Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

apakah keselamatan kita dapat hilang?

dessrei's picture

Apakah keselamatan kita dapat hilang?

"sebab kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri" (Ef. 2: 8-9).

Ada 2 pandangan yang berbeda tentang keselamatan pertama, mengatakan bahwa keselamatan bisa hilang sehingga sebagai manusia kita harus menjaganya sedemikian rupa supaya keselamatan yang Allah berikan itu tidak hilang dan lenyap dari hidup kita. Kedua, keselamatan itu anugerah, artinya sekali di dalam anugerah, tetap di dalam anugerah dalam artian bahwa keselamatan itu tidak pernah hilang, jika kehilangan anugerah itu berarti memang tidak pernah memilikinya. Artinya kedua-duanya diyakini oleh orang percaya, tetapi mana yang lebih tepat sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan? Keselamatan yang hilang atau yang tidak hilang? Yang karena usaha manusia atau karena kasih karunia? Jaminan keselamatan sangat penting bagi kehidupan rohani kita. Allah memanggil kita untuk memiliki keyakinan akan keselamatan kita untuk mendapatkan penghiburan serta kekuatan yang sudah Allah tawarkan di dalam jaminan keselamatan-Nya. Di dalam Roma 15 Paulus menyatakan bahwa Allah merupakan sumber ketekunan dan kekuatan kita (ay. 5). Menemukan keyakinan keselamatan kita adalah tanggung jawab dan hak istimewa. Alkitab secara eksplisit mengajarkan pemilihan Allah sejak kekekalan didasarkan pada kasih dan kerelaan kehendak-Nya (Ef. 5:1, 9). Dalam segala sesuatu Allah bekerja menurut kerelaan kehendak-Nya (Ef. 1:11). Hal ini bukan berarti Allah memilih secara acak, melainkan berdasarkan hikmat dan pengertian-Nya yang tidak terselami (Ef. 1:8). Karena pemilihan ini merupakan kehendak Allah yang bebas, maka pilihan seperti ini layak disebut kasih karunia (Ef. 1:6-7). Jadi keselamatan yang Allah berikan tidak akan hilang karena Allah memberikan ketekunan kepada setiap orang-orang pilihan-Nya. Kita dapat bertekun hanya karena Allah bekerja di dalam kita, dan oleh karena Allah selalu bekerja di dalam diri kita maka secara pasti kita dapat bertekun. Ketetapan Allah yang berkenaan dengan pemilihan tidak akan berubah, tidak seorangpun dari orang-orang yang dipilih-Nya akan binasa.

"Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita" (1 Yoh. 4:19).

__________________

apakah kebenaran itu?

y.lo's picture

menurut saya lho

salam kenal ya ^^

menurutku,keselamatan tidak akan hilang.baca di yohanes 10 : 28-29.

dari ayatmu diatas,sudah jelas,keselamatan adalah anugrah Tuhan,karena manusia dengan usahanya,tidak mungkin bisa "berhak" mendapatkan surga,semua manusia tidak ada yang benar,baca di roma 3:10-24.

GBU

bersukacitalah senantiasa

__________________

bersukacitalah senantiasa

dessrei's picture

Sola Fide

salam kenal juga..

Benar sekali pendapat anda tentang hal ini bahwa sebenarnya keselamatan tidak akan hilang. Alasan yang membuat orang-orang kristen sejati tidak dapat kehilangan anugerah adalah karena Allah denan murah hati memelihara mereka sehingga tidak dapat kehilangan anugerah itu. Ketekunan orang-orang kudus adalah tindakan yang kita lakukan sedangkan pemeliharaan merupakan tindakan yang dilakukan oleh Allah. Doktrin tentang jaminan hidup kekal atau pemeliharaan orang-orang kudus adalah didasarkan pada janji Allah. Soli Deo Gloria

__________________

apakah kebenaran itu?

kabarsukacita's picture

Bisa hilang

 

 

(Mazmur 69:29) Biarlah mereka dihapuskan dari kitab kehidupan, janganlah mereka tercatat bersama-sama dengan orang-orang yang benar!

 

(Revelation 3:5) Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

Tapi sekali lagi mesti lihat konteksnya dari sisi Allah, Allah dengan kasih karunianya akan senantiasa siap sedia menolong umatNya. Kita ini diciptakan Allah punya otak yang luar biasa tetapi Allah lebih Dashyat dan lebih luar biasa. Alkitab tidak bisa hanya dipahami oleh otak saja tetapi perlu hikmat dari Tuhan. Memang benar oleh Kasih Karunia kita diselamatkan, tetapi Allah juga tidak bisa dipermainkan. Dia memahami kelemahan kita karena Yesus udah pernah jadi manusia. Jangan bingung dengan doktrin mana yang bener antara Calvinisme dan Armenianisme. Pokoknya ikutin Tuhan Yesus aja, dengan tulus dan rendah hati, bisa sampai Surga. Dalam hal ini saya tidak bilang bisa jatuh dalam dosa lagi atau tidak lho, pokoknya begitu dosa langsung tobat. Kasih Karunia itu tidak bisa dipahami oleh akal manusia, itu misteri Allah.

(1 Corinthians 9:27) Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
__________________

.: "Tuhan Yesus adalah Yang Awal dan Yang Akhir.
Dia-lah Jalan, Kebenaran, Kebangkitan, dan Kehidupan." :.

dessrei's picture

bagaimana bisa hilang?

Dari pengertian diatas sepertinya keselamatan itu bukan karya Allah kalau anda mengatakan bahwa keselamatan itu dapat hilang. kalau  kita meneliti lebih lagi ternyata keselamtan yang Allah berikan itu semata-mata merupakan karya Allah, misalnya dilahirkan (yoh. 3:3) , dibangkitkan (ef. 1:19-20), di hidupkan (ef. 2:5), diciptakan kembali (2 kor. 5:17; gal. 6:15) dsb.. Menunjukkan bahwa hanya Allah yang sanggup melakukan semuanya itu. kelahiran rohani merupakan hasil dari kehendak Allah (yoh. 1:130).  Semua teks diatas menyebutkan Allah sebagai subyek. Jadi apakah manusia mempunyai peran sedikitpun dalam keselamatan?

__________________

apakah kebenaran itu?

charis kai eirene's picture

He is God

salam kenal......

saya sangat tertarik dengan topik ini,

saya percaya bahwa keselamatan tidak bisa hilang atau lepas, karena keselamatan adalah karunia Allah dalam Kristus Yesus ( efesus2:8-9 ) murni adalah inisiatif dari Allah sendiri (efesus1:5) - (artinya kita bukanlah alasan mengapa Dia menyelamatkan kita, tapi karena Dia sendiri mau melakukannya, Tuhan tidak pernah dipengaruhi oleh apapun dan siapapun, Dia benar2 dependen) - dan karya Allah sendiri ( titus3:4-7) - (Dia melakukan penyelamatan itu dengan cara dan kuasaNYa sendiri, tidak butuh pertolongan dan peran serta siapapun. )

Bahkan dalam yohanes 10:27-29, tidak ada kuasa yang dapat melepaskan kita dari tangan Tuhan, bahkan dosa yang terbesar sekalipun.

Bukan berarti bahwa orang percaya, yang telah diselamatkan Tuhan, tidak akan berbuat dosa lagi, ingatlah bahwa dosa bukan soal perbuatan saja...... tapi lebih kepada status..... sama sperti seorang anak disebut anak bukan hanya sekedar karna dia berperan sebagai anak, tapi karena statusnya anak....

maka, berbuat dosa dan tidak berbuat dosa merupakan peran manusia untuk menunjukkan statusnya.......

soal berbuat dosa..... ada pemahaman sederhana yang seharusnya kita pahami :   orang yang belum percaya atau diselamatkan....tidak mungkin tidak berdosa, sedangkan orang percaya atau diselamatkan mungkin tidak berdosa...... artinya status diselamatkan mengandung daya untuk menjalankan status sebagai orang yang telah diselamatkan.

