Kalimat terakhir yang diucapkan Kristus Yesus di tiang salib, bukanlah "Eloi, Eloi Lama Sabakhtani" melainkan "Sudah selesai." Artinya, Dia hendak mengerjakan hal yang lain. Lho kok 'gitu? Bukannya selesai adalah selesai. Full stop. Titik. Habis. Tamat. The End. Fin. Kenapa masih berlanjut?
Dalam Kejadian diceritakan ketika Allah selesai menciptakan langit dan bumi dan segala isinya, maka Allah berhenti bahkan dikatakan beristirahat. Tapi apakah benar-benar berhenti sama sekali? Tidak, melainkan "Lalu Allah memberkati hari ke tujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Dia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuatNya itu." Jadi Allah tidak benar-benar berhenti, melainkan memberkati dan menguduskan hari atau saat Dia berhenti berkarya.
Dulu saya pernah berasumsi bahwa manusi diberi kebebasan seluas-luasnya untuk berusaha, berupaya, menjadi baik, menjadi buruk, menjadi apapun. Pasti Tuhan tidak akan campur tangan, karena karyanya sudah selesai. Langit, Bumi, Manusia, Alam, semuanya sudah sempurna. Jadi apapun yang terjadi di kolong langit ini baik perang, perdamaian, kesengsaraan adalah murni perbuatan manusia dan alam. Pendapat seperti ini sama seperti pendapat para ahli ekologi, biologi, dan lain-lain yang percaya bahwa seleksi alam mengakibatkan evolusi baik secara fisik maupun psikis.
Tapi setelah membaca dengan seksama Alkitab, ada hal yang baru mengenai kata "selesai" itu. Ternyata, Tuhan tidak pernah benar-benar selesai. Dia terus melakukan pekerjaan, tetapi bukan pekerjaan mencipta lagi melainkan memberkati.
Benarkah begitu? Di dalam alkitab, terutama perjanjian baru, saya selalu menemukan bahwa kata selesai selalu diikuti dengan kalimat yang menyatakan Tuhan melakukan hal yang lain. Bahkan di saat terakhir dituliskan "Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkata Ia: "Sudah Selesai." Lalu Ia menundukkan kepalaNya, dan menyerahkan nyawaNya." Kalimat di belakang kata selesai selalu kalimat aktif. Artinya Tuhan setelah menyatakan selesai akan berbuat hal yang lain. Dari sinilah saya percaya bahwa takdir masih sangat bisa berubah karena Tuhan masih bekerja. Setidaknya masih memberikan berkatNya.
Percayalah, Dia tak tinggalkanmu!