Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Pesan Yesus Agar Kita menjadi Orang yang Cerdik

Julius Tarigan's picture

Apakah kita harus melawan ajaran-ajaran yang sesat? Harus, dong!

Apakah para penyesat itu tidak boleh dibiarkan saja dengan leluasa menyebarkan ajaran-ajaran mereka yang menyesatkan itu? So pasti kita tidak boleh membiarkannya saja!

Apakah cuma “saya” dan “teman-teman saya” saja yang sedang melawan para penyesat dan ajaran-ajaran mereka yang sesat itu? Mbok ya, jangan kege-eran gitulah!

Itu sekedar buat pendahuluan yang seger aja.

 

Pesan Khusus dari Yesus

Di dalam Matius 10:16 Yesus memberikan pesan yang sangat khusus kepada kita (para pengikut-Nya). Pesan itu berbunyi begini:

Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala,

sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

 

       Tekanan dari pesan yang diberikan oleh Yesus ini terdapat pada kata CERDIK (atau “cerdik seperti ular”). Sedangkan, kata TULUS (atau “tulus seperti merpati”) adalah sebagai penyeimbangnya saja, untuk kata CERDIK itu. Maksudnya, supaya CERDIK yang dimaksudkan itu tidak berubah menjadi “licik”, maka CERDIK itu harus disertai dengan TULUS. Tetapi, hal itu tidak mengubah bahwa fokus dari pesan Yesus ini adalah pada kata CERDIK tersebut.

 

Mengapa Kita Harus Cerdik?

Alasan untuk menjadi cerdik itu adalah sangat jelas, yaitu karena kita diutus “seperti domba ke tengah-tengah serigala”. Sungguh itu adalah sebuah gambaran keadaan yang sangat tidak berimbang: domba versus serigala. Domba tentunya sangat berbeda dengan kambing bandot. Kambing bandot itu memiliki tanduk, sedangkan domba tidak. Domba adalah binatang yang tergolong sangat lemah, sebab tidak memiliki senjata untuk bisa melawan musuh atau penyerangnya.

       Sekali pun gambaran itu sepertinya tidak adil, tetapi memang begitulah yang dikatakan oleh Yesus, karena memang begitu jugalah faktanya di dalam kehidupan kita. Kita memang tidak memiliki “senjata” seperti yang dimiliki oleh lawan-lawan kita, karena itu kita harus CERDIK. Kalau KECERDIKAN bisa dianggap sebagai “senjata”, maka itulah yang menjadi “senjata” kita satu-satunya. Karena itu, haruslah kita menyiapkannya atau memperlengkapi diri kita dengannya.

       Bisakah Anda bayangkan, apa yang akan terjadi kalau kita tidak CERDIK atau gagal untuk menjadi CERDIK, sementara lawan-lawan kita menghadang kita dengan senjata yang lengkap? Sudah pastilah, yang akan terjadi ialah: kita akan menjadi “mangsa yang empuk” bagi lawan-lawan kita itu atau menjadi “sarapan pagi yang enak” atau pun “santapan malam yang lezat” bagi mereka.

 

Karena itu, Jadilah Cerdik!

Peperangan yang kita hadapi di dalam hidup kita pada masa kini kebanyakannya adalah pada sisi yang bersifat “halus”, yang lebih menggunakan intelektual, yaitu KECERDASAN atau KECERDIKAN. Jadi, bukanlah pada sisi yang bersifat “kasar”, yang lebih menggunakan “otot” dan “emosi”. Karena itu, kalau kita mau menjadi orang yang berhasil dalam “peperangan” pada masa kini, tidak ada pilihan lain lagi, kita harus menjadi orang yang CERDIK. Seperti apakah orang yang CERDIK itu? Mari kita memeriksa mengenai hal itu.

       Salah catu ciri yang paling mendasar (dan yang akan menjadi fokus pembahasan kita di sini) dari orang CERDIK ialah: dia tahu apakah dia harus MAJU atau BERTAHAN ataukah MUNDUR dalam suatu waktu yang tertentu. Hanya orang bodoh yang tahunya cuma MAJU saja, walau apa pun yang ada di depannya. Sekilas hal yang seperti itu terkesan seperti suatu demonstrasi keberanian dari orang-orang yang melakukaknnya. Mereka itu terlihat sebagai orang-orang yang berani menempuh resiko apa pun, demi membela/mempertahankan apa yang mereka percayai. Tetapi, keberanian tanpa akal budi yang seperti itu hanya patut disebut sebagai kebodohan atau, bahkan, kegilaan!

       Penerapannya di SS: Sekalipun Anda sangat yakin bahwa tulisan tertentu itu sesat atau orang tertentu adalah penyesat, tetapi Anda harus ukur kemampuan Anda sendiri sekarang ini terlebih dulu: apakah Anda benar-benar memiliki kemampuan untuk maju “melawan” tulisan atau orang tersebut? Kalau tidak atau Anda masih belum yakin, sebaiknya Anda urungkan saja niat Anda itu dulu. Dengan berbuat demikian bukan berarti Anda “kalah”. Anda hanya mundur untuk beberapa waktu dulu, agar Anda bisa memperlengkapi diri lagi dan menyusun kekuatan, untuk bisa melakukan “perlawanan” (dengan pantas) pada kesempatan yang lain. Berbuat yang seperti ini adalah hikmat. Melakukan hal yang demikian itu adalah CERDIK. Tetapi, melakukan yang sebaliknya adalah kebodohan. Melakukan yang lain dari itu adalah kekonyolan. Sekali lagi, sama sekali itu bukan keberanian, tetapi hanyalah kebodohan atau, bahkan, kegilaan!

       Kita memiliki tujuan yang hendak kita capai, yaitu: memenangkan peperangan atas ajaran sesat atau para penyesat. Jadi, kita bukan hanya mau menyerang ajaran sesat dan penyesat itu kapan saja dan di mana saja. Itu namanya membabi buta. Tetapi, sekali lagi, tujuan kita adalah untuk memenangkan peperangan, karena itulah kita tidak boleh hanya dengan sembarangan saja menyerang atau melakukan serangan secara membabi buta. Sebab, dengan berbuat demikian, dari pada mendapat kemenangan, kita malahan bisa-bisa jadi dipermalukan atau menjadi bahan olok-olokan. Ingatlah, ketika orang banyak dengan bersemangat datang kepada Yesus untuk menjadi pengikut-Nya, Dia justru “mempersulit” mereka itu dengan memberikan persyaratan-persyaratan yang berat untuk mereka penuhi (Luk 14:25-27). Lebih lanjut, kepada orang banyak yang sudah sedemikian bersemangat untuk “berperang” bersama dengan-Nya itu Dia justru mengharapkan mereka untuk: “duduk dahulu…” (Luk 14:28-33). Intinya ialah, Yesus mau supaya kita tidak hanya sekedar bermodalkan semangat dan kemauan yang besar saja, tetapi harus melengkapi diri kita dengan cukup dulu, sebelum kita masuk ke dalam “peperangan” bagi Dia. Atau, kalau tidak demikian, kita justru akan mempermalukan Dia saja nantinya!

       Orang yang CERDIK itu tidak pernah merendahkan lawan-lawannya. Sikap dan perbuatan yang cenderung merendahkan lawan adalah sikap dan perbuatan orang yang bodoh. Itu adalah kegegabahan yang sangat berbahaya.

       Ingatlah bahwa perdebatan yang Anda lakukan di SS ini disaksikan oleh banyak sekali orang, yang bertindak sebagai “juri tak resmi” dari “pertandingan” ini. Dengan keyakinan diri yang terlalu berlebihan, Anda mungkin saja akan merasa atau meyakini bahwa Anda sudah memenangkan perdebatan dalam suatu kesempatan. Tetapi, seyakin apa pun Anda akan “kemenangan” Anda itu, para “juri” itu tadilah yang akan menentukan siapa sesungguhnya pemenangnya, bukan Anda! Anda boleh suka atau tidak suka, setuju atau tidak setuju, menganggap hal itu adil atau tidak adil, itu semua tidak akan merubah kenyataannya. Kenyataannya ialah: orang banyak itulah yang menjadi “juri”-nya.

       Dan, sesungguhnyalah memohon, memelas, membujuk/merayu, atau mengecam dan mengancam para “juri” itu tidak akan mendatangkan hasil yang menguntungkan bagi Anda. Maaf, “juri” yang seperti ini tidak bisa Anda suap atau pengaruhi dengan cara-cara yang seperti itu. Mereka itu hanya akan bisa Anda pengaruhi justru dengan menunjukkan pengetahuan atau penguasaan Anda di dalam pokok yang sedang diperdebatkan. Dan, yang tidak kalah pentingnya, sikap Anda yang penuh simpati kepada semua orang, itu akan menarik simpati dari mereka kepada diri Anda. The golden rule harus menjadi andalan Anda di sini.