Ingatlah bahwa Allah adalah Allah yang bertanggungjawab.... jika Dia memberi status diselamatkan maka Dia juga akan memperlengkapi kita dengan kemampuan untuk hidup sesuai dengan status itu....

karenanya, seharusnya orang percaya bisa berbuat lebih baik dari orang2 lain yang tidak percaya. bahkan dalam titus3:5 sangat jelas dikatakan "Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmatNya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus "sangat jelas adanya peran Roh Kudus dalam hidup yang tentunya selalu taat dan bersandar pada pimpinan NYa.

dan ingatlah bahwa.... pohon dikenal dari buahnya....

maka orang percaya atau diselamatkan dapat dikenal dari hidupnya

marilah berjuang menghasilkan buah hidup yag sesuai dengan status kita.... orang percaya yang telah menerima kasih karunia terbesar dari yang pernah ada.....

charis kai eirene's picture

tanggapan....

pernyataan paulus   "jangan aku sendiri ditolak " bukan bicara soal penolakan Tuhan tapi penolakan dari orang2 yang sedang dilayaninya, pernyataan ini dalam rangka perjuangan untuk hidup menghasilkan buah pertobatan, hidup sesuai dengan status telah menerima kasih karunia Tuhan.....

selamat melayani Tuhan.....

israel_jeha's picture

Alkitab mengajarkan "TAKDIR"...........

        Apakah Alkitab mengajarkan takdir?.........Apakah definisi Takdir ?Berikan contoh2nya........

         Adam diciptakan menurut rupa &gambar Allah,.....mengapa  anak2 Adam bisa berubah menjadi rupa & gambar manusia ? Ini takdir apa akibat pilihan manusia..........

          Setelah Adam berdosa,Allah memberikan janji ttg keselamatan yg akan datang sesuai dengan rencananya Kej 3 : 15 yg kelak digenapi oleh TJesus

           KESELAMATAN YG DITAWARKAN OLEH TJESUS ....bisa ditolak gak ? Kalau yg menerimanya n mengalami Kel.Baru & dihuni R.Kudus pd kenyataannya masih bisakah berbuat dosa ? Untuk apa melatih tubuh seperti nasihat R,Paulus kpd Jemaat Korintus

            Allah berkuasa menjaga manusia untuk berjalan didalam keselamatan yg dikaruniakanNya....tapi apakah manusia punya Hak untuk Ngotot Melanggarnya kembali ? Mengapa ada pernyataan Tuhan di Wahyu 3 : 5 didepan jemaat yg dipastikan orang2 yg percaya TJesus

             Kalau Alkitab mengajarkan Takdir , buat apa menginjil.......toh sudah takdir...Buat apa doa n ibadah n PA toh sudah takdir....mau selamat or tidak emang gua pikirin....Bwahahahahahaha......!!!!!!

dessrei's picture

ga' ada kamusnya di Alkitab

Hanya Desy Ratnasari aja yang mengakui "takdir memang kejam dsb... " hehehehe Ternyata dalam kekristenan sendiri tidak ada istilah "takdir". Dalam kamus kekristenan ga ada istilah takdir dan Alkitab juga menolak paham fatalisme yang mengakui bahwa manusia menjalani apa yang sudah dituliskan oleh sang pencipta tanpa bisa berbuat apa-apa (pasrah bongkok'an karo sing duwe urip artinya berserah sepenuhnya sama sang pemberi hidup ini) aduh keliatan'e ekstrim banget ya..). Hal ini dikarenakan didalam kedua hal tersebut tidak adanya didikan, pengajaran dan kasih. Sedangkan Alkitab sendiri mengatakan bahwa  Allah turut bekerja  untuk mendatangkan  kebaikan (Rom.  8:28).

 

__________________

apakah kebenaran itu?

bygrace's picture

Hilang ? Mungkin tidak, tapi bisa menjadi sia-sia

Soal keselamatan bisa hilang atau tidak, akan menjadi kontroversi yang tak pernah tuntas.

Saya tak tahu persisnya apakah keselamatan tersebut bisa hilang atau tidak, atau menetap di dalam orang-orang pilihan. Dan juga, berhubung saya tidak juga tahu apakah saya tergolong yang pilihan atau bukan, bagi saya lebih baik mengikuti nasihat Rasul Paulus ini saja :

Sebagai teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima

( 2 Korintus 6 : 1)

dessrei's picture

kok bimbang..

aduh kacian.. terus yakin yang mana dwonk!! Susah kalau seperti ini ga' tahu tergolong orang pilihan atau bukan. Oia saya mau kasih tahu menjadi orang Kristen atau Orang percaya kepada Yesus Kristus itu bukan kebetulan lho, tapi semua itu merupakan kasih karena mengingat ketidaklayakan kita sebagai orang berdosa yang seharusnya di hukum tapi karena anugerahnya kita menjadi orang-orang tebusannya. Keselamatan yang Tuhan berikan kepada kita itu gratis tanpa syarat. Yang Allah mau kita hidup di dalam-Nya seturut rencana dan kehendak-Nya untuk melakukan misi-Nya (baca dalam Matius 28: 19-20).

__________________

apakah kebenaran itu?

bygrace's picture

Bukannya bimbang....

Saya percaya akan selamat karena percaya bahwa apa yang dituliskan dalam Yoh 3:16 adalah benar. Karena saya percaya kepada Yesus, maka menurut ayat tersebut saya juga tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Apakah saya percaya karena saya orang pilihan, saya tak tahu. Apakah saya akan bertahan percaya hingga akhir hayat, saya juga tak tahu. Karena saya tidak bisa tahu, maka saya memilih tak mencoba-coba cari tahu.



Soal adanya orang pilihan dan orang bukan pilihan adalah hal yang tak terjangkau oleh pikiran saya. Jadi, saya tak dapat mendasarkan keyakinan selamat saya pada hal itu.



Yang saya tahu hanya ini : Tuhan menawarkan keselamatan melalui Yesus, dan saya hanya perlu percaya kepadaNya untuk mendapatkan keselamatan itu. Entah itu akan menetap atau bisa hilang saya tak tahu, yang lebih penting adalah menjalani hidup sebagai orang percaya. Seperti diingatkan Paulus :



.... tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar (Filipi 2 : 12)

israel_jeha's picture

@dessrei ! Bagaimana bisa miskin ???

                  Bayangkan sebuah cerita ini.................!

Seorang anak konglomerat Jatuh miskin karena FOYA2&JUDI.....tp Ayahnya yg penuh Kasih mengampuni perbuatan anaknya dan membayar semua hutang2nya dan MEMBERIKAN SEBUAH PERUSAHAAN BESAR UNTUK DIKEMBANGKAN ! Malah Ayahnya ini berharap kelak anaknya memiliki beberapa perusahaan besar sebagai keberhasilan anaknya mengembangkan MODAL AWAL YG sudah dikaruniakanNYA

            Tapi anaknya tersebut dikemudian hari,tetap mengidap penyakit yg tidak mau dibuangnya yaitu FOYA2&JUDI SAMPAI B A N G K R UU T.......Pemberian Ayahnya AMBLASSS..........Hik..Hik..Hik....Aku miskin lagi...Pemberian Ayahku hilang ..! Koq bisa miskin ? Bisa !!karena sianak O*on dibikin sendiri,WALAU AYAHNYA BER KALI2 MEMPERINGATKANNYA    

             KESELAMATAN spt. modal awal untuk menjalani kehidupan yg penuh konflik! Maka R.Kudus menuntun,membimbing orang percaya sampai ke Rumah Bapa,tp orang percaya punya pilihan....NURUT or TIDAK  ! INI SEBUAH PILIHAN........JD BISA MISKIN!!!!

