Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

PERHATIKANLAH HIDUPKU YA ALLAH (Yeremia 18:18-23)

Stephen's picture

Yeremia berdoa kepada Allah. Namun doanya (Yer. 18:18-23) bukan doa mohon berkat, melainkan mohon pembalasan. Yeremia berdoa agar musuhnya dihukum Allah. Tidakkah cara berdoa Yeremia ini bertentangan dengan hakikat doa itu sendiri? Dapatkah kita berdoa agar orang lain celaka, dapat musibah dan menderita? Bagaimanakah rasanya kalau saudara doa seperti itu ditujukan kepada kita dan keluar dari mulut hamba Tuhan? Patilah kita marah, naik pitam dan menuduh hamba Tuhan itu sesat! Hamba Tuhan palsu, gadungan!
Doa Yeremia meluncur ke hadapan Allah karena bangsa Israel sama sekali menolak pelayanan Firman yang disampaikannya sebagai hamba Allah. Orang-orang israel bersepakat untuk melawan Yeremia, "Marilah kita memukul dia dengan bahasanya sendiri dan jangan memperhatikan setiap perkataannya" (ay. 18) Yeremia tahu benar niat jahat orang-orang Israel padaNya. Mereka semua memusuhinya karena perkataan-perkataan Yeremia tidak berkenan di hati orang Israel.
Khotbah Yeremia untuk bertobat ditanggapi dingin karena merasa dosa mereka masih dapat ditoleransi. Mustahil bangsa Israel dihukum Allah, sebab Allah mengasihi mereka. Karena itu mereka malah balik bertanya kepada Yeremia, "Mengapa Tuhan mengancamkan segala malapetaka yang besar ini terhadap kami? Apakah kesalahan kami dan apakah dosa yang telah kami lakukan terhadap Tuhan, Allah kami?" (Yer.16:10) Orang-orang Israel tidak menyadari keberdosaan mereka, karenanya Allah tidak bermain-main dengan hukumanNya. Allah mengawasi tingkah laku orang-orang Israel dan segala yang mereka perbuat dibenci Allah, "Aku akan mengganjar dua kali lipat kesalahan dan dosa mereka, oleh karena mereka telah menajiskan negeriKu dengan bangkai dewa-dewa mereka yang menjijikkan dan telah memenuhi tanah milikKu dengan perbuatan mereka yang keji" (16:18)
Yeremia sendiri berperang dalam batinnya. Dosa orang-orang Israel sudah tak terampuni karena hidup mereka benar-benar tidak lagi mengandalkan Tuhan. Mereka lebih mengandalkan kekuatan manusia dan kekuatan dirinya dan menjauhkan diri dari Allah. Hati orang-orang Israel sudah menjadi licik dan membatu. Mereka sudah jadi orang-orang bebal yang sukar untuk diingatkan apalagi diharapkan berubah total.
Yeremia benar-benar tidak berdaya menghadapi orang-orang yang demikian. Yeremia tidak dapat berbuat banyak melawan konspirasi jahat mereka. Yang bisa dilakukannya hanyalah mengadukan perkaranya kepada Allah. Nyawa Yeremia benar-benar terancam dan doa menjadi satu-satunya solusi mengatasi ketakutannya. Yeremia percaya bahwa Allah mengetahui juga rencana jahat orang-orang Israel yang hendak membunuhnya dan Yeremia memohon keadilan Allah (18:23). Yeremia tidak dapat menghadapi orang-orang Israel dengan kekuatan dan kepandaiannya. Yeremia butuh kehadiran Allah. Yeremia butuh perhatian Allah.
Menghadapi orang bebal memang tidak mudah. Hamba Tuhan seperti Yeremia saja tidak gampang merubah mereka. Namun Yeremia tidak mudah putus asa. Hanya Allah yang dapat menyadarkan orang-orang yang berdosa, dan bukan dirinya sendiri! Yeremia tidak dapat mengambil otoritas Allah untuk menghukum mereka yang berdosa. Justru Yeremia mohon agar Allah memberi kekuatan baginya menghadapi orang-orang disekitarnya yang bebal. Yeremia hanya mengandalkan Allah agar dirinya tidak frustasi, marah atau malah menjadi sama seperti mereka.
