Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

CARA TUHAN MEMBERKATI – Apakah Berkat dan Kutuk Bisa Diwariskan?

Debu tanah's picture

Banyak anak Tuhan yang salah paham tentang bagaimana Allah memberkati anak-anak Nya. Banyak anak Tuhan yang berfikir bila sudah ikut Tuhan, sudah percaya Tuhan maka hidup akan menjadi lebih mudah dan pasti diberkati. Seringkali kesalahpahaman itu membuat mereka mengalami keadaan yang sangat menyedihkan. Sering mereka menjadi pahit hati karena Allah tidak kunjung memberkati mereka.

Faktanya, sesudah kita percaya Tuhan, maka Roh Kudus akan membawa kita pada ujian-ujian yang akan memurnikan kita, karena kita anak-anak Nya. Sama seperti Yesus dibawa kepada pencobaan di padang gurun. (Matius 4:1)


Mazmur  66:10 Sebab Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak.

Bagi kita, pencobaan yang lazim adalah akibat keinginan sendiri, Roh Kudus akan memimpin kita untuk melewati banyak kejadian-kejadian yang membuat kita lebih dewasa (bila kita setia) namun bisa membuat kita pahit hati (bila tidak setia).

Yakobus  1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

Tetapi Allah setia sehingga Dia tidak membiarkan kita dicobai melebihi kekuatan kita sendiri.

I Korintus  10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Bila kita gagal, apakah karena Allah tidak setia, sehingga kita tidak lulus ujian? Hehehe salah sendiri kalee…

Adakah peran Iblis dalam mencobai anak-anak Tuhan? Dalam kasus Ayub, pencobaan oleh iblis adalah mutlak rencana Tuhan. Tetapi dalam kasus Petrus, ini adalah akibat kesalahan Petrus sendiri:

Lukas
22:31 Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,
22:32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."

Iblis tidak bisa berbuat apa-apa bila kita dalam posisi yang benar, yaitu mengenakan Kristus sebagai kebenaran kita. Tetapi bila posisi kita tidak benar maka Iblis akan “beroleh keuntungan”. Contoh orang yang melepaskan diri dari kebenaran Kristus adalah orang yang:


1.    Tidak mau mengampuni (memelihara dosa, tekun berbuat dosa)

II Korintus 
2:10 Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, --seandainya ada yang harus kuampuni--,maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus,
2:11 supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

2.    Hidup dibawah hukum Taurat
Galatia  5:4 Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.

Kita harus tahu bahwa Tuhan memberkati kita tanpa melanggar hukum-hukum alam dan hukum-hukum kehidupan. Dapat kita katakan jarang sekali Allah memberkati kita dengan mujizat. Hukum-hukum alam dan hukum-hukum kehidupan tetap berlaku kepada semua orang termasuk anak-anak Allah. Semua manusia takluk pada hukum alam, kecuali bila Allah berkenan membuat mujizat tentunya, tetapi ini jarang terjadi. Setiap orang yang tidak menjaga kesehatan dengan makan makanan yang tidak sehat akan menerima akibat yang buruk, orang yang rakus pasti akan kelebihan berat badan dan meningkatkan resiko berbagai macam penyakit, itu sebab kita sebagai anak Tuhan tetap harus menjaga kesehatan dengan cermat supaya kita bisa menikmati hidup sehat.

Hukum kehidupan juga berlaku bagi setiap orang. Allah mengaruniakan talenta yang berbeda kepada setiap orang, ada yang diberi 5 talenta, 2 talenta dan 1 talenta. Kita harus dengan besar hati menerima talenta yang Tuhan berikan kepata kita baik itu besar maupun kecil! Hukum kehidupan yang lain adalah orang yang bekerja keras akan mendapat rejeki yang melimpah, sedangkan orang yang malas akan lapar.

Banyak yang berharap bahwa Allah memberkati mereka tanpa bekerja keras! Mengharapkan berkat jatuh dari langit! Mungkinkah Allah mengaruniakan kekayaan tanpa bekerja keras? Ya mungkin saja, tetapi barangkali 1 di antara 1000 manusia akan diberkati sedemikan. Tetapi mereka mendapat cobaan lain yang sebanding juga lho. Contohnya adalah Salomo yang mendapat kekayaan dari ayahnya Daud. Tetapi dalam kasus ini Salomo adalah contoh yang negatif dalam menangani berkat Tuhan. Tetapi umumnya Allah akan memberkati kita secara materi bila kita bekerja keras.

II Tesalonika  3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.

Jika demikian, apa dong untungnya jadi anak Tuhan? Hehehe kalo ndak untung gak mau jadi anak Tuhan ya?

I Petrus  1:9 karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.

Tidak ada yang lebih berharga dari keselamatan jiwa kita:

Matius  16:26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Namun ironis-nya banyak orang yang tidak waspada pada keselamatan jiwa nya. (bila anda penganut predestinasi sih, anda tidak perlu waspada ! Hehehe… )

Tetapi inilah anjuran Alkitab:

Matius  26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Markus  13:33 "Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba.

I Tesalonika  5:6. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.

I Petrus  5:8. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Wahyu  3:3 Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.

Ada orang yang terbiasa hidup sembrono, tidak heran bila hidup mereka berantakan. Bila itu itu terjadi, instropeksi dirilah, kesalahan apa yang telah anda lakukan selama ini.

