Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Siapa yang Mengetahui Mengenai yang Baik dan yang Jahat?

Julius Tarigan's picture

Ada satu ayat Alkitab yang akhir-akhir ini telah menjadi bahan perdebatan di SS ini, tetapi sayangnya hal-hal yang dikatakan oleh pihak-pihak yang terjun ke dalam perdebatan itu cenderung telah menjurus kepada pembengkokan atas maksud yang jelas dan wajar dari ayat tersebut. Karena itu, saya menimbang perlu untuk “menengahi”-nya, sebelum kadung terlalu jauh. Berikut ini adalah ayat Alkitab yang saya maksudkan itu.

 

Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." (Kejadian 3:22).

Pikiran manusia itu memang sangat luar biasa – sangat cerdas dan juga sangat kreatif! Tetapi, sangat disayangkan, karena sering kali kecerdasan dan kekreatifan tersebut digunakan untuk memutar-balikkan sesuatu. Salah satunya adalah dengan membuat suatu teks terhormat (seperti ayat Alkitab) bisa dibengkokkan makna/maksud/tujuannya, sehingga menjadi seperti yang diinginkan oleh manusia yang bersangkutan.

Kunci untuk memahami suatu teks ialah dengan melihatnya secara keseluruhan dan secara utuh. Kebiasaan “memenggal” suatu teks, haruslah dihindari, sebab akan menyebabkan teks menjadi gampang untuk dimanipulir atau diselewengkan. Karena itu, sangat perlulah untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang “mengitari” seluruh teks tersebut (lebih baik lagi kalau menyertakan konteksnya juga), supaya jawaban-jawaban yang diperoleh bisa mencakupi sisi keseluruhan dari teks tersebut juga.

Saya akan berusaha untuk membuat persoalannya menjadi benar-benar GAMBLANG kepada kita semua, yaitu dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sederhana dan jawaban-jawaban yang bisa dilihat secara langsung di dalam ayat Alkitab tersebut (plus dari konteksnya). Tidak ada cara-cara rekayasa yang canggih yang diterapkan di sini dan tidak ada manipulasi yang licik diikut sertakan di sini. Semuanya hanyalah pendekatan yang sederhana dan jujur dalam mengamati sebuah teks (sekalipun tidak meluputkan ketelitian dalam pengamatan tersebut).

Marilah segera saja kita melangkah ke dalam pertanyaan-pertanyaan dan jawaban-jawaban atas teks kita di atas tadi.

- Tanya: Mengapa dikatakan manusia itu “telah menjadi seperti salah satu di antara Kita”?

+ Jawab: Sebab, manusia itu (kini) telah mengetahui yang baik dan yang jahat.

- Tanya: Siapakah yang dimaksudkan dengan “Kita” di sana?

+ Jawab: Yang dimaksud  dengan “Kita” itu ialah Allah Tritunggal (Bapa, Yesus, dan Roh Kudus).

- Tanya: Siapakah yang dimaksudkan dengan  “manusia” di sana?

+ Jawab: Adam dan Hawa (kita bisa memastikan hal itu dari fakta bahwa bukan hanya Adam sendiri yang kemudian di usir ke luar dari taman eden [untuk menghindarkan mereka dari  memakan “buah pohon kehidupan” itu], melainkan mereka berdua, yaitu Adam dan Hawa).

- Tanya: Kalau begitu, mengapa digunakan bentuk tunggal (“manusia”/”the man”) di sana?

+ Jawab: Itu adalah semacam gaya bahasa (majas) yang menyebutkan sesuatu (yang tunggal) untuk mewakili atau sebagai wakil dari/bagi yang lainnya (bnd. Pars pro toto adalah sebuah majas yang digunakan sebagian unsur untuk seluruh - wikipedia.org/wiki/Majas).

- Tanya: Siapa sajakah yang (kini) mengetahui yang baik dan yang jahat, selain dari Allah Tritunggal?

+ Jawab: Sama seperti yang di atas, yaitu Adam dan hawa.

- Tanya: Siapakah yang dimaksudkan sebagai “telah menjadi seperti salah satu di antara Kita” itu?

+ Jawab: Masih sama juga seperti yang di atas, yaitu Adam dan Hawa.

- Tanya: Jadi, apakah arti dari frasa “menjadi  seperti salah satu di antara Kita” itu?

+ Jawab: Itu hanyalah suatu gaya bahasa semata, yang maksudnya, tidak lain, hanyalah untuk mengatakan bahwa Adam dan Hawa (kini) telah menjadi seperti  Allah Tritunggal (bandingkan ayat yang kita bicarakan ini dengan terjemahan BIS, yang tidak mengikuti gaya bahasa tersebut, demi kesederhanaan artinya untuk dapat ditangkap oleh orang kebanyakan: TUHAN Allah berkata, "Sekarang manusia telah menjadi seperti Kita dan mempunyai pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Jadi perlu dicegah dia makan buah pohon yang memberi hidup, supaya dia jangan hidup untuk selama-lamanya." Kejadian 3:22 BIS).

- Tanya: Apakah hal itu berarti bahwa Adam dan Hawa kini telah menjadi setara dengan Allah Tritunggal?

+ Jawab: Tidak! Kalau diperiksa lagi, kita akan tahu bahwa kesamaan (kesepertian) yang dimiliki oleh Adam dan Hawa dengan Allah Tritunggal itu sangatlah terbatas, yaitu hanya dalam satu hal yang tertentu saja.

- Tanya: Dalam hal apakah Adam dan Hawa dikatakan (kini) telah menjadi seperti Allah Tritunggal?

+ Jawab: Hanya di dalam satu hal ini saja, yaitu dalam hal mengetahui yang baik dan yang jahat.

 

Kesimpulannya:

Berikut ini hanyalah untuk menyebutkan beberapa kesimpulan yang bisa kita tarik dari penelaahan yang kita lakukan di atas tadi.

1. Yang dikatakan telah mengetahui yang baik dan yang jahat pada saat itu (yaitu ketika Allah Tritunggal berbincang mengenai Adam dan Hawa, setelah keduanya jatuh ke dalam dosa) ialah kelima oknum/pribadi yang berikut ini:

1)    Allah Bapa

2)    Allah Anak/Yesus

3)    Allah Roh Kudus

4)    Adam

5)    Hawa

 

Jadi, bukan hanya 2 pribadi saja (yaitu Allah Bapa dan Adam), tetapi ada 5 pribadi yang pada ketika itu sudah memiliki pengetahuan mengenai yang baik dan yang jahat itu.

 2. Allah Tritunggal (Bapa, Yesus, dan Roh Kudus) sama-sama sudah memiliki pengetahuan itu sebelumnya, sedangkan Adam dan Hawa baru mengetahui hal itu setelah mereka jatuh ke dalam dosa.

 3. Dengan demikian, Adam dan Hawa (sejak saat itu) menjadi SEPERTI Allah Tritunggal, tetapi kesepertian yang dimaksud di sana terbatas hanya pada satu hal tersebut saja, yaitu: mereka juga kini sudah mengetahui yang baik dan yang jahat, seperti Allah Tritunggal (yang selamanya sudah mengetahui mengenai yang baik dan yang jahat itu).

 4. Dalam menafsirkan, mengartikan, memahami (atau istilah apa pun lainnya lagi yang Anda sukai) ayat-ayat Alkitab, kita tidak boleh melakukannya secara tendensius dan juga tidak boleh dengan “mengangkangi” kaidah-kaidah bahasa yang ada, yaitu yang sudah diakui secara umum (yang diselidiki, dikaji, dan kemudian dirumuskan oleh para ahli bahasa).

 Demikian sajalah dulu tulisan ini. Semoga tulisan yang singkat ini bisa menolong kita semua untuk bisa melihat permasalahan yang satu ini secara lurus dan proporsional. Gloria in excelcis deo!

 

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

DANIEL343's picture

mw coment.......

w setuju bahwa tritunggal telah dinyatakan sejak pasal pertama perjanjian lama....atau dpt kita katakan, tritunggal.

Masalah arti, kalo mw ngerti arti sejelas-jelasnya sebaiknya kita terlebih dahulu mbc bahasa aslinya yg bahasa ibrani or Yunani............at least b.Inggris lah (NIV).

W gak setuju dengan perkataan sama, cz bgmnpunpun kita g akan bs pnya akal n pikirannya Allah.Cm sebatas tahu melalui HUBUNGAN KITA DENGAN KRISTUS.

Trims.

Julius Tarigan's picture

@Daniel343: Agaknya Anda belum liat latar-belakangnya!

Bro Daniel343, salam kenal, ya!

Dari komentar yg Anda berikan ini, saya bisa melihat bahwa Anda ini nampaknya belum mengikuti tulisan2 di SS pada akhir2 ini, yg menjadi latar belakang dari tulisan saya di sini. Karena itulah, komentar yang Anda berikan ini jadi agak kurang nyambung dengan maksud dari tulisan saya tersebut.

Tetapi, bagaimana pun, saya tetap menghargai karena Anda telah berkenan memberikan komentar Anda di blog saya ini. Dan, sebagai catatan: Ya, kita bersetuju bhw Tritunggal telah dinyatakan sejak pasal pertama PL, Saya jg setuju dgn Anda bhw utk ngerti Alkitab dgn sebaik-baiknya kita hrs membaca dr bah. Ibrani/Yunani, dan walau bagaimana pun kita manusia tdk mugkin bisa sama dgn Allah. Yang saya katakan di tulisan saya itu ialah: Seperti Allah Tritunggal mengetahui mengenai yang baik dan yg jahat, demikianlah juga Adam dan Hawa kini telah mengetahui mengenai yang baik dan yang jahat, setelah mereka jatuh ke dalam dosa atau memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat.

Begitu saja ya bro, semoga bisa meluruskan dan menyamakan persepsi kita. Gbu.

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

Huanan's picture

@ Bro JT

Bro JT saya setuju dgn anda bahwa yg dimaksud setara atau menjadi seperti dgn Allah Tritunggal bagi Adam dan Hawa HANYA dalam mengetahui hal yang baik dan jahat saja.

Tapi selain hal tsb diatas Kejadian 3:22 juga menjelaskan pemahaman atau tafsiran lainnya mengenai kemahatahuan Allah Tritungal seperti : "sesungguhnya manusia itu telah menjadi salah satu dari KITA"

 

Apakah yg dimaksud dalam kejadian 3:22 menunjukkan bahwa :

1. KITA(Allah Tritunggal) ke tiga nya mengetahui baik dan jahat tsb. Sedangkan manusia itu telah mengetahuinya juga sama seperti KITA (Allah Tritunggal) atau.......
 
2.Diantara KITA (Allah Tritunggal) hanya satu dari Allah Tritunggal saja yang mengetahui baik dan jahat seperti manusia itu. Sedangkan dua yang lainnya tidak mengetahuinya ?
 
Mohan penjelasannya.. Trim's
 
GBU 
Julius Tarigan's picture

@Huanan: Kuncinya di Alkitab BIS

Bro Huanan, saya melihat kebenaran mengenai hal ini menjadi jelas dgn cara yg sederhana yaitu justru dari versi Alkitab BIS, yg saya diingatkan ke sana justru oleh kutipan Anda dari BIS di dalam comment Anda http://www.sabdaspace.org/ngak_tahu_tapi_sok_tahu#comment-59327

Jadi, singkatnya begini:

"...telah menjadi seperti salah satu di antara Kita" = "...telah menjadi seperti Kita" (BIS).

Versi terjemahan BIS tidak mengikuti gaya bahasa di dalam banyak versi terjemahan yg lainnya, tetapi membahasakannya dengan secara langsung atau sederhana saja, dengan tujuan supaya orang2 Kristen biasa (seperti kebanyakan kita) bisa memahaminya.

Begitu aja dulu ya bro, semoga bisa menjelaskan. GBU.

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

Huanan's picture

@ Bro JT : Thank's !

Terimakasih Bro JT. Sebenarnya tujuan saya menanyakannya  kepada anda adalah sekedar meyakinkan pendapat saya saja yang lebih cenderung ke No:1 yaitu: keTIGAnya mengetahui hal yang baik dan jahat.

Selamat Natal dan Tahun Baru

GBU.

Julius Tarigan's picture

@Huanan: Kembali thanks!

Huanan, kalo begitu, kita sependapat, dong!

Mari kita maju bersama-sama.

Saya juga ucapin Selamat Natal dan menyongsong tahun baru!

GBU too!

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

Adam Kurniawan's picture

@ Pak JT dan semua

Saya setuju dg anda, ada ayat lain yg membantu kita memahami konteks ayat Kej 3:22, yaitu Kej 3:5

Gen 3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

1 korintus 15:58

__________________

1 korintus 15:58

matahari's picture

@ JT

----- 

matahari's picture

@ JT: Jangan belokkan ayat

Blog anda ini menurut saya belum bisa disebut meluruskan, karena yang saya lihat dari ayat Kejadian 3:22 yang anda kutip, justru anda membelokkan dari kata "... menjadi seperti salah satu dari Kita,..." diganti menjadi "... menjadi seperti Kita..."

Kata kunci dalam bahasan Kej 3:22 sentralnya sebetulnya di dua kata yaitu "salah satu".  Anda menggunakan referensi BIS untuk membenarkan pendapat anda, namun jelas menurut saya itu tidak tepat, karena tidak bisa anda memilih ayat Alkitab semau anda, ini saya konsisten dng pernyataan anda sendiri bahwa kita tidak boleh asal comot / potong ayat.  Yang lebih tepat solusinya adalah mengambil dari bahasa aslinya, lalu cari pihak yang memang kompeten / paham sekali bahasa Yunani, lalu disuruh terjemahkan.  Perlu diingat bahwa terjemahan bukan tafsir, tidak setiap terjemahan memerlukan tafsir.  I want to read a book, dan semua orang pasti terjemahkan saya ingin membaca sebuah buku, jangan sampai gara-gara ada orang yang tau saya gemar segala hal yang berbau rohani lalu orang tsb menterjemahkan buku tersebut sebagai alkitab (ini yang saya sebut tafsir).

Kalo BIS benar, tentu TB nya salah, pertanyaannya kenapa kok TB bisa sampai salah sehingga perlu dikoreksi?  Anda perlu paham tentang kaidah pengakuan keaslian manuskrip kitab2, bahwa semakin lama / tua manuskrip biasanya dianggap yang lebih benar.  Semakin tidak masuk akal maknanya / semakin aneh justru semakin benar.  Tuhan inkarnasi jadi manusia itu menurut orang dunia / sekuler dianggap aneh / janggal, tidak wajar, tapi nyatanya itu yang benar.  Untuk lebih memperjelas maksud saya supaya anda juga jangan sampai tersesat dengan pemahaman anda tentang ayat ini, mari saya kutip versi inggrisnya:

And the LORD God said, Behold, the man is become as one of us, to know good and evil: and now, lest he put forth his hand, and take also of the tree of life, and eat, and live for ever:

 

One of Us disana jelas sekali kalo ditanyakan sama anak TK yang baru belajar bahasa inggris akan bilang bahwa itu artinya "salah satu dari kita".  Kalo orang bule menterjemahkan dari bahasa aslinya "one of us" dan orang Indonesia menterjemahkan dari bahasa aslinya "salah satu dari kita", tentu itu lebih obyektif, karena 2 pihak menghasilkan arti yang sama dari 1 sumber. (kan anda sendiri yang bilang di blog anda satunya bahwa semakin banyak orang menafsir / semakin banyak kesamaan, cenderung menghasilkan obyektifitas yg semakin tinggi, jadi tolong anda konsisten dng tulisan anda sendiri).  BIS menurut saya hanyalah upaya untuk membuat gampang orang yang membaca, namun sarat dengan tafsir, sehingga terjadi banyak distorsi.  Jadi marilah kita terbuka dan belajar menerima fakta bahwa memang ada ayat-ayat yang memang tidak mudah dipahami, dan bukan memaksakan diri untuk memahami, nanti malah eisegeses lho bro...

 

Julius Tarigan's picture

@Matahari: Dalam semua bahasa ada "gaya bahasa" (majas)!

Bro Matahari, Anda melakukan 2 kesalahan utama di dalam komentar Anda ini, yaitu:

  1. Mempertentangkan versi2 "terjemahan" Alkitab, yaitu antara BIS dan TB. Anda berkata: Kalo BIS benar, tentu TB nya salah, pertanyaannya kenapa kok TB bisa sampai salah sehingga perlu dikoreksi? Versi2 "terjemahan" itu tidak untuk dipertentangkan atau dilihat bhw yg satu mengoreksi yg lainnya. Versi BIS adalah versi "terjemahan" yg sederhana (today/sehari-hari), yg selalu lebih memilih untuk membahasakan ulang (secara sederhana) hal2 yg di dalam bahasa asli atau di dlm bahasa2 resmi lainnya (ntah dlm bah. Inggris, Indonesia, maupun yg lainnya) dirasa agak sukar untuk dimengerti oleh orang kebanyakan.
  2. Anda melupakan bahwa ada yg dinamakan sebagai gaya bahasa (majas). Dengan memenggal kata "salah satu" ("one of us") dan melepaskannya dari konteksnya di sana, Anda telah merusak struktur kalimatnya, yang kalau dibaca secara utuh adalah merupakan sebuah gaya bahasa (majas), yaitu yg telah saya sebutkan di dalam blog saya itu. Gaya bahasa tersebutlah, yg oleh para penterjemah Alkitab versi BIS dipandang sebagai sesuatu yg bisa menyebabkan kebingungan bagi orang biasa yg membacanya, makanya mereka memutuskan untuk membahasakan ulang kalimatnya menjadi sederhana saja: "...telah menjadi seperti Kita". Mengapa para "penterjemah" Alkitab (BIS) itu "berani" melakukan hal tersebut, yaitu "mengubah" kalimatnya? Sebab, sesungguhnya apa yang dimaksudkan di sana memang cuma mau mengatakan yg begitu saja. Jadi, dari pada banyak orang yg nantinya akan menjadi bingung dengan artinya (seperti yg nyata skrg ini dgn apa yg dilakukan oleh Hai-hai dengan ayat tersebut), maka mereka menimbang adalah lebih baik untuk membahasakannya secara sederhana saja.

Sesungguhnya hanya orang2 yg sdh punya "maksud2 tersendiri" sajalah yg "ngotot" bahwa frasa "salah satu" {"one of us") harus diartikan secara terpisah seperti itu. Kalau Anda (dan Hai-hai) memang menghargai Alkitab sebagai standar tertinggi untuk menilai suatu pengajaran, mengapa sepertinya Anda ingin "menyingkirkan" Alkitab BIS ini? Apakah Alkitab BIS itu bukan Alkitab? Atau, apakah Alkitab BIS itu lebih rendah dari Alkitab TB? Beranikah Anda ( dan Hai-hai) dengan terang-terangan mengatakan hal itu?

Bagaimana sekarang? Siapakah yg sebenarnya telah melakukan "eisegese" di sini? Saya, yang hanya menggunakan Alkitab (BIS), atau Anda yg "ngotot" untuk mengartikan Kejadian 3:22 itu secara berbeda (khususnya berbeda dari apa yang sudah dengan sangat JELAS dan GAMBLANG dituliskan di dalam Alkitab BIS)?

Semoga Anda mendapat pencerahan!

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

matahari's picture

@ JT: Jangan Terbalik

Dear bro JT,

1) Saya kuatirnya para penerjemah BIS itu orang sama seperti anda, punya "maksud2 tersendiri" sehingga "ngotot" mencabut hal yang sulit dimengerti agar lebih mudah dimengerti.

2) Anda menulis:

Bagaimana sekarang? Siapakah yg sebenarnya telah melakukan "eisegese" di sini? Saya, yang hanya menggunakan Alkitab (BIS), atau Anda yg "ngotot" untuk mengartikan Kejadian 3:22 itu secara berbeda (khususnya berbeda dari apa yang sudah dengan sangat JELAS dan GAMBLANG dituliskan di dalam Alkitab BIS)?

