Kolipoki's blog
By Kolipoki - Posted on November 28th, 2008
Lalu aku bertanya lagi ...
dan kau hanya diam, ...
Kudapati kau dalam diam.
Lalu aku mulai menangis ...
kuberharap kau hapus air mataku.
Tapi, malah semakin sesak aku,..
kau biarkan begitu saja.
Lalu aku terdiam ...
aku hanya ingin tahu saja ...
apakah kau akan tetap diam?
Lalu aku berujar ...
tak kau tanggapi ...
By Kolipoki - Posted on Oktober 8th, 2008
Sewaktu mendengar kabar kematiannya, ...Pak M.L Toruan yang menjadi guru matematika sekaligus kepala sekolahku sewaktu S.D, aku kembali teringat dengan sumpah yang pernah aku dan teman-temanku ucapkan ..."Kira(k)la mati,...kira(k)lah sakit,...kira(k)lah jatuh dari motor, ...kira(k)la mati..." Kira(k)la is bahasa Melayu artinya mudah-mudahan, sebgai harapan, permohonan).
By Kolipoki - Posted on Oktober 7th, 2008
Pagi ini dapat berita menggembirakan dari teman se kos,..Mesem, pembantu dikos kami sudah pulang!
By Kolipoki - Posted on September 10th, 2008
Satu lagi realita hidup yang kualami: Aku bisa saja berdoa, "Jika Tuhan mau ambil dia, ambillah." Tapi ketika orang yang kita sayangi itu benar-benar pergi,...betapa itu sangat menyakitkan. Bahkan ketika sudah merasa berserah tetap saja ada rasa kehilangan, rasa sakit dan sedih.
By Kolipoki - Posted on September 9th, 2008
Suatu kali ketika kutanyakan pada anak-anak di Rumah Yataka tentang cita-cita mereka, Markus dengan setengah berbisik bilang padaku mau jadi tukang jahit. Aku agak terperanjat karena tidak terpikirkan olehku ia akan menjawab seperti itu. Umumnya anak-anak ketika ditanya akan jawab mau jadi dokter, polisi, guru, dll yang umum gitulah.
By Kolipoki - Posted on Agustus 20th, 2008
Setiap kali ada yang datang ke Rumah Yataka melihat-lihat anak-anak kami yang akan diadopsi seperti memilih-milih barang yang akan di beli rasanya sedih sekali.
Menyesal; entah itu karena menunda melakukan sesuatu karena
yakin bahwa besok masih ada kesempatan tapi ternyata kesempatan itu tidak
pernah datang dan tidak akan terulang lagi. Menyesal karena …”Seandainya aku tahu …”, … ada banyak alasan
kenapa menyesal. Aku sendiri menyesali banyak hal namun yang amat tragis
Hari ini ada ada kejadian yang rada “lucu” mungkin bisa nyerempet ke tragis:)
Lima orang anak kami baru masuk sekolah (tepatnya sudah 1 minggu ini) & tentu saja musti bayar uang pangkal, uang seragam, & uang lain2. Meski anak2 kami masuk ke salah satu sekolah Kristen (yang ada di daerah pasar Rawasari) dan meski mereka tahu bahwa ke-5 anak kami berasal dari yayasan panti asuhan, tidak berarti kami mendapat diskon gede2an ...Itu bukan inti sesungguhnya. Tapi berdasarkan kenyataan seperti itu, saya melihat ada sesuatu yang menarik untuk dibahas (mungkin juga dilihat oleh yang lain).
Jam 8.30 masih di kantor, ...cuman ngenet. Badan capek tapi rada betah juga ampe jam segini karena besok weekend
By Kolipoki - Posted on Desember 11th, 2007
“Nanti, jika dia meninggal, siapa yang akan menggantikannya?”
tanyaku pada Yubel. “Dia tidak akan mati”, sahut Yubel.
