Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

TUNGGALTRI (YESUS KRISTUS)

Jimmy R.L. Kambey's picture

 

YESUS KRISTUS
          Yesus Kristus sebagai pribadi kedua dari Allah Tritunggal mempunyai karya yang telah diselesaikan sejak awal dunia ini, termasuk pekerjaan utamanya sebagai penebus untuk membebaskan manusia dari dosa yang mengikat pada saat datang ke dunia. Selanjutnya setelah kembali ke Sorga, Ia akan menyelesaikan sisa pekerjaan-Nya untuk datang kembali pada kali yang ke dua dan menjadi Hakim yang adil serta memberikan anugerah hidup yang kekal bagi umat-Nya di Sorga.
Sebagai Pencipta[1]
          Allah Tritunggal, oleh kehendak-Nya sendiri dan untuk kemuliaan-Nya sendiri, telah menciptakan alam semesta tanpa menggunakan suatu benda, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Perjanjian Baru memperkenalkan Yesus Kristus sebagai Firman (Yoh 1:1) yang ikut dalam proses penciptaan sebagai Allah Tritunggal, terlihat dalam ayat berikut:
Yohanes 1:3
“Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada sesuatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan”.
 
Kolose 1:16-17
“… di dalam Dia-lah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di Sorga dan yang ada di Bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia”.
 
Firman Tuhan di atas memberikan pemahaman yang benar di mana Yesus Kristus dalam keesaan-ketritunggalan-Nya, sangat memiliki peran penting dalam proses penciptaan. Korelasi absolut antara ketiga pribadi Allah merupakan kebenaran yang absolut juga.
Sebagai Mesias dan Penebus Dosa[2]
          Yesus Kristus sebagai Pribadi kedua Allah Tritunggal telah dinubuatkan sebelumnya oleh nabi Yesaya sebelum kedatangan-Nya ke dunia sebagai Mesias[3] dan Penebus Dosa (Yes 7:14; 9:1-6; 53:1-12) yang kemudian digenapkan dalam Perjanjian Baru, di saat Yesus Kristus Lahir sebagai manusia dan mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia yang berdosa (Mat 1:21-23; 2:4-6; 20:28; Yoh 1:29; 1 Ptr 2:24). Setelah manusia diselamatkan oleh Yesus Kristus, manusia melihat jalan kehidupan (Mrk 2:5; Luk 5:20; Yoh 1:4; 3:16; 14:6).
Sebagai Raja dan Hakim[4]
          Salah satu dari pekerjaan Yesus Kristus yang akan digenapi di masa mendatang adalah kedatangan-Nya yang kedua kali untuk menjadi Hakim dan Raja. Pekerjaan dimaksud akan digenapi setelah Ia menyelesaikan tugas-Nya di dunia demi menyelamatkan manusia yang berdosa dengan cara mati di kayu salib dan pada hari yang ketiga bangkit dari antara orang mati. Pada hari ke-40, Ia kembali ke Sorga menyediakan tempat bagi umat pilihan-Nya (Yoh 14:1-3). Sepuluh hari setelah kenaikan-Nya ke Sorga, Ia mengirimkan Roh Kudus sebagai Pribadi yang ke tiga dari Allah Tritunggal kepada umat pilihan-Nya untuk menyertai mereka dalam menggantikan tugas-Nya. Dan akan datang dari sana untuk yang kedua kalinya demi menjalankan peran-Nya sebagai Raja dan Hakim dimaksud.


Sebagai Penggenapan Rencana Allah
          Yesus adalah bagian dari rencana dan ketetapan-Nya sehingga Yesus Kristus ada sejak kekekalan masa lampau. Ini merupakan pra-eksistensi-Nya, Dia juga adalah Allah yang pencipta semesta. Berhubungan dengan pra-eksistensi Yesus, Dr. Yakob Tomatala memberikan pemahaman yaitu:[5]
“Bukti pra-eksistensi-Nya Yesus Kristus didukung oleh kebenaran Alkitab yang menegaskan tentang Dia ‘yang diutus’ dan ‘datang dari atas’ (Yoh 3:17,31), ‘turun dari sorga’ untuk ‘melakukan kehendak Dia yang telah mengutus’ (Yoh 6:38), dan ‘yang memiliki kemuliaan abadi kekal pada diri-Nya’ (Yoh 17:5, 24). Firman Allah dalam Ibr 1:1-4 secara khusus menjelaskan tentang pra-eksistensi Yesus Kristus ini dengan menegaskan Ia ada sebelum dunia diciptakan, dan oleh Dia semua hal diciptakan, dan ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan tahta-Nya kekal selamanya. Semua kebenaran tentang Yesus Kristus adalah Allah yang kekal, yang telah ada serta berada di dalam kekalan masa lampau. Dalam Yoh 1:1 dikatakan bahwa ‘pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah’ hal ini menegaskan keberadaan Yesus Kristus yang adalah Allah yang kekal.”
 