Saya jadi aneh melihat pernyataan anda tersebut.  Awalnya versi Authorized Version (AV) / English version terbit tahun 1769, lalu Terjemahan Baru (TB) terbit tahun 1974, baru Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) terbit tahun 1986.  Terjemahan memang disempurnakan setiap waktu, karena dulu juga ada Terjemahan lama.  BIS cenderung memudahkan pembaca dengan membuat susunan gramatikal yang enak dan sederhana, namun rawan terjadi penyimpangan.  Saya tidak bilang bahwa BIS keliru secara total. Namun potensi terjadi distorsi justru lebih besar bila terjemahan sudah mengubah struktur gramatikal.  Mungkin penerjemah BIS sama bingungnya dengan anda, lho kok "salah satu dari Kita?" berarti yang dua dari Kita kan jadi gak tau? gak logis nih... diganti aja... Bukankah anda dan penerjemah BIS yang eisegese.  AV, TB jelas secara harafiah & hurufiah menerjemahkan selaras yaitu "salah satu dari Kita" kok tiba-tiba yang belakangan membuang "salah satu"nya... bukankah itu eisegese karena anda sudah memiliki "maksud2 tersendiri" tersebut?  Kenapa saya bilang terjemahan BIS rawan distorsi, ya karena upaya untuk mempermudah dengan mengubah struktur gramatikal itulah penyebabnya.  Disinilah terkandung banyak unsur "tafsir-menafsir", sekalipun anda berlindung dibalik "majas".  Kalo anda bisa membuktikan 3 lagi ayat yang mengandung majas "one of us" atau "salah satu dari Kita" lalu diganti menjadi "Kita" saja, mungkin saya perlu berpikir ulang tentang hal ini

3)  Anda terlalu naif bila berpikir bahwa saya mau "menyingkirkan" BIS.  Saya hanya menyoroti pada ayat yg dipertentangkan ini, dan menurut saya terjemahan BIS tidak tepat, dan terjemahan TB lah yang lebih tepat karena sinkron juga dengan AV.  Bila memang faktanya "Kita" saja, dan bukan "salah satu dari Kita" / "One of Us" tampaknya kita harus menunggu terjemahan English lainnya, atau terjemahan bhs lain yg juga perlu mengoreksi frasa tersebut, sehingga cukup menjadi "Us".  Dan sebelum itu tolong tunjukkan kepada saya referensi lain dng majas seperti yang anda sebutkan diatas, dasar yang bisa lebih menguatkan bahwa "salah satu dari Kita" itu memang sama artinya dengan "Kita" saja, selain yg di Kej 3:22.

4)  Biasanya orang yang memenggal ayat yang disalahkan. Ini anda yang memenggal ayat, eh malah menyalahkan saya yang menerima ayat secara utuh.  Saksi Yehova pun banyak memenggal ayat lalu menafsirkan / bahkan menerjemahkannya secara sangat berbeda.  Alquran saja, yang allahnya ketika menyebut dirinya dengan Kami, tidak pernah menggantinya dengan kata Saya, walau mereka tahu bahwa Kami yg tertulis di Quran itu majasnya adalah Saya.  Tapi toh mereka tidak menggantinya, dan membiarkan seperti apa adanya.  Ini kita punya sumber kebenaran yang tidak bisa ditandingkan dengan apapun juga di semesta, namun dengan gampangnya menggunakan majas untuk memenggal ayat sehingga berubah maknanya. 

5) Tolong waspada dengan ini bro JT: "menggunakan dalih majas untuk mengubah makna" atau "menggunakan majas untuk mempermudah bahasa". Mungkin maksud anda yang kedua, tapi kuatirnya anda terjebak di yang pertama.

Sekian dulu bro JT, semoga anda mendapat pencerahan!

 

Julius Tarigan's picture

@Matahari: Wah,wah....kacau benar cara berpikirnya!

Saya betul2 gak habis mikir, betapa seseorang bisa berpikir dengan sekacau yg Anda tunjukkan di dalam comment Anda ini. Sebegitunya Anda melontarkan kata2, hanya demi membela pendapat yg baru saja dilontarkan oleh satu orang (yg pengetahuannya masih sangat disangsikan, bahkan oleh kebanyakan blogger di SS ini sekalipun). Hanya untuk mendukung pendapat yg "masih sangat mentah" itu, Anda telah begitu berani mengeluarkan hujatan yg sangat keji kepada para ahli, yg nota bene sangat dihormati oleh sedemikian banyaknya orang Kristen (khususnya di Indonesia ini) karena karya besar mereka yg telah menghadirkan sebuah versi Alkitab (terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari), yg sdh menjadi berkat bagi sedemikian banyaknya umat Kristen selama ini.

Sudah barang tentu para ahli yg terhormat itu tdk membuat terjemahan itu (khususnya untuk Kej 3:22) karena atau untuk menghalang-halangi Hai-hai dlm mengutarakan pendapat "baru"-nya itu. Sebab, Alkitab BIS itu sdh ada jauh sebelum Hai-hai kepikiran mengenai hal tersebut.

Dan, untuk lebih meyakinkan Anda lagi, spy Anda jangan berpikir bahwa  Alkitab BIS adalah satu2nya, sehingga karena itu ada kecenderungan untuk menganggapnya sbg pengecualian saja, berikut ini saya kutipkan 3 terjemahan lainnya lagi:

TL (1954) ©

SABDAweb Kej 3:22

Maka firman Tuhan Allah: Bahwasanya manusia ini telah menjadi bagaikan seorang Kita, sebab diketahuinya akan baik dan jahat; maka sekarangpun jangan ia mengedangkan tangannya lalu mengambil lagi buah pohon alhayat itu dan makan dia dan ia hidup selama-lamanya.

FAYH (1989) ©

SABDAweb Kej 3:22

Lalu TUHAN Allah berfirman, "Karena sekarang manusia sudah menjadi seperti Kita, yaitu tahu akan yang baik dan yang jahat, maka janganlah ia dibiarkan makan buah Pohon Kehidupan supaya ia tidak akan hidup selama-selamanya."

NLT ©

biblegateway Gen 3:22

Then the LORD God said, "The people have become as we are, knowing everything, both good and evil. What if they eat the fruit of the tree of life? Then they will live forever!"

Pesan saya untuk Anda: Jangan hanya demi membela suatu pendapat, Anda sampai "membabi buta" menolak semua argumen yg diberikan, walau sebenar apapun argumen tersebut. Tidak mungkinlah sedemikian banyak para ahli yg bertanggung jawab utk mengadakan Alkitab2 versi terjemahan2 yg lainnya itu (setidaknya kini sdh saya tunjukin 4 versi yg berbeda) adalah orang2 yg sangat bodoh atau orang2 pintar yg bermaksud jahat, dengan membuat terjemahan yg berbeda itu.

Seharusnya yg kita lakukan bukanlah memilih dari antara versi2 Alkitab yg berbeda itu, melainkan membuka diri bagi penjelasan yg dilakukan oleh versi yg lainnya, mengenai suatu hal yg sukar di dalam versi2 yg tertentu.

Bro Matahari, berpikirlah sehat/wajar, jangan mengunci diri sedemikian rupa dgn menolak semua pertimbangan yg diberikan. Semoga sepulang dari "liburan" Anda nanti, Anda bisa menimbang permasalahan yg ada, dengan lebih "dingin" dan lebih bijak  lagi.

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

dennis santoso a.k.a nis's picture

@JT: saran, sebagai sesama blogger

Sebegitunya Anda melontarkan kata2, hanya demi membela pendapat yg baru saja dilontarkan oleh satu orang (yg pengetahuannya masih sangat disangsikan, bahkan oleh kebanyakan blogger di SS ini sekalipun).

Sudah barang tentu para ahli yg terhormat itu tdk membuat terjemahan itu (khususnya untuk Kej 3:22) karena atau untuk menghalang-halangi Hai-hai dlm mengutarakan pendapat "baru"-nya itu.

JT, dua kutipan diatas adalah dua hal yang sulit dibuktikan, at least dalam diskusi di blog ini. maksud gue, apakah dengan menyebut hai2 sebagai contoh maka bisa DIPASTIKAN bahwa matahari berkomentar adalah untuk sekedar mendukung hai2? kalau anda ga bisa memastikan itu, maka dari sudut pandang tertentu, anda bisa dianggap mencemarkan nama baik si matahari.

saran sebagai sesama blogger saja, "jurus" anda saat ini hanya mirip merpati saja dan tidak ada mirip2nya sama sekali dengan ular.

Bro Matahari, berpikirlah sehat/wajar, jangan mengunci diri sedemikian rupa dgn menolak semua pertimbangan yg diberikan. Semoga sepulang dari "liburan" Anda nanti, Anda bisa menimbang permasalahan yg ada, dengan lebih "dingin" dan lebih bijak  lagi.

kutipan berwarna ungu ini lebih parah lagi. disini anda harus ingat bahwa ketika anda menunjuk seseorang (bahwa dia sedang "kurang dingin") maka 4 jari sebenernya sedang menunjuk pada diri anda sendiri.

GONDRONG's picture

Dennis ; anda juga menuduh diri anda sendiri

saran sebagai sesama blogger saja, "jurus" anda saat ini hanya mirip merpati saja dan tidak ada mirip2nya sama sekali dengan ular.

Bro Matahari, berpikirlah sehat/wajar, jangan mengunci diri sedemikian rupa dgn menolak semua pertimbangan yg diberikan. Semoga sepulang dari "liburan" Anda nanti, Anda bisa menimbang permasalahan yg ada, dengan lebih "dingin" dan lebih bijak  lagi.

kutipan berwarna ungu ini lebih parah lagi. disini anda harus ingat bahwa ketika anda menunjuk seseorang (bahwa dia sedang "kurang dingin") maka 4 jari sebenernya sedang menunjuk pada diri anda sendiri.

Dennis, disini anda tidak seharusnya ikut menunjuk bro JT, anda tahu tidak bahwa pernyataan anda sedang menuding juga pada diri anda sendiri.

dennis santoso a.k.a nis's picture

seribu jari pun ga masalah

gondrong, JT memberi contoh soal bagaimana "cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati", tapi dia hanya melakukan bagian tulusnya saja; cerdiknya tidak. gue menunjuk pada dia karena dia memberi contoh itu.

sementara, gue ga pernah ngasih contoh. jadi buat gue ga masalah walaupun seribu jari menunjuk pada gue.

jesusfreaks's picture

@dennis : kenapa masih oot

Dennis dennis, Payah lo...

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

dennis santoso a.k.a nis's picture

OOT

yang OOT itu elo, sayang :-p

jesusfreaks's picture

@dennis & gondrong : why oot ?!?

Dear both, Why OOT ? Kenapa gak focus on topic. Boleh oot tapi focus on topic. Justeru karena OOT lah sering menjadi BIANG kekacauan.

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

matahari's picture

saya offline dulu 4 hari,

saya offline dulu 4 hari, ntar setelah tgl 30 ketemu lagi

jesusfreaks's picture

@jt & matahari : kejadian 3 : 5

Brows makanya hargai setiap koment BIAR GAK CAPEK n LELAH. Lihat noh komentnya Adam Kurniawan. Payah kalian. Wong gampang dimengerti dibikin jlimet.

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

Huanan's picture

@JF: regarding Gen 3:5

Betul Bro.  Tapi di blognya hai2 mengatakan :" Kenapa TUHAN Allah tahu yang baik dan yang jahat sementara Allah dan Roh Allah tidak tahu? Karena TUHAN Allah BELUM memberitahu kedua-Nya"

Hal ini agak membingungkan buat saya, karena pernyataannya bertentangan dgn kejadian 3:5: " bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

Berdasarkan  kej 3:5 Jelas2 Allah mengetahuinya tentang yang baik dan jahat. Karena Allah itu sendiri adalah Firman. dan Yesus adalah Firman Allah itu sendiri.

GBU

 

mama nia's picture

@Huanan: Kej 3:5

Syalom Huanan,

Coba anda perhatikan baik-baik, SIAPA yang berbicara di Kej 3:4-5? Itu adalah kata-kata dari ular atau Allah? Bukankah itu adalah kata-kata ular yang sedang MENIPU Hawa?

Huanan's picture

@Mama Nia

Syalom juga Mama nia,

Kalau saya mengatakan kepada anak saya untuk belajar agar dia giat belajar supaya besar nanti bisa pintar seperti dokter. karena saya tahu dan semua orang tahu bahwa dokter adalah pintar. Tujuan saya berkata demikian adalah supaya anak saya bisa lebih giat belajar dan bisa pintar sama dgn dokter. Jadi si dokter memang dari sonohnya sudah pintar. Maksudnya objek (dokter) tsb bisa di jadikan contoh atau panutan.

Jadi menurut saya TUJUAN UTAMA si ular adalah untuk MENIPU supaya Hawa makan buah tersebut. Karena si Ular tahu bahwa Allah mengetahui tentang yang baik dan yang jahat. maka Ularpun mengambil contoh Allah untuk dijadikan panutan dalan mencapai tujuan utamanya itu.

GBU

mama nia's picture

@Huanan: tidak ada kebenaran

Syalom Huanan,

Huanan said:

Jadi menurut saya TUJUAN UTAMA si ular adalah untuk MENIPU supaya Hawa makan buah tersebut. Karena si Ular tahu bahwa Allah mengetahui tentang yang baik dan yang jahat. maka Ularpun mengambil contoh Allah untuk dijadikan panutan dalan mencapai tujuan utamanya itu.

Mama nia said:

Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu.Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. Yoh 8:44

Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." Kej 3:4-5

Huanan, apakah kata-kata yang diucapkan ular (iblis) di dlm Kej 3:4-5 adalah suatu kebenaran? Jika ucapan ular (iblis) itu adalah kebenaran, maka kita bisa memakai perkataan ular (iblis) tsb sbg pembanding utk memahami Kej 3:22, tetapi benarkah demikian? Bisakah kita mempercayai omongan (perkataan) ular (iblis)? Bukankah di dalam ibis tidak ada kebenaran (Yoh 8:44)?

Thanks..

Huanan's picture

@Mama Nia: go ahead ....

 Syalom Mama Nia,

Kenapa TUHAN Allah tahu yang baik dan yang jahat sementara Allah dan Roh Allah tidak tahu? Karena TUHAN Allah BELUM memberitahu kedua-Nya"

Jadi anda mengimani bahwa statement diatas tsb?. silahkan anda mengimaninya. Tapi saya tetap berpendapat bahwa Kej 3:22 Allah Tritunggal (ke 3 nya) mengetahui baik dan jahat. Karena ini hanya perbedaan pinsip penafsiran saja di ke 2 ayat tsb.

GBU

mama nia's picture

@Huanan

Syalom Huanan,

Jika anda baca baik-baik komentar yang saya tulis, maka di situ jelas saya sedang mempertanyakan apakah yang dikatakan ular dlm Kej 3:4-5 adalah suatu kebenaran. Saya tidak sedang membahas Kej 3:22, apalagi mempertanyakan pendapat anda ttg Kej 3:22. Saya melihat adanya upaya utk mencoba mengerti Kej 3:22  dengan merujuk ke Kej 3:4-5. Menurut saya, sebelum Kej 3:4-5 dipakai utk menjelaskan Kej 3:22, kita harus tahu terlebih dahulu, apakah kata-kata yang diucapkan ular di Kej 3:4-5 adalah suatu kebenaran atau bukan. Jika bukan suatu kebenaran, maka Kej 3:4-5 tidak bisa dipakai utk menjelaskan Kej 3:22. Semoga anda memahami apa yg saya maksud.

Thanks

Huanan's picture

@Mama Nia

Syalom Mama Nia,

Bagaimana dgn Kejadian 2:17: "tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati"

Disini Allah yang berfirman kepada Adam tentang pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat. DIA yang menciptakan pohon dan DIA memberi tahu akibatnya, bukankah berarti ALLAH sudah mengetahui tentang baik dan jahat itu sendiri ?.  Bagaimana menurut anda ?

Amos 5:12 : "Sebab AKU tahu, bahwa perbuatanmu yang jahat banyak dan dosamu berjumlah besar......

Amos 5:14: "Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup;  dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan".  Apakah ke 2 ayat tsb menurut anda menunjukkan bahwa Allah tidak  mengetahui tentang yang baik dan Jahat?

GBU

mama nia's picture

@Huanan

Syalom Huanan,

Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." Kej 2:16-17.

Disini Allah yang berfirman kepada Adam tentang pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat. DIA yang menciptakan pohon dan DIA memberi tahu akibatnya, bukankah berarti ALLAH sudah mengetahui tentang baik dan jahat itu sendiri ?.  Bagaimana menurut anda ?

Amos 5:12 : "Sebab AKU tahu, bahwa perbuatanmu yang jahat banyak dan dosamu berjumlah besar......

Amos 5:14: "Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup;  dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan". 

Apakah ke 2 ayat tsb menurut anda menunjukkan bahwa Allah tidak  mengetahui tentang yang baik dan Jahat?

Huanan, yang memberi perintah kepada manusia (Adam) dalam Kej 2:16-17 BUKAN Allah melainkan TUHAN Allah. Demikian juga yang berfirman di Amos 5 :12,14 adalah TUHAN Allah.

Dari ketiga ayat di atas menunjukkan bahwa TUHAN Allah tahu tentang yang baik dan yang jahat. Namun, apakah ketiga ayat di atas menunjukkan bahwa HANYA TUHAN Allah saja yang tahu tentang yang baik dan yang jahat? Saya tidak tahu.

Thanks..

Huanan's picture

@Mama Nia

Syalom Mama Nia,

Darimana Anda bisa tahu atau Yakin bahwa di ke 3 Ayat tsb yang berbicara itu adalah Tuhan Allah (Yesus)?. di Amos 5:14 dikatakan: "dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam". Perhatikan tanda petik(,) dikalimat tsb. bukan Tuhan Allah tapi Tuhan, Allah... Apakah semua di PL yang menggunakan kata Tuhan Allah melambangkan Anak(Kristus)?.

Ada beberapa Ayat lainnya yang menunjukkan bahwa Allah mengetahui tentang yang baik dan Jahat seperti: Roma13:4; 3 Yoh1:11.  Beberapa Ayat dalam PL yang menceritakan Tuhan, Allah berperang melawan (Kejahatan). bukan Tuhan Allah.  Mungkin anda bisa menjelaskannya lebih lanjut.. Thanks

GBU..

 

mama nia's picture

@Huanan

Syalom Huanan,

Darimana Anda bisa tahu atau Yakin bahwa di ke 3 Ayat tsb yang berbicara itu adalah Tuhan Allah (Yesus)?. di Amos 5:14 dikatakan: "dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam". Perhatikan tanda petik(,) dikalimat tsb. bukan Tuhan Allah tapi Tuhan, Allah... Apakah semua di PL yang menggunakan kata Tuhan Allah melambangkan Anak(Kristus)?.

Huanan, kalo di Kej 2:16-17, jelas tertulis TUHAN Allah memberi perintah kepada Adam. Di Amos 5, Amos menyampaikan perkataan (firman) dari TUHAN. Setahu saya, kata TUHAN memiliki arti sama dengan TUHAN Allah. Frasa "dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam" berarti TUHAN (TUHAN Allah) adalah Allah semesta alam. Yesus Kristus adalah TUHAN Allah dalam wujud manusia. Jadi TUHAN Allah = Anak Allah = Yesus Kristus.

Ada beberapa Ayat lainnya yang menunjukkan bahwa Allah mengetahui tentang yang baik dan Jahat seperti: Roma13:4; 3 Yoh1:11.  Beberapa Ayat dalam PL yang menceritakan Tuhan, Allah berperang melawan (Kejahatan). bukan Tuhan Allah.  Mungkin anda bisa menjelaskannya lebih lanjut.. 

Huanan, jika anda perhatikan baik-baik, maka di Roma 13:4, yang berbicara (memberi nasihat) adalah Rasul Paulus bukan Allah, demikian juga di 3 Yoh 1:11, yang berbicara adalah Rasul Yohanes bukan Allah. Jadi kedua ayat di atas tidak menunjukkan bahwa Allah mengetahui tentang yang baik dan yang jahat.

Thanks

 

Huanan's picture

@Mama Nia

Syalom Mama Nia,

Huanan, jika anda perhatikan baik-baik, maka di Roma 13:4, yang berbicara (memberi nasihat) adalah Rasul Paulus bukan Allah, demikian juga di 3 Yoh 1:11, yang berbicara adalah Rasul Yohanes bukan Allah. Jadi kedua ayat di atas tidak menunjukkan bahwa Allah mengetahui tentang yang baik dan yang jahat.

