Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Melihat penonton kawin di Jakarta

Tante Paku's picture

http://sphotos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/942294_10151613308828069_1538106301_n.jpg

Melihat Penonton kawin jelas suatu perbuatan yang layak dipertanyakan, mengingat dalam sebuah perkawinan ada kesulitan yang sering tak terpikirkan. Tetapi kenapa Penonton nekat mengawini atas dasar sebuah pribadi demi cinta dan sudahkah mempertimbangkan bahwa ia mencintai sebuah WATAK?

Memang perkawinan bagaikan sebuah buku kehidupan, pada awalnya kita menulis pendek-pendek dengan larik-larik puitis, namun seiring berlalunya usia pernikahannya, bait-bait puisi itu berubah menjadi cerita prosa.

Jam 5 pagi saya diantar ke Bandara Adi Soemarmo Solo, di sana Joli rupanya sudah menunggu dari tadi, dan kami pun langsung boarding setelah berkenalan dengan rombongan yang dibawa Joli dari mulai Mama Mertua sampai tua-tua lainnya. Inilah rombongan jompo dengan semangat 45 berangkat naik Garuda ke Jakarta, ada yang naik kursi roda juga lho, usianya tau sendirilah belum ada 100 tahun tapi semangatnya tampak dari binar mata dan senyumnya saat menjabat tanganku.

2 mobil menjemput kami, salah satunya mobil Clarine yang masih CLING dan bau karet membawa saya ke Apartemen Medit, tempat menginap kami selama di Jakarta. Di sana rupanya sudah ada rombongan yang menunggu di salah satu kamarnya, 4 kerabat Joli, salah satunya sang Mama tercinta. Masih tetap tua-tua, baru satu yang muda, ya anaknya Joli doang.

Saya diberi sarapan NASI UDUK yang enak sekali buat mengisi perut, sebungkus berdua dengan Joli, maklum porsi besar. Setelah kontak dengan Haihai Bengcu, bersama Joli, Nobitea, rombongan kecil ini berangkat ke Gereja tempat pemberkatan pernikahan, namun Haihai menyusul belakangan dan memilih duduk di belakang.

Saya intip pengantin pria dan saya jepret sosoknya, ah rupanya Penonton terkesiap kaget dan tersenyum bahagia, rombongan spesial rupanya sudah hadir, mungkin demikian kata hatinya. Ya rombongan spesial itu para Blogger Sabda Space! Penonton sendiri Blogger Sabda Space yang berada di Australia.

Kebaktian Pemberkatan Nikah :

Sabtu, 25 Mei 2013
Pukul, 11.00 WIB
GKY Green Ville, Jakpus

Selama di Gereja, kami menyimak kotbah sang Pendeta, saya sendiri sambil mendengarkan juga celingukan melihat siapa saja yg hadir serta tak lupa menjepret yang tak terpikirkan oleh fotografer yang ada.

Setelah acara usai, kami pun mendapat kesempatan untuk foto bersama dan akhirnya menjemput DUS makanan untuk dibawa pulang ke rumahnya Samuel Franklyn, kami memang sudah merencanakan makan bersama Samuel agar merasakan kebahagiaan sahabat kami yang menikah ini, karena dus makanan yang kami bawa berlebih, beberapa tetangga Samuel ikut menikmatinya juga.

Dan malamnya kami berjumpa lagi di resepsi dengan banyak member Blosas lainnya, antara lain Herry Budijanto Dragono yg mengisi dengan acara SULAP, hai hai juga mengisi dengan memainkan seruling bambunya, walau sang istri Iis yang menemaninya rada kuatir akan kepedean sang suami, tapi saya menghiburnya kalau permainan serulingnya makin hari makin baik.

Ada juga Blosaser Happy Lee, Erick, Daniel Budilaksono bersama istri, Joli bersama suami dan anak tunggalnya, Raissa E. Fedora dan adiknya, Nobi, Bensen, Xaris, dan handai taulan lainnya.

Resepsi Pernikahan :

Sabtu, 25 Mei 2013
Pukul, 19.00-22.00 WIB
NAfiri Convention Hall
Central Park, lantai 8.

Setelah acara resepsi, semua berkumpul di apartemenku buat ngobrol segala hal yang penuh gelak tawa dan canda sampai larut menjemput. Setelah tamu pulang, saya pun merebahkan lelah dalam hangatnya kamar apartemen medit yang bertarif semalam 500 ribu rupiah.

http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc3/970275_276408065829622_839325859_n.jpg


Ada pepatah Amerika yang mengatakan "Setiap hari telah menyediakan hadiahnya sendiri." Begitulah asyiknya setiap Kopdar Blosas (Blogger Sabda Space), selalu saja saya mendapat "hadiah" yang tak terduga. Tuan rumah begitu baik hati, hingga membagikan kebahagiaannya dengan memberiku nginap gratis di apartemen dan saya bebas mau tidur sama siapa saja.

Ef 5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Tidur sendirian di apartemen wah benar-benar tidak nyaman bagi orang kampung seperti saya ini, lebih asyik tidur di lantai bawah bersama kerabat yang mampu merasakan kehangatan alam raya ini.

Ketika para sahabat usai ngobrol dan malam sudah larut semaput, Nobitea binti Vera lagi berbaik hati mau menemaniku tidur di apartemen itu. Tentu saja ini kabar baik yang harus disambut dengan sukacita. Dia memang salah satu keponakan saya yang pemberani, petualang sejati, merantau dengan resiko tinggi sudah dialaminya, tapi bagaimana bila tidur menemani Tante-tante? Oh resikonya lebih tinggi daripada dikejar Tukang Ojek, sebab salah NGELINDUR bisa KOJUR hahahahahaha.......Untung saya tidak pernah ngelindur dalam setiap tidur.