Orang-orang bebal itu sampai sekarang masih ada karena mereka lebih mengandalkan kekuatan manusia dan dirinya. Mereka menghina Allah dan merasa dirinya tidak berdosa di hadapan Allah. Mereka hanya mau Allah mengasihi dan menolak jika Allah menghukum mereka! Saudara dan saya dapat mengenali dengan orang-orang bebal itu. Mereka tidak jauh dengan kita: bisa suami kita, istri kita, orang tua kita, saudara-saudara kita, sahabat-sahabat kita atau mungkin kita secara pribadi termasuk didalamnya.
Orang-orang bebal ini memang hidup semaunya, sesuai selera hatinya, dan tidak mau pusing dengan Firman Tuhan. Firman Tuhan bagi mereka hanya sebagai berita hiburan atau berita edukasi yang hanya untuk diketahui dan memperkaya pengetahuan intelektual, tanpa merasa penting mempraktekkannya. Saya percaya bahwa kita semua paham pernyataan ini. Sudah tahu jo, ndak usah dibahas lagi!
Lalu apa artinya doa Yeremia ini bagi kita? Apakah kita hanya perlu kehadiran hamba Tuhan kalau sakit, ketika berduka, saat bergumul soal kehancuran rumah tangga, atau saat kita butuh pekerjaan dan rejeki? Tidakkah kita juga membutuhkan doa hamba Tuhan agar kita berbalik dari kejahatan, dari kehidupan yang bebal? Maukah saudara didoakan agar saudara tidak selingkuh, tidak mata keranjang, menjaga kekudusan tubuh sehingga seks dialami saat pernikahan kudus? Tidakkah saudara dan saya berkepentingan agar kiranya seorang hamba Tuhan mendoakan agar perkataan-perkataan saya ramah dan bukannya makian, atau pikiran kita cerah dan bukannya cabul, atau hati kita gembira dan bukannya kepahitan. Kita butuh doa-doa seperti itu agar benar-benar hidup kita mengandalkan Tuhan.
Saudara-saudara yang senatiasa memelihara hidup doa yang benar, sungguh saudara adalah sosok hamba Tuhan yang sangat dibutuhkan. Saudara adalah prajurit doa Allah yang disiplin melatih diri dalam menghadapi peperangan rohani. Doa memang menjadi senjata tempur dalam peperangan rohani dan bersyukurlah jika kita dapat mempergunakannya dengan baik. Kiranya doa-doa saudara selama ini tidak hanya mengungkapkan segala kebaikan Allah tetapi juga kasih dan pengampunan saudara bagi mereka yang bebal sebagaimana ucapan Tuhan Yesus, "Ampunilah dan doakanlah mereka yang menganiaya kamu " (Matius 5:44)
Jadi saat saudara lelah dan tidak berdaya menghadapi mereka yang bebal, saudara dan saya tidak perlu kuatir, cemas dan marah tentang bagaimana hidup mereka dan masa depannya. Saudara dan saya jelas tidak dapat memaksa seseorang bertobat. Saudara dan saya pun tidak berhak menghakimi mereka jika mereka tidak berubah sama sekali. Saudara dan saya hanya perlu rendah hati dan senantiasa tekun berdoa agar Tuhan menyatakan kehendakNya yang baik dan Tuhan memelihara hidup kita agar berkenan kepadaNya. Barangkali selama ini saudara sendirian dalam berdoa dan saudara berdoa sampai jauh malam dalam keheningan dan linangan air mata. Saudara patut bersukacita, sebab saudara menjalani hidup ini dengan pertolongan Allah. Saya percaya bahwa Allah tetap memberi kekuatan dan penghiburan dalam doa-doa pribadi saudara dan saya percaya doa-doa saudara penuh dengan kuasa ilahi. Saya pun turut mendukung saudara dalam doa dan bawalah saya dalam doa-doa saudara.
Doa hari ini:
Terimakasih ya Allah jika kami setia dalam berdoa. Kami mengasihiMu dan kami pun mengasihi sesama kami. Kami mendukung saudara seiman kami yang tekun dalam pergumulan doanya. Karuniakan kekuatan dan penghiburan agar mereka bersukacita dalam berdoa. Kami percaya jawabanMu, dan jagailah kami agar pada waktunya kami dapat menikmati pemberian Tuhan. Terimakasih atas doa semua hamba Tuhan bagi kesejahteraan kami. Dalam nama Yesus, yang senantiasa mendoakan kami sampai hari ini. Amin.