Dan aku pun terbelalak,…”Tidak akan mati? Bukankah dia manusia?” tanyaku
By Kolipoki - Posted on Oktober 5th, 2007
Senyum dalam Hati
Kupikir waktu di foto untuk pembuatan KTP, aku sudah tersenyum tapi ternyata waktu kulihat hasilnya ... tak sedikit pun ada senyum di wajahku . Padahal perasaanku sih udah tersenyum... o la la,...ternyata aku cuma tersenyum dalam hati, ya jelas aja nggak kelihatan. Waktu lagi ngambil perbaikan KTP (sebelumnya agamaku yang tercantum Islam), aku juga melihat laki-laki separuh baya yang sedang di foto untuk bikin KTP. Sebelum di foto ia tersenyum tapi pas udah di foto ia malah cemberut...apa ia mengalami hal yang sama denganku ya?...merasa sudah tersenyum ternyata cuma senyum dalam hati.
By Kolipoki - Posted on September 21st, 2007
Aku minta maaf,...
dia diam saja,
tak ada jawaban.
Aku bertanya,...
Apakah kau membenciku? ...
tak ada jawaban, ...
ia diam saja.
Aku bertanya,...
Alergikah kau padaku?...
tak juga ada jawaban,...
ia diam saja.
Kau malah marah padaku,...(kau sungguh marah?)
By Kolipoki - Posted on September 5th, 2007
Sudah lama rasanya tidak menulis. Tidak tahu apa karena tidak dekat-dekat dengan orang-orang yang suka nulis atau karena tidak ada lagi yang maksa-maksa:p Tapi malam ini pengen banget nulis sesuatu entah apa pun itu padahal malam ini ngantuk berat dan capek banget.
-------------------------
Tadi Pagi
By Kolipoki - Posted on April 27th, 2007
Jika Anda membayangkan tentang seekor ayam jantan di antara ayam betina atau seekor babi atau sapi atau apa pun juga itu dalam suatu kandang, …bukan! … bukan itu yang kumaksud.
By Kolipoki - Posted on April 18th, 2007
Pada saat suatu Alkitab sudah selesai diterjemahkan dalam suatu bahasa, apa yang kemudian harus dilakukan? Cukupkah hanya dengan membagi-bagikannya kepada masyarakat? Ternyata tidak. Pekerjaan tidak selesai sampai di situ saja. Lalu apa?
By Kolipoki - Posted on Maret 26th, 2007
Ternyata tidak mudah menjadi seorang penerjemah Alkitab ke dalam bahasa suku. Setidaknya itulah yang saya rasakan ketika mengikuti orientasi selama dua minggu di salah satu organisasi misi yang ada di Indonesia.
By Kolipoki - Posted on Desember 15th, 2006
Kali ini kuanggap dirku sebagai penumpang kereta api yang tidak tahu hendak bepergian ke mana. Perasaanku, ... tak ada yang kurang. Semuanya sudah ada. Segala sesuatu yang perlu kubawa sudah kubawa. Aku punya dua pilihan sebagai tujuanku berikutnya yang kuharap sebagai perhentian terakhir dari perjalanku yang sudah teramat panjang bagiku (Aku sudah jenuh jika sampai saat ini tak bisa memikirkan apa yang sudah layak untuk kupikirkan. Tak bisakah aku hidup normal sebagaimana yang lainnya?).
By Kolipoki - Posted on Desember 4th, 2006
Jika rasa tak terungkap
lewat mata dan kata
apa yang dapat kuperbuat?
Bila rasa hanya membawa luka
haruskah aku hanya terpaku?
dalam luka dan diam.
By Kolipoki - Posted on November 23rd, 2006
Kalau ditanya, "Kapan tepatnya saya menerima Tuhan Yesus?", saya tidak akan malu mengatakan "Saya tidak tahu", karena memang saya tidak tahu kapan tepatnya saya menerima Tuhan Yesus. Ketika saya mulai mengenal-Nya, saya juga mulai dituntun untuk semakin mengenal-Nya sampai sekarang.
By Kolipoki - Posted on Oktober 16th, 2006
Ketika langkah tlah mati impian pun tak ada serasa juga tak ada tangan yang menyertai.
Ketika merasa ditinggalkan seorang diri, tak ingatkah Ia pada anak yang dititipkanNya?
Tagged:
|