       Ingat juga bahwa pada umumnya para “juri” itu tadi adalah juga merupakan “massa mengambang”, yaitu orang-orang yang belum memutuskan untuk memihak kepada siapa. Karena itu, bobot pengetahuan/pemahaman Anda, sikap Anda yang santun dan positif, dan cara-cara berdebat Anda yang elegan dan terampil, semuanya itu akan sangat besar sekali pengaruhnya untuk membuat mereka menaruh simpati kepada Anda dan pendapat-pendapat Anda dan mereka pun akan menjatuhkan pilihannya untuk berpihak kepada pihak Anda. Tetapi, yang sebaliknya juga akan terjadi. Jika terlihat oleh mereka bahwa pengetahuan/pemahaman sama sekali tidak berbobot, sikap Anda sangat negatif dan tidak santun, dan cara-cara berdebat Anda yang asalan/kampungan dan kekanak-kanakan, maka mereka justru akan berbalik simpatinya kepada pihak lawan Anda. Dan, yang lebih buruknya lagi, orang-orang yang selama ini sebenarnya sudah memiliki ketertarikan pada pandangan-pandangan seperti yang Anda anut, setelah menyaksikan perdebatan yang Anda lakukan itu, justru kini mereka mulai tertarik dengan pandangan-pandangan yang dimiliki oleh pihak lawan Anda itu. Jadi, dampak buruk dari perdebatan Anda itu bukan hanya tertimpakan pada citra diri Anda saja (yang menjadi buruk di mata orang banyak), tetapi juga berakibat buruk bagi orang banyak, khususnya yang selama ini sudah mulai tertarik dengan pandangan-pandangan dari “kubu” Anda itu.

       Karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk terjun ke dalam perdebatan, jadilah seperti orang CERDIK, jangan menjadi seperti orang bodoh. Hitunglah dulu anggarannya: apakah Anda benar-benar mampu melakukannya. Kalau memang belum mampu atau Anda masih belum yakin bahwa Anda memang benar-benar mumpuni untuk tugas itu, tundalah dulu. Lakukanlah persiapan yang diperlukan untuk itu. Dan, sementara Anda bersiap-siap, mungkin Tuhan sudah mengutus seseorang yang lain, yang lebih cocok untuk menangani masalah tersebut. (Sobat, perhitungkanlah kemungkinan yang satu ini: bisa saja Anda bukanlah orang ysang dipilih Tuhan untuk melakukan tugas atau perdebatan itu!) Apakah kita menjadi tersinggung? Kenapa harus tersinggung! Bukankah Tuhanlah yang menjadi komandan tertinggi di dalam peperangan kita ini? Karena itu, tentunya Dia lebih tahu dong, apa yang harus dilakukan, bagaimana melakukannya dan siapa yang paling tepat untuk melakukannya! Sebab, kita adalah “tentara Allah”, kita adalah “tubuh Kristus”, kita adalah “bangunan Allah”.

Selamat menjadi orang yang CERDIK!

 

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

Daniel's picture

+1

(baru tau aku kalo ternyata gampang sekali memasang icon jempol di atas, weleh, jebule yo gaptek... :p)

Julius Tarigan's picture

@Daniel: Matur suwon!

Mas Daniel, matur suwon ya buat acungan jempole!

Saya hanya ingin supaya perdebatan di SS ke depannya menjadi lebih sehat lagi.

Yuuk kita usahakan bersama......!

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

GONDRONG's picture

Bung JT : Tulisan Yang Menyegarkan !!

Bung Tarigan, tulisan anda ini benar-benar sangat menyegarkan. Ini menjadi pelajaran kita bersama untuk mengambil sikap dalam "pertempuran di SS"

Trims Bro untuk pembelajaran yang anda berikan. Saya menunggu tulisan-tulisan anda yang lain !!!!

Kristus Menyertai

Julius Tarigan's picture

@GONDRONG: Syukurlah!

Bung Tarigan, tulisan anda ini benar-benar sangat menyegarkan. Ini menjadi pelajaran kita bersama untuk mengambil sikap dalam "pertempuran di SS"

Trims Bro untuk pembelajaran yang anda berikan. Saya menunggu tulisan-tulisan anda yang lain !!!!

Kristus Menyertai

Karena Andalah yang mengatakannya, maka kata-kata itu menjadi sangat berarti bagi saya. Mengapa? Sebab, tadinya saya sempat terpikir: "kira-kira seperti apakah nantinya respon dari GONDRONG dan teman2nya, ya?". Nah, setidaknya saya sudah menerima respon dari Anda, yang sangat positif ini.

Bro GONDRONG, syukurlah, kalo tanggapan Anda secepat dan sepositif itu! Saya menerima ini sebagai sinyal yang sangat positif untuk perkembangan perbaikan suasana di SS ini ke depannya.

Thanks ya bro, mari kita upayakan terus supaya SS ini menjadi ajang silaturahmi yang bermanfaat bagi kita semua! Gbu.

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

alvazez's picture

@ Julius T, JANGAN BERSYUKUR DULU

Jangan senang dulu bung, mereka belum nyadar aja kalo semua tulisan kamu itu sebenarnya menyinggung mereka!

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

sandman's picture

@JT Matematika yuk

Uthak athik gathuk ah...

Cerdik - tulus = licik

tulus - cerdik = tolol

tulus + cerdik = ????

tulus X cerdik =???

tulus : cerdik=???

 

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

__________________

Julius Tarigan's picture

@Sandman: Matematikanya terbatas!

Wah, wah, kali ini Anda lagi demen dengan matematika ya, bro!

Boleh-boleh aja sich...! Tapi hanya bisa digunakan untuk sebagiannya aja, gak cocok untuk semuanya.

Yang pertama dan keduanya udah bener, yaitu:

- cerdik - tulus = licik

- Tulus - cerdik = tolol

Yang ketiganya begini:

- Tulus + cerdik = itulah yang dipesankan oleh Yesus!

Sedangkan untuk yang selebihnya, itu sudah gak nyambung lagi! (Whahaha...!)

Gitu aja ya bro, thanks buat "rumus" matematikanya!

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

sandman's picture

@JT cuma wondering saja...

Sekedar meneruskan apa yang anda tuliskan dimana Cerdik tidak disertai Tulus = licik. Cuma sekedar utak atik gathuk, siapa tahu mempunyai jawaban. Seperti halnya matematika...

NB:

Soal domba dan kambing mungkin sebaiknya anda melihat masukan yang ada di kotak hijau, siapa tahu bermanfaat bagi anda.

 

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

__________________

dennis santoso a.k.a nis's picture

tulus tapi tidak cerdik

walau tulisan ini dibuat /  diapply berdasarkan "perdebatan" yang terjadi belakangan ini di SS, gue merasa bahwa tulisan ini juga cukup relevan untuk diapply ke dalam topik yang dibawa oleh penulis (JT) sejak dia pertama kali muncul di SS ini. 

keberadaan banyak "hamba Tuhan" saat ini, menurut gue, adalah imbas dari terlalu mudahnya, terlalu cepatnya, terlalu terburu-burunya seseorang diterjunkan ke apa yang kita sebut sebagai pelayanan. firman yang dipakai untuk melegitimasi hal ini biasanya adalah seputar perkataan paulus pada timotius agar dia tidak menganggap dirinya rendah karena dia masih muda, dan / atau bahwa janganlah kita memadamkan pekerjaan Roh Kudus pada diri seseorang (dengan melarangnya pelayanan).

perkataan paulus kepada timotius dicabut dari konteks yang menyertainya. fakta bahwa timotius SUDAH mengalami gemblengan keras sebelumnya sama sekali tidak pernah / jarang disebutkan. sementara firman yang kedua digampangkan karena sebenernya butuh suatu periode waktu tertentu sebelum kita bisa menilai apakah suatu pekerjaan itu benar2 dari Roh Kudus atau sebenernya hanyalah roh kudis saja.

akibatnya, banyak pelayan atau tentara dalam Gereja yang sebenernya belum layak untuk melayani atau berperang.

akibat lanjutan nya adalah seperti yang sekarang terjadi... Gereja dijalankan laksana bisnis saja (ini masih oke benernya kalau ga diikuti dengan akibat ketiga).

akibat ketiga adalah banyaknya dugaan penyelewengan terhadap manajemen duit di banyak Gereja.

dari hal yang "remeh" inilah, menurut pendapat gue, segalanya menjadi kacau.

...

membaca tulisan JT disini gue teringat ketika satu kali gue menyarankan di akupercaya.com agar seseorang berhenti dulu dari "pelayanan" nya. saran sederhana itu sebenernya berasal dari pengalaman pribadi yang tertuang diatas. sayangnya, dengan mengatas-namakan "kecintaan akan Tuhan" dan "hasrat meluap untuk membalas kebaikan Tuhan", banyak anak2 muda dan orang kristen baru yang menjadi tidak cerdik. 

tulus tapi sama sekali tidak cerdik.

Julius Tarigan's picture

@DS: Begitulah!

Memang begitulah yang akhir-akhir ini terjadi di dalam kekristenan, bro! Itu karena trend baru yang diikuti oleh banyak orang untuk melihat/mendekati agama/kekristenan dari sudut emosi. Orang-orang itu menduga bahwa apa yang ditangkapnya secara emosi itu adalah "tuntunan Tuhan", "suara Tuhan", "dorongan dari Roh Kudus", "iluminasi Roh Kudus", dst. Tetapi, kemudian nyata sekali, bahwa keidupan yang mereka jalani itu (yg katanya dalam ketatan terhadap Roh Kudus itu) adalah kehidupan yang timpang atau tidak seimbang (aneh/tidak wajar).

Seperti itulah jadinya, kalau emosi lebih diutamakan dari pada akal sehat. Hasilnya yang bisa langsung dilihat ialah: keberagamaan/kerohanian yang bertentangan atau dipertentangkan dengan keselarasan/keharmonisan, keindahan/estetika, ketenangan/ketenteraman, etika/sopan-santun, kelogisan/kewajaran, dst. Jadi, atas nama Tuhan (atau tuntunan dari Tuhan atau berdasarkan firman Tuhan) orang jadi merasa tidak apa-apa kalau melangkahi semua aturan2 yang ada di dunia ini. Semuanya jadi hitam-putih. Dan, semuanya bisa dilegitimasi.

