Belum lama saya ngobrol dengan seorang ibu muda yang jadi agen penjualan ticket bus malam, sampai ke persoalan gereja. Ibu ini berkisah, bahwa "ibu" Tika sudah meninggal sekitar sebulan yang lalu. Tika adalah seorang Banci. Saya mengenal almarhum "ibu" Tika di sebuah gereja kharismatik, sekitar tahun 2002.
Wajah ibu Tika ini mirip pemain sinetron Ade Juwita,
yah, seperti seorang dari suku Papua.
Nah, dari obrolan dengan ibu penjual ticket itu saya jadi tahu, bahwa dulunya ibu Tika adalah seorang lelaki tulen, bahkan sudah mempunyai cucu.
Menurut kisahnya, dia dahulu seorang lelaki tulen, mempunyai seorang isteri. Kurang jelas latar belakang masalahnya apa, tetapi si bapak ini pernah mengucapkan sumpah kira-kira begini:
"Aku bersumpah, bahwa jika isteriku suatu saat menyeleweng, maka aku rela menjadi seorang banci ." sumpahnya.
Eh, lha koq kejadian beneran, suatu hari isterinya nyeleweng, benar-benar berselingkuh dengan lelaki lain. Dan tidak lama kemudian, tiba-tiba sang suami berubah perilaku menjadi seorang banci. Bahkan kemudian operasi kelamin berganti kelamin menjadi wanita, lalu mengubah namanya menjadi Tika.
Yang saya tahu, ketika sedang beribadah, dan ketika jemaat sedang menyembah (worship) terkadang ibu Tika ini menjerit (mbeker-mbeker).
Hikmat yang saya terima sebagai berikut.
Bahwa setiap saat, di sekitar kita memang ada terdapat banyak saksi, diantaranya adalah iblis dan roh-roh jahatnya. Ketika lelaki itu mengucapkan sumpah: "Aku bersumpah, bahwa jika isteriku suatu saat menyeleweng, maka aku rela menjadi seorang banci" maka ucapan tersebut "dicatat" baik-baik oleh iblis sebagai bahan bagi dia untuk melakukan sesuatu, jika suatu saat sang isteri dari lelaki tersebut menyeleweng.
Lalu ketika isteri dari lelaki itu benar-benar berselingkuh, maka "secara hukum" iblis akan merasa sah-sah saja untuk mengacaukan jenis kelamin si bapak, dengan memberinya roh tertentu yang memberikan sifat perempuan kepada si bapak, sesuai sumpah yang pernah diucapkan, maka jadilah ia seorang banci.
Sumpah - seperti ajaran Yesus - ternyata memang benar-benar dapat mengingkat seseorang, oleh sebab itu Yesus mengajarkan agar kita jangan bersumpah, tetapi katakan "YA" jika memang "YA" dan katakan "TIDAK" jika memang "tidak".
Memang Yesus adalah Gembala yang baik.
Shalom.