              Kecuali anda memiliki pemikiran sekali Ayahnya memberikan MODAL AWAL....Anaknya bejat,benjut ...tetap si Ayah yg O*oon menyokongnya terus untuk membuktikan si Ayah yg KASIH....n juga Kaya...man O*OON

dessrei's picture

ilustrasinya kurang tepat

mungkin ilustrasinya kurang tepat untuk mengambarkan kasih Allah mengenai keselamatan. Anda memberikan analogi bahwa keselamatan merupakan modal awal dan itu harus di jaga supaya itu tetap ada dan tidak hilang di dalam kehidupan kita. Sedangkan disisi lain Allah memberikan keselamatan itu gratis tanpa syarat  apapun.  So'  manusia tidak pernah turut ambil bagian dalam keselamatan karena keselamatan yang Tuhan berikan adalah anugerah karena keberdosaan dan ketidaklayakkan manusia.

__________________

apakah kebenaran itu?

whoislikegod's picture

Dessrei, Anda...

Anda membuat blog Anda menjadi medan laga. Saya sarankan Anda membuat blog dengan opini Anda dulu secara jelas. Dengan ini beberapa orang berpikir bahwa Anda adalah penganut paham bahwa keselematan tidak bisa hilang karena Allah menentukkan demikian. Sehingga dengan ini pula orang jadi berpikir bahwa kalau begitu buat apa bertindak ini dan itu toh ujung-ujungnya adalah Sorga. Saya sendiri sulit mengerti paham Anda seperti apa mengenai keselamatan.

·siapa seperti Allah?·

__________________

·siapa seperti Allah?·

dessrei's picture

bukan sebuah medan laga

Tulisan ini bukan bermaksud menghakimi satu sama lain. Tapi lebih tepat kalau saya katakan untuk kita sama-sama belajar bersama tentang kebenaran Firman Tuhan supaya saling berbagi dan mengisi satu sama lain mengingat hal ini juga merupakan salah satu topik bahasan yang tidak ada habisnya dibahas. Kalau anda punya pendapat comments aja. Oke! Gusti mberkati..

__________________

apakah kebenaran itu?

israel_jeha's picture

Kurang Tepat..atau tidak biasa menganalisa......

                            Jemaat zaman sekarang sudah terbiasa mendengar kotbah pengkotbahnya tanpa memeriksa,menganalisanya(deduktif n induktif)

           Keselamatan di P.L. merupakan gambaran ttg Keselamatan oleh T.Jesus di P.B.. Mari kita bayangkan Keselamatan Israel dari cengkeraman Mesir melalui laut Teberau yg dibelah oleh Allah(gambaran Karunia Allah) masuk tanah perjanjian......Ueenak..jalan tol....apa ada krisis n berbagai konflik ? N apa semua orang2 Israel menikmati berkat Tanah Perjanjian ?    

             Apa yg kita dapatkan informasinya  dr Alkitab ? Apa semua orang menikmati Kanaan? Siapa saja yg memasukinya ? dan dimana Orang2 Israel yg berbarengan dgn Kaleb & Joshua ? Mengapa ada cerita seperti ini ?

           Benar ! kita menerima keselamatan gratissss,Karunia Allah... tidak melalui usaha2 manusia....! Dihadapan manusia ada 2 jalan --->LEBAR n SEMPIT mana kau pilih ? R.Kudus menolong ...memimpin tp manusia yg sudah diselamatkan masih tetap dihargai Tuhan untuk memilih sesuai kehendak Tuhan atau kembali mendurhakainya/melawannya.....keluar dr jalur keselamatan ! Itu sebuah pilihan ! Atau dessrei punya pendapat SEKALI SELAMAT !WALAU SAYA BEJAAAAT tetap selamat ! Karena berpatokan ini Kasih Karunia pemberian Allah tidak bisa Hilang....coba dikaji kembali,analisa alkitab lagi! Ada tulisan ,pd ujian Pendeta dr denominasi yg percaya Keselamatan Tidak bisa hilang.waktu ujian...dia jawab sebuah pertanyaan bisa/tidak hilangnya keselamatan....dia jawab bisa N LULUS ! SAYA kaget juga...Koq Bisa Yah ber arti ada kemajuan.........man tulisan tsb di mana saya lupa.

 

.

dessrei's picture

kontras sekali

Benar sekali untuk memiliki keyakinan yang benar kita perlu melakukan analisa yang teliti dalam kehidupan ini. Saya percaya juga bahwa Allah Roh Kudus selalu menyertai dan menuntun orang percaya untuk seturut rencana dan kehendak-Nya. Bukan sekali selamat walaupun bejat, ini konsep yang menyesatkan. Ketika kita tahu karena keberdosaan manusia kita selayaknya di hukum ternyata kita telah digantikan-Nya dan kita di lepaskan dari hukuman itu (Rom. 3:24) pastinya kita akan bersyukur dan menjaga hidup kita. Ketika kita menyadari bahwa kita sudah ditebus dengan pengorbanan-Nya, maka kita akan menghargai penebusan itu melalui hidup kita. Keyakinan yang benar tentang keselamatan akan membawa dan menghasilkan kerendahan hati yang tulus, memimpin kepada ketekunan dalam kesucian, mengevaluasi dengan jujur dan merindukan untuk semakin memiliki persekutuan yang intim dengan Allah. Jadi kontras sekali dengan pendapat anda sekali selamat walaupun bejat.

__________________

apakah kebenaran itu?

whoislikegod's picture

Israel, bagikan

Israel bagikan apa yang Anda punya.. Jadikan berkat di SS..

·siapa seperti Allah?·

__________________

·siapa seperti Allah?·

israel_jeha's picture

dessrei,benar whoislikegod atas sarannya,buat blog lagi.......

               Saran whoislikegod pd. dessrei untuk buat blog baru n menyatakan opini anda adalah saran yg baik,dengan demikian akan terbaca jelas ! Posisi anda

                Saran saya yg lain adalah anda kurang teliti membaca koment  saya......SEKALI SELAMAT ! WALAU BEJAT....tetap selamat. Pernyataan anda tentang kontras ,dengan hal apa dibandingkannya?

                 Tentang keselamatan yg didapat berdasarkan Karunia Allah bukan perbuatan baik manusia, n biasa dikenal dgn sebutan pahala,bukan.....nah ini yg saya katakan modal awal yg harus dijaga dgn kekudusan ,ketaatan dsb,memang pd akhirnya kita didapati tidak sempurna ! Itulah sebabnya kita menantikan PEMBENARAN.

         Yang tidak kurang pentingnya harus diperhatikan adalah Matius 7 : 23----> ada yg ditolak T.Jesus, mengapa ! Selamat menggali F.T. dengan teliti.....  Masalah soteriologi(keselamatan) penting penghayatan pribadi....n itu bisa terbaca tatkala seseorang memasuki Kehidupan Baru dgn karakter baru yaitu Karakter Kristus.....selamat.....

whoislikegod's picture

Israel, kok ga dari awal?

Saran saya kepada Dessrei sebenarnya adalah untuk menghindari kesalahan tafsir termasuk dari Anda. hal yang abu-abu emang sangat mudah untuk diputar2. Anda komentar panjang lebarpun sangat mudah 'dimentahkan' jika sesuatunya belum jelas.

