Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Perjalanan ke Banyuwangi

walcott's picture

23-02-2010: Saya beraktifitas seperti biasa, bagun tidur terus mandi dan tidak lupa menggosok gigi setelah itu saya pergi bekerja dan pulang sekitar jam 18:00, pada waktu sampai didepan rumah? saya disapa oleh mbak Dewi (kakakku) sembari memberitahu bahwa Bapak akan pergi ke Banyuwangi. Saya langsung bertanya kepada mbak Dewi, "lha enek opo to mbak" ("lha ada apa sih mbak") mbak Dewi menjelaskan bahwa simbah terkena gejala stroke. Malam itu juga tanpa basa-basi aku bilang ke mbak Dewi dan Bapak akan ikut ke Banyuwangi (maklum sudah 4 tahun tidak pulang ke kampung halaman). Setelah bernegosiasi lama dan membahas tentang kendaraan apa yang kami tumpangi, saya memutuskan untuk pergi menggunakan jasa Bus? dengan biaya Rp 70.000 dan pada malam itu juga saya pergi ke kantor dan menghadap Pimpinan untuk meminta ijin dan Puji Tuhan permintaan saya dikabulkan.

24-02-2010: Jam 16:30 saya berangkat bersama Bapak dengan menumpang Bus Akas dan pada perjalanan itu saya merasakan bahwa Kuasa Tuhan Yesus menyertai kami, beberapa kali Bus yang saya tumpangi hampir mengalami tabrakan. Tetapi sekali lagi Tuhan menunjukkan kuasa-Nya atas kami! Saya tidak henti-hentinya mengucap syukur, karena dari dulu sampai sekarang Tuhan Yesus selalu baik dan teramat baik.

25-02-2010: Jam 02:30 kami sampai di Banyuwangi, kami sempat mengalami kebingungan karena kami datangnya terlalu pagi dan tidak sesuai dengan waktu yang kami prediksikan, setelah itu kami didatangi oleh beberapa tukang ojek yang menawarkan jasanya dengan agak memaksa! kami menolak untuk naik ojek? karena beberapa alasan, tetapi yang terutama adalah masalah keamanan karena letak dari kampung Simbah saya berada jauh dari pusat kota dan berada paling ujung. Hampir saja saya berkelahi dengan tukang ojek itu, tetapi sekali lagi Tuhan menunjukkan Mujizat-Nya. Jam 05:30 kami mendapatkan tumpangan untuk ke kampung Grajagan dan setengah jam setelah itu kami sampai disana.

Tidak banyak berubah dari rumah Simbahku hanya beberapa tambahan bangunan di sisi sebalah dapur, setelah kami berbincang sebentar dan melepas rasa rindu? Saya dan Bapak mulai datang ke kamar Simbah dan mulai mendoakannya. Aku sebenere juga merasa janggal karena Simbah masih terikat dengan kuasa-kuasa gelap. Dulu banyak sekali "jimat-jimat" yang dipunyai Simbah tetapi semenjak Simbah mengenal Kristus? Simbah mulai membuang dan meninggalkan kuasa-kuasa gelap, hanya beberapa ilmu yang masih mengikat dan menempel di diri Simbah. Tetapi sekali lagi Tuhan Yesus menunjukkan kuasa-Nya, setelah didoakan Simbah bisa berjalan! sungguh Mujizat Tuhan itu luar biasa banget sampai-sampai saya tidak kuat untuk menahan air mataku, memang secara fisik aku terlihat "kekar" atau "macho" tapi kalau sudah mengingat kebaikan dan Mujizat Tuhan? saya menjadi seorang yang cengeng. Saya juga sempat untuk mengikuti kegiatan pelayanan di Gereja Bapakku dulu sempet terharu juga karena melihat jemaat-jemaat disana? walaupun didominasi oleh orang-orang yang sudah sepuh? tapi semangat mereka betul-betul luar biasa, dalam memuji Tuhan mereka tidak ragu untuk mengeluarkan suaranya dengan suara nyaring dan mereka perlu berjalan beberapa jam dan menempuh jarak berkilo-kilo untuk dapat pergi ke Gereja. Sesampainya di rumah Ibu Gembala saya diberikan makanan yang cukup enak dan beberapa wejangan untuk selalu melayani Tuhan dan tidak putus-putusnya untuk mengucap syukur dan saya disuruh untuk Sekolah Teologia.

26-02-2010: Kami pulang, sempat tidak mendapatkan angkot untuk ke terminal dan menunggu hampir 1jam? tetapi kami bertemu dengan adik kelas Bapak ketika di STT dan kebetulan adalah murid dari Pimpinan saya, dia memberitahu bahwa angkot sudah tidak ada. Oleh karena itu kami memutuskan kembali kerumah Simbah dan menyuruh orang untuk mengantar kami ke terminal. Sabtu pagi kami sudah sampai dirumah, dan terima kasih Tuhan untuk penyertaan dan Mujizat-Mu selama perjalanan kami, yang terpenting Tuhan kami akan selalu setia untuk melayani-Mu? apapun halangannya dan apapun rintangannya, akan kami hadapi. Terima kasih Yesus, Engkau selalu baik bagi kami dan keluarga kami.

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21)