Kita berharap (dan berupaya sebisanya) supaya keadaan ini tidak terus berlarut. Saya akan berusaha sebisa saya untuk mengubah hal ini, bro DS. Saya harap Anda pun (dan semua yang lainnya) berbuat demikian juga, sebisa Anda! Kiranya semuanya ini akan mendapatkan pemecahannya.

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

jesusfreaks's picture

@JT : Don't worry be happy !

Saya pikir TUHAN kita hidup dan bijak.

Saya rasa DIA mampu MENCEBOK semua KEKOTORAN ini.

DOSA aza DIA basuh bersih. iya gak.

but anyway, tulisan ini saya anggap sebagai bentuk Teguran atau Nasehat, untuk kita tidak membuang KOTORAN yang SAMA. kalaupun masih SAMA, don't worrylah be happy !!! karena TUHAN pencebokku yang setia !!!

 

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

Julius Tarigan's picture

@JF: Grow up, Men!

Bro Jf, saya sama sekali tidak menyangsikan bahwa Anda itu adalah seorang Kristen, seorang yang sudah percaya kepada Yesus, seorang "anak Allah". Bersukacitalah akan hal itu. Dan, bahkan, berbanggallah karena hal itu!

Tetapi, Anda kan harus bertumbuh bro....!

Maksud saya, masak ia... Tuhan itu terus aja menjadi "pencebok" bagi Anda?!

 Harusnya kan, Anda sudah bisa untuk "cebokin" diri Anda sendiri! Begitu kan, bro? (Maksud saya, ya sudah bisalah untuk lebih tahan-tahan diri. Gitu, bro!).

Begitu aja bro Jf, any way, i am happy koq kamu udah torehin comment kamu di sini! Thanks ya, bro! Gbu.

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

jesusfreaks's picture

@jt : anak dihadapan BAPA.

Dear jt, Ada baiknya kamu baca blog saya tentang TUHAN Pencebokku. Sampai sekarang, DIA selalu mencebokku.

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

Purnawan Kristanto's picture

T.O.P.B.G.T


Bro JT,

Tulisan Anda masuk dalah daftar blogger yang wajib saya baca. T.O.P.B.G.T.


__________________

 

Tulisan PurnawanFoto Purnawan  Video karya Purnawan

Julius Tarigan's picture

@Purnawan Kristanto: T.H.X.B.G.T

Senang banget menerima pujian dari Anda, bro Purnawan!

Memang sudah sepantasnyalah kita mempertahankan wadah kita ini, untuk bisa menjadi tempat yang tetap menantang dan tidak membosankan, tetapi juga tidak menjadi tempat yang "menyeramkan" bagi orang2 yang masih baru. Dan, saya masih percaya, karena di sini masih ada orang-orang seperti pak Purnawan, Dennis Santoso, sis Joli, dan beberapa yang lainnya, SS ini akan tetap bisa menjadi tempat yang baik untuk tempat sharing dan silaturahmi bagi orang2 Kristen dari berbagai latar-belakang denominasi dan tingkatan pengetahuan/kerohanian.

Thanks ya, bro!

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

matahari's picture

Debat Pasar Klewer tak perlu Cerdik

@ bro Tarigan

Karena ini debat pasar klewer, yg substansinya sangat baik dan membangun, namun nuansa debatnya memang ada cukup banyak yg acak adul, ada yg emosional, ada cerdas, ada yg asal-asalan, yach pokoknya semua model ada disini.  Dan menurut saya justru disitulah letak keindahan dan kekuatannya.

Bila semua yg berdebat disini (yg memang tujuannya untuk mengadu / mengasah wawasan rohani) menggunakan metode "Cerdik" ala anda, rasanya Pasar Klewer ini jadi tidak menarik lagi.  Dan perdebatan theologis nya akan kehilangan banyak "sentilan2 panas" yang kadang justru mengandung muatan rohani yang dalam.  Kalo orang mau diskusi harus cerdik seperti yang anda bilang, harus mengukur kemampuan dulu, terus kapan meluncurnya? Kan diatas langit masih ada langit. Jelas sekali teori anda itu sangat pesimistik dan tidak membangun keberanian orang untuk beradu argumen.  Namanya debat, apapun yg ada di pikiran bolehlah meluncur, toh ga ada kalah menang, ga ditentukan siapa juaranya, dan ga dikasih piala.

Bagi rekan2 semuai, mari kita berdiskusi dan berdebat dengan dewasa, berani, tajam, membangun, dan sportif, agar tercipta wacana-wacana baru yang menambah dan saling mengisi kekurangan kita, demi mengembangkan potensi kita dalam sisi rohani, bagi kemuliaan nama raja diatas segala Raja, Tuhan Yesus Kristus.  Jangan takut kalah, karena ini bukan pertandingan tinju.  Jangan cemen dan rendah diri karena yang lain tampak lebih pandai, sikaat saja, keluarkan semua apa yang anda pahami, dan biarlah pihak lain yang akan meng-koreksi anda, sehingga anda akan tahu, apakah perlu mempertahankan opini atau justru menerima opini pihak lain yg memiliki dasar alkitabiah yang lebih solid.  INILAH YANG KITA PERLUKAN DALAM FORUM INI....

Maju terus di dalam Kristus !!!

Daniel's picture

sudah termasuk

Saya kira semua yang Anda uraikan dengan sangat baik di atas itu sudah termasuk dalam kriteria "cerdik" yang dimaksud oleh Bung Julius Tarigan. Jadi sepertinya tidak ada kontradiksi.

matahari's picture

@ JF

Quotes:

"...karena TUHAN pencebokku yang setia !!!"

Bro JF,

Bgm kalo ente aja yg jadi pencebokku yg setia...

Biar ente bisa belajar lebih sopan terhadap TUHAN....

 

joli's picture

@Matahari, pencebok JF

Dear Matahari, salam kenal..

Matahari : JF Bgm kalo ente aja yg jadi pencebokku yg setia...

Jangan, jangan sekali-kali meminta JF tuk jadi pencebok. Kuku-nya JF puanjang-puanjang dan item-item lagi, bisa bibayangkan kan bagaimana rasa di cebok JF, bisa lecet dimana-mana. Lebih baik jangan dah..

Cara menakluk-kan JF, jadilah pencebok-nya.. tapi siapa yang mau? ha..ha..  lebih dari membasuh kaki loh.. hayo siapa yang mau? upahnya besar di sorga loh..

Purnawan Kristanto's picture

@ Matahari, "Bgm kalo ente


@ Matahari,

"Bgm kalo ente aja yg jadi pencebokku yg setia...

Biar ente bisa belajar lebih sopan terhadap TUHAN...."

Anda tampaknya mulai membuat blog ini panas dengan sinar Anda.

Bila semua yg berdebat disini (yg memang tujuannya untuk mengadu / mengasah wawasan rohani) menggunakan metode "Cerdik" ala anda, rasanya Pasar Klewer ini jadi tidak menarik lagi.

SABDASpace adalah wadah bagi komunitas para blogger Kristen yang rindu menuangkan aspirasi kreatifnya (dalam bentuk blog) untuk memperkaya aplikasi prinsip iman Kristen dalam kehidupan sehari-hari. Jadi situs SS ini bukan semata-mata untuk mengadu wawasan rohani. Ini adalah sebuah KOMUNITAS bukan sebuah FORUM.

Jadi sah-sah saja kalau JT mengajak kita menulis dengan gaya yang lain. Yang saya tangkap dari dari tulisan JT adalah topik tentang siapa yang harus dikalahkan dalam diskusi di blog SS ini? Apakah lawan diskusi kita? Ternyata tidak. Kita harus memenangkan hati para "yuri", yaitu para pengunjung yang kebanyakan silent majority di sini. Saya setuju pada JT, bahwa cara memenangkan hati para Yuri adalah dengan gaya yang teduh tanpa melupakan esensi persoalan.


__________________

 

Tulisan PurnawanFoto Purnawan  Video karya Purnawan

Julius Tarigan's picture

@Matahari,Daniel, PK: Intinya sama!

@Matahari,

Kalau Anda memang benar2 serius dengan imbauan yg Anda berikan di sini:

Bagi rekan2 semuai, mari kita berdiskusi dan berdebat dengan dewasa, berani, tajam, membangun, dan sportif, agar tercipta wacana-wacana baru yang menambah dan saling mengisi kekurangan kita, demi mengembangkan potensi kita dalam sisi rohani, bagi kemuliaan nama raja diatas segala Raja, Tuhan Yesus Kristus.

Itu berarti, pada prinsipnya kita punya harapan/tujuan yang sama untuk SS ini. Dan, karena itu tepatlah apa yg dikatakan oleh bro Daniel di sini:

Saya kira semua yang Anda uraikan dengan sangat baik di atas itu sudah termasuk dalam kriteria "cerdik" yang dimaksud oleh Bung Julius Tarigan. Jadi sepertinya tidak ada kontradiksi.

Tetapi, harus kita perhatikan juga "wanti-wanti" yang diberikan oleh bro Purnawan di sini:

SABDASpace adalah wadah bagi komunitas para blogger Kristen yang rindu menuangkan aspirasi kreatifnya (dalam bentuk blog) untuk memperkaya aplikasi prinsip iman Kristen dalam kehidupan sehari-hari. Jadi situs SS ini bukan semata-mata untuk mengadu wawasan rohani. Ini adalah sebuah KOMUNITAS bukan sebuah FORUM.

Begitu saja dulu ya, Matahari! Semoga apa yg kita harapkan bersama untuk kebaikan SS ini dan seluruh "penduduk"-nya serta para "tamu"-nya bisa terwujudkan.