·siapa seperti Allah?·

__________________

·siapa seperti Allah?·

y.lo's picture

tambahan aza

wah panjang sekali komentar yang ada  ^^

soal kalimat israel(halo salam kenal)

mungkin aku salah nich,kalimat "sekali selamat,walau saya bejat tetap selamat",menurutku,"SELAMAT"sekali lagi ini menurut saya(kalau salah,mohon petunjuknya),di 1 korintus 5 : 5 "orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada iblis,sehingga binasa tubuhnya,agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.",kalau baca dari awal,dosa bejatnya percabulan.

trus di 1 korintus 3 : 10 - 17,penekanannya di ayat 13-15,tentang hasil kerja anak2 Allah,ada yang membangunnya diatas kayu,jerami,permata dll.kalau oarang itu,memang sudah diselamatkan,terus tidak mau mendengan suara Roh kudus yang ada dalam dia,ya inilah hasilnya.bisa seperti di 1 korintus 5 : 5,tubuhnya binasa oleh iblis,namun rohnya diselamatkan,or hasil pekerjaannya hangus terbakar.kalau bisa jangan jadi orang seperti itu ya teman2.

btw,ini cuma pendapat saya.saya siap menerima masukan,karena masih dalam tahap belajar.mohon bimbingannya.makasi.GBU all

 

bersukacitalah senantiasa

__________________

bersukacitalah senantiasa

israel_jeha's picture

Keselamatan=memiliki HIDUP KEKAL,Jangan sampai hilang!!!!

     whoislikegod ! tq buat saran2 anda,dr awal sebenarnnya sudah terlihat jalan pikiran dessrei ttg Bisa hilang gak keselamatan? Baca komentnya dessrei sendiri (sola fide)

      y.lo ! salam kenal juga ,Menghayati KESELAMATAN butuh waktu lama dengan terus belajar Alkitab,pendapat2 Teolog ,belum lagi Pemimpin jemaat tertentu yg tidak pernah menjelaskan Pokok 2 Ajaran Alkitab terutama ttg KESELAMATAN ,MENYEBABKAN PENGERTIAN TTG KESELAMATAN JD AWUT2AN.

      y.lo ,koment anda ttg keselamatan tdk bisa hilang dgn memakai ayat2 dr 1kor ,lih koment diatas,menurut saya itu surat Paulus yg menegur jemaat korintus yg amoral ! N teguran2 tsb dimaksudkan : setelah dikembalikan kehabitat iblis(Kesakitan jasmani)bertobat n tetap selamat ! BEJAT yg sy maksud,hidup mau2nya sendiri n melalaikan Standar Firman Tuhan.........

dessrei's picture

masalah status, kita

masalah status, kita merupakan orang-orang berdosa yang tidak lagi hidup dalam kubangan dosa karena kita sudah di tebus menjadi anak-Nya. Paulus sendiri sering menyebut  jemaatnya "sebagai orang-orang kudus" (bnd.  Fil. 1:1; Kol. 1:2) walaupun mereka orang berdosa. Di nilai dari status kita adalah orang-orang yang dimerdekakan dari perhambaan dosa. Jadi keselamatan kita terjadi atas inisiatif  Allah, anugerah keselamatan Allah itu mengefektifkan apa yang Allah kehendaki atas diri seseorang, sehingga apa Allah kehendaki itu terlaksana dengan efektif. Orang yang sudah diselamatkan tidak akan memiliki keyakinan yang keliru yang akan menghasilkan kesombongan rohani, memimpin pada hidup yang sembarangan dan ogah-ogahan terhadap persekutuan dengan Allah. Tetapi sebaliknya hidupnya akan dipimpin oleh Roh Kudus untuk lebih mengerti rencana dan kehendak-Nya di dalam hidupnya. Gusti mberkati.. 

__________________

apakah kebenaran itu?

Kiem's picture

Keselamatan bisa hilang kalau tidak dipelihara

Keselamatan bisa hilang.

Saya mengangkat kembali komentarnya Kabar sukacita dari atas :

(Mazmur 69:29) Biarlah mereka dihapuskan dari kitab kehidupan, janganlah mereka tercatat bersama-sama dengan orang-orang yang benar!

 Ayat 26 dari Mazmur 69 ini sudah dikutip untuk menunjukkan hilangnya kerasulan sekaligus hilangnya keselamatan Yudas.

dalam Kisah Para Rasul 1

1:17 Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini."
1:18 -- Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
1:19 Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah --.
1:20 "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain.

(Revelation 3:5) Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

Jadi ada istilah nama dihapus dari kitab kehidupan, dimana nama in i sempat dicatat sejak kita bertobat atau lahir baru.

Sesudah bertobat (sesudah selamat), harus berjuang terus, sebab iblis tidak tinggal diam, selalu mengintai seperti singa yang mengaum-aum.

Filipi 2

2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Pada kenyataannya sudah berapa banyak anak-anak Tuhan, yang tadinya bertobat, tetapi kembali ke kubangan, bahkan lebih jahat lagi.

II Petrus  2
2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

Kalau sudah seperti ini, bagaimana kita masih bisa mengatakan bahwa keselamatannya tidak hilang?

Jangan lengah, setelah lahir baru, belajarlah terus.

Memang masih ada kesempatan untuk bertobat kembali, tetapi SULIT.

Kalau Yudas tetap mengeraskan hati dan tidak bertobat, bagaimana kita ini ?? apakah kita lebih hebat dari Yudas???, sementara Yudas ini adalah murid langsung dari Yesus, yang sudah berguru langsung dari sumber Firman, lalu kita siapa guru kita?.

Tuhan Yesus memberkati

Risdo M S's picture

Berarti...

Jadi mnurut pak Kiem, manusia menambahkan usaha donk agar bisa selamat... kok itu seperti bertentangan dengan aksioma Kristen bahwa keselamatan hanya karena anugerah?

Eirene Humin.

__________________

Eirene Humin.

Kiem's picture

@ Risdo M S, bukan, yang saya uraikan, pasca keselamatan

Yth. Risdo,

Bukan bertentangan, karena yang saya uraikan itu adalah tidakan pasca keselamatan.

Anugerah disini adalah kita tidak tahu kenapa kita menjadi pengikut Kristus (sampai bertobat) sedangkan orang lain tidak, itu adalah anugerah, yang disebut oleh Kabar sukacita sebagai Rahasia Allah. Sekali lagi, Anugerah itu adalah sampai masuk keselamatan itu sendiri.

Tuhan Yesus memberkati

Risdo M S's picture

Tapi klo itu bisa hilang..

Ytk Pak Kiem

Tapi kalo keselamatan itu bisa hilang, bukankah anugerah yang pak Kiem maksud tadi jadi tidak berlaku?

Lebih parah lagi... jadinya anugerah itu bersyarat donk? Syaratnya harus tetap dijaga sampai akhir... kalau begitu salah donk kita berkata: bahwa kita menerima anugerah yang tak bersyarat dari Tuhan?

Eirene Humin.

__________________

Eirene Humin.

Kiem's picture

@ Risdo M S, kita lihat saja contoh dalam alkitab

Yth. Risdo M S

Risdo M S menulis :

Tapi kalo keselamatan itu bisa hilang, bukankah anugerah yang pak Kiem maksud tadi jadi tidak berlaku?

Kiem menjawab :

Kita membahas berdasarkan arti kata :

Kamus : Anugerah = pemberian (dari atasan ke bawahan) = Karunia (dari Tuhan). Jika seorang ayah memberikan pemberian kepada anaknya, artinya tanpa bayaran. Sama saja dengan orang tua yang memberi warisan, ataupun talenta kepada anaknya, tentu bisa juga hilang.

Contohnya dalam alkitab : Rasul Yudas, Nabi Bileam, bahkan mungkin Raja Salomo (kalau dibaca kisahnya, mungkin hilang juga keselamatannya). 