Alkitab ditulis dan bahasa Ibrani dan Yunani oleh para Rasul Allah. Apakah kita tidak mempercayai perkataan Rasul ?.

GBU

mama nia's picture

@Huanan

Syalom Huanan,

Huanan,dalam diskusi saya dengan anda, saya hanya memberi tanggapan/komentar atas beberapa ayat yang anda kutip (Kej 2:16-17 ; Kej 3:5 ; Amos 5:12,14 ; Roma 13:4 dan I Yoh 1:11), yang menurut anda, ayat2 tsb menunjukkan bahwa Allah mengetahui tentang yang baik dan yang jahat. Namun, dalam komentar saya kepada anda, saya mengatakan bahwa ayat2 tsb tidak menunjukkan bahwa Allah mengetahui tentang yang baik dan yang jahat. Anda bertanya apakah kita tidak mempercayai perkataan Rasul? Tentu kita mempercayai perkataan Rasul, tapi di Roma 13:4 dan 1 Yoh 1:11, baik Rasul Paulus maupun Rasul Yohanes TIDAK mengatakan bahwa Allah mengetahui tentang yang baik dan yang jahat. Menurut saya, jika anda ingin memahami Kej 3:22, ada baiknya anda memahami terlebih dahulu ttg Allah Tritunggal supaya anda bisa membedakan Allah, TUHAN Allah dan Roh Kudus.

Huanan, dalam diskusi kita tidak mesti sepakat. Pertanyaan2 dan masukan2 yang kita dapat dari teman diskusi, hanyalah menolong kita utk merenungkan dan menggali lbh dalam lagi ttg kebenaran yg sedang kita cari. Saya sudah menyatakan apa yg saya tahu. Silahkan anda bertanya kepada yang lbh tahu, saya sendiri jg msh belajar.

Thanks

 

Huanan's picture

@Mama Nia

Syalom Mama Nia,

Mamania, Saya sendiripun dalam tahap belajar memahami AllahTritunggal. Kalau pengertian Allah adalah BAPA, dan Tuhan Allah adalah Yesus. Menurut saya  Allah(BAPA) pun juga mengetahui baik dan jahat. Saya ada 2 ayat pendukung lainnya yang mengatakan bahwa Allah(BAPA) juga mengetahui baik dan jahat. Seperti :

 Ayub 8:20 :”Ketahuilah, ALLAH tidak menolak orang yang SALEH, dan Ia tidak memegang tangan orang yang berbuat JAHAT.
Kolose 3:6: “Semuanya itu mendatangkan murka ALLAH (atas orang-orang DURHAKA).
 
Masalahnya Apakah kata: “Allah” itu sendiri adalah BAPA?, Kalau memang benar maka benarlah bahwa selain Tuhan Allah (Yesus)mengetahui tentang yang hal yang baik dan jahat, maka ALLAH (BAPA) pun mengetahuinya pula.
 
Mamania, melalui diskusi dgn Anda setidaknya saya juga menambah pengertian tentang Allah dan Tuhan Allah itu sendiri terlepas dari penafsiran apakah Allah mengetahui baik dan jahat.  Thank’s
 
GBU
jesusfreaks's picture

@huanan : hati hati terhadap penyesat

Dalam memahami ALLAH TRITUNGGAL, ada baiknya para penyesat tahu dulu APA DAN BAGAIMANA ALLAH TRITUNGGAL. 4 buku stephen tong yg baru saya beli dan 2 sudah baca sungguh mencerahkan. Yg baru saya baca, Allah tritunggal dan Rasio, iman & kebenaran. Buku itu HANYA mencerahkan. Saya percaya, kamu akan semakin percaya bahwa tidak ada yang tersembunyi dihadapan ALLAH tritunggal. Mengenai perkataan iblis dikej 3:5, iblis sering disebut bapa setengah kebenaran. Pencobaan kedua terhadap Yesus, iblis MENGUTIP KEBENARAN. Apakah itu menjadi KETIDAKBENARAN. Saya "melihat" adanya penyesat yg tidak sadar ia tersesat atau penyesat. Saya hanya ingatkan kamu, hati hati terhadap mereka.

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

sandman's picture

@JF udah baca...?

Udah baca rasio iman dan kebenaran? tanya dunk iseng, jadi kebenaran itu ada dimana dan milik sapa?

 

 

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

__________________

jesusfreaks's picture

@sand : ada 5 kebenaran

Menurut ST ada 5 kebenaran.

kebenaran mana yang kamu tanyakan ?

 

 

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

sandman's picture

@JF Jelasin dunk...

Sok atuh di jelasin... seperti atu brow.. kan gak biasanya loe seperti itu :P

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

__________________

Huanan's picture

@JF

Thank's Bro for reminding.

Itulah yang saya coba pahami sekarang ini.

GBU

jesusfreaks's picture

@dennis : gw tahu gw OOT

Makanya gw bilang, OOT lah yg selama ini menimbulkan kekacauan. karena OOT lo menimbulkan OOT gw. Payah lo. Kalau lo mau OOT soal merpati dan ular, lebih baik lo ke blognya dia yg pas. Biar nyambung. Payah lo, emang lo pikir, gw gak tahu gw oot.

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

dennis santoso a.k.a nis's picture

kebalik

nah lo salah kali ini... bukan "OOT lo menimbulkan OOT gw" tapi "OOT jesusfreak menimbulkan OOT dennis"... kebalik ;-)

sandman's picture

@JT iseng2 berhadiah...

Kemarin matematika, setelah itu domba kambing, sekarang buah-buahan ah..

Sejak kapan pengetahuan yang  baik dan jahat ada pada diri manusia? sejak diciptakan atau setelah makan buah terlarang?


Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

__________________

jesusfreaks's picture

@sand : apa hadiahnya ?

1. Apa hadiahnya ? 2. Siapa yang memvalidasi jawabannya ? Bwi hi hi hi Iseng iseng berhadiah juga : Mandat ke adam itu, termasuk pengetahuan gak ? Yang baik atau yang buruk ? Terus pelaksanaan mandat itu, butuh pengetahuan gak ? Yang baik atau yang buruk. Terus LARANGAN makan buah terlarang itu pengetahuan bukan ? Hadiahnya saya traktir deh. Validasinya saya juga, se fair mungkin deh.

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

sandman's picture

@JF iseng berhadiah..

Namanya juga iseng, hadiahnya? otak dipakai mikir kan lumayan, daripada gak di pake mikir jadi pikun?  Soal validasi, kalau jawabannya sekirangnya memuaskan saya sudah cukup.

Traktir? gak deh.. numpuk janji bikin BT :P

 

 

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

__________________

jesusfreaks's picture

@sand : saya sudah jawab

DIBALIK PERTANYAAN2 SAYA, SAYA SUDAH JAWAB KUISMU.

bwi hi hi hi...

 

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

sandman's picture

@JF Aneh loe...

Nanya ke JT yang jawab JF aneh yah... JF = Jesus Freak JT = Jesus Treak ha ha ha ha

 

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

__________________

jesusfreaks's picture

@dennis : terserah lo deh

Sebenarnya peduli iblis dengan oot. Gak ngefek. Bwi hi hi hi Mari ber oot ria.

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

alvarez's picture

@JF, kalo keledai OOT

kira kira ngefek nggak freaks?

bwi hi hi hi

GONDRONG's picture

Dennis ; Jadilah Bijaksana

Syalom

Dennis, daripada anda ribut hal yang tidak perlu...lebih baik anda merenungkan ISI dari Blog ini dan Kej 3:22 tentu saja dengan konteks-konteksnya.

Dennis, ada pertanyaan2 menarik dari mama nia dan huanan, lebih baik anda membantu menjawab kesulitan-kesulitan mereka.

Soli Deo Gloria

dennis santoso a.k.a nis's picture

bijaksana? kelaut aja deh...

hahaha gondrong, nggak semua orang seperti kebanyakan orang yang selalu pengen tampil terlihat bijaksana. gue ga terlalu peduli dengan masalah tampilan.

tapi, hal yang gue sarankan ke JT menurut gue bukanlah hal yang tidak perlu. justru itu sangat perlu karena gue merasa dia butuh untuk diingatkan agar tidak kebablasan.

tentang elo memandangnya sebagai "ga perlu", gue sih ok2 aja, karena saran itu memang bukan buat kamu, tapi buat JT.

Julius Tarigan's picture

@Dennis Santoso: Saya hargai saran Anda!

Buat teman2 semua, khususnya yg udah kasih komentar di sini, sorry ya, kemarin dan seharian tadi saya harus ngurus ortu yg sdg sakit (hrs rawat inap di RS), jadi gak sempat jagain "toko" ini. Wah, comment2 yg masuk kali ini sangat "berwarna", ya? Saya jd agak bingung jg harus mulai menanggapi dari yg mana. Tapi, setelah ditimbang-timbang, ya sudah, saya putuskan saja utk menjadikan comment bro Dennis sebagai "kunci" untuk menaggapi seluruh comment yg masuk selanjutnya (jadi jawaban saya utk bro Dennis ini sekaligus juga untuk semua comment dari teman2 yg lainnya).

Bro Dennis, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk memeriksa blog saya ini, termasuk memberikan comment yg khusus menyoroti jawaban saya yg terakhir kpd bro Matahari. Baiklah bro, kalo Anda sepertinya melihat cara saya dlm menanggapi comment2 dari bro Matahari kurang bijaksana (atau hanya berciri "merpati" semata). Saya akui, bahwa saya memang sedikit terbawa "hawa panas" yg keluar dari comment2nya bro Matahari itu (kalo gak salah, sepertinya mas Purnawan pun pernah "tersengat" sedikit oleh "hawa panas" dari Matahari yg sama itu...hehehe...!).

Saya bukan bermaksud membela diri bro, tapi cobalah Anda baca comment2 yg ditujukan bro Matahari kepada saya di blog ini (dan ketika membacanya, coba sejenak saja, Anda membayangkan diri Anda sebagai JT ketika itu), bagaimana perasaan Anda saat itu? Berikut ini saya kutipkan saja beberapa bagian dari comment2nya bro Matahari itu:

Blog anda ini menurut saya belum bisa disebut meluruskan, karena yang saya lihat dari ayat Kejadian 3:22 yang anda kutip, justru anda membelokkan dari kata "... menjadi seperti salah satu dari Kita,..." diganti menjadi "... menjadi seperti Kita..."

 

Kalo BIS benar, tentu TB nya salah, pertanyaannya kenapa kok TB bisa sampai salah sehingga perlu dikoreksi?  Anda perlu paham tentang kaidah pengakuan keaslian manuskrip kitab2, bahwa semakin lama / tua manuskrip biasanya dianggap yang lebih benar.  Semakin tidak masuk akal maknanya / semakin aneh justru semakin benar.  Tuhan inkarnasi jadi manusia itu menurut orang dunia / sekuler dianggap aneh / janggal, tidak wajar, tapi nyatanya itu yang benar.  Untuk lebih memperjelas maksud saya supaya anda juga jangan sampai tersesat dengan pemahaman anda tentang ayat ini, mari saya kutip versi inggrisnya:

BIS menurut saya hanyalah upaya untuk membuat gampang orang yang membaca, namun sarat dengan tafsir, sehingga terjadi banyak distorsi.  Jadi marilah kita terbuka dan belajar menerima fakta bahwa memang ada ayat-ayat yang memang tidak mudah dipahami, dan bukan memaksakan diri untuk memahami, nanti malah eisegeses lho bro...

 

Saya kuatirnya para penerjemah BIS itu orang sama seperti anda, punya "maksud2 tersendiri" sehingga "ngotot" mencabut hal yang sulit dimengerti agar lebih mudah dimengerti.

Mungkin penerjemah BIS sama bingungnya dengan anda, lho kok "salah satu dari Kita?" berarti yang dua dari Kita kan jadi gak tau? gak logis nih... diganti aja... Bukankah anda dan penerjemah BIS yang eisegese.  AV, TB jelas secara harafiah & hurufiah menerjemahkan selaras yaitu "salah satu dari Kita" kok tiba-tiba yang belakangan membuang "salah satu"nya... bukankah itu eisegese karena anda sudah memiliki "maksud2 tersendiri" tersebut?  Kenapa saya bilang terjemahan BIS rawan distorsi, ya karena upaya untuk mempermudah dengan mengubah struktur gramatikal itulah penyebabnya.  Disinilah terkandung banyak unsur "tafsir-menafsir", sekalipun anda berlindung dibalik "majas".  Kalo anda bisa membuktikan 3 lagi ayat yang mengandung majas "one of us" atau "salah satu dari Kita" lalu diganti menjadi "Kita" saja, mungkin saya perlu berpikir ulang tentang hal ini.

Apa yg saya tangkap dari comment2 nya yg spt itu adalah "pembelaan yg membabi buta" terhadap sebuah pendapat. Dan, saya memang langsung menunjuk bahwa pendapat yg dimaksud itu adalah pendapatnya Hai-hai, sebab siapakah lagi, selain Hai-hai, yang berpendapat seperti itu, khususnya yg menyangkut ayat Kejadian 3:22? Dan, mungkin karena saya melontarkan apa yg saya tangkap di dalam benak saya itu secara apa adanya, sehingga kata2 yg akhirnya tertuliskan di dalam jawaban saya itu terbaca oleh Anda sebagai suatu reaksi yg berlebihan dari saya. OK-lah bro, saya akan coba untuk lebih sensitif lagi ke depannya.

Sekali lagi, thanks ya bro Dennis, atas comment dan saran yg Anda berikan di sini! Gbu.

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

dennis santoso a.k.a nis's picture

@JT: good response

good response, gue rasa anda memang tipe merpati :-)

btw, berikut gue cuplik sedikit yah:

Saya bukan bermaksud membela diri bro, tapi cobalah Anda baca comment2 yg ditujukan bro Matahari kepada saya di blog ini (dan ketika membacanya, coba sejenak saja, Anda membayangkan diri Anda sebagai JT ketika itu), bagaimana perasaan Anda saat itu?

to tell u the truth, blog yang anda tulis ini cuma gue baca sekali saja... gue sama sekali ga tertarik dengan tulisan anda karena anda cuma membahas ayat tadi berdasar satu versi terjemahan saja.

menurut gue, karena terjemahan2 alkitab masing2 didesain untuk suatu tujuan tertentu, adalah tidak bagus bila kita melihatnya cuma dari satu versi terjemahan saja. apa lagi yang anda pilih adalah BIS yang oleh sebagian besar orang tidak dianggap (setau gue yang dianggap bagus adalah KJV).

TAPI... gue jadi tertarik untuk baca berulang2 ketika anda mulai berdebat dengan si matahari.

point yang anda bilang sebagai "pembelaan yang membabi buta" sebenernya mungkin nggak akan terlalu membabi buta bila anda baca kutipan berikut ini:

Bibles are not translated by atheists. If they were, maybe they would be more accurate. But Bibles are mostly translated by Christians who ALREADY KNOW WHAT THEY BELIEVE. And, as they translate, THEY WILL PUT THEIR BELIEFS INTO THEIR TRANSLATION.  When they see the GREEK word "aionios," and they want to translate it into ENGLISH they will always use the LATIN word "eternus/eternal."  They can't help it--THEY ARE DECEIVED!

The Old Anglo Saxon Bibles from 800 to 1000 AD used the English word "ece" for the Greek "aionios," and it meant "eonian"--pertaining to the ages. Try to find the English word "ece" in even a 2600 page English Dictionary. It is gone gone gone.  Make no mistake about it: The King James Bible is a LATIN BIBLE! And virtually all modern English Bibles are virtually clones of all the errors found in the King James.

(sumber lengkapnya disini)

kutipan diatas sangat menarik buat gue. dalam prinsip SDLC (software development life cycle), kami percaya bahwa seorang programmer tidak boleh melakukan final test pada code yang dibuatnya sendiri. sebisa mungkin final test harus di-rolling, si A memeriksa kerjaan B, B memeriksa C, dst. malah kalau bisa buatlah departemen khusus untuk tester. ini akan lebih baik.

prinsipnya, hal ini dilakukan agar tidak terjadi bias ketika penilaian dilakukan. prinsip yang sama tersirat dari kata2 ini "Bibles are not translated by atheists. If they were, maybe they would be more accurate."

pas baca, gue mikir bahwa hal ini akan susah diwujudkan. tapi message nya senada dengan matahari, hal2 apa saja yang ada di benak translator ketika menerjemahkan alkitab akan mempengaruhi kualitas terjemahan nya. bukan bermaksud menuduh mereka punya maksud jelek atau apa lah, tapi untuk menunjukkan sesuatu yang memang tak terelakkan sebagai manusia. what we believe will affect to our works.

oleh karena itu, kalau gue sih, bila membahas secara spesifik ayat tertentu, mungkin akan lebih baik kalau melihatnya dari sebanyak mungkin terjemahan. minimal untuk mengetahui kira2 apa2 saja yang terhapuskan.

Julius Tarigan's picture

@Dennis Santoso: Saya setuju!

Bro Dennis, terima kasih buat tambahan penjelasan Anda ini.

Saya setuju bahwa salah satu cara untuk menafsir/memahami ayat2 Alkitab adalah dengan membandingkan versi2 terjemahan Alkitab, sebanyak mungkin dan khususnya versi2 yg dianggap "bagus".

Cuma saja, bro Dennis, saya di sini (di comment thd bro Matahari itu) sebenarnya tdk sedang mempersoalkan ayat Kej 3:22 itu dari segi teknik penafsiran yg "njlimet", tetapi hanya dari segi pengartian bahasanya secara praktis dan sederhana saja. Karena sebenarnya dalam tertjemahan PB saja pun arti dari frasa "manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita" sudah bisa menjadi jelas bagi orang2 yg memahami dengan baik struktur bahasa yang digunakan di sini. Tetapi, kan tidak semua orang memiliki pemahaman dan kepekaan yg cukup dalam hal bahasa? Makanya, frasa yg sebenarnya sudah cukup jelas maksudnya itu, oleh orang2 tertentu, bisa dilihat/difahami secara berbeda.

Sekarang ini kita jadi diperhadapkan pada 2 pilihan untuk pengartiannya, berdasarkan pada tekanan masing2 yg diberikan terhadapnya, sehubungan dengan terdapatnya kata-kata ""salah satu" di sana, yaitu:

  1. Tekanannya di sini adalah pada Allah, yaitu mengenai salah satu dari Allah Tritunggal (yg mengetahui yang baik dan yg jahat), atau...
  2. Tekanannya di sini adalah mengenai manusia, yaitu manusia itu kini telah menjadi seperti salah satu dari Allah Tritunggal (dlm hal mengetahui yg baik dan yg jahat).

Bagi saya, sudah jelaslah yg dimaksud di dalam ayat Alkitab tersebut adalah seperti yg disebutkan di dalam butir yg kedua di atas itu. Tetapi, karena ada orang2 yg "ngotot" bahwa yg dimaksud di sana adalah seperti yg disebut di dlm butir yg pertama itu, makanya saya menggunakan terjemahan sederhana untuk menjelaskannya. Hal ini saya lakukan hanya untuk memberikan perbandingan dan supaya dengan adanya perbandingan itu kita akan terhindar dari mengartikan ayat Alkitab itu tadi secara terlalu bebas (liar), sehingga melenceng dari maksudnya yg sebenarnya.

Satu contoh, yaitu ketika di Alkitab TB dikatakan: "...Dengan  berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya" (Roma 12:20). Frasa tersebut bisa saja diartikan secara keliru oleh orang2 tertentu, yang justru diartikan sbg bentuk pembalasan yg jauh lebih kejam lagi. Tetapi, kalau ayat tsb kita baca di dalam versi terjemahan BIS, kesan yg seperti itu pastilah akan hilang. "...Karena dengan berbuat demikian, saudara akan membuat dia menjadi malu" (Roma 12:20 BIS).