Thanks ya Matahari, sudah kasih comment di sini! Dan, thanks juga untuk bro Daniel dan Purnawan yang udah kasih masukan!

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

rivani's picture

pak julius:tulisan anda sangat baik saya sangat setuju.

-Saya sangat setuju sekali dengan pendapat bapak bahwa kita harus cerdik .

-Saya juga sedang menunggu kontribusi bapak menghadapi ajaran bidat yang nyata2 sudah terlihat sangat jelas di SS.

-Saya sangat berharap bahwa SS berubah dan bernuansa Kristen sejati.

sandman's picture

Siapakah?

rivani = p tong  = amara = setiadi, betulkah?

 

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

__________________

rivani's picture

jangan mengada-ada

-jangan mengada ada,aku sih udah baca dari dulu tentang kamu dan hai2 dan setiadi dan dll.

-kamu adalah kubu hai2 dan yf dan denis dan ledy silent VS Pnieldan setiadi dan gondrong.

-iAku rivani ngak mau ikut2tan ya.sekalipun aku tahu siapa yang benar siapa yang salah.

sandman's picture

@Rivani kok sewot..

Melihat jawaban anda, type2nya mirip dengan pniel amara dan gondrong. Kalau bukan kenapa harus sewot? orang ditanya betulkah kok jawabannya sampai berkalimat kalimat begitu.

cukup bilang, "ya saya setiadi" atau  jawab, "bukan saya bukan setiadi atau amara atau p tong"  gitu aja kok repot sampai menuduh yang tidak tidak.

ampun DJ...

 

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

__________________

rivani's picture

maaf ya aku mau ikt ajurannya julius dan purnawan

maaf ya pak sand aku ngak mau jawab yang seperti itu ,kalau tanya jawab firman boleh .

 

sandman's picture

@Rivani sebelumnya ..

coba pahami apa itu "Komunitas Blogger Kristen" ...

 

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

__________________

rivani's picture

bloger kristen adalah penulis Kristen bukan Budha

betul ngak ya...........?

rivani's picture

penonton salam kenal:lagi nonton apa nih?

-salam kenal ,bapak atau ibu

-lagi diam aja nih lagi nonton apa?ikut nimbrung donk biar seru,

Penonton's picture

@Rivani : Salam kenal juga....

Dear Rivani,

 

Rivani .....anda menuliskan salam kenal untuk penonton....

Sebagai pembukaan, saya Penonton juga mengucapkan salam kenal untuk Rivani.

Bagaimana kabar Rivani di sana ?

Apakah kerasan dengan suasana Pasar klewer yang penuh dengan pernak-pernik yang berwarna warni ?

Suasana di Pasar Klewer ini memang kadang-kadang dapat mempengaruhi " mood " dan "suasana hati" para pembacanya.

Oleh karenanya, Penonton sungguh berharap agar Rivani dapat memilih-milih dagangan yang cocok dengan selera pribadi Rivani.

Mewakili rekan-rekan yang lain, sekali lagi.....another one...but not the last....

Well Come dan selamat bergabung dengan komunitas Pasar Klewer.

Sampai Jumpa....

 

From Oz far..far..away

__________________

xxx

rivani's picture

sandman kamu ngak asik

-di jawab ngak di balas ,jawabnya lama sekali,,,udah ah males

sandman's picture

@Rivani

katanya anda sukanya tanya jawab firman.. lagi pula apa yang saya katakan bukan pertanyaan .. kalau gak asik yang beginilah sandman.. ok.

 

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

__________________

joli's picture

orang yang tulus adalah orang yang CERDIK..

Julius, tulisan yang baik, dan PAS dengan kondisi pasar klewer saat ini, kasih jempol ah

Julius : Tekanan dari pesan yang diberikan oleh Yesus ini terdapat pada kata CERDIK (atau “cerdik seperti ular”). Sedangkan, kata TULUS (atau “tulus seperti merpati”) adalah sebagai penyeimbangnya saja, untuk kata CERDIK itu. Maksudnya, supaya CERDIK yang dimaksudkan itu tidak berubah menjadi “licik”, maka CERDIK itu harus disertai dengan TULUS. Tetapi, hal itu tidak mengubah bahwa fokus dari pesan Yesus ini adalah pada kata CERDIK tersebut.

"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati." (Mat 10:16)

Dear Julius, Firman Tuhan di Mat 10, kata cerdik dan tulus  punya bobot yang sejajar. Tulus bukan sebagai penyeimbang saja. Memang banyak orang di dunia ini yang lebih mengagul-agul-kan kecerdikan di banding ketulusan. Namun bila di praktek-kan sebenar-nya orang yang berlaku TULUS adalah orang yang cerdik.

Joli banyak belajar hal tulus ini dari my bojo, dalam banyak hal, termasuk dalam bisnis, dia sangat tulus, kadang tidak masuk akal, dan beberapa saudaranya bilang "bodoh" karena terlalu tulus-nya. Percaya tak percaya, yang cerdik, dan yang berusaha men-cerdik-i, tak bisa bilang apa-apa, karena ketulusannya.. akhirnya dalam banyak hal, dan banyak perkara, orang melihat, dan suka menjadi sahabat-nya.. Bukan berarti dia lemah, bila ada yang salah, kata-kata yang keluar sangat nyelekit, dan membuat orang marah, tapi bagaimana bisa marah bila yang di ucapkan adalah benar? Bila di injek, dia akan melawan..

Bagaimana terapkan di SS?? ya lakukan semuanya bukan hanya dengan cerdi tetapi lakukan dengan TULUS. Bila mau menasihati, nasihati dengan tulus, bila mau memaki, maki-lah dengan tulus, (walah piye caranya?) ya cari cara-lah bagaimana melakukan dengan TULUS, bila tak bisa jangan lakukan.. bila sudah ketemu cara berlaku dengan tulus ya lakukan dengan TULUS..

Selamat menjadi orang yang TULUS

 

sandman's picture

Tulusssss

nothing TO Loose di artikan indonesia tulus yah ci?

 

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

__________________

joli's picture

nothing to loose

Orang tulus selalu nothing to loose, wong dia nggak pernah kehilangan apa-apa.. itu yang banyak orang tidak tahu, maka takut tuk berlaku tulus..

Julius Tarigan's picture

@rivani, sandman: Belajar menghargai perbedaan!

-Saya sangat setuju sekali dengan pendapat bapak bahwa kita harus cerdik

.-Saya juga sedang menunggu kontribusi bapak menghadapi ajaran bidat yang nyata2 sudah terlihat sangat jelas di SS.

-Saya sangat berharap bahwa SS berubah dan bernuansa Kristen sejati.

Bro/sis rivani, SS ini memang adalah "komunitas blogger Kristen", tapi satu hal Anda harus catat, yaitu gak pake embel2 "sejati". 

Kata "sejati" itu memang sangat singkat dan bisa dengan cepat untuk disebutkan, (mungkin karena itulah juga menjadi terlalu gampang orang2 sekarang ini untuk menyebutkannya!). Padahal, apa yg terkandung di dalam kata yg sangat singkat itu adalah sangat TINGGI, DALAM, LUAS, BESAR, dan juga BERAT! Di dalam satu kelompok/denominasi saja, orang2 yg di dalamnya belum tentu bersetuju mengenai apa atau seperti apakah yg disebut dgn "Kristen sejati" itu. Konon lagi persoalan yg seperti itu mau dipaksakan juga untuk dibawa-bawa ke dalam SS, yg sdh jelas "penduduknya" multi mazhab/aliran/denominasi ini?

Yang bisa kita harapkan di SS ini hanyalah sharing satu dengan yg lain, untuk bisa saling mengenal antara satu dengan yg lainnya dan untuk bisa menghargai keragaman atau perbedaan yg terdapat antara yg satu dgn yg lainnya.

Orang yg tidak menyukai atau tdk bisa menghargai perbedaan, sebaiknya jangan ikutan di SS ini. Sebab, sudah jelas, seperti yg dikatakan tadi, SS ini adalah komunitas Kristen yg bersifat  "multi mazhab/aliran/denominasi". Jadi, kalau seseorang tidak mau menerima keragaman dan cenderung hanya mau memaksakan "kebenaran" yg menurut versi dari mazhab/aliran/denominasinya saja, sebaiknya jangan masuk di SS ini. Seharusnya dia cari saja situs2 lainnya, yg memang dibuat khusus untuk kelompok/aliran/denominasi yg dianutnya.

Saya tentunya bukan bermaksud mengusir siapa pun dari SS ini (kalau pun saya mau begitu, saya kan bukan orang yg memiliki otoritas utk melakukan itu!). Jadi, kalau Anda sudah memutuskan untuk (tetap) bergabung di SS ini, maka bertindaklah dengan kesadaran bahwa di sini Anda tidak boleh terlalu membawa-bawa "kebenaran" yg khas yang terdapat di dalam aliran/denominasi Anda.

Meskipun demikian, tidak ada salahnya juga kalau Anda ingin mempromosikan "kebenaran" khas dari aliran/denominasi Anda itu. Tetapi, lakukanlah itu dengan cara2 orang yg bijaksana, yaitu dengan mengikuti cara/teknik2 berpromosi yg baik dan efektif. Untuk itulah Anda tidak akan menggunakan cara2 yg arogan, kata2 kasar/kotor, dsb. Sebab, jika Anda melakukan yg seperti itu, hal itu justru akan menjadi promosi yg negatif/buruk bagi "produk" yg ingin Anda tawarkan itu.