Risdo M S menulis :

Lebih parah lagi... jadinya anugerah itu bersyarat donk? Syaratnya harus tetap dijaga sampai akhir... kalau begitu salah donk kita berkata: bahwa kita menerima anugerah yang tak bersyarat dari Tuhan?

Kiem menjawab :

Kurang tepat kalau dikatakan bersyarat (kalau bersyarat, berarti tidak gratis), tetapi lebih tepat harus dipelihara.

Tuhan Yesus memberkati

Risdo M S's picture

Nah lebih seru

Marilah kita kembali ke konteks aslinya Pak Kiem (boleh donk sekalian buka situs Sabda Alkitab disinidan disini). Kasih karunia/anugerah itu memakai kata charis dan juga dorea. Keduanya memiliki satu kesamaan yaitu diberikan semata-mata karena belas kasihan. Benar kata Pak Kiem, itu diberikan oleh yang lebih berdaulat. Namun jelas tanpa syarat.

Bukankah menjadi bersyarat kalau itu akhirnya diberi pada yang bisa bertahan saja (kan hadiah-nyata keselamatannya baru kita alami di hari akhir toh?). Toh Tuhan juga sudah tahu siapa yang akan bertahan sampai akhir. Bukankah ini juga berarti anugerah itu diberikan dengan syarat, pra-pengetahuan Tuhan akan orang-orang yang nanti bertahan. Ringkasnya seperti Tuhan ngomong: Aku beri keselamatan ini padamu, karena aku tahu kamu nanti bertahan? Jadi bukan lagi semata-mata anugerah.

Lagipula memangnya Rasul Yudas dan Nabi Bileam ditetapkan selamat? Posisi Kerasulan Yudas digantikan itu juga adalah penetapan Tuhan sebelumnya, makanya dikatakan itu menggenapi nubuatan. Jadi sejak awal sudah ditetapkan Yudas akan didepak dari posisi kerasulannya.

Bgm menurut Pak Kiem?

Eirene Humin.

__________________

Eirene Humin.

Kiem's picture

@ Risdo M S, Pengertian "keselamatan" masih berbeda

Yth. Risdo M S

Risdo M S menulis :

Keduanya memiliki satu kesamaan yaitu diberikan semata-mata karena belas kasihan. Benar kata Pak Kiem, itu diberikan oleh yang lebih berdaulat. Namun jelas tanpa syarat.

Bukankah menjadi bersyarat kalau itu akhirnya diberi pada yang bisa bertahan saja (

kan hadiah-nyata keselamatannya baru kita alami di hari akhir toh?)

. Toh

Tuhan juga sudah tahu siapa yang akan bertahan sampai akhir

. Bukankah ini juga berarti anugerah itu diberikan dengan syarat, pra-pengetahuan Tuhan akan orang-orang yang nanti bertahan. Ringkasnya seperti Tuhan ngomong: Aku beri keselamatan ini padamu, karena aku tahu kamu nanti bertahan? Jadi bukan lagi semata-mata anugerah.

Lagipula memangnya Rasul Yudas dan Nabi Bileam ditetapkan selamat? Posisi Kerasulan Yudas digantikan itu juga adalah penetapan Tuhan sebelumnya, makanya dikatakan itu menggenapi nubuatan. Jadi sejak awal sudah ditetapkan Yudas akan didepak dari posisi kerasulannya.

Bgm menurut Pak Kiem?

Kiem menjawab :

Dari komentar ini, berarti pengertian Risdo M S mengenai arti keselamatan masih berbeda.

Keselamatan yang kita peroleh itu, yang kita sebut anugerah (Charis) itu adalah keselamatan yang kita terima pada saat bertobat (lahir baru), bukan yang kita alami di hari akhir.

Sedangkan untuk bertahan sampai hari akhir, harus kita pertahankan.

Tidak ada orang yang ditetapkan selamat sejak semula, tidak ada yang sudah ditetapkan "pasti bertahan" seperrti tulisan merah diatas. Semua itu diberi kebebasan. Seperti telah saya katakan, Kalau Tuhan itu diktator menunjuk seseorang selamat, iblis akan protes dan mengatakan bahwa Tuhan Tidak adil, sebab kepada iblis dibiarkan sampai tiba waktunya. Bahkan ketika Yesus dicobai di padang gurun, dikatakan bahwa kekayaan dunia ini adalah milik iblis.

Sebelum tiba waktunya, Tuhan tidak berhak melarang manusia memilih harta dunia dengan cara menyembah iblis, karena jika demikian, Tuhan Tidak adil jadinya.

Judas, Bileam bukan ditetapkan selamat, tetapi sudah sempat selamat (kembali pada pengertian selamat diatas), namun gagal mempertahankan.

Inilah yang dimaksud dalam ayat yang sudah saya kutip dalam komentar sebelumnya "tetaplah kerjakan keselamatanmu", agar tidak gagal.

Sekali lagi, keselamatan itu bukan hanya yang kita alami di akhir, tetapi sudah kita terima sejak kita bertobat dan dibaptis. Sesudah itu masih ada yang "Drop Out".

Semoga bisa memuaskan, Tuhan Yesus memberkati 

Risdo M S's picture

Ya emg beda.

Dalam pengertian Pak Kiem sebenarnya Tuhan ingin menyelamatkan semua orang, tapi:

1. Tidak semua orang 'mau' menerima anugerah itu.

2. Tidak semua orang 'mau terus' ada dalam anugerah itu.

Begitu kan?

Jadi perihal keselamatan manusia, itu semata-mata karena pilihannya, bukan kedaulatan Tuhan. Hmm... siapa donk Tuhannya kalau begini?

Pemilihan Tuhan atas orang yang diselamatkan itu sudah ada sejak  semula Pak Kiem. Bahkan kalau kita  'mau'  beriman dan 'mau terus beriman' bukan karena kemauan kita. Siapakah manusia hingga dia bisa menentukan yang baik untuk dirinya.

Ayat berikut (Roma 8:28-30) jelas sekali menegaskan kedaulatan Allah dalam menetapkan keselamatan dan panggilan kita.

8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
8:29    Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
8:30    Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Jadi kata-kata anda:

Tidak ada orang yang ditetapkan selamat sejak semula, tidak ada yang sudah ditetapkan "pasti bertahan" .....

Jelas bertentangan dengan ayat diatas.

Eirene Humin.

__________________

Eirene Humin.

Kiem's picture

@ Risdo M S,

Yth. Risdo MS

Risdo MS berkomentar :

Pemilihan Tuhan atas orang yang diselamatkan itu sudah ada sejak  semula Pak Kiem. Bahkan kalau kita  'mau'  beriman dan 'mau terus beriman' bukan karena kemauan kita. Siapakah manusia hingga dia bisa menentukan yang baik untuk dirinya.

Ayat berikut (Roma 8:28-30) jelas sekali menegaskan kedaulatan Allah dalam menetapkan keselamatan dan panggilan kita.

8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
8:29    Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
8:30    Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Jadi kata-kata anda:

Tidak ada orang yang ditetapkan selamat sejak semula, tidak ada yang sudah ditetapkan "pasti bertahan" .....

Jelas bertentangan dengan ayat diatas.

Kiem menjawab :

Perkataan yang menjadi permasalahan adalah dipilih sejak semula. Dari bahasa Batak diterjemahkan adalah yang dikenal sejak semula.

Saya mencoba dalam KJV sebagai berikut :

Rome 8

8:28 And we know that all things work together for good to them that love God, to them who are the called according to his purpose.
8:29 For whom he did foreknow, he also did predestinate to be conformed to the image of his Son, that he might be the firstborn among many brethren.
8:30 Moreover whom he did predestinate, them he also called: and whom he called, them he also justified: and whom he justified, them he also glorified.

