Submitted by Julius Tarigan on

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Rumah Tuhan

dan Sarang Penyamun 

 

 

R

 

umah Tuhan dan sarang penyamun? Lho, kok?! Apa hubungannya? Tetangga bukan, mirip pun tidak! Lalu, kenapa disandingkan begitu? Memang, jika dilihat dengan sepintas, keduanya sama sekali tidak ada hubungannya. Keduanya jelas-jelas berbeda, bahkan begitu bertentangan. Tetapi, itu kalau hanya dipandang dengan sekilas pintas saja. Akan menjadi berbeda, kalau kita mau memeriksanya dengan lebih seksama.

       Sebenarnya, segala sesuatu di dalam hidup ini pun begitu juga,  tidak ada yang sungguh-sungguh bertentangan sepenuhnya antara satu dengan yang lainnya. Apa yang disebut perbuatan baik, misalnya, juga memiliki sisi-sisi yang buruknya. Dan, sebaliknya, apa yang dikatakan perbuatan jahat, masih ada juga sisi-sisi yang baiknya.

       Saya berikan contohnya: Menghukum dengan memenjarakan  seorang pencuri berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, tentunya adalah sebuah tindakan yang pantas, dan hal itu baik untuk dilakukan. Tetapi, hal itu jelas tidak baik, khususnya untuk anak dan istrinya, yang hidupnya bergantung sepenuhnya padanya. Ternyata, hanya si bapak inilah yang selama ini menghidupi keluarganya itu. Sebab, istrinya sudah sakit-sakitan dan anak-anaknya masih sangat kecil-kecil.

       Atau, contoh lainnya: Perbuatan menghianati bangsa sendiri tentulah kita katakan, itu jahat. Tetapi, waktu Rahab melakukan hal itu (Yos 2:1-24), justu perbuatannya itu dipuji-puji di dalam Alkitab sebagai tindakan iman. Tidak tanggung-tanggung, Alkitab mencantumkan namanya di dalam daftar para pahlawan iman (lih: Ibr.11:31).

 

 

Hindarkan Cara Berpikir

yang Hitam-Putih

 

Mungkinkah hubungan antara Rumah Tuhan dan sarang penyamun sesungguhnya juga seperti itu? Atau, seperti sebuah koin dengan kedua sisinya? Mungkin tidak persis seperti itu. Dan, saya percaya memang tidak tepat begitu. Saya mengatakan hal yang di atas itu tadi hanyalah untuk “melenturkan” daya pencerapan kita saja. Sebab, kita seharusnya tidak boleh menjadi begitu kaku, dan selalu melihat segalanya secara hitam-putih saja. Kebiasaan seperti itu akan sangat merugikan bagi kita. Sebab, jika kita melakukan pendekatan yang seperti itu terhadap kehidupan ini, maka hal itu hanyalah akan membuat kita menjadi orang-orang yang sempit dalam wawasannya, cetek dalam pemahamannya dan kaku dalam pertimbangannya.

...di dalam realita kehidupan
ini… sering kali lebih banyak... yang abu-abu...

daripada yang hitam... atau
yang putih....

       Di dalam kehidupan ini, kita tidak dapat membagi segala sesuatunya hanya ke dalam kotak hitam dan kotak putih saja. Seharusnya, kita menyediakan satu kotak (yang lain) lagi, yaitu kotak abu-abu. Dan, kotak yang ketiga ini nampaknya harus dibuat lebih besar dari kedua kotak yang lainnya tadi. Mengapa? Sebab, bukankah memang begitu yang kita dapati di dalam realita kehidupan ini, yaitu bahwa sering kali lebih banyak (hal-hal yang tergolong ke dalam) yang abu-abu (= tidak secara langsung bisa jelas kelihatan apakah benar atau salah, baik atau buruk, dst.), dari pada (ke dalam) yang hitam (= jelas-jelas salah, buruk, dst.) atau yang putih (= jelas-jelas benar, baik, dst.)?

       Kebenaran yang hanya hitam-putih pada dasarnya bukanlah kebenaran. Paling-paling, itu barulah setengah dari kebenaran. Dan, tentang hal itu mungkin kita semua sudah pernah mendengar pernyataannya: Setengah kebenaran lebih berbahaya dari pada sepenuhnya kebohongan.