Bro/sis rivani, jangan percaya kalau ada orang2 tertentu yg sedang menguasai SS sekarang ini (sekalipun orang yg Anda duga itu memiliki HIT atau point terbesar/terbanyak saat ini atau "banyak pendukung"-nya saat ini). Sebab, sesungguhnya orang banyak (Purnawan: silent majority) itulah yg tetap menjadi penentu atau sebagai "juri", yang menilai tulisan mana dan pribadi yg mana yg memang memberikan hal-hal yang baik dan berguna di SS ini.

Karena itu, berkiprahlah terus di SS ini dengan menyadari bahwa "para juri" itu dgn tdk henti-hentinya memberikan penilain mereka terhadap Anda, melalui tulisan2 Anda yg di muat/doposting di SS ini.

Begitu saja bro/sis, thanks ya, untuk comment-nya di sini!

(Bro Sandman, thanks juga ya, udah ikut nimbrung!)

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

rivani's picture

julius:ok

-ada satu pertanyaan:mereka yang menyatakan diri kristen tapi menyatakan keilahian Kristus di ciptakan,apakah termasuk kristen..?

-mereka yang adalah mormonisme apakah orang kristen?

Julius Tarigan's picture

@rivani: Beda jauh dan beda dekat

Sebagaimana manusia itu amat sangat banyak ragamnya, demikian pula kekristenan itu (atau sedikitnya yg ngaku Kristen) amat banyaklah juga ragamnya. Dan, sudah menjadi kecenderungan kita manusia juga untuk merasa lebih suka/senang/kerasan/aman jika gabung dengan orang2 yg sangat mirip atau banyak kesamaannya dengan kita. Tetapi, jika kita ingin maju (gak stagnan pada suatu limit) dan menjadi orang yg memiliki wawasan yg luas, maka kita harus membuka pergaulan kita hingga dengan mereka2 yg memiliki begitu banyak perbedaan dengan kita (pushing unto the limit atau, bahkan, crossing the limit).

Tentunya, untuk itu kita harus berani untuk membayar harganya! Kita memang sedang memasuki area yg berbahaya di sini. Yaitu bahaya bisa kehilangan pendirian atau jati diri kita sendiri. Tetapi, itulah harga yg kita semua harus membayarnya demi sebuah kedewasaan. Bukankah begitu? Pertanyaanya: beranikah Anda untuk menjadi dewasa?

Tetapi, apakah itu berarti kita harus menyimpan "kebenaran" yg kita yakini, demi untuk "menjaga hati" dari orang2 yg berbeda dgn kita itu? Tidak perlu begitu. Setiap pergaulan tentu saja tak dapat dihindarkan untuk saling berbagi. Yang penting adalah kita harus pintar2 dalam membagikan "kebenaran" yg kita "miliki" itu. Jangan dengan "norak" dan jangan terkesan arogan atau memaksakan. Lakukanlah hal itu dengan "sehalus" mungkin. Semakin dia tidak merasa bahwa dia telah menerima "kebenaran" itu dari kita, itu semakin bagus. (karena, yg penting itu kan, bukanlah dia tahu/sadari bahwa hal itu telah dia terima dari kita, tetapi adalah fakta bahwa "kebenaran" tersebut sudah diterima olehnya. Bukankah begitu?).

Berdebat sampai ngotot-ngotot-an bukanlah cara yg efektif (dan juga udah gak zamannya lagi sekarang ini!). Usahakanlah dengan cara2 yg "halus" dan "manis".

Tetapi, ingatlah bahwa Andapun harus tetap TULUS. Jadi, pergaulan Anda dgn mereka bukanlah semata-mata merupakan cara yg LICIK, yg Anda tempuh untuk "memenangkan" mereka. Kalau Anda tidak TULUS dlm pergaulan itu, mereka pasti akan bisa merasakannya juga (cepat atau lambat).

Jadi, bergaul sajalah dengan TULUS dengan SEMUA orang. Dan, karena yg namanya bergaul itu mau tidak mau pasti akan ada pertukaran informasi (termasuk mengenai nilai2 atau "kebenaran"), maka "kebenaran" yg ada pada Anda itu pasti akan "menemukan jalannya" untuk "berpindah" dari Anda kepada mereka, tanpa harus terlalu direncanakan/diatur atau direkayasa. Biarkanlah itu mengalir secara "alami".

Karena itu, jangan pernah mau menjadi "robot-robot penginjilan". Tetaplah menjadi MANUSIA!

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

rivani's picture

pdt Julius :terima kasih

terima kasih untuk nasehat danpandangannya,saya bisa menerima sepenuhnya maksud bapak.

semoga bapak selalu cerdik dan tulus sangat baik sekali jika demikian.

Tapi Tuhan juga memakai yang kasar dan Tulus.semua ada itulah variasi bagi kemulianNya.

Mat 3:7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

Julius Tarigan's picture

@Joli:

Sis Joli, saya sama sekali tidak bermaksud untuk memberi nilai kurang pada KETULUSAN.  Hanya saja, kebetulan, khusus di dalam konteks ayat yg saya kutip tersebut yg lebih ditekankan di sana ialah tentang hal CERDIK-nya (sebab akan di utus "ke tengah-tengah serigala"). Tetapi, jika kita membawanya kepada konteks yg secara luasnya, tentulah tidak ada yg lebih dipentingkan di dalam kedua kebajikan tersebut. Cuma saja, pada waktu (konteks) yg khusus ini, Yesus memang sedang (lebih) menekankan mengenai hal CERDIK itu, mengingat betapa tak sebandingnya keadaan mereka itu (jauh lebih "lemah") dari lawan-lawan (yg jauh lebih "kuat") yang akan mereka hadapi.

Jadi, sekali lagi, sis Joli, saya bukanlah berpendapat bahwa CERDIK itu lebih penting dari pada TULUS. Dan, seperti yang sis Joli juga sdh katakan, di dalam KETULUSAN yg benar itu sudah terdapat juga KECERDIKAN. Jadi, kita tidak perlu melawankan/mempertentangkan antara CERDIK dan TULUS. Begitu kan, sis Joli?

Sebagai seorang pria, yg juga adalah suami (dari istri saya), saya turut merayakan sukacita dan kebanggaan yang Anda miliki pada bojo Anda, yang nyata sekali Anda cintai. Menurut saya, tidak ada yg lebih membahagiakan bagi seorang pria/suami, dari pada seorang istri yg senang dan bangga pada keadaan dirinya. Jadi, saya harus katakan: suami Anda adalah seorang pria yg sangat beruntung, karena menikah dengan Anda, sis Joli! (Dan, Anda pun tentunya adalah seorang wanita yg sangat berbahagia, karena Anda menikah dengan seorang pria, yg keadaan/keperibadiannya bisa Anda syukuri dan banggakan!). Smoga langgeng selamanya (atau sampai kakek-nenek, dan hanya kematian sajalah yg bisa memisahkan)!

Begitu saja sisi Joli, thanks ya, buat comment-nya di sini! Gbu.

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

joli's picture

Kasih senjata paling dahsyat..

Julius : Sebagai seorang pria, yg juga adalah suami (dari istri saya), saya turut merayakan sukacita dan kebanggaan yang Anda miliki pada bojo Anda, yang nyata sekali Anda cintai.

Jangan begitu ah, Joli jadi malu..

Tahukah anda? ketika di puji jadi tak berkutik, lain hal nya bila anda memaki Joli, wah, bukannya tak berkutik, tapi Joli akan menjadi ber-KUTIK-KUTIK .  Mungkin itulah natur manusia, maka-nya Tuhan perintahkan kasihilah sesamamu, jangan membalas kejahatan, tetapi kasihi-lah. Ya dengan berbuat baik itu seperti memberi bara di kepala. Kasih dan kebaikan adalah senjata yang paling hebat dampak-nya untuk mengalahkan kejahatan. Sayang-nya banyak anak-anak Tuhan yang nggak tahu fungsi kasih ini, sehingga lebih asik bila membalas makian dari pada mengatakan kata-kata manis..

Julius Tarigan's picture

@Joli: Mari kita taburi SS ini dengan manis-manisan!

Ya, banyak kali orang2 (sekalipun ngaku Kristen) masih hidup di dunia "bar-bar", yg mengira segalanya harus dimenangkan dengan cara bertarung/berantem (secara fisik/emosional).

Mereka belum belajar untuk memahami dan kemudian menyadari bahwa ada kuasa yg sangat besar di dalam KASIH, KELEMBUTAN, dan KERAMAHAN.

Makian akan dilawan dengan makian; hujatan akan dilawan dengan hujatan; sumpah serapah akan dilawan dengan sumpah serapah (begitulah seterusnya). Tetapi, bagaimana orang bisa melawan KEBAIKAN, KASIH, dan KELEMBUTAN, yang diberikan dengan tulus?

Dulu, seorang teman (cewek, tapi preman) pernah berkata begini kepada saya: "Aku nggak takut sama orang yang jahat kepadaku, tapi aku justru takut sama orang yang baik kepadaku. Orang yg jahat bisa aku lawan, tapi kalo orang baik padaku, aku sama sekali gak bisa ngelakuin apa-apa ke dia!"

Kebaikan itu memang meluluhkan (orang yg sekeras apapun)!

So, sis Joli, marilah kita taburi "ruang tempat  'hang out' " kita di dunia maya ini dengan "manisan-manisan" yg berupa KASIH, KEBAIKAN, KELEMAH-LEMBUTAN, dan KERAMAHAN. Semoga dengan begitu, hidup (yg tak jarang pahit) ini bisa menjadi lebih manis lagi jadinya!

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

Tante Paku's picture

Lakukan itu secerdik ular dan setulus merpati.