Jadi kalau terjemahan ini yang kita pakai, sehingga tidak bertentangan lagi.

Semoga komentar saya dapat menjawab Pak Risdo.

Tuhan Yesus memberkati
 

Risdo M S's picture

Anda salah menafsir Pak Kiem

Yang jadi bantahan untuk pendapat anda yang bilang 'tidak ada orang yang ditetapkan selamat sejak semula' adalah seluruh ayat itu, bukan cuma pada bagian yang di pilih...

Tapi baik sekali Pak Kiem mulai dengan studi bbrp versi Alkitab. Maaf ya Bibel saya tertinggal dirumah jadi ga bisa lihat versi Batak Toba-nya, hehe.

Saya kira kalimat ayat-ayat sudah jelas:

Ada orang-orang yang diketahui/dikenali sejak awal sebelum segala sesuatu (Yunani, proginosko.. inilah yang saya sbut dulu pra-pengetahuan Tuhan). mereka inilah yang ditetapkan /dipredestinasikan (Yunani, proorizo ditentukan sejak awal), mereka juga yang dipanggil, dibenarkan dan dimuliakan... itulah orang yang kita sebut diselamatkan, bukan?

Saya kira kesalahan fatal saat pak Kiem tidak mengakui bahwa keselamatan kita sejak awal telah ditentukan Tuhan. Bahkan Pak Kiem selaku orang yang ber-Lembaga Gereja di denominasi Pentakosta pasti pernah mengakui hal ini saat menyanyikan:

"Kau (Tuhan) telah memilihku sebelum dunia dibentuk...." Lagu Nikita, hehe

Eirene Humin.

__________________

Eirene Humin.

Kiem's picture

@ Risdo, kalau demikian, ada pemahaman lain, ini saya sampaikan

Yth. Risdo.

Risdo menulis :

Yang jadi bantahan untuk pendapat anda yang bilang 'tidak ada orang yang ditetapkan selamat sejak semula' adalah seluruh ayat itu, bukan cuma pada bagian yang di pilih...

Tapi baik sekali Pak Kiem mulai dengan studi bbrp versi Alkitab. Maaf ya Bibel saya tertinggal dirumah jadi ga bisa lihat versi Batak Toba-nya, hehe.

Saya kira kalimat ayat-ayat sudah jelas:

Ada orang-orang yang diketahui/dikenali sejak awal sebelum segala sesuatu (Yunani, proginosko.. inilah yang saya sbut dulu pra-pengetahuan Tuhan). mereka inilah yang ditetapkan /dipredestinasikan (Yunani, proorizo ditentukan sejak awal), mereka juga yang dipanggil, dibenarkan dan dimuliakan... itulah orang yang kita sebut diselamatkan, bukan?

Saya kira kesalahan fatal saat pak Kiem tidak mengakui bahwa keselamatan kita sejak awal telah ditentukan Tuhan. Bahkan Pak Kiem selaku orang yang ber-Lembaga Gereja di denominasi Pentakosta pasti pernah mengakui hal ini saat menyanyikan:

"Kau (Tuhan) telah memilihku sebelum dunia dibentuk...." Lagu Nikita, hehe

Kiem menjawab :

Kalau seperti itu pengertiannya, nanti akan muncul permasalahan, yaitu :

1. Seolah-olah Kristen mengakui adanya takdir.

2. Seolah-olah tidak ada gunanya menginjil, toh sudah ditetapkan sebelumnya.

3. Seolah-olah tidak ada gunanya rajin beribadah (bagi orang yang masih tahap mencoba-coba dan bagi orang yang belum Kristen, atau belum bertobat.

Jadi begini saja, ada dua kemungkinan maksud ayat itu, agar tidak bertentangan :

1. Yang dipilih itu, mungkin maksudnya adalah Manusia (dari antara semua makluk), karena hanya kepada manusialah Tuhan memberikan Roh (nafas hidup).

2. Yang dipilih sejak semula adalah Adam (dari antara semua manusia yang sudah ada pada saat itu), kalau Risdo sudah mengetahui teori bahwa manusia pertama bukan Adam. (teori ini tidak salah dan Alkitabiah, tetapi sensitif  bagi jemaat banyak, karena bisa merusak pengertian semula bahwa manusia pertama adalah Adam) karena kepada Adamlah diberikan roh (nafas hidup) di Taman Eden.

Semoga jawaban ini bisa menolong.

Tuhan Yesus memberkati

 

Risdo M S's picture

@Kiem: Berarti setuju

Sebelum saya tanggapi argumen AB Kiem, smpai disini ternyata AB Kiem setuju kalau ayat itu bicara soal pemilihan sejak awal? Atau setidaknya mengakui kalau argumen dan penafsiran sebelumnya yg AB lakukan untuk ayat ini patah? Hehe. Itulah yang saya tangkap dari pergeseran argumen ini. Benar kah?

Kalau benar begitu, saya akan menjawab argumen AB Kiem yg baru ini:

1. Sangat tidak mungkin ayat itu berarti semua manusia. Lihat saja ayat sebelumnya:

27  Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

28  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Apakah semua manusia disebut orang kudus? Apakah semua manusia disebut mengasihi Allah? Jelas tidak.

 

2. Hoho.. ini lagi merupakan penafsiran terlalu berani AB Kiem..

Saya pernah dengar teori itu, harusnya AB Kiem sadar, kalau dalam bahasa Ibrani kata Adam/Ha Adam itu artinya manusia/sang manusia. Hehe.. maaf kalau saya harus ingatkan. Penafsiran bahasa asli Alkitab dibutuhkan, selain juga kesinambungan dengan ayat-ayat alkitab lain, hehe

Alasan AB Kiem soal takdir, gairah penginjilan, dan ketekunan beribadah sebenarnya argumen usang kaum yang meyakini Kehendak Bebas secara eksterm. Ada baiknya AB Kiem baca argumen yg membahasnya.

Sekedar memberi contoh John Calvin,  George Whitefield, Jonathan Edward, bahkan Pak Stephen Tong adalah tokoh-tokoh yang meyakini doktrin pemilihan sejak awal (belum lagi banyak contoh-contoh Bapa Gereja seperti Agustinus, Thomas Aquinas, Polykarpus, dll). Itu saja sudah memberi kesaksian kalau kekhwatiran AB Kiem tadi tidak terbukti. hehe. mereka adalah contoh orang2 yg giat dalam penginjilan, pengajaran maupun ibadah gerejawi/sehari-hari.

Justru setelah Calvin menegaskan teologinya, Orang Eropa malah lebih giat bekerja dan mendapat banyak pencerahan. hehe

Eirene Humin.

__________________

Eirene Humin.

Kiem's picture

@ Tl. Risdo, Tidak seperrti itu

Yth. Risdo MS

Risdo menulis :

Sebelum saya tanggapi argumen AB Kiem, smpai disini ternyata AB Kiem setuju kalau ayat itu bicara soal pemilihan sejak awal? Atau setidaknya mengakui kalau argumen dan penafsiran sebelumnya yg AB lakukan untuk ayat ini patah? Hehe. Itulah yang saya tangkap dari pergeseran argumen ini. Benar kah?

Kiem menjawab :

Tidak seperti itu, sejak awal, saya sudah tidak setuju mengenai hal itu. Kalaupun seolah-olah saya patah dalam mempertahankan argumen itu, adalah karena ayat 29-30 seolah-olah mengakui adanya takdir (predestinasi)., Jelas tidak.