          Inkarnasi Kristus ke dalam dunia merupakan landasan dan bukti terutama pada hal konsistensi dan kesetiaan Allah. Allah tidak hanya menubuatkan, namun Ia memenuhi segala rencana shalom-Nya yang kekal dengan menghadirkan Yesus sebagai penggenapan segala nubuatan
Sebagai Korban Pendamaian
          Tujuan kedatangan Yesus Kristus ke dunia adalah untuk menebus manusia dari dosanya melalui kematian dan pengorbanan-Nya. Hal ini dilatarbelakangi oleh manusia yang telah terputus dengan Allah karena dosa dan perlu untuk diperdamaikan kembali. Pendamaian itu berarti penghapusan kemurkaan, dimana murka Allah diredakan.
          Melalui Yesus Kristus, Allah mendamaikan diri-Nya dengan manusia. Dapat dikatakan bahwa kematian Kristus merupakan suatu penetapan Allah untuk menyediakan penebusan sehingga terjadilah rekonsiliasi antara Allah dengan manusia. Rekonsiliasi dimaksud adalah Allah memberikan damai yang sebelumnya adalah permusuhan, dan Allah memulihkan manusia pada persekutuan dengan diri-Nya sendiri. Kematian Kristus menyediakan pendamaian, artinya bahwa tuntutan Allah akan kebenaran dari Allah yang kudus telah dipuaskan sepenuhnya.
Sebagai Alat Anugerah
          Pengorbanan yang dilakukan Kristus untuk menyatakan keselamatan, dimana keselamatan dimaksud telah disediakan Allah melalui Yesus Kristus. Hal ini terjadi hanya semata-mata karena anugerah-Nya. Anugerah Allah merupakan tempat yang paling utama dari seluruh rancangan dan pekerjaan-Nya. Allah menganugerahkan kasih-Nya kepada manusia dan Allah menggunakannya sebagai perpanjangan tangan anugerah Allah.
          Allah yang melalui Yesus Kristus, menyampaikan anugerah-Nya dengan kematian Kristus di kayu salib sebagai dasar dari tindakan anugerah Allah yang dilandaskan pada kasih-Nya yang abadi. Ia menghendaki agar manusia diperdamaikan dengan diri-Nya yang dilakukan melalui hidup dan karya Yesus Kristus seutuhnya.
          Allah yang Maha Anugerah memiliki sifat khas yang oleh-Nya Ia mengambil tindakan pengerjaan penebusan-Nya bagi umat manusia. Di dalam anugerah-Nya pula, Ia memperoleh kedaulatan menetapkan mereka yang ditentukan-Nya untuk diselamatkan guna menikmati seluruh provisi dalam rancangan damai-Nya yang telah disediakan sejak kekal bagi umat-Nya. Allah pasti beranugerah membebaskan orang berdosa yang telah ditetapkan-Nya untuk diselamatkan, karena anugerah adalah hakekat, sifat khas dan tindakan-Nya sebagai Allah yang Maha Kasih.



[1] Robert Crossley, Tritunggal Yang Esa (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 1992) hal. 22-27.
[2] Yakob Tomatala, Yesus Kristus Juruselamat Dunia (Jakarta: YT Leadership Foundation, 2004) hal. 29-34.
[3] Arti umum dari istilah Mesias atau Mashiah (Ibr) atau Christos (Yun) ialah “Yang diurapi”. Istilah ini menunjuk kepada seorang pribadi, dipakai langsung secara khas dalam Perjanjian Baru (Injil Sinoptik).
[4] J.W. Brill, Op. Cit. hal. 120.
[5] Yakob Tomatala, Op. Cit. hlm 59.

 

 

www.jimmyrlkambey.co.cc

__________________

Jimmy R.L. Kambey, M.Th

Tou9h T!me Te4cH Tru5T To THee [7-T]

udalama's picture

bagaimana saya percaya Yesus adalah Tuhan?

@Jimmy R.L. Kambey...

belajar tentang DOKTRIN saya sudah lelah.

 

saya ingin menulis...

bagaimana saya percaya Yesus adalah Tuhan?

 

 

kalo saya pribadi...

saya TIDAK AKAN percaya bahwa Yesus itu TUHAN,

jika didalam saya tidak ada Roh Kudus.

 

Kenapa saya bisa percaya YESUS adalah TUHAN?

ya karena saya PERCAYA didalam saya ada Roh Kudus.

 

soale bagi saya pribadi TIDAK MASUK akal,

apabila saya dapat PERCAYA bahwa YESUS adalah TUHAN,

jika didalam saya TIDAK ADA Roh Kudus.

 

kalo saya pribadi...

saya TIDAK AKAN percaya bahwa Yesus itu TUHAN,

jika didalam saya tidak ada Roh Kudus.

karena TUHAN itu TIDAK KELIHATAN.

Roh yang benar BERUSAHA mencari TUHAN yang benar.

 

saya mengatakan tidak masuk akal,

BUKAN BERARTI MELARANG anda untuk BERPIKIR.

MALAHAN menghimbau PIKIRKANlah TULISAN saya INI.

 

 

Bukankah anda juga percaya,

bahwa didalam anda juga ada Roh Kudus?

 

 

didalam mana?

otak atau hati?

carilah komentar di blog pwijianto untuk mendapat yang lengkap...

...masalah hati atau masalah otak?

Jimmy R.L. Kambey's picture

ehm, belajar tentang doktrin

ehm, belajar tentang doktrin Anda sudah lelah? tentunya Anda pasti adalah seorang profesor teologi di salah satu sekolah teologi internasional. Maaf prof, untuk pemula seperti saya, mungkin kelelahan itu belum terasa, karena menurut saya belajar itu adalah hidup. terima kasih.

__________________

Jimmy R.L. Kambey, M.Th

Tou9h T!me Te4cH Tru5T To THee [7-T]

udalama's picture

@Jimmy R.L. Kambey

 

saya adalah anak seperti anda ADALAH anak
Terimakasih kembali
 
JLU