali saya akan tertabrak (seingat saya ada 4 kali dan entah berapa kali yang tidak saya sadari) dan tiba-tiba saya terselamatkan. Mujizat juga berbicara tentang bagaimana Tuhan menjawab doa-doa saya. Suatu kebenaran menurut buku itu, kita pun bisa membuat suatu mujizat. Ya, saya dan Anda sama seperti Yesus mampu melakukannya. Hanya masalahnya mau atau tidak? Yesus adalah manusia, merupakan usaha Allah untuk meyakinkan kita bahwa kita bisa hidup benar dihadapanNya seperti Yesus. Kita tidak boleh menyerah, kita bisa hidup sesuai dengan kehendakNya. Bukankah Yesus sudah tidak memiliki kuasa ketika dia ada di dunia? Bukankah semua yang Dia lakukan sumbernya dari Bapa? Dengan kata lain kita dapat hidup seperti Yesus asalkan kita bersumber pada Bapa yang sama. Yesus pun mempunyai pergumulan sama seperti kita. Dia membutuhkan makanan, pakaian, kendaraan, atau mungkin menggumulkan tentnag pekerjaan. Bagaimana Yesus bisa melalui itu semua? Allah sedang memberi contoh ke kita untuk tetap mengutamakan Dia diatas segalanya. Yesus pun merasaakn lapar sehingga seharusnya dia memikirkan tentang makanan barulah melayani Tuhan. Sekarang saya tidak bisa mengatakan,”Yesus bisa hidup seperti itu kan karena Dia adalah Allah”. Pada dasarnya saat itu Dia hidup dengan kekuatan sama seperti kita, manusia. Pada dasarnya kemampuan yang Dia dapatkan pun tetap dia sebagai manusia. Yesus pandai dan kita bisa melihat manusia yang lebih pandai, Yesus tampan (? Beberapa sumber menyatakan Dia tidak tampan) dan saya yakin banyak manusia yang lebih tampan. Yesus melakukan mujizat dan sekarang pun sudah tercatat banyak manusia melakukan mujizat. Yesus mengajar, sekarangpun banyak yang bisa mengajar bahkan membuat orang bertobat lebih banyak dibandingkan Yesus saat itu. Yesus benar-benar manusia yang bisa kita contoh, kita tiru dan akhirnya hidup kita bisa seperti Dia, Allah yang menjadi manusia. Tulisan ini bukan merendahkan Yesus sebagai Allah, tetapi cara saya memahami mengapa Allah menjadi manusia yang kita kenal sebagai Yesus. Sekali lagi, tetap ada yang Yesus lakukan dan tidak ada manusia lain yang bisa melakukannya yaitu menyelamatkan manusia. Hanya Yesus yang bisa melakukannya.