Submitted by unyil on

Dosa Pertama

Pertanyaan Kloter-5

 

Ijinkanlah Unyil bertanya lagi.

 

Roma 5: 12  Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

 

Dosa pertama manusia apakah itu ?

Apakah dosa pertama itu berdusta ?

Apakah dosa pertama itu kesombongan ?

Apakah dosa pertama itu memakan buah pohon “terlarang” di Eden ?

 

Kalau membaca kitab Kejadian, Unyil menyimpulkan bahwa dosa pertama adalah pelanggaran = tidak taat. Melanggar perintah. Melanggar Firman.

 

Tindakan pelanggaran itu diwujudkan dengan melanggar ‘larangan’dan makan buah ‘terlarang’.

 

Bolehkah Unyil mengambil kesimpulan tersebut?

 

Namun apakah sebabnya tidak taat ?

Apakah sebuah dusta ? Atau kesombongan ? Atau kecurangan dagang ?

 

Kalau tidak ada perintah Jangan Berdusta, apakah berdusta akan dianggap dosa ?

Kalau tidak ada perintah Jangan Berdusta, apakah berdusta akan diperhitungkan sebagai dosa ?

Tidak diperhitungkan sebagai pelanggaran / ketidak-taatan ?

Tidak menerima hukuman karena hal tersebut ?

 

Bolehkah Unyil mengambil kesimpulan :

Dosa pertama adalah pelanggaran perintah tidak boleh makan buah pohon pengetahuan. Sehingga manusia pertama yang berdosa adalah manusia pertama yang makan buah pohon pengetahuan ?

 

Ataukah lebih boleh Unyil mengambil kesimpulan:

Dosa pertama adalah dusta atau kesombongan atau kecurangan dagang. Sekalipun belum ada larangan, namun dosa tetap dosa. Tanpa pengetahuan, tanpa larangan, dosa akan dihukum. Manusia yang melakukannya akan dihukum. Sehingga manusia pertama yang berdosa adalah manusia pertama yang berdusta, atau sombong, atau curang ?

 

Ataukah lebih boleh Unyil mengambil kesimpulan :

TUHAN Allah memutuskan dengan hak mutlak, kapan dan bagaimana manusia disebut jatuh dalam dosa.  Sehingga manusia tidak dapat tahu kapan dirinya berdosa, kapan tidak ? Sehingga si Unyil pun akan berhenti bertanya tentang dosa pertama, sebab tak ada manusia yang tahu.

 

Ataukah pada kisah manusia pertama ada banyak banyak banyak hal-hal yang sengaja tidak dicatat, bahasa tertulis manusia tidak sempurna tidak sempurna, sehingga usaha memahaminya adalah gelap gelap ?

 

Ataukah…?

 

Terima kasih telah membaca. Terima kasih terima kasih bila membantu menjawab.