Submitted by mujizat on

Injil Matius 6 tentang doa Bapa Kami, di ayat 13 disebutkan: "Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan,..."

(Alkitab LAI). Ayat itu memberitahu manusia bahwa Tuhan lah yang empunya Kerajaan (Sorga). Salah satu "keterbatasan" manusia sebagai makhluk ciptaan yaitu tidak kuasa melawan kuasa Pencipta; ini merupakan kodrat yang tidak mungkin dapat dirubah.

Sama seperti iblis yang hanya makhluk ciptaan, bahkan untuk mencelakai Ayub pun harus seijin Allah Sang Pencipta.

Manusia bisa komplain ketika merasa mendapat perlakuan tidak adil, bahkan manusia juga dapat menuduh Allah berbuat yang tidak adil. Tetapi seandainyapun Allah berbuat tidak adil, kepada siapa manusia mengadu, dan membawa Allah ke suatu pengadilan Tertinggi, karena faktanya Allah lah Otoritas Tertinggi di Jagatraya.

Mau mengadu ke Iblis? Ia juga hanya ciptaan, mau mengadu ke malaikat? jin? setan-setan? Mereka semua juga hanya makhluk ciptaan Allah. Maka sebenarnya Allah berkuasa lakukan apapun bahkan seandainya berlaku tidak adil pun kepada manusia tanpa siapapun dapat menuntut-Nya, karena kita semua adalah milik-Nya, adalah hak-Nya.

Tetapi saya berkeyakinan bahwa Allah adalah Dia yang adil, pengasih dan penyayang, serta penuh belas kasihan. Bahkan Allah tidak memaksa manusia untuk mengasihi-Nya ataupun untuk menghormati-Nya.

Namun Alkitab memberitahu kita bahwa Allah akan mengasihi siapapun yang mengasihi-Nya (Amsal 8:17), walau kenyataanya Allah juga mengasihi orang2 yang masih membenci-Nya selama dalam masa kesabaran-Nya (Rm 5:8). Allah juga menghormati siapapun yang menghormati-Nya (1 Sam 2:30).

Ketika seseorang meninggal dunia, maka rohnya tidak dapat jalan sendiri kemanapun ia mau pergi, dia tidak dapat mencari sorga dan masuk ke sana dengan kemampuannya, melainkan malaikat Tuhan lah yang akan membawa rohnya (arwah?) ke tempat yang semestinya tanpa dia sanggup melawan, betapa sombong pun seseorang ketika masih hidup di dunia, maka kesombongan dan kecongkakannya tidak akan membuat malaikat takut padanya.

Karena Firdaus dan Sorga ada Pemiliknya, maka tentu saja kehendak Sang Pemilik yang akan menentukan boleh tidaknya roh seseorang masuk ke tempat-tempat mulia itu. Di sinilah pentingnya HUBUNGAN BAIK antara manusia dengan Pemilik Firdaus dan Sorga, ialah Tuhan. Dan kesempatan terbaik untuk menjalin hubungan terindah dengan Tuhan ialah disaat roh kita masih ada di dalam tubuh jasmani.

Tapi kalau di bumi seseorang hidup dengan ceroboh, tidak kenal Tuhan, lalu pingin masuk Sorga??

"Ngimpi kowe,.." kata saya.

Semoga engkau mengerti, siapapun engkau.

Salam.