Submitted by clara_anita on

"Dulu aku mimpi digigit ular kuning yang ndut, eh ternyata aku dapet pacar yang ndut and kulitnya putih," demikian pernyataan seorang teman di suatu siang ketika entah bagaimana pembicaraan tingkat makan siang itu bisa menjalar ke masalah ular.

"Aku juga. Aku tuh paling takut sama ular. Eh... tiba-tiba mimpi digigit ular. Sampai bangun masih terasa takutnya, eh nggak lama aku jadian deh sama 'mas'ku yang sekarang," lanjut temanku yang lain.

"Iya. Memang kata orang Jawa mimpi digigit ular itu berarti mau dapet jodoh," Mbak penjual teh tampat kami nongkrong bareng pun menimpali. Aku pun mengingat-ingat, belum lama ini aku juga mimpi digigit ular, tapi keesokan harinya bukan dapat pacar tapi dapat mandat untuk lembur dari atasan. Lagipula, aku tak melihat titik temu antara mimpi digigit ular dengan pertanda mendapat jodoh. Jadi tinggallah aku menggaruk-garuk kepala karena bingung.

***
Kata orang mimpi adalah kembangnya tidur. Ada pula yang bilang kalau mimpi itu adalah pertanda --pertanda kecemasan atau pertanda kejadian tertentu yang terjadi di masa depan. Bapak yang adalah penganut tekun ajaran kejawen pernah menunjukkan primbon tebalnya padaku suatu ketika di masa kecilku. Di dalam primbon itu termuat berbagai tafsir mimpi. Setiap kejadian dalam mimpi dianggap memiliki makna tersendiri. Tafsir dalam primbon itu sudah barang tentu berbeda dengan buku tentang intepretasi mimpinya Freud. Benarkah mimpi bukan hanya sekedar mimpi?

Terkadang rasa ingin tahu ini mendorongku untuk mengetahui rahasia masa menjelang. Dulu sering juga tergoda membuka primbon Bapak yang tebal itu sambil menerka-nerka arti dari tulisan berbahasa Jawa -- bahasa yang tidak terlalu saya kuasai. Pernah juga Bapak mengajariku menghitung weton. Beliau beranggapan aku berbakat dalam hal demikian. Kalau pun anggapan beliau benar, bakat itu sudah kubuang jauh-jauh. Lagipula aku sudah menemukan 'buku' baru yang lebih kugemari --Alkitab.

Menyimak cerita Yusuf  dalam Alkitab yang bermimpi tentang bintang-bintang itu serta kepiawaiannya menafsir mimpi tentang sapi-sapi dan gandum-gandum itu, ternyata Alkitab juga menceritakan bahwa mimpi memang bermakna. Hanya saja mimpi seperti apakah yang punya makna? Adakah TUHAN terkadang berkenan membagi sedikit rahasia masa depan lewat mimpi, dan meminta kita untuk pandai-pandai mengartikan isyarat itu? Duh, kenapa pula TUHAN tidak memberitahukan secara langsung saja dan memilih menggunakan perumpamaan yang perlu dikaji berulang-ulang untuk mengetahui maknanya?

Mimpi yang kembangnya tidur mungkin memang menandakan kejadian di masa mendatang, tapi ada satu 'mimpi' yang beda yang memang benar-benar menentukan masa depan -- mimpi yang merupakan visi kita ke depan. Mimpi yang dapat membimbing langkah kita ke depan. Sayangnya, tidak semua orang berani bermimpi. "Semakin tinggi mimpimu semakin sakit rasanya ketika kau jatuh," begitu kata seorang teman di masa lalu. Mungkin itulah sebabnya tidak semua orang berani bermimpi. Satu hal yang mengingatkanku pada sebuah pesan manis di pembatas Alkitab pemberian seseorang, "TUHAN berilah aku mimpi untuk terbang tinggi, dan iman supaya aku tidak takut meski seberapapun tingginya."

... dan suatu saat mimpi yang berani kauimpikan akan menjadi nyata... Seperti sepenggal lirik lagu berjudul Over the Rainbow yang terlantun menemani malamku, ' and the dreams that you dare to dream really do come true.'

Tapi kalau mimpi digigit ular dan betulan digigit ular takut juga rasanya.

GBU