Allah memberkati tanpa melanggar hukum-hukum alam dan hukum-hukum kehidupan. Mari kita taat dan memperhatikan hukum-hukum tersebut, niscaya Tuhan akan memberkati kita dengan melimpah-limpah baik secara ROHANI dan MATERI ! (Yang terpenting sih berkat rohani atau materi ya?)

Ada suatu kisah seorang muda datang kepada seorang rabbi:

Orang muda: “Ya rabbi, apa yang harus aku lakukan supaya hidup berkelimpahan?”

Rabbi itu menjawab: “Bersekutulah dengan Tuhan!”

Pemuda ini beranjak sambil berpikir apa maksud rabbi itu, kemudian dia berbalik dan bertanya, “Tetapi aku tidak tahu bagaimana bersekutu dengan Tuhan?”

Rabbi: “Bagaimana mungkin engkau mencari hal yang kecil tetapi melupakan hal yang lebih penting?”

Note:

Tulisan diatas adalah OPINI Deta, saya tahu Om Hai akan mencak-mencak membaca ini, gpp emang sengaja saya tulis “opini”, hahahahaha….

Sebagai bahan diskusi saya sampaikan berikut ini:

Apakah berkat bisa diturunkan? Misalkan orang tua kita setia pada Tuhan maka anak-anak-anaknya akan menikmati berkat juga atau tidak?  (Berkat jasmani dan rohani). Ayat-ayatnya masing-masing ada pendukungnya:

1.    Setiap orang bertanggung jawab pada dirinya sendiri

Keluaran  34:7 yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat."

Yehezkiel  18:4 Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati.

Amsal  10:4. Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.


2.    Berkat diturunkan dari orang tua / karunia dari Tuhan:

Keluaran  34:7 yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat."

I Korintus  7:14 Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.

Amsal  13:22. Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.

Mazmur  127:2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

Saudara-saudara SABDA, berkat Tuhan (jasmani dan rohani) itu karena karunia Tuhan atau kerja keras, atau kedua duanya ? Atau berkat jasmani adalah kerja keras sedangkan berkat rohani adalah karunia Tuhan? Atau ada orang yang harus bekerja keras supaya diberkati dan ada yang tidak perlu bekerja keras tetapi diberkati? Hehehe… ribet banget, pusing ya ?? Silakan ditanggapi !

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

silly_bonehead's picture

berkat

berkat Tuhan diberikanNya pada orang yang beriman dan berserah padaNya, serta mau berusaha dan berjuang untukNya.

masalah yang sering saya temui (berkaca dari diri sendiri dan orang-orang sekitar saya) adalah seringkali kita memandang berkat sebagai cobaan dan hukuman sebagai berkat. bila bisnis kita melesat, kita berfikir kita mendapat berkat, sementara bila kita mengalami kebangkrutan, kita berfikir apa kesalahan kita sampai pantas dihukum seperti itu. padahal kalau kita melihat dari kacamata iman, kekayaan berarti godaan.

sangat mungkin terjadi pada saat kita menjadi kaya, kita sedang dihukum karena kita tidak mengindahkan Tuhan dan mengandalkan diri sendiri, sehingga kekayaan itu membuat kita semakin tersesat dan tinggi hati, yang akhirnya semakin menjauhkan kebahagiaan dari hidup kita. dan sangat mungkin terjadi saat kita jatuh secara finansial, Tuhan sedang menyadarkan kita akan kesombongan kita, dan mengingatkan kita bahwa kita hanyalah manusia yang kecil, lemah, bodoh, dan tidak berdaya.

saya serahkan kembali ke Bung Debu Tanah untuk membahasnya lebih dalam lagi sebagai seorang yang saya yakin jauh lebih matang dan berpandangan luas daripada saya.

TheSillyBonehead

__________________

TheSillyBonehead

Huanan's picture

Bro Deta, menurut saya orang

Bro Deta, menurut saya orang yang kerja keras dan berhasil itu merupakan hukum alam/kehidupan.

Saya memiliki kakak yang sukses dalam bisnisnya karena Dia Smart meskipun dia bukan kristen, tapi dalam mengerjakan sesuatu Ia selalu cermat, gesit, berani mengambil resiko dan perhitungannya mantap. Itulah sebabnya sampai sekarang usahanya tetap bertahan meskipun dibawah tekanan resesi. 

Seperti yang anda katakan bahwa :"jarang sekali Allah memberkati kita dengan mujizat." Saya percaya itu. Menurut saya segala kemukjizatan yang manusia harapkan lebih bersifat keduniawian saja ( kesembuhan penyakit, himpitan ekonomi, dan cobaan hidup lainnya), sedangkan firman Tuhan didalam kitab PB jauh lebih menekankan kepada KESELAMATAN JIWA secara pribadi melalui IMAN kita. Seperti pada ayat2 yang Anda kutip dari  Matius 16:26; Matius 26:41 dan  wahyu 3:3 yang artinya: mempersiapkan Iman sebaik2 nya sampai suatu saat  Bapa memanggil kita kembali ke pangkuanNYA. 

Tapi sekarang masih banyak orang kristen yang hidupnya seperti Bani Israel, lebih mementingkan kehidupan duniawi mereka dengan doa2 Yabesnya. Sampai2 untuk pembangunan dan perluasan lahan gereja pun di tumpang tangan dalam nama Yesus. bahkan ada Gereja yang bikin sekolahan SD sampai SMA. ha..ha..ha.. Lucu ya, Gereja sudah kayak bisnis saja. Tapi itulah faktanya.

GBU