Saya tentunya mengakui bahwa dalam penafsiran yg serius (yg lebih mendalam), versi terjemahan yg sederhana (seperti BIS) tidak tepat utk dijadikan sbg dasar. Tetapi, untuk tujuan2 yg sederhana, sering dan banyak kali versi2 terjemahan yg sederhana itu telah menjadi batuan yg memang sangat dibutuhkan. Bantuan2 yg seperti inilah tentunya yg paling banyak kita, sebagai orang2 yg awam (bukan teolog), butuhkan.

Tetapi, walau bagaimana pun, saya tetap berterima kasih atas perhatian yang bro Dennis berikan di sini. Selamat menyongsong Tahun Baru ya, bro! Gbu.

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

matahari's picture

@JF; @AK ; @JT : Hahahaha....

 

 

@ JF
Thanks anda sudah menampilkan "clue" nya....  sehingga saya bisa melihat arah yang lebih jelas ke tulisan Adam Kurniawan...
 
@AK
Anda memberikan solusi yang sangat baik melalui Kej 3:5, sehingga saya mendapat pencerahan, dan ada konklusi yang punya dasar alkitabiah.
 
@JT...
Anda ini kok feminin sekali rupanya... hyper sensitif tapi sekaligus ngawur kesana-sini.  Pak Pendeta, menurut pengamatan saya, anda memiliki kepribadian yang simpang siur dan pola pikir yang tidak karuan.. mari saya tunjukkan dimana kesalahan anda...
 
 
1)  ANDA MUNAFIK (atau BODOH?)
 
JT menulis:
Saya betul2 gak habis mikir, betapa seseorang bisa berpikir dengan sekacau yg Anda tunjukkan di dalam comment Anda ini. 
 
Kalimat anda ini menunjukkan bahwa anda sedang merendahkan saya, menuduh saya berpikir kacau tapi anda lupa berkaca pada apa yang anda tulis sendiri di Blog "Pesan Yesus agar kita menjadi orang yang cerdik"  disitu anda tulis:
 
Orang yang CERDIK itu tidak pernah merendahkan lawan-lawannya. Sikap dan perbuatan yang cenderung merendahkan lawan adalah sikap dan perbuatan orang yang bodoh. Itu adalah kegegabahan yang sangat berbahaya
 
Saya jadi tertawa geli melihat anda masuk ke pasar klewer terus jadi seperti orang kebakaran jenggot, serta tidak konsisten pada pernyataan sendiri.  Kan di blog anda satunya itu saya sudah bilang, disini itu forum diskusi untuk saling mengasah wawasan, nyantai aja, kalo ga tau ya tanya aja, kalo tahu ya jawab aja, soal benar salah itu kan hal yang lain.  Orang yang membaca disini juga bukan orang bodoh2, tentu para pembaca bisa memilah-milah / membedakan mana yang berguna bagi mereka.  Tapi anda terlalu formal, sok tulus sok cerdik, sok pinter, sok mau mengajar, akhirnya anda terperangkap sendiri dengan statement anda.  Anda tidak konsinsten alias munafik.  Ini saya menarik kesimpulan melanjutkan tulisan anda sendiri berarti:
 
A= Anda merendahkan saya.
 
B= Orang yang CERDIK itu tidak pernah merendahkan lawan-lawannya.
 
Jadi MERENDAHKAN = TIDAK CERDIK
 
Sampai disini berarti ANDATIDAK CERDIK
 
C= Sikap dan perbuatan yang cenderung merendahkan lawan adalah sikap dan perbuatan orang yang bodoh.
 
Jadi MERENDAHKAN = BODOH
 
Sampai disini berarti anda adalah ORANG BODOH.
 
Ini bukan subyektifitas penilaian saya, namun saya ambil dari tulisan / pernyataan anda sendiri.  Saya hanya membantu anda untuk menghakimi diri anda sendiri. Anda tinggal memilih saja, anda merasa munafik atau bodoh.
 
 
2)  ANDA TIDAK TAHU DIRI & TIDAK TAHU TEMPAT
 
JT menulis:
Sekarang ini kita jadi diperhadapkan pada 2 pilihan untuk pengartiannya, berdasarkan pada tekanan masing2 yg diberikan terhadapnya, sehubungan dengan terdapatnya kata-kata ""salah satu" di sana, yaitu:
1.      Tekanannya di sini adalah pada Allah, yaitu mengenai salah satu dari Allah Tritunggal (yg mengetahui yang baik dan yg jahat), atau...
2.      Tekanannya di sini adalah mengenai manusia, yaitu manusia itu kini telah menjadi seperti salah satu dari Allah Tritunggal (dlm hal mengetahui yg baik dan yg jahat).
Bagi saya, sudah jelaslah yg dimaksud di dalam ayat Alkitab tersebut adalah seperti yg disebutkan di dalam butir yg kedua di atas itu. Tetapi, karena ada orang2 yg "ngotot" bahwa yg dimaksud di sana adalah seperti yg disebut di dlm butir yg pertama itu, makanya saya menggunakan terjemahan sederhana untuk menjelaskannya. Hal ini saya lakukan hanya untuk memberikan perbandingan dan supaya dengan adanya perbandingan itu kita akan terhindar dari mengartikan ayat Alkitab itu tadi secara terlalu bebas (liar), sehingga melenceng dari maksudnya yg sebenarnya.
 
Apakah anda lupa / tidak tahu bahwa setiap orang punya pikiran sendiri2,punya penalaran sendiri2, punya pendapat sendiri2 ????  Mengapa anda bisa menyatakan "Bagi saya, sudah jelaslah yg dimaksud di dalam ayat Alkitab ...."  lalu "Tetapi, karena ada orang2 yg "ngotot" bahwa yg dimaksud di sana adalah..."
 
dan bersamaan dengan itu pula anda menganggap bahwa orang lain harus berpikir seperti anda.  Anda seorang sarjana, seharusnya anda paham, bahwa apa yang anda ketahui / yakini belum tentu sama dengan apa yang diketahui / diyakini orang lain. Dan ingat ! bahwa apa yang anda pahami / yakini itu belum tentu benar ! karena anda sendiri yang bilang bahwa : "Tetapi, setinggi-tingginya tingkat obyektifitas yang dimiliki oleh seseorang itu, satu hal yang pasti ialah, tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa mencapai hingga menjadi obyektif sepenuhnya atau obyektif 100%."
 
Ini saya sebut Anda tidak tahu diri mungkin juga tidak tahu malu.
 
Di blog anda "Pesan Yesus agar kita menjadi orang yang cerdik" saya sudah ingatkan anda, bahwa pemahaman anda tentang forum diskusi ini begitu dangkal.  Anda menulis seolah anda ingin menjadi guru, mengajarkan sikap yang bijak, namun anda lupa / tidak tahu (padahal sudah saya kasih tahu) bahwa forum ini adalah ajang "praktek" unjuk wawasan sekaligus serap wawasan.  Siapa saja boleh mampir, baca aja, merenungkannya, meng-adopsinya, menulis, berpendapat, menyerang pendapat orang, dsb, dsb. Jadi tidak perlu strategi aneh2 seperti yang anda tulis itu, kok seperti mau perang terus mati aja.
 
Namun anda malah berpikir tentang kalah menang dan kasih tips cerdik, padahal kita semua tahu bahwa ditempat ini tidak ada pemenang atau juaranya.  Ini tempat diskusi bro, ingat ini tempat diskusi, kalo anda tidak paham itu maka saya sebut ANDA TIDAK TAHU TEMPAT. Karena yang namanya diskusi itu seringkali terdapat perbedaan pendapat, jadi kalo anda tidak siap menghadapi orang yang berbeda pendapat dengan anda, ya anda jangan diskusi.  Mending anda khotbah aja di gereja, kan tidak ada yg membantah anda.
 
Jangan bilang bahwa statement saya ini out of contex krn ini saya sedang menyadarkan anda akan kesalahan anda dengan harapan agar anda bertobat dan belajar lebih di lapangan. Demi kebaikan anda bro...
 
 
3) ANDA HYPER SENSITIVE & FEMININ
 
JT menulis:
Saya bukan bermaksud membela diri bro, tapi cobalah Anda baca comment2 yg ditujukan bro Matahari kepada saya di blog ini (dan ketika membacanya,coba sejenak saja, Anda membayangkan diri Anda sebagai JT ketika itu), bagaimana perasaan Anda saat itu?
 
Anda ini diskusi kok pake perasaan berlebihan, saya tidak bilang bahwa anda tidak boleh pakai perasaan atau tidak punya perasaan, tapi anda menggunakan perasaan anda berlebihan seperti wanita. Tulisan saya kepada anda itu biasa saja, anda saja menanggapinya kelewatan, sehingga sengatannya itu bukan dari matahari, tapi dari diri anda sendiri. 
 
Anda mengajak orang untuk membayangkan atau memposisikan diri sebagai diri anda... ini lebai bro... wanita aja mungkin ga se-sentimentil ini.  Makanya kalo mau diskusi itu pakai pikiran yang banyak, perasaannya dikit aja, jangan terbalik bro... entar jadi tersengat.
 
 
4) ANDA TIDAK KONSISTEN
 
JT menulis:
Saya tentunya mengakui bahwa dalam penafsiran yg serius (yg lebih mendalam), versi terjemahan yg sederhana (seperti BIS) tidak tepat utk dijadikan sbg dasar.
 
Pendapat anda tentang Kej 3:22 dengan menafsirkan "salah satu dari Kita" menjadi "Kita" itu menggunakan dasar BIS, tapi disisi lain anda bilang bahwa untuk penafsiran yang serius BIS tidak tepat dijadikan dasar. Ini maksudnya apa????? Jangan menggunakan standar ganda bro.  Kalo anda menganggap bahwa penafsiran Kej 3:22 itu sederhana, rasanya menurut saya anda tidak pernah sekolah / belajar dengan baik.  Sebab kalimat "salah satu dari Kita" itu sudah jelas berbeda dengan "Kita" saja.  Anak SD juga tahu bahwa itu beda.  Kenapa saya bilang bahwa Kej:22 itu juga tafsiran yang serius / sukar untuk anda? ya karena anda sendiri yang menulis:
 
Seharusnya yg kita lakukan bukanlah memilih dari antara versi2 Alkitab yg berbeda itu, melainkan membuka diri bagi penjelasan yg dilakukan oleh versi yg lainnya, mengenai suatu hal yg sukar di dalam versi2 yg tertentu.
 
Kalo Kej 3:22 pada kalimat "salah satu dari Kita" itu sederhana, tentu anda tidak menggunakan BIS untuk memperjelas TB.  Kalo anda menggunakan 2 versi untuk saling membanding, maka tentu ada yang sukar di salah satu versinya.  Silakan introspeksi diri bro...
 
Jadi jangan anda terlalu menganggap remeh suatu persoalan, tapi sebaliknya juga jangan gampang melebih-lebihkan.  Kalo anda mengakui BIS sebagai Alkitab yang resmi dan benar, ya titik itu saja, jangan anda bilang di lain waktu bahwa untuk penafsiran tertentu BIS tidak tepat dijadikan dasar.  Bukankah dengan menyatakan demikian anda justru lebih menghina ahli-ahli Alkitab seperti yang anda nyatakan sendiri? 
 
 
5) ANDA MEMFITNAH SAYA dan HAI-HAI...!
 
JT menulis:
Sebegitunya Anda melontarkan kata2, hanya demi membela pendapat yg baru saja dilontarkan oleh satu orang (yg pengetahuannya masih sangat disangsikan, bahkan oleh kebanyakan blogger di SS ini sekalipun). Hanya untuk mendukung pendapat yg "masih sangat mentah" itu, Anda telah begitu berani mengeluarkan hujatan yg sangat keji kepada para ahli, yg nota bene sangat dihormati oleh sedemikian banyaknya orang Kristen (khususnya di Indonesia ini) karena karya besar mereka yg telah menghadirkan sebuah versi Alkitab (terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari), yg sdh menjadi berkat bagi sedemikian banyaknya umat Kristen selama ini.
 
JT menulis:
Sudah barang tentu para ahli yg terhormat itu tdk membuat terjemahan itu (khususnya untuk Kej 3:22) karena atau untuk menghalang-halangi Hai-hai dlm mengutarakan pendapat "baru"-nya itu. Sebab, Alkitab BIS itu sdh ada jauh sebelum Hai-hai kepikiran mengenai hal tersebut.
 
Dari kedua tulisan anda tersebut diatas jelas bahwa anda menganggap saya membela pendapat Hai-hai, sekaligus menganggap Hai-hai pengetahuannya masih sangat disangsikan.  Wah anda membuat suatu pernyataan yang sembrono, terlalu berani, namun ngawur.  Selama anda sekolah sampai jadi sarjana, harusnya anda tahu bahwa bila ada 2 orang memiliki pendapat yang sama, tidak berarti yang satu nyontek yang lain, atau yang satu yang satu membela pendapat yang lain.  Anda sungguh-sungguh menunjukkan kebodohan anda sendiri dengan pernyataan anda. Nih saya kasih contoh:  Saya berpendapat bahwa api itu panas.  Anda berpendapat bahwa api itu panas. Bahkan mungkin semua orang menganggap bahwa api itu panas.  Apakah saya bisa berkata bahwa anda membela pendapat saya bahwa api itu panas???  Masak yang segampang ini anda harus diajari bro???
 
Anda merendahkan kualitas Hai-hai sebagai penulis dan penganalisa yang handal.  Perlu anda ketahui bahwa bila saya pertama kali mampir ke SS ini saya membaca tulisan seperti tulisan anda, mungkin lain waktu saya tidak berminat membukanya lagi, karena dangkal, datar, tidak ada muatan yang berarti / membangun (semoga berikutnya anda bisa lebih berkualitas).  Namun tahukah anda, bahwa saya jadi tertarik untuk masuk lebih dalam di SS ini karena melihat tulisan2 berbobot yang menunjukkan kualitas penulisnya, seperti Hai-hai, Vantilian, King Heart, Debu Tanah, Jesus Freaks, Dennis, dll..... Dan diatara semuanya saya paling tertarik kepada Hai-hai, karena menurut saya dia cerdas, logis, tajam, wawasan luas, terbuka, sportif, dsb walau sepertinya dia sering menjadi tokoh antagonis. 
 
Entah anda yang sombong atau terlalu bodoh, sampai menganggap Hai-hai "... mengutarakan pendapat "baru"-nya..." padahal jelas sekali tulisannya "salah satu dari Kita".  Apa yang jelas tertulis di Kej 3:22 versi TB itu siapapun yang baca jelas akan menangkap arti yang sama dengan Hai-hai dan saya bahwa kalimatnya memang "...salah satu dari Kita".  Kalo yang baru muncul terus menterjemahkan menjadi "..Kita", justru itulah yang disebut pendapat baru. Toh anda juga tidak bisa membuktikan majas yang anda gembar-gemborkan tersebut selain menggunakan BIS.
 
Bila anda menganggap bahwa Hai-hai pengetahuannya masih sangat disangsikan, lalu orang menganggap pengetahuan anda apa bro?
 
Jangan karena suatu tulisan tampak kontradiktif dengan "keyakinan" yang kita yakini / diyakini banyak orang selama ini, lalu kita menyimpulkan bahwa tulisan / pendapat itu salah.  Kita harus belajar untuk terbuka terhadap suatu wacana atau paradigma baru.  Contoh:  Kalo jaman tahun 1900 an si Joko bilang bahwa kelak orang bisa berbicara / berbincang2 dengan orang lain yang jaraknya ribuan kilometer, maka semua orang akan menganggap si Joko gila.  Tapi faktanya sekarang kita bisa berbincang dng orang di belahan dunia manapun dng menggunakan handphone. 
 
Saran saya, jangan menilai buku dari sampulnya.  Jangan gegabah menilai Hai-hai pengetahuannya masih disangsikan.  Anda harusnya baca dulu semua tulisan Hai-hai, maka kalo anda cerdas dan mau terbuka, mungkin anda bisa mendapatkan "hal-hal baru" atau paradigma baru dalam memahami suatu konteks.  
 
Kemudian anda menganggap pendapat saya soal Kej 3:22 itu sangat mentah.  Ini hal yang aneh, seolah anda tahu jauh lebih banyak dari saya.  Okelah, anggap saja anda lebih banyak tahu dari saya dalam soal teologi, tapi anda perlu cermati sekali lagi, sebelum BIS terbit, tentu semua orang akan menganggap Kej 3:22 itu "... salah satu dari Kita", karena memang tersurat demikian. Bila sebelum BIS terbit anda menafsirkan bahwa maknanya adalah "...Kita" maka jelas sekali anda memenggal ayat, karena anda sama sekali tidak memiliki bukti yang memadai selain menggunakan BIS.
 
 
JT Menulis:
Bro Matahari, berpikirlah sehat/wajar, jangan mengunci diri sedemikian rupa dgn menolak semua pertimbangan yg diberikan.
 
Yang berpikir tidak sehat dan tidak wajar itu anda atau saya bro? Yang mengunci diri / menolak semua pertimbangan itu siapa bro? Anda benar2 tidak paham makna dari sebuah diskusi.  Disini bukan gereja, yang kalo anda ngomong semua orang duduk manis mendengarkan anda.  Ini forum terbuka, bebas pendapat bro... kalo anda tidak siap ditolak pendapat anda, ya jangan main-main disini... ntar kepanasan lagi tersengat matahari.
 
Nih sekarang saya tunjukkan kepada anda hasil dari debat soal Kej 3:22 tersebut.  Dari uraian yang anda sampaikan ngalor ngidul kesana kemari dan gak ada arah menuju konklusi tersebut, jelas sekali saya (mungkin bukan hanya saya) tidak mendapat manfaat apapun.  Anda hanya berputar-putar dengan majas yang tidak memiliki dasar yang memadai, dan anda tidak mampu memberikan bukti lain seperti yang saya minta di tulisan saya sebelumnya. Tapi dari komentar singkat JF, saya jadi mulai berpikir karena ada petunjuk.  Dan ketika saya baca komentar AK, saya baru mulai jelas.  Anda yang mengajari orang agar cerdik dan tulus, rupanya anda sendiri sama sekali tidak cerdik (tulusnya saya ga tau). JF yang cuma nyelonong dikit sudah membukakan pintu, dan AK yg ga pernah khotbah soal strategi maupun moril rupanya telah punya jawabannya.  Jadi dari sini kita tau siapa yang lebih berbobot.  Dan tentu saya sportif harus mengakui bahwa dalam pembahasan kita soal Kej 3:22, JF dan AK sudah tahu lebih dulu ketimbang saya.  Dan saya terbuka untuk menerima penyingkapan yang baru (dalam diri saya) berdasarkan peninjauan alkitabiah seperti yang ditunjukkan AK.
 
Dan dengan ini saya harapkan anda bisa lebih dewasa dan bijak dalam menyikapi setiap hal dalam forum diskusi pasar klewer ini, agar kelak anda tidak terjerat dengan pernyataan anda sendiri, lalu menuduh orang lain menyengat anda.
 
Matius 10:16
Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala,
sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
 
Itu saya kutip kata-kata TUHAN YESUS yang anda kutip, untuk mengingatkan anda pada blog anda sendiri, dengan harapan agar anda memahami apa yang anda tulis, serta mampu merealisasikannya (menjadi pelaku) seperti yang anda himbaukan.  Dan setelah itu baru saya bisa belajar dari ketulusan dan kecerdikan anda. Dan bersama ini pula saya mengkoreksi pernyataan saya tentang BIS yang sebelumnya saya simpulkan sarat dengan salah tafsir dan distorsi menjadi BIS yang lebih mudah dibaca & dipahami, namun mungkin memiliki potensi untuk terjadinya distorsi, selaras dengan pernyataan anda kepada Dennis ..”Saya tentunya mengakui bahwa dalam penafsiran yg serius (yg lebih mendalam), versi terjemahan yg sederhana (seperti BIS) tidak tepat utk dijadikan sbg dasar.
 
Maju terus dalam TUHAN, sukses selalu buat pelayanan anda. TUHAN YESUS memberkati anda ! 
 
darma's picture

Cerdik seperti ular VS Licik seperti ular

-Ular yang cerdiknya ,ular apa nih?
-Ular yang liciknya ,ular apa juga nih?

