Submitted by
ronggowarsito
on
syair titian siksa
maut memanggilku
dengan nyanyian aneh tak berujung
menggema sampai ke rongga dada
lalu berubah jadi tombak
dengan sula seribu jarum
merajam luluh jantungku lantak
maut mengejekku
cemooh yang beraroma bangkai
dengus yang berbau anyir
melaknat langkahku yang jahanam
mengutuk denyutan nadi
kenapa darahku tak juga berhenti
maut membakar tubuhku
luka demi luka mendidih
darah membusuk nanah mengental
hingga masingmasing
tinggal menyisakan perih
maut mempermainkanku
leher yang terjerat
nafas yang tersendat
udara kering yang pedih menusuk pori
sering datang jarang pergi
seperti malammalam sebelumnya
kucoba pejamkan mata
sambil berharap esok hari
aku takkan pernah terjaga
ss16042010
rong2