Kalaupun ada tokoh-tokoh yang anda sebutkan, yaitu John Calvin,  George Whitefield, Jonathan Edward, bahkan Pak Stephen Tong (dalam hal ini termasuk anda sendiri) dengan cara MEMENGGAL KEDUA AYAT ITU, lalu membuat teori predestinasi, itu saya katakan KESALAHAN DALAM PENGERTIAN ALKITAB.

Itulah sebabnya, dari awal saya mengikuti anda, kemana anda arahkan, saya mengikuti, maksud saya adalah untuk memperjelas arah kekristenan anda kemana,

Mengenai ayat 29-30 dari Roma 8 tadi, saya tidak mau memisahkan satu perikop, Roma 8 : 18 - 30 adalah mengenai DOA PENYEMBAHAN, itulah aliran Roh Kudus (pantekosta), anda tidak akan menemukan kata-kata "Penyembaha disitu", tetapi perikop itu menjelaskan peranan Roh Kudus yang bekerja dalam Doa penyembahan (menyembah dalam roh dan kebenaran).

Kalau seperti cara anda mempelajari alkitab, berani memenggal kedua ayat itu dan memisahkan dengan ayat lain dalam satu perikop, maka, akan pusing belajar alkitab, maka akan terbentur dengan banyak teori yang bertentangan antara ayat satu dengan lainnya.

Jika seperti anda yang mengatakan bahwa  Judas, Bileam, Saul, dll, yaitu orang-orang yang GAGAL MEMPERTAHANKAN KESELAMATANNYA, jika semuanya itu dikatakan sudah ditentukan sejak semula, (diprogram oleh Tuhan), maka benarlah yang dikatakan orang di SS ini bahwa "Tuhan itu tidak adil".

Sikap saya dalam mengikut Tuhan, harus tegas dalam pendirian.

Risdo MS menulis :

Apakah semua manusia disebut orang kudus? Apakah semua manusia disebut mengasihi Allah?

Kiem menjawab :

Akan terjawab jika ayat 18 -30 tidak terpisahkan, maka yang mengasihi Dia adalah yang bertobat, dibabtis (benar baptisannya) dan penuh Roh Kudus, itulah yang dikuduskan untuk dimuliakan.

Risdo MS menulis :

Hoho.. ini lagi merupakan penafsiran (???)  terlalu berani AB Kiem..

Saya pernah dengar teori itu, harusnya AB Kiem sadar, kalau dalam bahasa Ibrani kata Adam/Ha Adam itu artinya manusia/sang manusia. Hehe.. maaf kalau saya harus ingatkan. Penafsiran bahasa asli Alkitab dibutuhkan, selain juga kesinambungan dengan ayat-ayat alkitab lain, hehe

Kiem menjawab :

Jangan katakan terlalu berani, teori bahwa  bukan Adam manusia pertama, itu benar (hanya seperti sudah saya katakan bahwa hal ini sensitif, karena sudah lebih banyak yang mengatakan bahwa Adam lah manusia pertama). Teori ini tidak terlalu penting untuk diluruskan. Teori ini cukup digunakan untuk menginjili para ahli Fisika, Kimia, antropolog, yang membuktikan bahwa teori mereka tidak bertentangan dengan Alkitab. Pembahasan mengenai ini lebih baik terpisah dari ini.

  • Anda pernah dengar Fosil manusia berumur jutaan tahun??, padahal Adam  baru berumur 6000 tahunan sampai sekarang. Kalau anda mengatakan itu salah, maka anda akan berhadapan dengan Antropolog, orang kimia dan orang Fisika nuklir.
  • Tahun berapa gunung meletus sampai terbentuk danau toba?
  • Kain dan Habil menikah dengan siapa??
  • Siapa yang ditakuti kain? ketika dia mengatakan dalam kejadian 4:14 Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku.", kalau menurut pengertian umum, bahwa manusia waktu itu tinggal Adam, Hawa dan Kain sendiri.
  • Manusia diciptakan laki-laki dan perempuan, dan ini sebelum Adam masuk ke Taman Eden. Pengertian umum, Adam diciptakan sendiri di taman Eden baru menyusul Hawa dari tulang rusuknya:
  • Kejadian  1 : 27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
     

Risdo menulis :

Alasan AB Kiem soal takdir, gairah penginjilan, dan ketekunan beribadah sebenarnya argumen usang kaum yang meyakini Kehendak Bebas secara eksterm. Ada baiknya AB Kiem baca argumen yg membahasnya.

Sekedar memberi contoh John Calvin,  George Whitefield, Jonathan Edward, bahkan Pak Stephen Tong adalah tokoh-tokoh yang meyakini doktrin pemilihan sejak awal (belum lagi banyak contoh-contoh Bapa Gereja seperti Agustinus, Thomas Aquinas, Polykarpus, dll). Itu saja sudah memberi kesaksian kalau kekhwatiran AB Kiem tadi tidak terbukti. hehe. mereka adalah contoh orang2 yg giat dalam penginjilan, pengajaran maupun ibadah gerejawi/sehari-hari.

Justru setelah Calvin menegaskan teologinya, Orang Eropa malah lebih giat bekerja dan mendapat banyak pencerahan. hehe

Kiem menjawab :

Inilah permasalahan itu, yang sudah saya jawab diatas, yaitu menciptakan teori, dengan memisahkan satu ayat dari ayat lain dalam satu perikop.

Berarti, para tokoh ini mempunyai teori tidak perlu menginjil? lalu bagaimana amanat agung?, lalu kelompok ini disebut kelompok apa??, predestinasi??

Tuhan Yesus memberkati

Kiem's picture

@ Risdo MS, ada contoh pendapat steven Tong yg beda dg anda

Sebagai tambahan pada komentara saya diatas, Ini saya sampaikan kutipan dari kotbah Steven Tong  DISINI. Kutipan ini menunjukkan bahwa saya meragukan pernyataan anda yang mengatakan bahwa Pdt. Steven Tong mengakui Predestinasi, karena prinsip mendahulukan iman diatas doktrin sangat berbeda dengan aliran predestinasi

Tuhan Yesus memberkati

 

Risdo M S's picture

@AB Kiem gak pernah dengar langsung khotbahnya ya?

Jangan ngutip dari kutipan orang donk Amang boru...

Kajian Pak Tong disitu adalah kritik terhadap sikap kalangan reform yang cenderung kaku dan tidak dinamis menerapkan imannya. Gak ada hubungan langsung dengan pembahasan kita ini,

Eirene Humin.

__________________

Eirene Humin.

Risdo M S's picture

@AB Kiem sorry kelamaan

AB Kiem bilang:

Tidak seperti itu, sejak awal, saya sudah tidak setuju mengenai hal itu. Kalaupun seolah-olah saya patah dalam mempertahankan argumen itu, adalah karena ayat 29-30 seolah-olah mengakui adanya takdir (predestinasi)., Jelas tidak.

Nah.. buktikan donk ke jelasan tidak Ab Kiem, AB Kiem sendiri sempat ragu dengan tafsiran awal yang AB kiem buat, karena pernah berkata begini:

Jadi begini saja, ada dua kemungkinan maksud ayat itu, agar tidak bertentangan :

Jadi ada pergeseran argumentasi toh? Sehingga AB Kiem mengganti pendapat/tafsiran?

------

Pendapat AB Kiem berikutnya:

Mengenai ayat 29-30 dari Roma 8 tadi, saya tidak mau memisahkan satu perikop, Roma 8 : 18 - 30 adalah mengenai DOA PENYEMBAHAN, itulah aliran Roh Kudus (pantekosta), anda tidak akan menemukan kata-kata "Penyembaha disitu", tetapi perikop itu menjelaskan peranan Roh Kudus yang bekerja dalam Doa penyembahan (menyembah dalam roh dan kebenaran).