Si Nobi tidak tahu kalo para tamu sudah pada pulang, saya pun ingin cepat-cepat masuk kamar, karena penat memang begitu kuat. Saya lihat pintu kamar Nobi tidak ditutup, dibiarkan terbuka lebar, padahal dia sudah ngorok sampai Papua dengkurnya. Bensen Bingnargo menolak ketika saya tawari untuk menginap buat menemani keponakanku, karena sudah janjian sama saudaranya.

Saya lepas celana panjang, saya sobek plastik selimut tebal yang disediakan, saya masuk kamarnya Nobi untuk menyelimutinya, saya tidak ingin mencium keningnya, takut dia terbangun dari tidurnya, setelah itu pintu saya tutup kembali, dan saya masuk kamar sendiri, tidur memeluk guling tanpa selimut, maklum selimutnya cuma satu!

Apabila kasih mengasihi, tidak ada keinginan untuk melakukan perbuatan jahat, walau setiap hari si jahat selalu mencuri waktu kita.

Bukan member BLOSAS kalau tidak ingin tampil beda, walau tengah berada dalam kebaktian di Gereja, walau sang Pendeta sibuk kotbah sambil mendeliki dua orang ini, mereka tetap acuh beybeh memainkan HP-nya demi up date status, demi menyapa sobat-sobat mayanya, demi memberikan LIKE di trit temannya, dan yang penting up load foto kegiatannya hari ini sambil senyam-senyum sendirian, sampai lupa naruh HP lainnya ada dimana? Padahal selalu ada di pangkuannya!

Akhirnya sang Pendeta pun mengutip satu ayat, "Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah." (Roma 14:12).

https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc1/426587_568475646508274_2130568071_n.jpg

"Bagaimana sih ceritanya kok bisa ketemu dan tertarik?" Tanya pdt Tommy Elim kepada Yenti dan Robert aka Penonton, dalam pembukaan pemberkatan pernikahan itu.

"TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."" (Kejadian 2:18).

Atas nama keluarga besar Blogger Sabda Space saya mengucapkan Selamat Berbahagia buat kedua mempelai Yenti dan Penonton,
mereka ngeblog di sini,
dipertemukan Joli,
dikompori Hai Hai,
jumpa pertama kali di Bali,
Wen Ming menjadi saksi dengan pesta kecil minuman beraroma melati,
akhirnya menjadi pasangan suami istri.
Begitulah pasangan suami istri,
bahwa pada suami terletak KEBIJAKSANAAN,
pada istri terletak KELEMBUTAN.


http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQOPSVghE8O-1YSNIgUhSsNpDviL5VSB6JsIgyNgDS1Hjpw6pVkeg

Illustrasi : 1,2,3, Foto Koleksi BLOSAS, 4, rajagombalgokil.blogspot.com

 

Yenti's picture

Thx u dan jadi seerrrreeemtakut baca kalimat pertama

Tante paku...seram amat kalimatnya :p .

Melihat Penonton kawin jelas suatu perbuatan yang layak dipertanyakan, mengingat dalam sebuah perkawinan ada kesulitan yang sering tak terpikirkan. Tetapi kenapa Penonton nekat mengawini atas dasar sebuah pribadi demi cinta dan sudahkah mempertimbangkan bahwa ia mencintai sebuah WATAK?

Memang perkawinan bagaikan sebuah buku kehidupan, pada awalnya kita menulis pendek-pendek dengan larik-larik puitis, namun seiring berlalunya usia pernikahannya, bait-bait puisi itu berubah menjadi cerita prosa.

Trus ada koreksinya:)


Sabtu, 25 Mei 2013
Pukul, 11.00 WIB
GKY Green Ville, Jakbar ( Jakarta barat, bukan Jakarta Pusat )

Atas nama keluarga besar Blogger Sabda Space saya mengucapkan Selamat Berbahagia buat kedua mempelai Yenti dan Penonton,
mereka ngeblog di sini,
dipertemukan Joli,
dikompori Hai Hai,
jumpa pertama kali di Bali,
Wen Ming menjadi saksi dengan pesta kecil minuman beraroma melati,

---- Jumpa pertama bukan di Bali:)

Jumpa pertama itu tanggal 23 Oktober 2010, itu di Taman Anggrek bareng Ko hai2. Yang kompori itu Joli, Hai2 ,Dennis dan Ken Tanaka. Jumpa kedua bulan Mei 2011.

Nah yang di Bali itu dah yang ke-3 ( kalo ngak salah 17 Des 2011 ). Yang jadi saksinya di Bali, salah satunya Tante Paku toh:p. Salah duanya Mery Min dan Vantilan. Salah tiganya Papania dan Mamania, dan ada permainan sulapnya juga. Serta saat itu ada Joli dan suaminya, Ko hai, dan Ko Wen Ming.

Thx u buat blognya:)

 

 

Tante Paku's picture

Nggak usah takut!

Apa kabar Yenti?

Baik-baikah hingga hari ini? Sudah di Australia apa masih di Jakarta?

Jangan takut dengan paragraf awal, sebab semua manusia memang harus mengalami hal demikian, tidak bisa dihindari lagi dalam sebuah perkawinan itu. Hadapi saja dengan ENJOY.

RALAT DITERIMA, itu saya copas di group BLOSAS eh di sana kagak ada yg ngralat sih, jadi kukira sudah bener.

Soal jumpa pertama kali di Bali, maksudnya jumpa pertama kali dengan TANTE PAKU hahahahahahahahahahahahahahaha....................................Nulisnya kurang lengkap ya, maklum jebakan betmen.

 

Kembali kasih dan selamat berbulan madu di Australia!