Submitted by hiskia22 on

Ketika anda mempelajari Theologi / Firman Tuhan, apakah anda harus menjadi seorang pendeta yang berkotbah di atas mimbar? Saya rasa tidak.

Ada banyak hamba Tuhan yang sudah mempelajari theologi / Firman Tuhan, tetapi seiring berjalannya waktu, ternyata mereka tidak terpanggil menjadi seorang pendeta yang berkotbah di atas mimbar. Tetapi mereka lebih cenderung menjadi seorang konselor.

Seorang yang tidak pernah tampil di muka umum, tetapi selalu menguatkan orang lain dari belakang ( Pribadi lepas pribadi )

Konselor suatu pekerjaan yang belum tentu semua orang bisa melakukannya.

Salah satu kelebihan yang dimiliki seorang konselor yaitu kemampuan untuk mendengarkan kesulitan dan keluhan orang lain.

Kebanyakan dari kita malas untuk mendengarkan kesulitan dan keluhan orang lain. Kita lebih senang memotong pembicaraan orang lain yang sedang berkeluh kesah tentang kehidupannya, dan langsung kita tutup dengan doa.

Banyak para konselor - konselor di gereja yang hanya asal - asal-an saja. Yang penting mendengarkan, memberi kan jalan keluar dan ditutup dengan doa. Selanjutnya ketika jalan keluar yang diberikan tidak berhasil / gagal, tidak jarang orang yang bermasalah menyalahkan konselor itu. Menyalahkan Gereja . Menyalahkan Gembala. Dan akhirnya menyalahkan pendeta.

Sekali lagi saya katakan, menjadi seorang konselor tidak gampang.

Sebelum menjadi seorang konselor di gereja, kita harus mengerti dulu apa itu konseling.

Konseling yaitu :

" Suatu proses untuk menyampaikan nasehat, petunjuk, peringatan, teguran, dorongan , masukan dan ajaran untuk mengambil keputusan yang tepat dan bijaksana."

Konseling ini berlaku secara umum. Tidak hanya di gereja saja.

Karena itu kita harus tahu apa itu perbedaan konseling kristen dan konseling umum.

Konseling Kristen :

1. Dasar Mutlak harus Firman Tuhan ( 2 Tim 3 : 15 - 17 )

3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. 

3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 

3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

2. Peranan Roh Kudus sangat dominan.

3. Anugerah Allah adalah kepastian di dalam penyelesaian masalah.

 

Konseling umum :

1. Dasar mutlak adalah pendapat para ahli dan pengalaman para ahli.

2. Hikmat, pengetahuan dan logika sangat dominan.

3. Positif thinking adalah kepastian di dalam penyelesaian masalah.

 

Ada beberapa hal yang harus dilakukan di saat kita menjadi konselor Kristen :

1. Sediakan air putih di meja kita dan jangan lupa tissue. Seandainya orang yang kita konseling menangis, kita sudah siap tissue dan air putih untuk menenangkannya.

2. Jangan lupa tatap matanya. Dari situlah kita bisa tahu apakah dia berbohong atau tidak.

3. Jangan terburu - buru memotong pembicaraan, sebelum dia selesai menceritakan permasalahannya.

4. Posisi tubuh kita lebih baik jangan bersandar. Alangkah bagusnya kalau condong ke depan.

5. Usahakan yang kita konseling adalah yang sesama jenis.

6. Hindarilah memberi / menerima materi, baik uang maupun barang selama dalam proses konseling.

Biasanya orang yang membutuhkan konseling akan mencari konselor yang :

1. Cakap / ahli.

2. Sudah mereka kenal.

3. Dapat dipercaya / bisa menyimpan rahasia.

4. Dan yang terutama takut akan Tuhan.

Karena itu, penting sebelum memberikan konseling, kita harus mengenal diri kita sendiri sebagai konselor :

1. Apakah kita memiliki iman yang teguh ?

2. Apakah saya mampu mendengarkan dalam waktu yang lama ?

3. Apakah saya di saat melaksanakan konseling dalam kondisi hati yang damai sejahtera? Jangan sampai di saat kita melakukan konseling, kita sendiri sedang menghadapi permasalahan.

4. Apakah saya rajin berdoa ?

5. Apakah saya senang baca Firman Tuhan ?

6. Apakah saya senang belajar ?

7.dsb....yang menyangkut diri sendiri.... 

Seorang konselor harus menguasai banyak permasalahan yang ada di dalam kehidupan. karena itu perlu dan penting seorang konselor terus belajar ( rajin belajar ), dan juga penguasaan tentang bagaimana penyelesaian masalah yang tentu saja dasarnya Firman Tuhan :

1. Bagaiaman menyelesaiakan masalah remaja yang sedang putus cinta.

2. Bagaimana menyelesaiakan masalah remaja yang memiliki kepahitan dengan bapakanya / ibunya atau juga kedua orang tuanya.

3. Bagaimana menyelesaiakan masalah remaja dengan saudara - saudarinya.

3. Masalah pekerjaan ( PHK...Dibohongi dalam bisnis...kebangkrutan...dsb)

4. Rumah tangga yang retak.

5. Perceraian.

6. Sakit....

7. Masalah perselingkuhan.

8. Narkoba.

9. Masalah dengan tetangga...

10. dsb.....

Karena itu penting bagi seorang konselor belajar...belajar...dan belajar...terutama tentang permasalahan yang ada dan juga Firman Tuhan.

menjadi konselor tidak gampang. Hubungan pribadi dengan Tuhan harus intim. Selalu minta kata - kata hikmat dan kebijaksanaan kepada Tuhan di dalam setiap memberikan jalan keluar.

Dan yang sangat terutama....jagalah rahasia pribadi dari orang yang kita konseling. Jangan bicarakan kepada orang lain. atau juga kepada sesama konselor. Kenapa ?

Karena orang yang kita konseling menaruh kepercayaan penuh kepada kita.

GBU