Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

ayah

Pak Tee's picture

Jangan Tiru Papamu!

      “Jangan tiru Papamu! Papa dulu malas belajar, jadi sekarang Papa Cuma jadi ‘kuli’, disuruh-suruh orang.Tiru tuh Oom Daniel, sekarang kaya dan hidupnya enak! Bla… bla…bla…!”

      Si Anak bingung. Si Anak bengong. Jadi aku cuma anak kuli tho? Jadi Papaku bukan orang yang bisa aku banggakan tho?

anakpatirsa's picture

Kisah Seorang Ayah[3]: Pemakaman

Saat terbangun, aku kembali sibuk dengan pikiran sendiri, tentang penguburan ayah nanti. Apakah ibu, kakak dan adik-adikku akan menangis. Aku sering melihat, kalau ada kematian, paling tidak tiga kali kerabat menangis. Saat melihat jenazah untuk pertama kali, saat penutupan peti mati, dan saat penimbunannya.

anakpatirsa's picture

Kisah Seorang Ayah[2]: Hari yang Panjang

Tengah malam, tepat dua belas jam sudah, ayah menghembuskan nafas terakhir. Hanya ibu, Dein, Mantuh dan seorang kerabat jauh yang menemaninya. Dua belas jam lalu, Dein melihat gelagat buruk, ia langsung berkata, “Ayah tunggu dulu, aku panggil orang.” Lalu mengambil motor, lima menit kemudian kembali bersama seorang paman. Begitu melihat keadaan ayah, ia langsung berkata, “Sandarkan punggung ayah kalian.” Dein menyandarkan punggung ayah, paman lalu memimpin Doa Bapa kami. Hanya doa inilah yang ia tahu. Begitu Amin, ayah menghembuskan nafas terakhir. Hanya Mantuh yang berteriak, Ayah... ayah…

anakpatirsa's picture

Kisah Seorang Ayah[1]: Berita Duka

Aku benar-benar sangat marah. Sudah 09.10, tetapi penumpang diam, pengeras suara juga bungkam. Hanya aku yang mendatangi petugas—sebagai bukti jarang melakukan perjalanan—menanyakan alasan keterlambatan, “Karena pesawatnya terlambat dari daerah.” Bisa kutangkap artinya, “Bukan salah kami, daerah yang salah.” Bila di daerah, mereka mungkin berkata, “Bukan salah kami, pesawat dari Jakarta yang terlambat datang.”

clara_anita's picture

Kado Bulan Desember

Kenangan tentang bapak tergambar tak sejelas kenangan tentang ibu di benakku. Kehadiran bapak memang tak sekerap kehadiran ibu ketika aku tumbuh dewasa. Namun layaknya udara, ajarannya dan keberadaanya terus mengikat diriku dan mengalir di setiap desah nafas yang adalah salah satu sebab aku hidup.