     Untuk melengkapi  Blog JT di atas, baiklah saya kutipkan pemikiran si BO BENGCU kepada saya beberapa "tahun" yang lalu karena cukup menarik untuk kita pahami bersama. Demikianlah isi suratnya :

"Tante paku, saya sering berkata, "cerdik seperti merpati dan tulus seperti ular." Ketika berlaku cerdik lakukan itu setulus merpati dan ketika berlaku tulus, lakukan itu secerdik ular.

      Saya mengelompokkan para pedagang baru yang paling menyebalkan di klewer ini dari urutan paling rendah:

6. Pedagang yang mengajarkan batas yang bukan batas sejati.

     Terhadap mereka umumnya saya hanya menunjukkan bahwa batas yang mereka jual bukan batas sejati itu sebabnya harus dicabut dan dibuang. Saya juga mengajarkan batas sejatinya.

5. Pedagang semboyan-semboyan Orde Baru.

     Terhadap mereka saya menunjukkan betapa kosongnya semboyan mereka dan hidup ini tidak bisa dijalani dengan semboyan karena ajaran Alkitab bukan semboyan.

4. Pedagang Sok Tahu

     Mereka orang-orang baik namun sok tahu karena tidak tahu bahwa mereka tidak tahu. Kita hanya perlu melayani pedagang ini dengan memberitahu apa yang mereka tidak tahu.

3. Pedagang hakim dunia.

     Pedagang hakim dunia umumnya menghakimi sambil mengajarkan bahwa penghakiman adalah hak prerogatif Tuhan. Bayangkan, mereka menghakimi sambil menyatakan kita tidak boleh menghakimi. Betapa menyebalkannya. Begitu anda sentil uratnya maka pedagang hakim dunia akan tampil wujud aslinya. 

2. Pedagang Sesat

     Pedagang sesat tahu apa yang mereka jual. Umumnya mereka akan pentang jurus nggak karu karuan ketika dagangannya ditawar. Mereka akan ngacir ketika tahu bahwa jualannya nggak akan laku.

1. Pedagang Kutu Kupret

     Pedagang kutu kupret adalah pedagang yang paling menyebalkan di dunia.Selain dagangannya sesat mereka juga menganggap dirinya MESIAS yang diutus untuk menyelamatkan para bogger SABDASpace.

     Saya sebut mereka kutu kupret karena selain bebal mereka juga tolol setengah mati. Hanya Tuhan yang mampu membuat pedagang-pedagang demikian bertobat, itu sebabnya saya tidak berusaha keras untuk membujuk mereka bertobat. Tunjukkan saja kepada para blogger kesesatan mereka sambil sekali-sekali menghajar mereka dengan jurus-jurus mereka sendiri.

     Ketika anda menegur, mereka akan kekeh jumekeh. Ketika anda mengajarkan kebenaran, mereka akan menuduh anda rasionalis. Ketika anda menunjukkan ketololannya, mereka akan menuduh anda tidak rohani dan dipenuhi Roh Kudus. Ketika anda menghajar mereka akan berpikir, itulah salib yang harus mereka pikul. Mereka umumnya bersyukur kepada Tuhan karena jumlah hit dan komentar di blog mereka banyak karena menyangka itulah buah pelayanan mereka.

     Bila meminjam istilah mas wawan (Purnawan Kristanto), pedagang kutu kupret adalah kodok kinthel yang tubuhnya membesar ketika di pukul. Benar-benar oncom dan dodolipet.

     Di luar semua itu, ada pedagang SENTINEL dan pencari kebenaran. Setiap kali bertemu dengan pedagang demikian, saya akan mengelus dada dan mengucap syukur kepada  Tuhan, "Ah ... Tuhan bila pedagang seperti ini terus berdatangan maka tidak lama lagi saya bisa menulis dan mengunggah CERPEN di Klewer. Betapa asyknya!" 

      Kiranya bisa mengingatkan kita semua, lepas dari "tuduhan" ikut gerombalan KIRI atau KANAN. Bukankah lebih enak kalo kita bisa bersikap, jangan lihat siapa bicara tapi DENGAR apa katanya, sebelum kita melakukan tindakan berikutnya dengan lebih tenang dan hati-hati serta saling menghargai?

Salam hangat.

sahabat's picture

Salam Kenal Tante

Salam Kenal Tante Paku,

Menurut anda saya kategori mana ya? hehehe

 

__________________

"Aku yakin dengan sepenuhnya bahawa Berita Baik itu kuasa Allah yang menyelamatkan semua orang yang percaya kepada Yesus, mula-mula orang Yahudi, dan juga orang bukan Yahudi" - Roma 1: 16

Julius Tarigan's picture

@Tante Paku:

Tante Paku, si BO BENGCU memang selalu bisa aja, ya! Pake buat identifikasi dan klasifikasi para pedagang di SS segala! Hahaha...!

Terlepas dari siapa2 yg cocok dengan identifikasi dan klasifikasi yg dibuat oleh si BO BENGCU itu.....

Dan, terlepas dari soal akurat tidak akuratnya identifikasi dan klasifisai itu.....

Ada satu hal yang saya jelas-jelas setuju dan ingin menyuarakannya bersama-sama dengan Tante Paku kepada seluruh "warga" di SS ini, yaitu:

Bukankah lebih enak kalo kita bisa bersikap, jangan lihat siapa bicara tapi DENGAR apa katanya, sebelum kita melakukan tindakan berikutnya dengan lebih tenang dan hati-hati serta saling menghargai?

Saya sangat setuju dengan itu, dan saya percaya kebanyakan "penduduk" SS ini pun pasti setuju juga dengan hal itu!

Thanks ya, Tante Paku!

Salam hangat kembali.

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

Penonton's picture

@Julius Tarigan : sekedar berkomentar....

 

Salam Kenal,

 

Halo Bung julius, sungguh menjadi sebuah pencerahan bagi saya seorang Penonton ketika membaca blog tulisan anda.

Masalah Pasar Klewer bagi saya sebenarnya merupakan sebuah masalah yang cukup kompleks dan cukup lama berlarut-larut tampa adanya sebuah solusi yang tepat guna menyelesaikan inti permasalahannya.

Saya percaya bahwa perbedaan pendapat tentu saja akan selalu ada di antara kita.

Apakah jadinya jika dunia ini menjadi sama rata, satu pemikiran, tampa adanya pro dan kontra, tentunya akan menjadi sebuah dunia yang membosankan bukan?

Title : Friendship.  This images captures the strong friendship and respect that this boy and girl share with each other.

Ilustrasi : " Friendship For All "

Saya sempat memimpikan akan sebuah tempat bernama Pasar Klewer yang seluruh warganya dapat dengan rukun dan damai bergaul, meskipun mungkin di dalam medan perdebatan sampai berdarah-darah ataupun bahkan mungkin babak belur bonyok setengah mati.

Sayangnya, hal ini sepertinya masih sangat sulit untuk diwujudkan oleh karena banyaknya individu-individu yang membawa aroma perdebatan kepada kehidupan sehari-hari.

Dalam hal ini yang saya maksudkan adalah buntut dari perdebatan itu sendiri yang menjadikan beberapa individu menjadi benci, sentimen, dan bahkan mendendam ketika bertemu dengan lawan debatnya dimanapun ia berada.

Pertanyaannya adalah, mengapa harus begitu ?

Apakah perdebatan yang pernah terjadi bagi sebagian individu dan pedagang menjadi begitu menyakitkan, sehingga tidak ada cara lain bagi mereka selain daripada membalasnya dengan balasan yang setimpal?

Sebagai contoh, bagi seseorang yang mungkin pernah terciprat kata "Goblok " , maka dengan dalih-dalih tertentu maka sang korban lantas merencanakan untuk membalas hal tersebut dengan " Goblok plus ".

" Loe maki gua dengan kata " sesat ", tunggu deh...gua bakal balas dengan " sesat plus bunganya " sekalian.....

Hal ini tentunya dapat dimaklumi oleh karena Pasar Klewer sangatlah kaya akan variasi individu yang sangat beraneka ragam macamnya.

Hampir bermacam-macam jenis kharakter dan individu dapt ditemui di Pasar Klewer.Dari yang sangat-sangat pintar dan cerdas, sampai kepada yang biasa-biasa saja dan bahkan cenderung " kurang ".

Bukan tidak mungkin ada di antara kita yang memiliki sifat menyimpan segala macam hal yang dianggap menyakiti, agar dapat kemudian dikeluarkan serta dibalaskan suatu saat nanti di saat yang dianggap tepat.

Hal tersebut pada ahirnya kembali kepada pertanyaan sebelumnya...

" Mengapa harus seperti itu ? "

Dan mengapa....mengapa lainnya....

Saya sendiri pada dasarnya menyetujui sebuah pernyataan yang menyatakan bahwa tidak semua tulisan dan blog menjadi WAJIB untuk ditanggapi.

Di sini kita bukan sedang berada di arena ring tinju yang bertujuan untuk meng-KO lawan kita dengan cara-cara tertentu.

Kita juga bukan sedang berlomba mengikuti perlombaan maraton 100 km yang bertujuan untuk berlari dan menyelesaikan sebuah jarak tujuan, entah dengan dalih ataupun cara apapun.

.....

Ketika kita membaca sebuah tulisan blog dan kemudian bersebrangan pendapat dengan isi tulisan dari blog yang bersangkutan, maka sebenarnya tidak ada keharusan bagi kita untuk lantas melakukan " serangan balasan " yang sekiranya dianggap dapat memuaskan diri sendiri oleh individu yang bersangkutan.