Jangan2 ular tanah VS king cobra?
alvarez's picture

@Julius Tarigan sang Pendeta

@Matahari
Salam kenal bro, analisa dan cara penyampaian yg TOP BGT

@JT, pendeta SOK
Sok Suci, Sok Pinter, Sok Penting, Sok Bener, Sok Tulus, Sok Ngajar padahal….. tidak beda dengan sok2an yg selama ini sudah ada yg kerjaannya tukang pitnah, tukang putar balik, munafik sekaligus pengajar KEBODOHAN, jadi tidak heran banyak orang Kristen sekarang bodoh-bodoh dan tidak bermoral disebabkan oleh para gembala seperti anda! Sebagai seorang yg mengaku menjabat pendeta, kepada anda akan dituntut standar yg lebih tinggi, juga Tuhan akan menghakimi kamu sebagai seorang Gembala dan pengajar! Selagi ada waktu ubahlah apa yang perlu dirubah, dan ingatlah selalu kamu akan dihakimi dengan standar yang lebih tinggi (jadi jangan cengeng).


Maju terus dalam TUHAN, sukses selalu buat pelayanan anda. TUHAN YESUS memberkati anda !

 NB: Jangan SOK Suci dan orang lain tidak sesuci kamu

Joshua Li's picture

Matahari , menyengat

Sdr matahari,  ternyata sinarmu dipagi hari cukup panas dan menyengat, aku setuju dgn semua pendapatmu bro.., Met thn Baru n maju terus dlm Tuhan.

 

GBU

 

darma's picture

Yang benar adalah pandangan dari stepfanusmukmin

Menurut saya yang benar adalah penjelasan dari Stefanusmukmin ,yaitu membaca dengan memperhatikan Konteksnya ,bukan membaca secara liar sepotong2 kalimat dan menjadi bertentangan dengan seluruh konsep Allah yang ada di dalam alkitab.

Gen 3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."
1)membaca sesuai dengan konteksnya adalah : "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat;
2)Kalimat , tahu tentang yang baik dan yang jahat; adalah kata keterangan keadaan manusia setelah berdosa.
3)Ayat ini adalah Pembicaraan Allah  dalam sidang ilahi (cont Maz 82:1 ) siapa saja peserta sidang ini,kita tidak tahu.alkitab tidak bicara dan inilah hal yang tersembunyi bagi kita (UL 29:29)
4)Allah adalah Sempurna (mat 5:48) ,Allah adalah kaya dengan hikmat dan kaya dengan pengetahuan (Rom 11:33-36),Allah adalah YHWH adalah I AM THAT IAM ,Allah adalah I AM (kel 3:14 :yoh 8:58) jadi cara baca dan analisa Matahari atau Hai2 adalah salah
5)Ayat2 dukungan Hai2 adalah mat 24:36 ;mrk 13:32 ;yoh 8;26, 12:49, 17:8 dan Luk 2:52 adalah kesalahan Hai2 mengerti ayat2 tersebut,Hai2 tidak memahami atau lebih jelasnya tidak menerima atau lebih jelasnya tidak percaya tentang Allah menjadi daging ,manusia Yesus Kristus adalah 100% manusia dan 100 % adalah Allah di dalam 1 pribadi Kristus Yesus Tuhan Kita (baca Louis Berkhof dalam sistematika theologia buku ke 3 tentang doktrin Kristus)
6)Tambahan Gugatan Hai hai dalam Bengcu Menggugat Doktrin Satu Pribadi Dua Hakekat .bukanlah gugatan resmi ,tetapi hanya menyatakan siapakah bengcu sebenarnya .
matahari's picture

@ alvarez

Salam kenal juga brother Alvarez...

 

alvarez's picture

@matahari

Entah kenapa ketika membaca analisa kamu diatas, hati saya tiba-tiba terasa tenang ha ha ha ha  Paling nggak diantara kita masih ada yg berpikiran waras, bukannya melulu orang kristen bodoh, picik, munafik seperti yang selama ini disaksikan oleh dunia luar.

 

GBU

matahari's picture

@ Joshua Li

Salam kenal brother Joshua...

Met tahun baru juga ya bro... maju terus dalam Tuhan.

hai hai's picture

@JT, Majas Pars pro toto

beberapa orang teman bertanya, kenapa saya tidak mengomentari blog ini? Kepada merek saya berkata, "Orang-orang yang tidak mau berpikir dan tidak mau balajar namun menulis blog atau memberi komentar hanya orang-orang yang mencari PUJIAN dengan MENCURI kebajikan.

Ketika mereka bertanya, "bukankah tulisan-tulisan demikian akan dianggap BENAR oleh para blogger lainnya?" Saya menjawab:

biarkan para pembual terus membual hingga menyangkal bualannya sendiri.

Saya tentunya mengakui bahwa dalam penafsiran yg serius (yg lebih mendalam), versi terjemahan yg sederhana (seperti BIS) tidak tepat utk dijadikan sbg dasar.

Bukankah kalimat di atas adalah CARA penulis blog ini MENYANGKAL blognya sendiri?

Ketika ditanya, bagaimana dengan MAJAS? Untuk mengetahui tentang Majas, silahkan klik di sini. Untuk megnetahui tentang jenis majas yang dimaksudkan  oleh Pdt. Julius Tarigan silahkan klik di sini.

Penulis blog ini mengajarkan bahwa Kejadian 3:22 adalah sebuah Majas Pars pro toto = Menyatakan SEBAGIAN unsur untuk menyatakan KESELURUHAN. Contoh:

Datang nampak muka pergi nampak punggung.

Muka dan punggung disebutkan (sebagai anggota tubuh) sebagai kata ganti untuk menyebut seseorang (secara keseluruhan anggota tubuhnya lainnya)

Ketika berbicara di dalam seminar, hai hai berkata, "Anda bebas memilih, percaya ajaran Alkitab atau percaya ajaran dukun dan pengkotbah mantan dukun yang bertentangan dengan ajaran Alkitab."

Kata ANDA di dalam kalimat hai hai memang bisa dipahami sebagai MAJAS Pars pro toto. Namun pehamaman demikian SALAH. Karena kalimat hai hai sama sekali bukan menggunakan sebagian unsur untuk menyatakan keseluruhan sebab yang digunakannyanya adalah MENYINGKAT frasa "Anda semua" menjadi "Anda".

Kapan Pdt. Julius Tarigan memahami bahwa Kejadian 3:22 adalah sebuah Majas Pars pro toto? Ketika dia ingin menentang blog hai hai atau dia memang sudah memahaminya demikian sebelum membaca blog hai hai? Hanya Allah dan Julius Tarigan yang tahu kebenarannya.

Mari kita pelajari Kejadian 3:22 dan pemahaman Pdt. Julius Tarigan:

Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia (ADAM) itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." Kejadian 3:22

Ketika menyatakan:Saya tentunya mengakui bahwa dalam penafsiran yg serius (yg lebih mendalam), versi terjemahan yg sederhana (seperti BIS) tidak tepat utk dijadikan sbg dasar.Itu berarti Julius Tarigan mengakui bahwa TEORI majasnya juga tidak tepat utk dijadikan sbg dasar karena teori majasnyalah yang membuat terjemahan BIS BENAR.

Benarkah TUHAN Allah menggunakan Majas Pars pro toto dalam Pdt. julius Tarigan harus belajar tentang Majas Pars pro toto dalam bahasa Indonesia dan bahasa Ibrani sebelum dia mengajarkan bahwa TUHAN Allah menggunakan Majas Pars pro toto dalam Kejadian 3:22.

Alkitab harus dipahami, bukan ditafsirkan. Yang harus anda lakukan adalah memahami ajran Alkitab dengan benar, bukan MEMBUAT teori nggak karu-karuan untuk mentang tulisan hai hai.

Anggaplah Julius Tarigan benar, hal itu tidak menghilangkan KEWAJIBANNYA untuk mengajarkan kepada blogger KAPAN atau ATAS DASAR apa ayat-ayat di dalam Alkitab harus dipahami sebagai Majas Pars pro toto? Ha ha ha ha ha .... Mungkin itu peluang bagi Julius Tarigan untuk menulis buku yang isinya menjelaskan kepada jemaat ayat-ayat Majas Pars pro toto di dalam Alkitab.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Julius Tarigan's picture

@Matahari: Peringatan untuk Anda!

Komentar anda ini sama sekali hanyalah berisikan cercaan dan makian belaka! (Saya memperingatkan anda untuk hal ini!) Apa seperti ini yang anda maksudkan dengan diskusi itu?

Dalam komentar yang cukup panjang itu, anda sama sekali tidak menyinggung (apa lagi membahas!) mengenai argumen2 saya, yaitu yang meng-counter pendapat2 yg anda kemukakan sebelumnya.

Sekali lagi, saya memperingatkan anda: kalau anda memang mau berdiskusi dengan saya, berdiskusilah dengan sepatutnya! Atau, kalau anda tidak bisa melakukan yang seperti itu, sebaiknya jangan melakukannya!

(Untuk semua teman2 di SS: Ketika, di dalam jawaban2 yg sebelumnya terhadap bro Matahari,  sepertinya saya telah menunjukkan sikap2 yg agak berlebihan, seorang teman di SS, yaitu bro Dennis Santoso, memperingatkan saya mengenai hal itu. Dan, ketika mendapatkan peringatan itu, saya langsung meresponinya dengan positif. Kini, bro Dennis atau teman2 lainnya di SS ini, menurut saya, “berhutang” kepada saya untuk memberikan peringatan yang sama terhadap bro Matahari, atas komentarnya ini terhadap saya, yg sudah sangat jauh sekali dari kepantasan! Karena kalau pihak2 yg “memancing keributan” di SS ini dibiarkan saja atau tidak diperingatkan oleh teman2 yg lainnya, maka jika ada pihak2 yang “terpancing” nantinya, teman2 yg lain pun akan tidak berhak untuk memperingatkan orang tersebut!).

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

Julius Tarigan's picture

@Hai-hai: Lebih teliti lagi...

Hai-hai, anda harus lebih teliti lagi membaca apa yg saya katakan di dalam blog saya itu!

Saya sama sekali tidak mengatakan bahwa Kejadian 3:22 itu menggunakan majas pars pro toto. Jadi, sekali lagi, anda harus teliti dengan apa yg saya katakan di sana.

Dan, mengapa anda sama sekali tidak menyinggung mengenai versi2 terjemahan Alkitab yg lain yg juga sdh saya tunjukkan, selain BIS (sehingga skrg sdh ada 4 versi terjemahan Alkitab), yg menterjemahkan kalimat di dlm Kej 3:22 itu dgn lgsg/sederhana? Mengapa anda sama sekali mengabaikannya?

Dan, mengapa pula anda sama sekali tidak memperhatikan bahwa saya sdh memberikan contoh dari ayat lain di Alkitab yg bisa diselesaikan dgn sederhana jika melihat ke terjemahan BIS? Yaitu: "...Dengan  berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya" (Roma 12:20). Frasa tersebut bisa saja diartikan secara keliru oleh orang2 tertentu, yang justru diartikan sbg bentuk pembalasan yg jauh lebih kejam lagi. Tetapi, kalau ayat tsb kita baca di dalam versi terjemahan BIS, kesan yg seperti itu pastilah akan hilang. "...Karena dengan berbuat demikian, saudara akan membuat dia menjadi malu" (Roma 12:20 BIS).

Saya senang karena anda, dalam komentar ini, telah berfokus dgn menyoroti pada argumen yg saya berikan (tdk memreteli tulisan saya menjadi potongan2 yg gak keruan). Tetapi, janganlah anda berbuat seolah-olah majas pars pro toto adalah satu2nya contoh yg sdh saya berikan dlm menaggapi pendapat anda. Tolong tanggapilah argumen2 yg saya kemukakan terhadap pendapat anda secara utuh.

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

hai hai's picture

@JT, Pasti Iblis Yang Menulis

Hai-hai, anda harus lebih teliti lagi membaca apa yg saya katakan di dalam blog saya itu!

Saya sama sekali tidak mengatakan bahwa Kejadian 3:22 itu menggunakan majas pars pro toto. Jadi, sekali lagi, anda harus teliti dengan apa yg saya katakan di sana.

Apabila anda tidak mengatakannya maka yang menulis kalimat-kalimat di bawah ini pasti Iblis.

- Tanya: Kalau begitu, mengapa digunakan bentuk tunggal (“manusia”/”the man”) di sana?

+ Jawab: Itu adalah semacam gaya bahasa (majas) yang menyebutkan sesuatu (yang tunggal) untuk mewakili atau sebagai wakil dari/bagi yang lainnya (bnd. Pars pro toto adalah sebuah majas yang digunakan sebagian unsur untuk seluruh - wikipedia.org/wiki/Majas).

- Tanya: Jadi, apakah arti dari frasa “menjadi  seperti salah satu di antara Kita” itu?

+ Jawab: Itu hanyalah suatu gaya bahasa semata, yang maksudnya, tidak lain, hanyalah untuk mengatakan bahwa Adam dan Hawa (kini) telah menjadi seperti  Allah Tritunggal (bandingkan ayat yang kita bicarakan ini dengan terjemahan BIS, yang tidak mengikuti gaya bahasa tersebut, demi kesederhanaan artinya untuk dapat ditangkap oleh orang kebanyakan: TUHAN Allah berkata, "Sekarang manusia telah menjadi seperti Kita dan mempunyai pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Jadi perlu dicegah dia makan buah pohon yang memberi hidup, supaya dia jangan hidup untuk selama-lamanya." Kejadian 3:22 BIS).

Dan, mengapa anda sama sekali tidak menyinggung mengenai versi2 terjemahan Alkitab yg lain yg juga sdh saya tunjukkan, selain BIS (sehingga skrg sdh ada 4 versi terjemahan Alkitab), yg menterjemahkan kalimat di dlm Kej 3:22 itu dgn lgsg/sederhana? Mengapa anda sama sekali mengabaikannya?

Karena saya hanya ingin menunjukkan bagaimana anda menyangkal bualan anda sendiri.

Dan, mengapa pula anda sama sekali tidak memperhatikan bahwa saya sdh memberikan contoh dari ayat lain di Alkitab yg bisa diselesaikan dgn sederhana jika melihat ke terjemahan BIS? Yaitu: "...Dengan  berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya" (Roma 12:20). Frasa tersebut bisa saja diartikan secara keliru oleh orang2 tertentu, yang justru diartikan sbg bentuk pembalasan yg jauh lebih kejam lagi. Tetapi, kalau ayat tsb kita baca di dalam versi terjemahan BIS, kesan yg seperti itu pastilah akan hilang. "...Karena dengan berbuat demikian, saudara akan membuat dia menjadi malu" (Roma 12:20 BIS).

Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Roma 12:20 - TB

Sebaliknya, kalau musuhmu lapar, berilah ia makan; dan kalau ia haus, berilah ia minum. Karena dengan berbuat demikian, Saudara akan membuat dia menjadi malu. Roma 12:20 - BIS

Karena saya tidak ingin terus-terusan menunjukkan kepada blogger lain bahwa pemahaman Alkitab anda benar-benar PARAH.

Anda tahu Terjemahan BIS untuk Roma 12:20 SESAT karena tidak sesuai dengan bahasa aslinya? Tentu saja anda tidak tahu karena pengetahuan anda belum mencapai taraf tersebut. Ingat nasehat anda sendiri setiap kali hendak menghakimi tulisan orang lain, berlakulah CERDIK, hitung dulu kemampuan anda. Jangan sampai setelah menyerang dengan gagah perkasa anda justru dipermalukan habis-habisan.

Saya senang karena anda, dalam komentar ini, telah berfokus dgn menyoroti pada argumen yg saya berikan (tdk memreteli tulisan saya menjadi potongan2 yg gak keruan). Tetapi, janganlah anda berbuat seolah-olah majas pars pro toto adalah satu2nya contoh yg sdh saya berikan dlm menaggapi pendapat anda. Tolong tanggapilah argumen2 yg saya kemukakan terhadap pendapat anda secara utuh.

Saya sama sekali tidak senang karena anda masih belum mampu mempraktekkan apa yang anda tulis. Anda BELUM tulus juga BELUM cerdik.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Julius Tarigan's picture

@Hai-hai & Matahari: praktek pemenggalan yg keji!

Anda berdua telah melakukan kekejian terhadap pernyataan yg saya kemukakan, yaitu dengan memenggalnya sedemikian rupa sehingga sama sekali dilepaskan dari konteksnya.

Saya memang mengatakan: Saya tentunya mengakui bahwa dalam penafsiran yg serius (yg lebih mendalam), versi terjemahan yg sederhana (seperti BIS) tidak tepat utk dijadikan sbg dasar. Tetapi, mengapa anda berdua, dengan sengaja, mencomot perkataan saya itu dari konteksnya, sehingga menyebabkan artinya menjadi sedemikian bertentangan dgn apa yg sebenarnya saya katakan? Bukankah saya mengatakan hal itu dalam rangka menjelaskan (kpd bro Dennis) bahwa saya menggunakan BIS hanya sebagai cara penjelasan yg sederhana, bukan sbg cara utk penafsiran yg lbh serius. Karena itu, seharusnya anda berdua mengutipnya secara lengkap, sbb:

Saya tentunya mengakui bahwa dalam penafsiran yg serius (yg lebih mendalam), versi terjemahan yg sederhana (seperti BIS) tidak tepat utk dijadikan sbg dasar. Tetapi, untuk tujuan2 yg sederhana, sering dan banyak kali versi2 terjemahan yg sederhana itu telah menjadi batuan yg memang sangat dibutuhkan. Bantuan2 yg seperti inilah tentunya yg paling banyak kita, sebagai orang2 yg awam (bukan teolog), butuhkan.

Praktek yg anda berdua lakukan itu tentu saja membuat saya menjadi berpikir bahwa cara seperti itu adalah cara yg anda berdua gunakan juga selama ini dalam menafsirkan/memahami ayat2 Alkitab. Yaitu cara memenggal ayat atau frasa/kata tertentu dalam Alkitab dan mengartikannya secara terlepas dari konteksnya. Wah, bertapa berbahayanya praktek yg semacam itu!

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

matahari's picture

@ JT: Lempar Batu Sembunyi Tangan

Bapak Pendeta Julius Tarigan yang terhormat,

JT menulis kepada Hai-hai & matahari:

Praktek yg anda berdua lakukan itu tentu saja membuat saya menjadi berpikir bahwa cara seperti itu adalah cara yg anda berdua gunakan juga selama ini dalam menafsirkan/memahami ayat2 Alkitab. Yaitu cara memenggal ayat atau frasa/kata tertentu dalam Alkitab dan mengartikannya secara terlepas dari konteksnya. Wah, bertapa berbahayanya praktek yg semacam itu!

Sungguh aneh bin ajaib... anda yang memenggal ayat, kok malah menuduh saya dan saudara Hai-hai memenggal ayat... ini namanya "Lempar Batu Sembunyi Tangan" atau saya sebut anda sedang melakukan "praktek pemenggalan yang keji".  Dan karena perbuatan anda itu bisa diklasifikasikan sebagai "mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN" maka adalah "tugas suci kami yang peduli pada anda untuk MEREFORMASInya".

Saya jadi capek menerangkan kepada anda yang tidak faham2, padahal sudah saya jelaskan panjang lebar....

Kej 3:22 itu tertulis ".... salah satu dari Kita"... tapi ANDA memenggalnya menjadi "... Kita" saja.  Jelas semua orang tahu anda yang memenggal, kok malah bilang kami yang memenggal.  Apakah anda tidak paham arti kata "anda" dan "kami"???

Kalo saya pribadi berpendapat dari semula bahwa memang ayat tersebut tertulis "".... salah satu dari Kita" ya saya terima seperti apa adanya yang tersurat.

Jangan dibolak-balik bro JT... kalo mau berdiskusi, lakukanlah dengan cara yang sehat.  Kalo belum mampu lakukan yang sehat, belajarlah dulu dari blog yang anda tulis sendiri "Pesan Yesus agar kita menjadi orang yang Cerdik", atau belajarlah dari blogger lain...  Saya paham bila anda sering tersengat, itu karena anda sesungguhnya tidak siap berada di lapangan.  Anda cuma tau teori, tapi tidak tahu bagaimana mengaplikasikannya di lapangan.  Dalam profesi anda sebagai pendeta, bila anda berkhotbah, tentu semua orang duduk manis mendengarkan anda tanpa berbantah. Itu di gereja bung!  Ini bukan gereja, ini forum asah wawasan, jangan kaget kalo anda didebat.  Jangan heran kalo banyak orang tidak sepaham dengan anda.  Orang-orang dewasa tahu arti dari sebuah diskusi atau debat, karenanya anda sebaiknya belajar dari orang dewasa.

