Submitted by Purnawan Kristanto on
Selepas Maghrib, acara dilanjutkan dengan mendengarkan paparan tentang seluk-beluk YLSA yang disampaikan sendiri oleh ibu Yulia selaku pimpinan. Suka dan duka dalam mengelola lembaga ini disampaikan dengan menarik oleh pemilik nickname Tutwuri Handayani ini. Pada mulanya, banyak orang yang memandang sebelah mata pada pelayanan di dunia elektronik ini.  Namun seiring perkembangan waktu, lembaga ini mulai mendapat pengakuan dari public.
Di sela sessi ini, Noni mengirimkan kabar bahwa sudah tiba di terminal Tawangmangu. Blogger asal Wonosobo ini rela menempuh perjalanan lebih dari 150 km supaya dapat mengikuti Kopdar. Pegawai pemerintah ini mengendarai sepeda motor menuju kota Yogyakarta. Setelah itu melanjutkan perjalanan dengan menumpang bis umum menuju Solo. Sesampa di terminal Tirtonadi Solo, dia masih harus berganti bis menuju Tawangmangu. Sebuah perjuangan yang mengagumkan. Ada apa dengan SS ini sehingga para blogger rela mengatasi semua rintangan demi sebuah Kopdar?
Joli dengan sigap bersiap menjemput Noni, tapi dicegah oleh ibu Yulia. “Bukankah Joli yang dulu sangat menginginkan presentasi ini?” gugat bu Yulia, “kalau Joli yang menjemput apa gunanya presentasi ini?” Tugas penjemputan diserahkan kepada Hai Hai, tapi si rambut Sunsilk ini juga ingin mendengarkan presentasi YLSA. Mandat lalu dilemparkan kepada UFO, tapi akhirnya bergulir ke Daniel. Daniel meminjam sepeda motor tante Paku untuk menjemput Noni.
Langit sudah gelap. Udara dingin mulai menusuk tulang. Kalori yang dibakar untuk menghangatkan badan semakin banyak sehingga perut menjadi lapar. Bagian logistic pun segera bertindak. Joli telah memesan sate kelinci dan wedang ronde.  Tanpa harus dikomando, makanan khas Tawangmangu itu telah berpindah ke perut peserta Kopdar.
Tak lama kemudian, rombongan Semarang yang dikomandani oleh I’ik juga tiba di lereng gunung Lawu itu. Di dalam rombongan ini, Clara Anita, blogger dari Salatiga ikut menumpang.
Usai makan malam, giliranku menyampaikan tips-tips menulis. Sebenarnya agak grogi juga harus menggurui suhu-suhu yang terkenal kritis dan berilmu tinggi di internet. Tapi aku berusaha menghibur diri dengan berkata pada diri sendiri, “Aku adalah penulis paling produktif di SS ini. Jangan tunjukkan kalau kamu sedang keder.”
Aku memulai sharing proses kreatif dengan memberikan beberapa trik menulis cepat. Di era internet yang serba cepat ini, kita membutuhkan teknik tertentu supaya dapat menghasilkan tulisan dalam sekejap. Berikutnya, aku beberkan rahasia menggaet perhatian pembaca dengan menghias bagian pertama tulisan yang disebut teras atau lead.
Samuel Franklin melanjutkan acara Kopdar. Blogger asal Jakarta ini membekali peserta tentang pengetahuan dasar HTML. Menggunakan program Kompozer, pemuda berbadan subur ini menunjukkan cara membuat tulisan yang indah, tapi tidak mengacau format yang ada di SS.
Menjelang tengah malam, acara dilanjutkan dengan bincang-bincang santai. Para peserta Kopdar membahas cara untuk meningkatkan kualitas SS. Hai Hai mengusulkan sebuah proyek penulisan buku secara bersama-sama. Pada prinsipnya usulan ini disetujui. Selain itu ada berbagai usulan dari bolgger yang ditujukan kepada admin. Tujuannya adalah untuk membuat SS menjadi lebih baik.
Semakin malam, topic pembicaraan semakin beragam. Peserta mulai membentuk kelompok-kelompok diskusi kecil sesuai dengan minat masing-masing. Hai Hai mulai dikerubungi oleh beberapa“fans”. Aku beringsut mendekati Ari Thok untuk minta diajari Drupal. Mas Guntur Cahyadi dan Cah Angon ikut bergabung dengan kami. Dengan bahasa yang sederhana dan disertai contoh-contoh secara langsung, Ari Thok menjelaskan CMS yang canggih ini secara gamblang. Saya mengikuti pelajaran sambil mengunggah video dan foto acara kopdar tadi siang.
Samuel Franklin berpamitan tidur dan tak lama kemudian terdengar dengkuran, tanda dia telah tertidur dengan damai dan sejahtera. Aku mulai merasa kedinginan. Timbunan lemakku tak cukup kuat membetengi tulang-tulang dari sengatan hawa dingin. Maka aku ambil bantal dan selimut di kamar dan dibawa ke ruang depan, untuk mendengarkan pelajaran berikutnya dari Ari Thok. Namun tanpa sadar, aku telah terkena kutukan bantal. Begitu kepala menyentuh bantal yang empuk, tiba-tiba aku diserang rasa kantuk. Dengan sekuat tenaga aku berusaha memicingkan mata, tetapi kuasa kantuk ini terlalu berat untuk ditahan. Aku lalu mematikan laptop dan mulai terlelap. Sayup-sayup, masih terdengar suara Ari Thok menjelaskan tentang Views. Di kejauhan, suara Hai Hai masih bertenaga, ditingkahi tawa terbahak-bahak. “Orang ini emang nggak ada matinya,” batinku. Sejurus kemudian, aku memasuki dunia mimpi.
Inilah penyesalanku ketiga. Aku tidak dapat belajar Drupal dari Arie Thok secara optimal. Padahal melalui komunikasi di FB sebelumnya, Ari Thok ingin mengajarkan ilmu Drupal dengan memberikan contoh secara langsung.
Penyesalanku yang keempat adalah tidak sempat berbincang-bincang dengan blogger dari Semarang. Sayang sekali mereka harus berpulang, eh maksudku, harus pulang pagi-pagi benar. Bahkan mereka sudah meninggalkan Tawangmangu ketika aku masih tertidur. Semangat mereka sungguh luarbiasa. Bayangkan, mereka menempuh perjalanan ratusan kilometer, untuk ikut kopdarnas. Karena esoknya harus melakukan pelayanan di gereja masing-masing, maka mereka memutuskan untuk segera pulang ketika matahari pun masih terlelap di peraduannya. Ada apa dengan SS ini sehingga para blogger rela tidur di di perjalanan supaya mereka dapat ikut Kopdarnas?