Apakah dengan demikian maka kita menjadi harus membatasi diri dengan tidak melakukan hal-hal semisal menuliskan sanggahan ataupun bantahan terhadap blog-blog tertentu ?

Hal ini tentunya juga bukan merupakan sebuah hal tabu yang lantas menjadi terlarang untuk dilakukan.

Adalah sah-sah saja bagi sebagian pembaca dan pedagang untuk memberikan komentar balasan dan bahkan memberikan sanggahan kepada blog-blog tulisan tertentu jika dirasa perlu.

Dengan menimbang-nimbang kemampuan diri sendiri, kita tentunya dapat dengan mudah mengukur kemampuan diri kita sendiri sebelum pada ahirnya kita memutuskan untuk menuliskan sebuah sanggahan.

Bung Julius pada tulisannya ( Blog Di atas ) telah menjelaskan dengan baik berkaitan dengan masalah ini.

Memang masalah ini seringkali menjadi sebuah masalah yang terlupakan atau bahkan terlewat oleh sebagian besar pedagang dan pengunjung di Pasar klewer.

Sering terjadi....

Pada saat kita membaca sebuah tulisan blog yang dianggap bersebrangan dengan ide-ide serta prinsip pribadi kita....

Maka timbulah....marah.....emosi....dan dengki....






Ilustrasi : " Marah "

Ingin rasanya meluapkan emosi dan sanggahan kita terhadap sang penulis yang dianggap tidak tahu diri , sehingga berani dengan nekad menuliskan hal-hal tersebut....

" Nekad-nekad teuing ini penulis, sampai berani menulis yang kayak begini !"

Nah lantas bagaimana caranya agar kita dapat terhindar dari kekonyolan serta menghindari hal-hal yang bahkan mungkin dapat mengobarkan api perdebatan yang bahkan bisa berbuntut panjang di keseharian kita seputar Pasar Klewer?

Saya percaya bahwa pada dasarnya yang menjadi kuci utama dari masalah ini adalah berkaitan erat dengan masalah penguasaan diri dan emosi.

Dengan belajar untuk menguasai diri serta belajar untuk tidak serta merta meluapkan emosi kita dikala membaca sebuah tulisan blog yang dianggap bersebrangan dengan prinsip-prinsip kita, sedikitnya kita akan bisa membatasi tertuangnya hal-hal yang kurang perlu di blog komentar.

Saat ini banyak sekali tulisan-tulisan komentar yang jika dibaca tentunya dapat mengobarkan emosi dari para pembaca, oleh karena tulisan-tulisan tersebut mungkin ditulis di saat keadaan emosi dan dituliskan dengan maksud dan tujuan untuk membalaskan kata-kata tertentu yang dianggap telah menyakiti / menyinggung pribadi tertentu.

Tulisan-tulisan tersebut jika diamati malah tidak berhubungan sama sekali dengan inti pokok pembicaraan yang tertuang di dalam blog utama.

Banyak diantaranya malah lantas membuka topik-topik baru yang kemudian menjadi awal sebuah debat kusir yang bahkan seringkali berbuntut kepada ajang maki-maki dan "show room " kata-kata mutiara nan aduhai...

Sungguh disayangkan....

Di Ahir komentar ini, saya Penonton kiranya hendak mengucapkan selamat bergabung bagi anda Bung Julius.

Selamat datang di Pasar Klewer, tempat yang unik serta memiliki banyak pernak-pernik nan unik.

Tidak ada maksud khusus dalam penulisan komentar ini, selain daripada sekedar berbasa-basi mengiringi salam perkenalan kita.

Sedikit gambaran tentang Pasar Klewer di atas pada dasarnya merupakan sedikit pelampiasan dari seorang Penonton yang selalu mengawasi tampa bisa berbuat banyak untuk merubah keadaan yang sedang terjadi di seputar pasar.

Tentunya ada keinginan untuk membentuk pasar ini menjadi sebuah pasar yang sesuai dengan kriteria seorang Penonton...

Sayangnya, semua keinginan tersebut mungkin masih sulit untuk terwujud oleh karena berbagai sebab..

Oleh karenanya...

Melihat dari kejauahan dan belajar menerima serta mencintai Pasar Klewer apa adanya menjadi pilihan alternativ bagi penonton di saat ini...

Selamat datang Bung Julius...

Semoga anda berkenan dengan Pasar Klewer...

From Oz far..far..away

__________________

xxx

Julius Tarigan's picture

@Penonton: Komentar (dari jauh) yg sangat menyegarkan!

Membaca komentar Anda ini membuat saya merasakan sambutan yg sangat hangat dari para pendahulu saya di SS ini (yg diwakili oleh Anda). Dan, untuk itu saya sangat berterima kasih.

Untuk semua yang Anda kemukakan di dalam komentar Anda itu, saya tidak bisa mengatakan yang lain selain begini: saya sangat menyetujui semuanya yg Anda tuliskan itu!

Dan, satu hal yg sampai detik ini (setiap kali saya melihatnya) membuat saya tertawa terpingkal-pingkal ialah illustrasi "marah" yg Anda berikan (dalam bentuk foto bayi yg sedang "sangat marah" itu). Whuahahahaha....! Itu benar2 sebuah gambaran kemarahan yg tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.... pilihan illustrasi yg very intelligent and very excellent, bro!

Thanks ya bro, saya percaya Anda bisa memberikan kontribusi yg cukup signifikan untuk menciptakan suasana yg menyenangkan dan kondusif di SS ini dengan postingan2 Anda yg selalu menyegarkan....from Oz far..far..away

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

Penonton's picture

@Pdt Julius Tarigan: respon yang hangat untuk anda....

Kepada Yth,

 

Setelah membaca respon balik dan tanggapan dari Pdt Julius Tarigan, saya Penonton merasa nyaman dan tenang.

Syukurlah , ternyata Pdt Julius dapat menerima sedikit salam perkenalan dari seorang Penonton dengan hangat dan positif.

Sungguh lhoo Pak ....atau tepatnya ...Pdt Julius....

Saya sangat kagum dengan kemampuan menulis yang bapak miliki.

Tulisan Blog yang Bapak tuliskan, berisikan hal-hal yang padat dan sangat tepat mengenai sasaran, terkait dengan masalah yang sedang terjadi di sekitar Pasar Klewer.

Saya juga tentunya berharap bahwa bapak dapat turut berperan serta dalam membentuk suasana Pasar Klewer yang damai dan asri.

Selain dari itu....

Dengan memberanikan diri....

Jika sekiranya saya, Penonton dapat memohon sebuah permintaan kepada Bapak Pendeta....

Maka permintaan yang ingin saya sampaikan adalah, mohon sekiranya agar Bapak Pendeta dapat menggunakan kemampuan menulis yang Bapak miliki untuk terus aktif dalam menyampaikan pesan-pesan positif dan ajaran-ajaran mendidik, yang sekiranya diharapkan dapat dengan mantap dapat merubah cara pandang dan kebiasaan negatif yang sedang berlangsung di Pasar Klewer tercinta ini.

Rangkaian kata-kata yang dirangkai dengan tepat dan profesional tentunya akan memiliki sebuah kekuatan yang luar biasa, jika sampai dibaca oleh orang-orang yang konon mampu mencerna serta mengerti tulisan-tulisan tersebut.

Rangkaian kata-kata dan kalimat juga dapat berfungsi sebagai sebuah media pembimbing bagi subjek pembaca yang memutuskan untuk menerima pesan-pesan membimbing yang terkandung di dalam rangkaian kalimat terkait.

Dengan membaca rangkaian kalimat, seseorang dapat menjadi lebih bijak dan berwawasan.

Itulah yang disebut dengan " The Power of Words " atau kekuatan sebuah kata-kata.



    
 

Ilustrasi : " Penulis "

Saya sungguh percaya bahwa kata-kata yang dirangkai dengan cermat dan profesional tentunya akan dapat menggerakan serta menjalankan fungsinya dengan luar biasa.

Saya juga percaya bahwa Bapak Pendeta Julius memiliki kemampuan khusus tersebut, yang tentunya diharapkan akan dapat membantu rekan-rekan di Pasar Klewer untuk dapat menangkap serta menjalankan tujuan / makna / pesan  yang terkandung didalam blog tulisan terkait.

No pressure lhoo Pak....

Take it easy....

Jangan menjadikan permintaan ini menjadi sebuah beban...

Penonton hanya berharap jika mungkin Bapak Pendeta Julius dapat terus menuliskan blog-blog yang lantas dapat menjadi sebuah pencerahan serta memberikan nasihat-nasihat yang semoga saja dapat membantu merubah keadaan di Pasar Klewer yang seakan-akan selalu Puanassss.....

( maaf jika terkesan terlalu memaksa  )

Kembali kepada masalah permintaan seorang Penonton yang sebenarnya tidak pernah perlu diucapkan....

" Lhoo kok tidak pernah perlu untuk diucapkan ? "

" Katanya memohon....tapi kok tidak perlu diucapkan ?"

Sungguh lhoo Pak Pendeta Julius...

Sebenarnya, tampa perlu seorang Penonton memutuskan untuk melontarkan sebuah permintaan pun, tulisan blog yang Bapak miliki tentunya telah mampu memberikan arahan dan nasihat bagi rekan-rekan di Pasar Klewer ini.

" Lhoo kok bisa ? "

Buktinya adalah tanggapan positif serta pujian yang telah dilontarkan bagi Bapak Pdt julius.....he he he....