Doa saya semoga anda segera menyadari kesalahan fatal anda itu... anda orang tidak menyebut anda nabi palsu...

Maaf kalo gaya bahasa saya ini menurut anda kurang baik, tapi saya sudah tulis ini dengan gaya bahasa yang paling lembut dan sopan untuk orang-orang seperti anda.

 

hai hai's picture

@JT, Mengaku Salah Saja Lai!

Julius Tarigan: Anda berdua telah melakukan kekejian terhadap pernyataan yg saya kemukakan, yaitu dengan memenggalnya sedemikian rupa sehingga sama sekali dilepaskan dari konteksnya.

Saya memang mengatakan: Saya tentunya mengakui bahwa dalam penafsiran yg serius (yg lebih mendalam), versi terjemahan yg sederhana (seperti BIS) tidak tepat utk dijadikan sbg dasar. Tetapi, mengapa anda berdua, dengan sengaja, mencomot perkataan saya itu dari konteksnya, sehingga menyebabkan artinya menjadi sedemikian bertentangan dgn apa yg sebenarnya saya katakan? Bukankah saya mengatakan hal itu dalam rangka menjelaskan (kpd bro Dennis) bahwa saya menggunakan BIS hanya sebagai cara penjelasan yg sederhana, bukan sbg cara utk penafsiran yg lbh serius. Karena itu, seharusnya anda berdua mengutipnya secara lengkap, sbb:

Saya tentunya mengakui bahwa dalam penafsiran yg serius (yg lebih mendalam), versi terjemahan yg sederhana (seperti BIS) tidak tepat utk dijadikan sbg dasar.

Saya tentunya mengakui bahwa dalam penafsiran yg serius (yg lebih mendalam), versi terjemahan yg sederhana (seperti BIS) tidak tepat utk dijadikan sbg dasar. Tetapi, untuk tujuan2 yg sederhana, sering dan banyak kali versi2 terjemahan yg sederhana itu telah menjadi batuan yg memang sangat dibutuhkan. Bantuan2 yg seperti inilah tentunya yg paling banyak kita, sebagai orang2 yg awam (bukan teolog), butuhkan.

Julius Tarigan bersikap jantan saja lai! Akui kesalahan anda dan membina dirilah agar di waktuyang akan datang anda tidak melakukan kesalahan yang sama. Menuduh orang lain sembarangan tidak membuat anda menjadi benar.

Tersebut  di atas  adalah kutipan separuh dan kutipan lengkap. Coba bandingkan kedua kutipan tersebut di atas. Bukankah kutipan LENGKAP membuat anda nampak SEMAKIN bodoh? Tunjukkan bagaimana kami bersikap keji kepada anda ketika mengutip separuh?

Praktek yg anda berdua lakukan itu tentu saja membuat saya menjadi berpikir bahwa cara seperti itu adalah cara yg anda berdua gunakan juga selama ini dalam menafsirkan/memahami ayat2 Alkitab. Yaitu cara memenggal ayat atau frasa/kata tertentu dalam Alkitab dan mengartikannya secara terlepas dari konteksnya. Wah, bertapa berbahayanya praktek yg semacam itu!

tolong, jangan berpikir tentang kami namun berpikirlah tentang diri anda sendiri. Akui kesalahan anda lalu membina dirilah. Itu sikab yang benar. Jangan menuduh orang lain membabibuta karena prilaku demikian tidak membuat anda menjadi BENAR.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Julius Tarigan's picture

@Hai-hai: Telitilah!

Sebenarnya saya bisa saja bermain "petak-umpet" dgn anda, untuk menunjukkanan "kelalaian" (spy tdk mengatakannya dgn bahasa yg tdk enak: kebodohan) anda. Tetapi, cara spt itu bukanlah cara yg baik/sehat dlm berdiskusi. Karena itu, saya tunjukkan saja di mana anda telah miss dlm hal ini. Inilah yg saya katakan:

- Tanya: Kalau begitu, mengapa digunakan bentuk tunggal (“manusia”/”the man”) di sana?

+ Jawab: Itu adalah semacam gaya bahasa (majas) yang menyebutkan sesuatu (yang tunggal) untuk mewakili atau sebagai wakil dari/bagi yang lainnya (bnd. Pars pro toto adalah sebuah majas yang digunakan sebagian unsur untuk seluruh - wikipedia.org/wiki/Majas).

Kunci ubtuk penjelasannya terdapat di kata ""semacam" (yg saya merahin). Jadi, saya tidak mengatakan bahwa yg terdapat di sana adalah majas pars pro toto. Tetapi, hal yang berlaku di sana adalah sebuah majas, yaitu semacam majas pars pro toto. Saya harap anda sekarang bisa membedakan dua pernyataan yg berbeda itu (yg satu tanpa kata "semacam", sedang yg lain dengan kata "semacam", yg hanya berarti seperti, bukan sama dengan).

Sementara itu, TUDUHAN anda terhadap BIS adalah tuduhan yg terlalu jauh untuk orang spt anda (ibarat sepatu yg kedodoran), anda siapa? Mereka itu siapa? Terlalu jauh jaraknya!

Bagaimana dengan versi Alkitab  TL, FAYH, NLT (Biblegateway)? Mereka itu juga sesat. Sesederhana itukah mereka semua itu menjadi sesat, yaitu karena kebetulan mereka berbeda dengan anda? Sekali lag, memang anda itu siapa?!!

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

hai hai's picture

@JT, Majas Baru?

- Tanya: Kalau begitu, mengapa digunakan bentuk tunggal (“manusia”/”the man”) di sana?

+ Jawab: Itu adalah semacam gaya bahasa (majas) yang menyebutkan sesuatu (yang tunggal) untuk mewakili atau sebagai wakil dari/bagi yang lainnya (bnd. Pars pro toto adalah sebuah majas yang digunakan sebagian unsur untuk seluruh - wikipedia.org/wiki/Majas).

Julius Tarigan: Kunci ubtuk penjelasannya terdapat di kata ""semacam" (yg saya merahin). Jadi, saya tidak mengatakan bahwa yg terdapat di sana adalah majas pars pro toto. Tetapi, hal yang berlaku di sana adalah sebuah majas, yaitu semacam majas pars pro toto. Saya harap anda sekarang bisa membedakan dua pernyataan yg berbeda itu (yg satu tanpa kata "semacam", sedang yg lain dengan kata "semacam", yg hanya berarti seperti, bukan sama dengan).

hal yang berlaku di sana adalah sebuah majas = Kejadian 3:22 = MAJAS

semacam majas pars pro toto BUKAN Majas Pars Pro toto.

Pdt. Julius Tarigan yang terhormat, bila bukan Majas Pars Pro toto lalu majas apakah itu? Apakah anda sedang berlaku SOK TAHU dengan menambahkan JENIS Majas Perbandingan yang jumlahnya ada 23 yang anda beri nama: semacam majas pars pro toto?

Pdt. Julius Tarigan yang mulia, saya harap anda terus menunjukkan kepada saya dan para blogger lainnya, orang seperti apakah anda.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

matahari's picture

@ JT: Peringatan untuk Anda!

 

Bapak Pendeta Julius Tarigan yang terhormat...
 
Mengapa anda berkomentar seperti ini?
 
JT menulis kepada matahari:
 
Dalam komentar yang cukup panjang itu, anda sama sekali tidak menyinggung (apa lagi membahas!) mengenai argumen2 saya, yaitu yang meng-counter pendapat2 yg anda kemukakan sebelumnya.
 
silakan klik disini dan baca lagi pelan-pelan, agar anda bisa menemukan bahwa komentar2 saya jelas sekali mengcounter pendapat anda sebelumnya.
 
Lalu mengapa juga anda berkomentar seperti ini?
 
JT menulis kepada Hai-hai:
 
Saya senang karena anda, dalam komentar ini, telah berfokus dgn menyoroti pada argumen yg saya berikan (tdk memreteli tulisan saya menjadi potongan2 yg gak keruan).
 
disini saya menafsirkan bahwa kalimat yg didalam tanda kurung itu dimaksudkan untuk saya, dengan menganggap bahwa saya mempreteli tulisan anda menjadi potongan2 yg gak keruan.....
 
Sungguh aneh bin ajaib, di forum ini kita semua diskusi saling mengutip. Maksudnya mengutip tulisan itu agar mempermudah bagi yang membacanya.  Kalo saya hanya sekedar menulis komentar kepada anda saja, mungkin orang lain yang baca akan agak bingung mencari sumber awalnya, oleh karena itu saya comot atau kutip atau copy paste, lalu baru saya komentari...  Apakah cara demikian itu bisa disebut "..memreteli tulisan saya menjadi potongan2 yg gak keruan" ?
 
JT menulis kepada matahari:
Komentar anda ini sama sekali hanyalah berisikan cercaan dan makian belaka! (Saya memperingatkan anda untuk hal ini!) Apa seperti ini yang anda maksudkan dengan diskusi itu?
 
Bro JT yang terhormat, apakah anda tidak paham bahwa setiap orang punya gaya penulisan yang berbeda-beda?  Kalo komentar2 saya diatas hanya anggap sebagai cercaan dan makian, berarti maksud saya untuk mengajari anda berdiskusi yang cerdas jadi tidak berhasil, karena anda tidak menangkap point saya.  kalau anda baca disini dengan rendah hati, mawas diri, teliti, rasanya anda akan dapat mengintrospeksi diri anda, bahwa anda memang belum mampu berdiskusi secara cerdas di forum ini.  Tapi tidak apa-apa, itu saya anggap sebagai proses belajar anda di lapangan yang penuh dengan berbagai orang-orang yang cerdas dan tajam.  Kalo anda mau mulai belajar berdiskusi dengan cerdas (seperti yang anda tulis di blog anda sendiri), tuh lihat bagaimana JF & AK memecahkan / menyimpulkan dispute Kej 3:22 tersebut.  Sedangkan anda hanya berputar-putar di majas yang anda sendiri tidak bisa membuktikannya selain menggunakan BIS.  Mohon maaf dengan segala hormat, belajarlah rendah hati, kalo tidak tahu, ya bilang aja tidak tahu, jangan sok tahu.  Jangan sungkan untuk belajar dari orang lain yang bukan pendeta, karena manusia itu saling mengisi.  Sebaliknya kalo anda tahu, jelaskan maksud anda, tapi ingat jangan pernah menganggap orang lain pasti akan bisa sepaham dengan maksud anda, karena setiap orang memiliki karakter, kemampuan, dan gaya sendiri-sendiri.  Hanya dengan cara demikianlah anda dapat berkembang dan lebih maju.  Jangan sungkan atau malu bila harus mengakui bahwa pendapat anda keliru (walau sebelumnya anda sudah ngotot), jangan malu bila ternyata anda tiba-tiba sadar bahwa anda salah, karena ini tempat untuk kita mengasah bukan hanya teori yang sebelumnya kita anggap benar, namun juga menempa kepribadian kita dalam berhadapan dengan realita bahwa banyak hal-hal baru yang belum kita ketahui / pahami dan akhirnya dikupas disini demi untuk menemukan kebenarannya sehingga menjadi manfaat bagi kehidupan kita…. 
 
Jangan sampai nantinya orang lain mengatakan kepada anda : 
Sekali lagi, saya memperingatkan anda: kalau anda memang mau berdiskusi dengan saya, berdiskusilah dengan sepatutnya! Atau, kalau anda tidak bisa melakukan yang seperti itu, sebaiknya jangan melakukannya! (ini tulisan JT yg ditujukan kepada matahari)
 
Dari tulisan anda diatas rasanya banyak orang akan tertawa geli, karena anda menghimbau / menegur saya agar berdiskusi dengan sepatutnya, sedangkan anda sendiri tidak memahami kalimat yang anda tuliskan. 
 
Mau tahu dimana ketidakpatutan anda dalam diskusi ini? Nih saya tunjukkan (walau saya harus mengulang lagi tanggapan saya diatas, tapi tidak apalah saya rela demi kebaikan dan kemajuan anda)….
 
Kita kan berselisih pendapat soal Kej 3:22 pada “salah satu dari Kita” yang anda artikan sebagai “Kita”. Anda mengartikan “salah satu dari Kita” menjadi “Kita” saja itu dengan dalih / dasar majas (gaya bahasa). Tentu semua orang jadi heran dan bertanya2, dengan gaya bahasa macam apakah seseorang boleh memenggal kata “salah satu dari”? Dan pada konteks atau ayat mana sajakah hal itu bisa diterapkan? Itu anda harus jelaskan dengan dasar yang lengkap dan jelas. Buktikan!
 
Namun apa faktanya? Anda hanya mengutip Alkitab BIS untuk mendukung majas anda. Pertanyaannya adalah, apakah anda sudah tahu majas itu sebelum membaca dari BIS atau setelah membaca dari BIS? Kalau sebelum membaca BIS anda sudah tahu majas “salah satu dari Kita” tersebut memang adalah “Kita” buktikan dong dengan dasar yang lengkap dan jelas, dan jangan mengutip BIS. Bila anda tahu bahwa majas “salah satu dari Kita” tersebut artinya “Kita” setelah anda membaca BIS, maka seharusnya anda tinggal bilang bahwa anda tahu bahwa “salah satu dari Kita” arti sebenarnya adalah “Kita” karena BIS menafsirkan demikian. Gampang kan bro? 
 
Baru setelah anda menyatakan demikian, kita bisa berdiskusi lagi ke topik yang lebih dalam dengan mempertanyakan kenapa BIS mengartikannya demikian.
Kita ini harus terbuka dan berani jujur kepada diri sendiri, serta sportif dalam belajar. Tanpa itu, kita akan sulit berkembang. Anda juga perlu mengukur kemampuan anda dulu sebelum bertempur, seperti yang sudah anda tulis di blog anda satunya itu. Supaya anda konsisten dengan pernyataan anda sendiri. Kalo saya sih tidak perlu mengukur kemampuan saya di forum ini, lha saya disini mau belajar. Mau orang bilang saya goblok, tolol, atau apapun ya terserah, itu kan pendapat mereka.  Yang penting bagi saya, saya bisa menarik manfaat dari forum ini khususnya bagi perkembangan wawasan diri saya sendiri. Kalo toh tulisan / komentar saya bisa berdampak positif bagi orang lain, ya itu saya sebut Tuhan pakai tulisan saya menjadi berkat bagi orang lain. Tapi kalo tulisan / komentar saya justru salah / membingungkan orang lain, ya saya berharap itu tidak diadopsi orang lain. Gampang khan?
 
Kalo orang mau belajar itu jangan punya asumsi negatif dulu kepada pihak lain, seperti misalnya anda terlalu berprasangka buruk kepada saudara Hai-hai. Itu justru bukan membuat anda belajar, namun malah membenamkan anda ke tempat yang lebih rendah. Anda perlu berasumsi bahwa semua orang yang berdiskusi di SS ini adalah orang-orang pintar sehingga anda bisa melihat situasinya dengan tingkat obyektifitas yang maksimal. Kalo anda menganggap diri anda sendiri yang paling pintar, itu namanya KESOMBONGAN. Mending kalo anda memang pintar, tapi kalo ternyata tidak, kan itu namanya PEMBUAL (tidak tahu tapi sok tahu). Dan saran saya, sebaiknya anda belajar dari saudara Hai-hai, agar anda jangan jadi pembual yang menyangkal bualannya sendiri.
 
Mari kita lanjutkan….
 
JT menulis kepada matahari:
 
(Untuk semua teman2 di SS: Ketika, di dalam jawaban2 yg sebelumnya terhadap bro Matahari, sepertinya saya telah menunjukkan sikap2 yg agak berlebihan, seorang teman di SS, yaitu bro Dennis Santoso, memperingatkan saya mengenai hal itu. Dan, ketika mendapatkan peringatan itu, saya langsung meresponinya dengan positif. Kini, bro Dennis atau teman2 lainnya di SS ini, menurut saya, “berhutang” kepada saya untuk memberikan peringatan yang sama terhadap bro Matahari, atas komentarnya ini terhadap saya, yg sudah sangat jauh sekali dari kepantasan! Karena kalau pihak2 yg “memancing keributan” di SS ini dibiarkan saja atau tidak diperingatkan oleh teman2 yg lainnya, maka jika ada pihak2 yang “terpancing” nantinya, teman2 yg lain pun akan tidak berhak untuk memperingatkan orang tersebut!).
 
Aduh bro, saya ini heran melihat anda berdiskusi disini dengan cara yang sangat sentimentil. Saya sudah bilang kepada anda di komentar anda sebelumnya, jangan pake perasaan yang berlebihan seperti wanita… ini lebai namanya. Tulisan anda diatas itu saya anggap seperti anak SD yang dipukuli lalu nangis minta dibelain sama temen-temennya… Anda meminta keadilan kepada bro Dennis atau yg lain agar juga menegur saya. Bukankah anda juga sudah melakukan hal itu kepada saya? Kenapa mesti perlu bantuan yang lain? Memangnya disini kita mau perang? Saran saya, sebaiknya anda belajar agar lebih dewasa bro JT…
 
Kalimat anda yang terakhir itu (yg miring) lebih parah lagi… mengandung ancaman… karena anda bilang, kalo yg lain tidak tegur saya, maka kalo suatu saat nanti jika ada pihak2 yg terpancing (JT), ya jangan salahkan orang itu (JT). Anda membuat blog tentang berdiskusi / berdebat secara cerdik dan tulus, tapi anda sendiri cengeng seperti anak kecil dan mengancam seperti preman ketakutan. Jangan begitu bro… belajarlah lebih dewasa, pahami bahwa ini forum diskusi / debat. Jangan mengajari orang sok baik, sok sopan, sok bijaksana, tapi anda sendiri kebingungan menahan diri ketika merasa tersengat. Ini menunjukkan dengan jelas bahwa anda memang tidak memahami apa yang anda tulis sendiri. Mari berubah bro JT… jangan malu, jangan sungkan… tidak ada kata terlambat untuk berubah memperbaiki diri…
 
Nah sekarang saya akan mengutip komentar anda dan komentar saudara Hai-hai yang mempertanyakan pendapat anda tentang majas yang anda pakai…
 
JT menulis kepada Hai-hai:
 
+ Jawab: Itu adalah semacam gaya bahasa (majas) yang menyebutkan sesuatu (yang tunggal) untuk mewakili atau sebagai wakil dari/bagi yang lainnya (bnd. Pars pro toto adalah sebuah majas yang digunakan sebagian unsur untuk seluruh - wikipedia.org/wiki/Majas).
Kunci ubtuk penjelasannya terdapat di kata ""semacam" (yg saya merahin). Jadi, saya tidak mengatakan bahwa yg terdapat di sana adalah majas pars pro toto. Tetapi, hal yang berlaku di sana adalah sebuah majas, yaitu semacam majas pars pro toto. Saya harap anda sekarang bisa membedakan dua pernyataan yg berbeda itu (yg satu tanpa kata "semacam", sedang yg lain dengan kata "semacam", yg hanya berarti seperti, bukan sama dengan).
 
 
Hai-hai menulis kepada JT:
 
Pdt. Julius Tarigan yang terhormat, bila bukan Majas Pars Pro toto lalu majas apakah itu? Apakah anda sedang berlaku SOK TAHU dengan menambahkan JENIS Majas Perbandingan yang jumlahnya ada 23 yang anda beri nama: semacam majas pars pro toto?
 
Tolong jawab pertanyaan saya (ini hanya untuk memperjelas apa yang sudah ditanyakan oleh saudara Hai-hai kepada anda)…
 
SEBENARNYA MAJAS APAKAH YANG ANDA PAKAI? (nama majasnya apa?)
KAPAN ANDA TEMUKAN MAJAS ITU?
DALAM KONTEKS YANG BAGAIMANA MAJAS ITU BISA TERAPKAN?
AYAT-AYAT LAIN MANA SAJAKAH YANG MENGGUNAKAN MAJAS YANG IDENTIK DNG YANG ANDA MAKSUDKAN ITU?
APAKAH MAJAS ANDA ITU SUDAH DIKONFIRMASIKAN KEPADA PARA AHLI ALKITAB?
 