Kalau seperti cara anda mempelajari alkitab, berani memenggal kedua ayat itu dan memisahkan dengan ayat lain dalam satu perikop, maka, akan pusing belajar alkitab, maka akan terbentur dengan banyak teori yang bertentangan antara ayat satu dengan lainnya.

Nah sekarang siapa yang memisahkan? Satu perikop itu bicara secara umum tentang pengharapan kita sebagai anak-anak Allah. Doa penyembahan dalam arti 'bantuan' Roh Kudus dalam kelemahan kita saat berdoa adalah bagian dari pengharapan itu. Tapi perikop itu tidak melulu bicara soal doa penyembahan dalam Roh seperti yang Ab kiem maksudkan.

Kira-kira beginilah alurnya kalau kita membatasi pada perikop itu (tidak harus begitu juga bahkan, toh pembagian ayat Alkitab baru ada beberpa waktu kemudian):

Kita harus tetap tekun dalam penderitaan karena ada kemuliaan yang Tuhan janjikan, saat ini semua makhluk sedang menantikannya, itulah pengharapan kita. Selain itu Allah juga mengaruniakan Roh-Nya untuk membantu kita bertekun dalam doa dan pengharapan itu, bahkan lebih lagi kita akhirnya disadarkan akan anugerah pemilihan kita.

Nah sekarang siapa yang memenggal? Hehe

------

Ab Kiem bilang:

Jangan katakan terlalu berani, teori bahwa  bukan Adam manusia pertama, itu benar (hanya seperti sudah saya katakan bahwa hal ini sensitif, karena sudah lebih banyak yang mengatakan bahwa Adam lah manusia pertama). Teori ini tidak terlalu penting untuk diluruskan. Teori ini cukup digunakan untuk menginjili para ahli Fisika, Kimia, antropolog, yang membuktikan bahwa teori mereka tidak bertentangan dengan Alkitab.

Saya tidak mau komentar dulu soal teori penciptaan (ada tempatnya, saya anak ilmu pasti dan pernah membahas mendalam soal hal itu Ab Kiem). Yang saya katakan terlalu berani adalah menafsirkan 'orang pilihan' dalam Roma 8:19-30 sebagai 'Adam', karena kata 'semua' (Yun 'panta') dtambah bahasa Ibrani Adam=manusia, itu langsung menggugurkan pendapat Ab Kiem. Itulah yang saya sebut terlalu berani. Apalagi Ab Kiem dengan berlagak jago beringsut-ingsut dengan bilang: "ini adalah hal sensitif", beuh.. hehe... terus terang saya membacanya kok jadi agak enek, hehe. Tapi ini toh soal selera, ga apa-apa kalo emang begitu gaya Ab Kiem.

---------------------

Ab Kiem bilang:

Inilah permasalahan itu, yang sudah saya jawab diatas, yaitu menciptakan teori, dengan memisahkan satu ayat dari ayat lain dalam satu perikop.

Doktrin predestinasi itu bukan doktrin yang dicomot dari sembarang ayat Pak Kiem. Ada pembahasan menyeluruh soal itu. Bahkan telah diyakini para Bapa Gereja lewat penggumulan yang panjang.

Bolehlah Ab Kiem membaca banyak buku-buku yang membahasnya. Kalaulah Ab Kiem merasa punya pendapat yang Alkitabiah menentang Tokoh-tokoh gereja itu, saya bisa terima sepanjang berdasar Alkitab. Tapi kenyataannya Ab Kiem malah berpolemik dengan rasa-rasanya.

Sekedar menambah referensi ini ayat Aklitab yang juga menegaskan kepastian keselamatan (kembali ke tema blog ini):

10:25    Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
10:26    tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
10:27    Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
10:28    dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
10:29    Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
10:30    Aku dan Bapa adalah satu."

Yohanes 10:26-30

-------

AB Kiem bilang:

Berarti, para tokoh ini mempunyai teori tidak perlu menginjil? lalu bagaimana amanat agung?, lalu kelompok ini disebut kelompok apa??, predestinasi??

Itu kan kesimpulan AB Kiem sendiri, kenyataannya tokoh-tokoh penganjur doktrin predestinasi, malah sangat giat dalam penginjilan (harus diakui ada juga yang tidak, jadi bukan karena doktrinnya toh?). Dalam pendangan pemilihan Tuhan, penginjilan bukan sekedar dipandang sebagai 'upaya membantu Tuhan' menyelamatkan jiwa. Jadi tidaklah berupa beban. Namun menjadi sarana untuk bersyukur dan memuliakan Tuhan. Itulah gairah yang justru begitu agung dan saya kira lebih murni.

Nah bagaimana Ab Kiem?

Eirene Humin.

__________________

Eirene Humin.

walcott's picture

Menurut q

Kalau menurut q keselamatan itu bisa hilang...

 

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21)

Heru Imam Santoso's picture

Serahkan pada masa penghakiman aja

Kalo aku...gak mau musingin..

Buatku yang penting adalah prinsip ini:

Hidup adalah Kristus

Mati adalah keuntungan.

Bagian kita adalah berusaha semakin serupa dengan Kristus. Sisanya serahkan pada kasih karunia Tuhan.

1.Makin dekat, Tuhan, kepadaMu
walaupun saliblah mengangkatku
inilah laguku Dekat kepadaMu
makin dekat, Tuhan, kepadaMu

2. berbantal batu pun 'ku mau rebah
bagai musafir yang lunglai, lelah
asal di mimpiku dekat kepadaMu
makin dekat, Tuhan, kepadaMu

3. buatlah tanggaMu tampak jelas
dan para malakMu yang bergegas
mengimbau diriku dekat kepdaMu
makin dekat, Tuhan, kepadaMu

4. Batu deritaku 'kan kubentuk
menjadi Betelku, kokoh teguh
jiwaku berseru, dekat kepadaMu
makin dekat, Tuhan, kepadaMu

__________________

To God Be The Glory

krn_anugrah's picture

mnrt saya keselamatan kita

mnrt saya keselamatan kita gak hilang, yg ada hubungan kita dengan Tuhan yg menjadi jauh

 

EVERY DAY IS MIRACLE DAY

__________________

EVERY DAY IS MIRACLE DAY

Filemon Liman Adi Gunawan's picture

Konsep saya

Hai, aku juga belum terlalu mendalami hal ini sih, tapi aku sadar kalau memang ada 2 macam pandangan yaitu yang bisa hilang dan tidak. Tapi disini aku tidak menyalahkan kedua pandangan tersebut, karena kenyataan memang tercatat demikian dalam Alkitab.

Namun aku di sini memiliih untuk percaya bahwa keselamatan itu bisa mati/sia-sia. Di sini aku tidak menggunakan kata "hilang" karena menurutku kurang tepat. Firman Tuhan-pun berkata

2 timotius 15 - 17

"15  Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. 16  Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 17  Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik."

Keselamatan mulai bekerja secara "aktif" dalam diri setiap orang saat orang tersebut mau untuk membiarkan Tuhan hidup dalam hatinya, sama seperti kejadian saat penjahat yang meninggal di sebelah Yesus. Pada satu waktu hidupnya adalah satu tuntunan yang secara manusia kita tidak tahu apa itu, yang membuat dia menjadi "orang pertama" yang masuk surga bersama dengan Yesus. Saat satu orang tidak mau mendengar sedikitpun tentang firman Tuhan maka sama dengan dia menolakNya.

 

Dan lagi, sebenarnya saya agak kurang setuju dengan adanya perdebatan seperti ini, karena menurut saya selama yang kita percayai itu adalah Firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab dan kita terus menjaga intimasi kita dengan Tuhan, maka kita akan beroleh keselamatan. Bukan doktrin yang membuat kita selamat, namun hanya melalui Dia kita bisa diselamatkan.

 

Gbu