Submitted by Kiem on

GAMBAR : Visualisasi Keluaran 30 : 17 - 21; 38 : 8

Dalam SS ini, sudah banyak ditemukan pembahasan BAPTISAN, antara lain Hai-Hai DISINI , DISINI, dan DISINI. Penulis handal yang lain blebih banyak menulis topik ini adalah Dede Wijaya (ada 6 blog, tetapi tidak dapat diakses lagi). Selain itu, seorang yang juga penulis handal, Vantillian menyajikan sebuah blog  tanggapan terhadap pendapat mengenai topik ini DISINI. Tetapi seorang penulis yang tidak kalah handalnya Purnawan Kristianto, dengan nada penuh kehati-hatian (tidak seberani penulis handal lainnya, hanya menyerahkan kepada penulis yang lebih berkompeten, dengan mengutip sebuah kalimat "If any man wishes to write in a clear style, let him be first clear in his thoughts; and if any would write in a noble style, let him first possess a noble soul" ~ Johann Wolfgang von Goethe DISINI.

Dalam pembahasan mengenai baptisan yang sudah ada di SS ini, kebanyakan membahas mengenai dua hal yaitu TEKNIS (celup atau percik) dan OBJEKNYA (anak-anak atau dewasa).

Dari beberapa tulisan diatas, ada 2 (dua) hal yang kontradiksi, yaitu :

  1. Dalam tulisan-tulisannya diatas, Pak Dede Wijaya sudah menyatakan bahwa babtisan celup sudah tidak dapat ditawar-tawar lagi, tetapi menurut salah satu tulisannya, bahwa Pak Dede Wijaya BELUM menyerahkan diri untuk dibabtis Celup.  (bagi saya, mengenai sikap ini, saya masih sependapat mengingat baptisan itu harus dilakukan dengan iman, dan harus betul-betul mau menyerahkan diri).
  2. Kalau tidak salah (dalam hal ini, saya kesulitan mencari dan menunjukkannya secara LINK), bahwa Hai-hai dan ada beberapa contoh lain sudah dibaptis celup, tetapi masih berkompromi dengan baptisan percik.

Saya kira, semua penulis mengenai Baptisan di SS ini masih sepakat bahwa Baptisan merupakan LANGKAH AWAL dalam kekristenan.

Saya berpendapat :

Berangkat dari I Petrus 3:21 :3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan -- maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah -- oleh kebangkitan Yesus Kristus, 

Hal yang paling penting adalah “Hati Nurani”, bahwa dalam langkah awal kekristenan, kita penting memiliki hati nurani yang baik untuk menjalankan kehidupan rohani kita selanjutnya sebagai orang Kristen. AJARAN YESUS ADALAH AJARAN HATI NURANI, sebab dalam perjalanan kekristenan kita, jika kita tidak memiliki hati nurani yang baik, kita akan terbentur dalam mempertimbangkan Hukum-hukum firman Tuhan (boleh/tidak boleh, Haram/halal) yang menurut pikiran kita banyak yang bertentangan.

Sebagai contoh Yesus mengajarkan :

  1. Dalam situasi tertentu, kita boleh melanggar apa yang tertulis atas pertimbangan hati nurani, seperti beribadah pada hari sabbat, dimana jika dombanya sedang masuk ke jurang, maka  lebih baik baginya tidak beribadah sebab nantinya dalam ibadah, dia tidak akan mendapat apa-apa. Demikian juga jika dirumah sedang bertengkar pada jam ibadah, jika  belum berdamai, maka lebih baik baginya tidak beribadah, sebab dia tidak akan mendapat apa-apa dalam ibadah, dan lain-lain.
  2. Dalam situasi lain, berdasarkan pertimbangan hati nurani juga, kita tidak boleh melakukan sesuatu, walaupun tidak dilarang secara tertulis dalam alkitab, seperti merokok, minum minuman keras dalam Perjanjian Baru, walau tidak mabuk, dan lain-lain, tetap tidak boleh.

Bagian kedua ini akan lebih banyak kita hadapi dalam kehidupan kekeristenan.

Mengingat para pembaca di SS ini bukanlah secanggih para penulis yang saya sebut namanya diatas, maka penjelasan saya cukupkan sampai disini dulu, dengan keyakinan bahwa pembahasannya akan berkembang sejalan dengan munculnya pertanyaan dari para pembaca.

Tuhan Yesus memberkati