Kenapa saya tanyakan itu? Karena anda sendiri yang bilang “semacam” majas Pars Pro toto, yang saya simpulkan bahwa itu bukan majas Pars Pro toto, lalu majas apakah itu????
 
Saya kuatir anda tersesat pada pemahaman anda sendiri yang begitu dangkal, sampai “ngotot” mempertahankan suatu pendapat dengan dasar yang tidak jelas.
Kalo anda tidak bisa menjawab pertanyaan diatas, dan kalo anda mau jujur kepada diri sendiri, seharusnya anda cukup bilang begini saja… “saya mengartikan “salah satu dari Kita” sebagai “Kita” karena saya melihat dari terjemahan versi BIS”. Kalo anda jawab begitu, maka dispute (perselisihan) awal kita jadi clear, baru kita masuk tahap kedua, yaitu mari kita kupas, kenapa para ahli alkitab BIS menterjemahkannya seperti itu…
 
Begitu bro caranya berdiskusi yang sistematis…
 
Nih saya balik lagi ke potong-memotong sering anda sebut… ini perlu saya kupas lagi karena anda memang perlu belajar lebih serius agar tidak YAK-YAK O…
 
JT menulis kepada Hai-hai & matahari:
 
Anda berdua telah melakukan kekejian terhadap pernyataan yg saya kemukakan, yaitu dengan memenggalnya sedemikian rupa sehingga sama sekali dilepaskan dari konteksnya.
Saya memang mengatakan: Saya tentunya mengakui bahwa dalam penafsiran yg serius (yg lebih mendalam), versi terjemahan yg sederhana (seperti BIS) tidak tepat utk dijadikan sbg dasar. Tetapi, mengapa anda berdua, dengan sengaja, mencomot perkataan saya itu dari konteksnya, sehingga menyebabkan artinya menjadi sedemikian bertentangan dgn apa yg sebenarnya saya katakan? Bukankah saya mengatakan hal itu dalam rangka menjelaskan (kpd bro Dennis) bahwa saya menggunakan BIS hanya sebagai cara penjelasan yg sederhana, bukan sbg cara utk penafsiran yg lbh serius. Karena itu, seharusnya anda berdua mengutipnya secara lengkap, sbb:
Saya tentunya mengakui bahwa dalam penafsiran yg serius (yg lebih mendalam), versi terjemahan yg sederhana (seperti BIS) tidak tepat utk dijadikan sbg dasar. Tetapi, untuk tujuan2 yg sederhana, sering dan banyak kali versi2 terjemahan yg sederhana itu telah menjadi batuan yg memang sangat dibutuhkan. Bantuan2 yg seperti inilah tentunya yg paling banyak kita, sebagai orang2 yg awam (bukan teolog), butuhkan.
Praktek yg anda berdua lakukan itu tentu saja membuat saya menjadi berpikir bahwa cara seperti itu adalah cara yg anda berdua gunakan juga selama ini dalam menafsirkan/memahami ayat2 Alkitab. Yaitu cara memenggal ayat atau frasa/kata tertentu dalam Alkitab dan mengartikannya secara terlepas dari konteksnya. Wah, bertapa berbahayanya praktek yg semacam itu!
Di tulisan yang cetak miring itu anda jelas mengakui bahwa :
-          BIS tidak tepat digunakan sebagai dasar untuk penafsiran yang serius (yang lebih mendalalam / rumit / sulit). 
-          BIS hanya tepat digunakan untuk penafsiran yang sederhana alias memudahkan bagi kita sebagai orang awam (bukan teolog).
Apakah anda pikir kalimat “salah satu dari Kita” anda artikan sebagai “Kita” itu perkara sederhana? Kalo itu sederhana / tidak rumit, kenapa anda menggunakan BIS untuk menyederhanakannya? Bukankah cukup dng TB + majas versi anda saja seharusnya sudah cukup? Dengan menggunakan BIS untuk “menterjemahkan” alias memudahkan makna berarti anda mengakui bahwa makna awalnya memang rumit / sulit, sehingga anda perlu memahami lebih lanjut dengan menggunakan translator BIS. Singkatnya, anda memerlukan BIS untuk membantu anda memahami kalimat “salah satu dari Kita” adalah “Kita”. Lalu anda sebut itu sebagai majas versi anda. Apakah anda cukup paham bro JT? Jangan pura-pura tidak tahu yaaa….
 
Kenapa di komentar saya sebelumnya saya bilang anda munafik, ya karena anda sendiri (JT) yang menulis:
 
Seharusnya yg kita lakukan bukanlah memilih dari antara versi2 Alkitab yg berbeda itu, melainkan membuka diri bagi penjelasan yg dilakukan oleh versi yg lainnya, mengenai suatu hal yg sukar di dalam versi2 yg tertentu.
 
Bukankah anda sendiri yang sudah memilih BIS untuk mengartikan sesuai keinginan anda? Karena awalnya anda bingung dng salah satu dari Kita” kan? Kenapa saya tahu bahwa dimata anda “salah satu dari Kita” itu sulit / sukar? Ya karena anda sendiri yang bilang di komentar anda… yaitu melihat versi lainnya. Saya menangkap, anda baca TB anda bingung, lalu anda cari versi BIS, nah ini dia… Bukankah anda tidak konsisten dengan pernyataan anda sendiri? Harusnya anda tidak memilih diantara versi2 Alkitab yang berbeda, kenapa anda memilih menggunakan BIS? Apakah itu dasar majas versi anda? 
 
Kalo anda konsisten dengan pernyataan anda diatas, harusnya anda tidak boleh menyatakan bahwa “Saya tentunya mengakui bahwa dalam penafsiran yg serius (yg lebih mendalam), versi terjemahan yg sederhana (seperti BIS) tidak tepat utk dijadikan sbg dasar.” Ini namanya menjilat ludah sendiri… inkonsisten, kacau balau, alias porak poranda, karena disatu sisi anda menganggap standar BIS lebih rendah disbanding lainnya (TB), tapi dilain waktu anda menggunakan BIS sebagai jawaban atas kesulitan dari TB. Parah sekali….
 
Anda berputar-putar pada pikiran anda sendiri bro JT… dan saat ini saya sedang menuntun anda agar anda bisa lebih dewasa dan berkembang dalam hal berdiskusi… kalo anda tidak mau tahu alias tidak perduli dengan niat baik dan himbauan saya ini, ya akhirnya kalimat yang bisa saya ucapkan adalah:
 
biarkan para pembual terus membual hingga menyangkal bualannya sendiri.
 
Tolong jawab setiap argument / komentar saya seperti yang anda tuntut dari saya:
 
JT menulis kepada matahari:
Dalam komentar yang cukup panjang itu, anda sama sekali tidak menyinggung (apa lagi membahas!) mengenai argumen2 saya, yaitu yang meng-counter pendapat2 yg anda kemukakan sebelumnya.
 
Anda lupa bahwa banyak komentar dan pertanyaan saya di blog anda “manafsir vs memahami” juga tidak bisa / tidak mau anda jawab dengan alasan out of context.
 
Begitu dulu bro JT… semua ini demi kebaikan anda… belajarlah dari yang lain… jangan kekeh jumekeh, karena kalo terus-terusan nanti bisa jadi bebal, dan itu tidak baik buat anda sendiri maupun orang lain….
 
 
Julius Tarigan's picture

Semuanya sekarang hanya terpulang kepada Orang banyak di SS

Saya tidak mau bersilat kata dan berbicara berkepanjangan dengan terus memberikan jawaban terhadap komentar2 dari Hai-hai dan Matahari, yg kepintarannya dalam "berdiskusi" cuma sebatas untuk bermain dengan (atau mempermainkan) kata2 dari lawan2 diskusinya saja. Sebuah cara yg paling bar-bar yg pernah dilakukan oleh orang2 yg mengaku sbg "bloggers Kristen". Jika mereka berdua ingin melanjutkan terus dengan cara mereka itu dan bersikeras untuk menyebut cara yg mereka gunakan itu sebagai suatu cara berdiskusi yg baik/bijak, biarlah mereka meneruskan cara kesukaannya itu. Saya tidak melihat ada faedahnya untuk meneruskan "diskusi" yg sdh tidak patut lagi disebut sebagai diskusi itu.

Dari sisi saya, apa yg memang penting dan harus dikemukakan demi menjelaskan mengenai persoalan yg dibahas di sini, hal2 itu sudah saya sampaikan di dalam tulisan di blog saya itu dan di dalam jawaban2 yg saya berikan atas komentar2 yg masuk, yaitu sejauh komentar2 itu memang tertuju utk membahas topik yg dibicarakan di sini. Karena itu, bagi siapa saja yg memang menginginkan untuk mendapatkan penjelasan mengenai ayat Kejadian 3:22 dengan pendekatan yg rendah hati dan dengan penghormatan yg sewajarnya terhadap para ahli di bidang Alkitab (yg keahliannya sdh teruji ditingkat nasional dan internasional), maka mereka sudah bisa mendapatkannya dari tulisan blog saya ini dan juga dari jawaban2 yg saya berikan terhadap komentar2 tertentu, yg saya nilai sbg komentar2 yg pantas utk ditanggapi.

Saya menulis blog ini hanya untuk mereka yg memang merasa butuh untuk mendapatkan penjelasan sekitar ayat Kejadian 3:22, yaitu bagi orang2 yg sdh sempat terganggu pemahamannya (dan imannya) dgn ditimbulkannya pemahaman2 yg masih terlalu spekulatif dan tidak membawa efek yg membangun bagi iman kekristenan yg dimiliki oleh orang kebanyakan. Untuk orang2 yg demikianlah tulisan saya di blog ini ditujukan.

Akhir kata, saya hanya sampaikan lagi begini: ujlah segala sesuatu dan ambillah apa yang baik bagi anda semua! Tuhan Yesus kirannya yg tetap membimbing anda sekalian. Amin.

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

hai hai's picture

@JT, Semoga

Saya tidak mau bersilat kata dan berbicara berkepanjangan dengan terus memberikan jawaban terhadap komentar2 dari Hai-hai dan Matahari, yg kepintarannya dalam "berdiskusi" cuma sebatas untuk bermain dengan (atau mempermainkan) kata2 dari lawan2 diskusinya saja. Sebuah cara yg paling bar-bar yg pernah dilakukan oleh orang2 yg mengaku sbg "bloggers Kristen". Jika mereka berdua ingin melanjutkan terus dengan cara mereka itu dan bersikeras untuk menyebut cara yg mereka gunakan itu sebagai suatu cara berdiskusi yg baik/bijak, biarlah mereka meneruskan cara kesukaannya itu. Saya tidak melihat ada faedahnya untuk meneruskan "diskusi" yg sdh tidak patut lagi disebut sebagai diskusi itu.

Julius Tarigan yang mulia, anda benar-benar mengenaskan. Ha ha ha ha ha ... Lain kali berhati-hatilah ketika menuduh orang lain membabibuta karena kata-kata anda bisa berbalik menyerang diri anda sendiri tanpa ampun. Lain kali, sebelum mengajar sebaiknya anda belajar dulu baik-baik agar anda tidak dipemalukan.

Apabila jemaat belajar Alkitab baik-baik sehingga memahaminya dengan benar, mustahil pengkotbah mampu menyesatkan. Apabila pengkotbah tidak belajar baik-baik sehingga memahami Alkitab dengan benar, maka dia pasti dipermalukan ketika mengajarkan hal yang bertentangan dengan ajaran Alkitab.

Julius Tarigan yang terhormat, silahkan baca kembali blog-blog anda dengan seksama begiu juga komentar-komenarnya. semoga Roh Kudus memberi pencerahan kepada anda melaluinya dan Yesus Kristus memberi anda jiwa yang cukup besar untuk mengakui kesalahan dan memacu anda untuk semakin rajin belajar Alkitab dengan cara yang benar.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

alvarez's picture

Pendeta?? jangan suka ngambek dong

Pendeta Julius Tarigan berkata:

Saya, khususnya, sangat tertarik mendiskusikan segala sesuatu tentang kekristenan dan kritik-kritik yang ditujukan terhadap gereja-gereja pada masa kini.

Membaca, menulis dan diskusi, khususnya mengenai hal-hal yang bersifat tinjauan atau sorotan yang kritis, yang ditujukan terhadap gereja-gereja dan para penyelenggaranya, dengan harapan dan tujuan yang tunggal, yaitu berkontribusi secara signifikan bagi terwujudnya reformasi yang sesungguhnya atas gereja-gereja pada masa sekarang ini.

alvazez:

Grow Up Boy

Maju terus dalam TUHAN, sukses selalu buat pelayanan anda. TUHAN YESUS memberkati anda !

matahari's picture

@JT

Bapak Pendeta Julius Tarigan yang terhormat,

Saya mohon maaf bila ada kata / kalimat saya yang tidak / kurang berkenan di hati anda.  Saya pun masih belajar disini, jadi saya berharap anda pun tidak menyerah begitu saja, serta tetaplah belajar dan bertumbuh.  Kita harus terbuka kepada hal-hal baru, agar keyakinan & pemahaman kita tentang Alkitab semakin teruji.  Hanya berkaca pada masa lalu / pengajaran sebelumnya tidak akan membawa kita kepada kemajuan iman.  Sebagai contoh: dahulu Galileo dihukum karena menyatakan bahwa matahari adalah pusat segalanya (heliosentris), namun gereja menganggap itu teori sesat karena gereja menganggap bahwa bumilah pusat segalanya (geosentris), dan faktanya sekarang memang mataharilah pusat tatasurya kita.

Pemahaman manusia tentang hal-hal apapun termasuk hal rohani dapat senantiasa berkembang.  Secara iman yang mendasar kita memang tidak boleh berubah dari keyakinan kepada TUHAN YESUS KRISTUS yang adalah SANG PENEBUS DOSA, satu-satunya JURUSLAMAT manusia, dan ALLAH YANG SEJATI.  Namun apa yang diajarkan Alkitab itu begitu luasnya, dan kita tetap perlu senantiasa belajar dan belajar agar apa yang dulu samar2 semakin hari akan semakin kelihatan jelas.  Karena...

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. (Pengkhotbah 3:1)

Hal-hal yang dulu belum terungkap, bisa saja sekarang terungkap, atau kelak baru terungkap.  Jadi kita menggunakan akal budi yang dikaruniakan TUHAN kepada kita itu sebagai talenta untuk belajar dan belajar, siapa tahu TUHAN menyingkapkan yang tersembunyi kepada kita.  Bila kita sudah deal dng kata "belajar" itu tadi, itu artinya siap untuk terbuka pada hal2 baru.  Anak yang bersekolah itu menyebut aktifitasnya belajar, karena mereka ingin mengetahui apa yang belum / kurang mereka ketahui.  Sedangkan gurunya disebut mengajar, karena memberikan apa yang mereka ketahui.  Kalo kita memposisikan diri kita sebagai guru, maka itu artinya kita sudah tahu banyak hal dan kita ingin membagikannya kepada yang belum tahu / kurang tahu.  Masalahnya, bila anda masuk kesini lalu bertindak sebagai guru, maka anda akan pusing tujuh keliling, karena "murid-murid" yang ingin anda ajar ternyata adalah pelajar2 tangguh yang wawasan dan kemampuannya bisa-bisa sudah melampui gurunya.  Saya sendiri memposisikan diri sebagai murid, dan disini saya sedang belajar.

Kita kebanyakan bertumbuh dan dibentuk secara rohani oleh gereja, guru agama, dosen dan pendeta yang sering kita dengarkan doktrinnya.  Masalahnya, belum tentu semua yang disampaikan oleh pendidik kita itu benar.  Haleluyah bila semua hal yang pernah kita terima sebelumnya sudah 100% benar, namun bila tidak, adalah bagian kita sekarang untuk memahami lebih jauh kebenarannya.  Itu memang bisa dicapai dengan berbagai cara, seperti membaca, merenungkan sendiri, bertanya, dsb, dan salah satunya adalah melalui forum SS ini, dimana para blogger saling berbagi wawasan, saling menguji, saling mengasah.  Ibarat latihan Kungfu, lengan diadu dengan lengan, itu rasanya sakit.  Latihan kuda2 berjam2 itu juga sakit, tapi manfaatnya besar bagi pelakunya.  Tanpa latihan yang keras dan keterbukaan pada hal-hal baru, mungkin nama Bruce Lee tidak akan pernah kita kenal sebagai master beladiri kelas dunia. Disini  (SS) adalah salah satu tempat terbaik kita untuk menimba ilmu rohani, oleh karenanya, jangan masuk / datang dengan prasangka buruk.  Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

Demikian saran dan masukan yang bisa saya berikan kepada anda, kiranya ini dapat membuka paradigma baru dalam pemikiran anda tentang SS, diskusi, debat, serta hal-hal rohani.  Sebagai saudara seiman di dalam KRISTUS saya berdoa kiranya TUHAN YESUS memberkati anda sekeluarga serta pelayanan anda.  Dan sebagai saudara seiman pula saya sekali lagi meminta maaf bila ada pernyataan saya yang tidak / kurang berkenan di hati anda.  Mungkin perdebatan kita ini bisa bermanfaat untuk meningkatkan kerendahan hati dan wawasan kita bersama.

 TUHAN YESUS memberkati !

Joshua Li's picture

Matahari ; jujur

         Salut...! 

          

Melihat koment sdr seperti yang tertuang diatas, sdr telah bersikap gentle, rendah hati, berani dan jujur. Berani menyatakan permintaan maaf  sampai dua kali dan berdoa buat sdr Jt (teman diskusi sdr) menunjukkan bahwa sdr ingin memadamkan perbantahan yg tak sehat. yg tak ada manfaat sama sekali.

Sdr matahari,salut buat sdr yg telah bersikap gentle dan rendah hati dan patut menerima pujian. Sdr matahari sy berani memberi pujian kepada sdr, karena sy percaya pujian ini tidak akan membuat sdr menjadi terbuai, melainkan menjadi beban buat sdr untuk terus bersikap rendah hati.

         Semoga sdr Jt mau berbesar hati untuk memaafkan sdr dan kembali bersedia melanjutkan diskusi untuk saling membangun tubuh Kristus dan hanya untuk kemuliaan dan hormat bagi DIA saja.

 

Thanks..bro..senang mengenalmu       GBU 

alvarez's picture

sama dengan matahari pak Pendeta JT

@JT: Apa yg ingin saya sampaikan sudah terwakili dari kata2 matahari diatas

 

@matahari ikutan joli he he he

Adrina's picture

@ JT, biarkan anjing menggonggong

Pak Julius, saya setuju dengan anda bahwa Kejadian 3:22 tak boleh dipahami secara HURUFIAH, karena kalau demikian, maka ayat-ayat dalam Alkitab menjadi kacau balau nda karu-karuan.

Sebagai contoh, kalau memang ditafsirkan demikian, maka akan menjadi bertentangan dengan Kejadian 3:5

Kej 3:5 “Tetapi Allah mengetahui bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

Ayat ini tidak mengatakan bahwa ketika manusia memakan buah itu, maka dia akan menjadi seperti SALAH SATU dari Allah Tritunggal, tetapi menjadi seperti Allah (Ibrani = Elohiym).

Elohiym adalah kata benda bentuk jamak dan menunjuk pada pribadi-pribadi dari Allah Tritunggal.

Perhatikan terjemahan dari King James:

KJV: “For God doth know that in the day ye eat thereof, then your eyes shall be opened, and ye shall be as gods, knowing good and evil.”

Kalau mau diterjemahkan secara hurufiah, maka Kejadian 3:5 akan berbunyi:

“Tetapi Allah mengetahui bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti ‘Allah-Allah’, tahu tentang yang baik dan yang jahat”

Atau akan berbunyi:

“Tetapi Allah mengetahui bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti ‘para Allah’, tahu tentang yang baik dan yang jahat”

Kalau Kej 3:22 harus dipahami bahwa hanya satu dari Allah Tritunggal yang tahu tentang yang baik dan yang jahat, maka itu menjadi bertabrakan dengan Kej 3:5, yang menjelaskan bahwa bukan hanya satu dari Allah Tritunggal yang tahu hal yang baik dan yang jahat, tetapi "semua Allah" dalam ketritunggalan.

Bagi yang ingin penjelasan yang lebih lengkap, silahkan masuk disini:

KESESATAN Hai hai yang ketujuh, cc: Samuel


Pak Julius, si Hai hai, Alvarez, dan matahari, tak usah di ladeni.

Biarkan anjing menggonggong, kafila jalan terus.

Terima kasih buat KASIH anda kepada Tuhan yang begitu dalam.

Tetap semangat pak, walau "BADAI" menghadang anda.

Percayalah, Allah selalu menyertai anda.

 

Tuhan memberkati anda.

alvarez's picture

Adrina MENGGONGGONG Pniel MENJILAT

Adrina, gonggongan kamu dan jilatan PNIEL akan semakin menjerumuskan Pendeta Julius Tarigan seperti yang sudah kalian lakukan selama ini kepada pdt. Budi Asali. Tapi saya salut akan kecepatan kamu menyambar peluang melihat bakat Julius Tarigan yang merasa tidak pernah salah dan tidak mungkin melakukan kesalahan, Julius T mau kamu jadikan anggota ILUMINATA CLUB ya?

@Pdt. Julius Tarigan:

Semuanya sekarang hanya terpulang kepada Julius Tarigan, maukah anda menjadi anggota ILUMINATA CLUB (tidak pernah salah dan tidak mungkin melakukan kesalahan)

alvarez's picture

Peringatan buat ILUMINATA/ PENGIKUT NIKOLAUS CS

Peringatan buat ILUMINATA/ PENGIKUT NIKOLAUS (AROGAN SUPREMASI SPIRITUAL)

Wahyu 2:12-16 Kepada jemaat di SS
2:12 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di SS: q  Inilah firman Dia, yang memakai pedang r  yang tajam dan bermata dua: 2:13 Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis 1 ; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, s  juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia t  kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam. u  2:14 Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: v  di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam 2 , w  yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala x  dan berbuat zinah. y  2:15 Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus. z  2:16 Sebab itu bertobatlah! a  Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka 3  dengan pedang yang di mulut-Ku ini. b

 

Kiem's picture

@ Alvarez, Apakah Firman itu milik anda?

Selamat Tahun Baru Sdr. Alvarez

Membaca komentar anda ini, nampak bahwa anda dengan tenangnya mempermainkan ayat Firman Tuhan untuk menjadi main-mainan anda, sekehendak hati anda dan untuk kepentingan EGOISME anda.

Sebaiknya anda merobah sikap ini, sebelum Tuhan bertindak.

Tuhan Yesus mengampuni dan memberkati anda

alvarez's picture

@Makimpos, Firman itu untuk kamu juga!

Selamat Tahun Baru juga Makimpos, walaupun saya mengetahui dengan bertambahnya tahun tidak menambah wawasan anda sama sekali.

Membaca komentar anda ini, nampak bahwa anda dengan tenangnya mempermainkan ayat Firman Tuhan untuk menjadi main-mainan anda, sekehendak hati anda dan untuk kepentingan EGOISME anda.

Bapak Makimpos Gaol yang terhormat, tuduhan anda diatas benar2 mengecewakan saya, sebab telah nyata anda selama ini tidak belajar apapun di SS. Tuduhan anda tersebut selain FITNAH juga tidak jelas maksudnya. Oleh karena itu saya hendak bertanya:

1} Menurut Makimpos Gaol, Kitab Wahyu siapa pemiliknya dan untuk siapa?

2} Boleh tidak saya memperkatakan kitab tersebut kepada orang lain?

3) Bisa jelaskan terperinci bagian saya mempermainkan ayat?

4} Jelaskan kepentingan Egois seperti apakah yang anda tuduhkan?

5) Sikap saya yg seperti apakah yang menurut anda harus saya ubah?

6) Tindakan Tuhan kepada saya seperti apakah yg anda maksudkan?

7) Apa sebenarnya alasan anda menulis kepada saya seperti diatas?

8) Anda setuju dengan yg dilakukan Julius Tarigan?

9) Makimpos Gaol ada hubungan keluarga dengan Julius Tarigan?

10) Apakan Makimpos Gaol jemaat Julius Tarigan?

11) Apakah Makimpos berasal dari daerah yg sama dengan Julius Tarigan?

12) Apakah anda setuju seorang Pendeta tidak pernah melakukan kesalahan dan tidak mungkin melakukan kesalahan?

Cukup sekian dulu sementara pertanyaan saya, terima kasih juga sebelumnya untuk semua fitnahan anda diatas kepada saya

Tuhan Yesus mengampuni dan memberkati anda

Kiem's picture

@ Alvarez, anda jangan keras kepala, lihat judul komentar anda

@ Sdr. Alvarez

Membaca komentar balasan anda dengan judul yang menunjukkan bahwa anda keras kepala (mengeraskan hati) seperti Firaun, membuat saya semakin GERAM.

Pertanyaan Alvarez no 1 :

1} Menurut Makimpos Gaol, Kitab Wahyu siapa pemiliknya dan untuk siapa?

Kiem menjawab :

pertanyaan ini tidak perlu dijawab sesuai dengan pertanyaan anda, sebab kitab wahyu yang anda kutip itu sudah jelas ditujukan kepada jemaat Pergamus yang kondisinya tidak identik dengan KOMUNITAS SS.

Dalam hal ini, anda TERLALU BERANI MENYATAKAN bahwa JEMAAT di SS identik dengan jemaat Pergamus yang sesat dan ada jemaat iblis. Ini saya copy lagi kutipan anda yang NEKAD itu :

Wahyu 2:12-16 Kepada jemaat di SS
2:12

"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di SS:

q  Inilah firman Dia, yang memakai pedang r

  yang tajam dan bermata dua:

2:13

Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis

1 ; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, s  juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia t  kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam. u

 

2:14

Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau:

v  di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam 2 , w  yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala x  dan berbuat zinah. y

 

2:15

Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.

z

 

2:16

Sebab itu bertobatlah!

a  Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka 3  dengan pedang yang di mulut-Ku ini. b

 

Pertanyaan Alvarez no 2 :

2} Boleh tidak saya memperkatakan kitab tersebut kepada orang lain?

Kiem menjawab :

Sebabiknya anda pahami dulu jemaat di Pergamus, sebab dengan cara anda memperkatakan kitab itu kepada orang lain, secara tidak langsung anda menunjukkan bahwa anda MERASA SUCI dan MERASA BENAR, padahal, hampir semua orang SS sudah mengenal karakter anda.

 

Pertanyaan Alvarez no 3 :

3) Bisa jelaskan terperinci bagian saya mempermainkan ayat?

Kiem menjawab :

Jawabannya sudah terkandung pada jawaban nomor 1 dan nomor 2

 

Pertanyaan Alvarez no 4 :

4} Jelaskan kepentingan Egois seperti apakah yang anda tuduhkan?

Kiem menjawab :

Jawabannya sudah terkandung pada jawaban nomor 1 dan nomor 2 juga.

 

Pertanyaan Alvarez no 5 :

5) Sikap saya yg seperti apakah yang menurut anda harus saya ubah?

Kiem menjawab :

Sikap sembarangan mengutip ayat, untuk kepentingan egoisme anda.

 

Pertanyaan Alvarez no 6 :

6) Tindakan Tuhan kepada saya seperti apakah yg anda maksudkan?

Kiem menjawab :

Wahyu 22 : 18 - 19 :

22:18 Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.

22:19 Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."
 

Pertanyaan Alvarez no 7 :

7) Apa sebenarnya alasan anda menulis kepada saya seperti diatas?

Kiem menjawab :

Saya mengasihi Jiwa anda, karena alkitab sudah mencatat bahwa di neraka itu sangat sakit. Jangankan di neraka, dibakar lilin saja selama satu detik sudah panas.

Saya senang jika anda tidak binasa.

 

Pertanyaan Alvarez no 8 sampai no. 11:

8) Anda setuju dengan yg dilakukan Julius Tarigan?

9) Makimpos Gaol ada hubungan keluarga dengan Julius Tarigan?

10) Apakan Makimpos Gaol jemaat Julius Tarigan?

11) Apakah Makimpos berasal dari daerah yg sama dengan Julius Tarigan?

Kiem menjawab :

Saya tidak mempersoalkan Julius Tarigan. Beliau menulis dengan tulus, beliau penulis buku, Beliau seorang pendeta, Beliau manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan tidak seharusnya ditanggapi dengan TABIAT atau NADA -NADA KEKASARAN.

Saya kenal Julius Tarigan di SS dan saya melanjutkannya di FB.

 

Pertanyaan Alvarez no 12 :

12) Apakah anda setuju seorang Pendeta tidak pernah melakukan kesalahan dan tidak mungkin melakukan kesalahan?

Kiem menjawab :

Pertanyaan ini tidak berkaitan dengan komentar saya sebelumnya.

 

Tuhan Yesus memberkati anda.

alvarez's picture

MAKIPOS GAOL TUA-TUA KELEDAI

Seluruh jawaban anda salah dan penuh dengan tipu muslihat dan kebencian, oleh karenanya saya menyarankan agar MAKIMPOS GAOL jangan terlalu cepat memberikan komentar bila belum mengerti dengan jelas!

Kiem's picture

@ Alvarez, tunjukkan, mana yg salah, agar orang banyak menyimak

Sdr. Alvarez Yth.

Sdr. Alvarez belajar berkomentar dengan mengeraskan hati :

Seluruh jawaban anda salah dan penuh dengan tipu muslihat dan kebencian, oleh karenanya saya menyarankan agar MAKIMPOS GAOL jangan terlalu cepat memberikan komentar bila belum mengerti dengan jelas!

 

Kiem yang berusaha dengan sabar menjawab kekonyolah  Alvarez :

Terimakasih, anda telah menjawab dengan cara ini.

Dengan demikian, para pembaca lain akan bisa semakin mengenal anda.

Sebaiknya tunjukkanlah yang mana yang salah dan yang anda maksud penuh TIPU MUSLIHAT, dan dalam bagian mana kebencian. Benci kepada anda yang anda maksud ?

Kalau saya benci, saya akan membiarkan anda sesat dan saya akan memaki anda.

Tuhan mengetahui hati manusia, hati saya dan hati anda.

Kita tidak perlu menduga-duga atau saling memfitnah. Agar saya tidak mengatakan anda sebagai pembual dan pemfitnah, maka jelaskanlah, sebagaimana cara saya menjawab pertanyaan anda diatas.

Tuhan Yesus memberkati anda

alvarez's picture

Kesalahan Makipos Gaol

Kesalahan  Makimpos Gaol:

Sebaiknya tunjukkanlah yang mana yang salah dan yang anda maksud penuh TIPU MUSLIHAT

Makimpos Gaol membuat tipu muslihat dengan mengatakan bahwa kitab Wahyu 2:12-16 hanyalah untuk jemaat Pergamus Purba dan tidak dapat digunakan untuk jemaat saat ini, khususnya jemaat SS.

Makimpos Gaol MEMFITNAH alvazez dengan mengatakan kalau alvazez menuduh jemaat SS sesat dan jemaat Iblis.

Makimpos Gaol tidak mengakui kalau Adrina dan PNIEL bertingkah laku tidak seperti Balak yang menyesatkan Pdt. Julius Tarigan.

Makipos Gaol juga mengakui bahwa Supremasi Arogan Spiritual alias Pengikut Nikolaus alias Illuminata yang mengakui bahwa pengikutnya lebih suci dan TIDAK MUNGKIN MELAKUKAN KESALAHAN serta lebih besar dari Yohanes Pembabtis adalah BENAR ADANYA

dalam bagian mana kebencian. Benci kepada anda yang anda maksud ?

Sdr. Alvarez belajar berkomentar dengan mengeraskan hati :

Kiem yang berusaha dengan sabar menjawab kekonyolah  Alvarez :

Beliau manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan tidak seharusnya ditanggapi dengan TABIAT atau NADA -NADA KEKASARAN.

secara tidak langsung anda menunjukkan bahwa anda MERASA SUCI dan MERASA BENAR, padahal, hampir semua orang SS sudah mengenal karakter anda.

Membaca komentar balasan anda dengan judul yang menunjukkan bahwa anda keras kepala (mengeraskan hati) seperti Firaun, membuat saya semakin GERAM.

Sementara ini dulu saya kira Makimpos Gaol, jikalau anda belum puas juga ntar saya tambah lagi, tapi sekarang ini masih agak sibuk, kiranya Makimpos Gaol bisa berubah dalam pembaharuan budi dan hati

Tuhan Yesus memberkati

Kiem's picture

@ Alvarez, yang mengeraskan hati seperti Firaun

Salam Damai Sejahtera Sdr. Alvarez

Dengan komentar anda terakhir ini, ternyata anda memasukkan dendam pribadi kepada Adrina, kepada Pniel dan mungkin kepada saya juga (yang anda katakan Firman yang anda belokkan itu juga untuk saya),

Dengan demikian, lakukanlah apa maunya anda, dan saya akan mengomentari anda berhenti dalam topik ini. Kecuali anda menunjukkan sikap yang tidak tahu malu.

Tuhan Yesus mengampuni, lalu memberkati anda.

alvarez's picture

MAKIMPOS yg mengeraskan kepala seperti KELEDAI

Salam Damai Sejahtera Yang Terhormat Makimpos Gaol

Dengan komentar anda terakhir ini, ternyata anda belum mengerti juga bahwa tujuan saya menulis bukan karena saya dendam kepada pihak terentu, akan tetapi saya berusaha mempringatkan Pdt. Julius Tarigan agar tidak mengikuti jalan yang sudah ditempuh oleh Adrina dan PNIEL yang adalah penganut ajaran bahwa seseorang BISA mempunyai kelebihan dibanding manusia yang lain bahwa dia lebih suci, lebih benar dan tidak mungkin melakukan kesalahan seperti Pdt. Budi Asali dan murid2nya. Ajaran ini dapat kita lihat di Wahyu pada pengikut Nikolaus yang sangat dibenci Tuhan Yesus dimana mereka adalah golongan SUPERIOR AROGAN SUPREMASI SPIRITUAL  dimana mereka menganggap mereka memiliki posisi yang lebih tinggi dan mulia dibandingkan manusia lain DIMATA TUHAN. Oleh karena Adrina sudah menunjukkan gejala bahwa dia ingin menarik Pdt. Julius Tarigan yg memiliki bakat terpendam kepada aliran tersebut (ILUMINATA/ Pengikut Nikolaus) maka sudah kewajiban saya untuk mengingatkan Pdt. Julius Tarigan agar berpikir kembali dengan jalan yang akan ditempuhnya itu. Kitab wahyu bukan hanya ditujukan kepada jemaat jaman purba, akan tetapi merupakan WAhyu kepada keseluruhan Jemaat di dunia, termaksud di SS ini, oleh karenanya Makimpos sudah salah jika melarang saya untuk memperkatakan kitab ini kepada orang lain

Why 1:3

Berbahagialah ia yang membacakan 1  dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, g  sebab waktunya sudah dekat. h 

 

Kiem's picture

@ Alvarez, berusahalah untuk berubah

Salam Damai Sejahtera Sdr. Alvarez

Kalau saya mengikuti komentar anda pada bloh ini sejak awal, maka saya memberi kesimpulan bahwa :

1. Alvarez itu orang sombong

Anda adalah seorang yang sombong.

Tetapi dalam hal ini, kesombongan anda bukanlah seperti kesombongan orang kaya (sombong karena ada yang disombongkan).

Kesombongan anda adalah kesombongan miskin. "SUDAH MISKIN , SOMBONG LAGI). Kesombongan jenis ini tidak lain adalah nama lain dari "MINDER" (rasa rendah diri).

Saya sudah banyak memperhatikan anda, :

  1. Kalau berhadapan dengan seseorang theolog yang lumayan, maka anda akan bersikap sebagai komentator yang menentang, seolah-olah mewakili UMAT KRISTEN DI DUNIA, dengan mengatakan bahwa TEOLOG ITU SOMBONG.
  2. Kalau berhadapan dengan seseorang Charismatik (atau istilah seseorang di SS ini disebut pengkotbah alam roh), maka anda juga akan bersikap sebagai komentator yang menentang, seolah-olah mewakili UMAT KRISTEN DI DUNIA, dengan mengatakan bahwa PENGKOTBAH ALAM ROH ITU SOMBONG, memaksakan kehendak, tidak konsisten dan lain-lain.

Sebenarnya, dibalik komentar-komentar anda itu semua, terkandung ungkapan, yang mengatakan bahwa "KASIHAN ALVAREZ ITU, DIA TIDAK BISA TEOLOGIA, APALAGI BERBICARA ALAM ROH".

Hal ini terbukti dari track anda, KLIK DISINI , sejak nama anda Alvazez sampai berubah menjadi Alvarez, saya menantikan anda membuat suatu tulisan, tak kunjung kutemukan. Bahwa kemungkinan besar anda MINDER, atau seperti julukan saya yang pertama terhadap anda yaitu "PENGACAU". 

2. Alvarez itu KERAS KEPALA

Walau sebanyak apapun komentar yang menanggapi komentar anda di SS ini, yang kebanyakan mengacap anda untuk berpikir dewasa dan berkomentar membangun (agar anda bukan sekedar pengacau), anda tidak pernah menghiraukan. Itulah buktinya anda itu KERAS KEPALA.

Bertobatlah sebelum kesempatan untuk bertobat itu lewat seperti yang dialami Esau.

Ibrani 12:17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

Tuhan Yesus memberkati

 

alvarez's picture

Sudahlah Makipos Gaol

Saya juga mengetahui bahwa anda tidak bisa berubah dari tabiat/ natur anda yg sudah anda bentuk dari masa muda anda, bahkan anda sekarang ini sudah menambahkan natur lain yang bahkan lebih buruk dari yang sudah-sudah.

Maafkan saya, tapi saya memang sudah tidak tahu lagi harus bagaimana untuk mengimbangi kebodohan Makimpos Gaol dan tidak ada waktu untuk itu, oleh karenanya biarlah anda mengikuti jalan yang sudah anda tempuh itu,

Amen

GONDRONG's picture

Pak Kiem

Syalom Pak Kiem,

Pak Kiem, alvavez memang seperti itu...

Saya menyarankan sebaiknya orang-orang seperti alvavez tidak usah dihiraukan karena orang-orang jenis ini seperti kata anda ; adalah orang-orang yang sombong miskin dan keras kepala, ditegur sampai 1001 kali pun dia tetap begitu. Ini seperti mutiara anda yang anda berikan kepada babi...setelah babi menginjak-injak mutiara ini, dia akan berbalik dan menerjang anda.

Roma 3:21

Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepadaNya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

Roma 3:24

Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga tubuh mereka saling mencemarkan tubuh mereka.

Roma 3:28

Dan karena mereka tidak perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas : penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.

Pak Kiem, ayat-ayat diatas adalah beberapa ayat yang menunjukkan karakter orang berdosa yang menolak untuk MEMULIAKAN ALLAH dalam HIDUP MEREKA. Sehingga tidaklah heran bahwa alvavez berkata demikian. Bahkan Pendeta Julius Tarigan pun dihujatnya habis-habisan bersama dengan beberapa kroni-kroninya. Dan anehnya, komandannya alvavez (hai-hai) tetap diam tanpa mau menegur kelakuan-kelakuan anak buahnya yang tidak beres seperti ini....saya tidak bisa mengerti dengan hal ini, apakah ini buah dari teologi aneh yang dipelajari, sehingga anak-anak buah pun wajib hukumnya ikut pertempuran PENGHUJATAN terhadap sesama dengan Brutal. Pada saat saya konfirm hal ini ke hai hai, justru dia mengatakan : bahwa orang-orangnya pasti jago dalam menghujat dan menghina sesamanya habis-habisan..

Yang perlu kita lakukan adalah mendoakan dia, agar kiranya Tuhan mencelikkan mata rohaninya dan alvavez boleh hidup untuk memuliakan Allah baik didunia nyata maupun didunia maya.

Kristus Menyertai