Jadi....memang benar bahwa seorang Penonton tidak pernah perlu untuk memohon  agar Bapak Pdt Julius dapat menuliskan sesuatu dengan khusus , hanya demi menyampaikan pesan-pesan serta ajaran-ajaran khusus demi menjalankan bagiannya.

Yang Bapak Pdt julius perlu lakukan hanyalah terus menulis dengan biasa, dan saya percaya bahwa tulisan-tulisan tersebut akan mampu menjalankan fungsi dan bagiannya dengan sangat luar biasa.

Sebagai penutup....

Semoga Bapak Pdt Julius dapat terus diberikan ide-ide baru, agar dapat menuliskan blog-blog baru di Pasar Klewer ini.

Saya sangat senang dapat berkenalan dengan Bapak Pdt Julius.

Tuhan Berkati dan Lindungi Bapak Pendeta....

See u around Klewer...

 

From Oz far..far..away

 

 

 

 

__________________

xxx

matahari's picture

@ Purnawan Kristanto

Quote:

"Anda tampaknya mulai membuat blog ini panas dengan sinar Anda."

Bro Purnawan, sebelum anda menilai tulisan saya yg ini:

"Bgm kalo ente aja yg jadi pencebokku yg setia...

Biar ente bisa belajar lebih sopan terhadap TUHAN...."

sebaiknya anda perlu baca dulu komentar JF yang ini:

"but anyway, tulisan ini saya anggap sebagai bentuk Teguran atau Nasehat, untuk kita tidak membuang KOTORAN yang SAMA. kalaupun masih SAMA, don't worrylah be happy !!! karena TUHAN pencebokku yang setia !!! "

Kalo manusia mengungkapkan kata-kata yang kurang pantas kepada sesama manusia, walau itu tetap tidak baik, namun masih "normal" dalam ukuran manusia.  Namun kalau manusia mengungkapkan kata-kata yang kurang pantas kepada Tuhan atau membuat statement yg tidak lazim bagi Allah Yang Maha Mulia, itu namanya manusia kurang ajar atau gila mungkin... jadi wajar kalo coba saya tegur, siapa tau saja dia masih waras sehingga bisa terima teguran....

Pernyataan yg saya pakai sebagai teguran adalah kalimat yang sama yang dia buat dng membawa Tuhan, kalo dia tersinggung berarti dia masih waras, kalo dia tidak tersinggung berarti dia memang sudah gila dan tidak perlu didengarkan...

Justru seharusnya anda menilai pernyataan JF yang tidak sehat itu, daripada anda menilai saya sbg pemanas suasana.  Saya sama sekali tidak tertarik memanaskan suasana apapun apalagi dalam forum rohani yang baik seperti ini.  Mungkin gradasi sensitifitas tiap individu yang berbeda sajalah yang menganggap suhu 16 derajat sebagai 25 derajat.

Nah begitu dulu komentar saya bro Purnawan, salam kenal, dan mari maju terus di dalam TUHAN YESUS.... sukses selalu buat anda.

 

Julius Tarigan's picture

@Matahari: Sekadar canda!

Bro Matahari, dalam point yg Anda tunjuk itu, pak Purnawan hanya sekedar melakukan sejenis guitan atau candaan saja, yaitu dengan menggunakan 'nick name'  Anda, yang kebetulan bisa "membuat... panas dengan sinar Anda" (= matahari).

Jadi, tidak wajarlah kalau Anda menanggapi candaan yang seperti itu secara berlebihan (itu kalo memang benar2 point tersebutlah yg ingin Anda soroti).

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

Purnawan Kristanto's picture

JT, You got the point


JT, You got the point . This is high context communication.


__________________

 

Tulisan PurnawanFoto Purnawan  Video karya Purnawan

matahari's picture

Quote:" Dear Matahari,

Quote:

" Dear Matahari, salam kenal..

Salam kenal juga Sis Joli...  

 

 

Matahari : JF Bgm kalo ente aja yg jadi pencebokku yg setia...

Jangan, jangan sekali-kali meminta JF tuk jadi pencebok. Kuku-nya JF puanjang-puanjang dan item-item lagi, bisa bibayangkan kan bagaimana rasa di cebok JF, bisa lecet dimana-mana. Lebih baik jangan dah..

Cara menakluk-kan JF, jadilah pencebok-nya.. tapi siapa yang mau? ha..ha..  lebih dari membasuh kaki loh.. hayo siapa yang mau? upahnya besar di sorga loh.. "

Ih sereeem...

hai hai's picture

JT, Domba Dari Hongkong?

Alasan untuk menjadi cerdik itu adalah sangat jelas, yaitu karena kita diutus “seperti domba ke tengah-tengah serigala”. Sungguh itu adalah sebuah gambaran keadaan yang sangat tidak berimbang: domba versus serigala. Domba tentunya sangat berbeda dengan kambing bandot. Kambing bandot itu memiliki tanduk, sedangkan domba tidak. Domba adalah binatang yang tergolong sangat lemah, sebab tidak memiliki senjata untuk bisa melawan musuh atau penyerangnya.

Pak pendeta, lebih baik saya menganggap anda sedang MELUCU ketika menulis komentar tersebut di atas. Namun izinkan saya untuk memberi nasehat, SEBAIKNYA 

anda MEMATUHI nasehat anda sendiri, "Jangan menulis hal yang TIDAK anda pahami!"

biarkan para ahli kambing dan domba yang menulis tentang kambing dan domba.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Julius Tarigan's picture

@Hai-hai: Anda harus adil...!

Hai-hai Anda harus adil dalam menilai, jangan hanya mencari-cari (di tempat2 tg terselip) "kesalahan" orang lain.

Sudah jelas kan, kalo saya tidak sedang menulis tenteng domba dan kambig? (Bukan itu yg menjadi pokok dari tulisan saya ini).

Dan, kalau pun saya ada menyinggung mengenai domba dan kambing bandot, itu kan hanya sekedar sebagai illustrasi kecilnya saja, tidak lebih dari itu!

Nah, sekarang saya mau nanya ke Anda (karena nampaknya, dgn komentar Anda ini, Anda menunjukkan bahwa Anda sangat memahami mengenai domba [dan kambing bandot juga?]), di mana letak kesalahan dari illustrasi saya mengenai perbedaan antara domba dan kambing bandot itu?

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

dennis santoso a.k.a nis's picture

imo

kesalahan ilustrasi itu adalah karena mengatakan kambing punya tanduk sementara domba nggak. sebenernya kedua binatang ini adalah satu spesies (jadi bisa jadi ada domba yang bertanduk juga). bedanya cuma di masalah perilaku aja.

domba cenderung penurut dan selalu mendekatkan diri satu sama lain. sementara kambing cenderung individualis dan baru berkumpul kalo dipaksa.

tapi..

dalam konteks blog ini, penggunaan domba dan kambing cukup pas. karena sikap individualisnya, kambing mempunyai sikap cenderung lebih agresif daripada domba. di sisi inilah makanya gue memandang contoh ini cukup pas dan diem2 aja walo ada sedikit kesalahan.

Penonton's picture

Beda kambing dengan domba ????

Salam pembaca,

 

Wah..wah..wah...

Ternyata Kambing dan Domba itu satu species yah ?

Menurut ahlinya.....Mas Deniss....M'bing dan Domba itu kemungkinan juga bisa memiliki tanduk.....he he he...





 

Ilustrasi : "M'be / Domba / Kambing / dan sebangsanya.... "

 

Anyway....

Masak lantas kita jadi ngeributin masalah domba-dombaan sih ?

Mau domba, dombi, em'be.......kambing.....dan lain-lain.....

Pokoknya mirip-mirip deh.....full stop !!!!

 

 

From Oz far..far..away

__________________

xxx

dennis santoso a.k.a nis's picture

+1 buat dombing

hai hai's picture

@Dennis, Tergantung Pemimpin Kelompok

Denis sayang, domba dan kambing dri KELUARGA yang sama namun BUKAN Spcies yagn sama, bahkan GENUSNYA pun beda.

Domba dan kambing sama-sama binatang berkelompok (pck animal). Binatang berkelompok adalah binatang yang hidup berkelompok dan hidup dengan SITEM KASTA kelompok.

Kambing dan domba dari kasta lebih tinggi jauh lebih agresif dari yang kastanya lebih rendah.

Binatnag berkelompok menyerang untuk menjaga diri atau mempertahankan BATAS wilayahnya ketika dia sendirian atau membela anggota kelompoknya.

Pendapat anda di bawah ini SALAH.

domba cenderung penurut dan selalu mendekatkan diri satu sama lain. sementara kambing cenderung individualis dan baru berkumpul kalo dipaksa.

tapi..

dalam konteks blog ini, penggunaan domba dan kambing cukup pas. karena sikap individualisnya, kambing mempunyai sikap cenderung lebih agresif daripada domba. di sisi inilah makanya gue memandang contoh ini cukup pas dan diem2 aja walo ada sedikit kesalahan.

Kabing jarang diternak dalam kelompok BESAR sementara domba-domba WOL diternak dalam kelompok BESAR untuk meningkatkan efisiensi dan Produktivitas. Masalah kelompok besar dan kelompok kecil itu bukan NALURI namun TRADISI atau kebiasaan. Domba bisa hidup dalam KELOMPOK besar karena sejak kecil mereka dilatih dan terlatih untuk TAKLUK pada PEMIMPINNYA. Walaupun BEMBALA bukan domba namun dia DIANGGAP Pemimpin kelompok. Jadi menjadi kunci adalah kemampuan SANG pemimpin kelompok (gembala) dan para asistennya (umumnya digunakan anjing, namun anjing bukan satu-satunya binatang untuk menjaga domba. Silahkan cari binatang lainnya tersebut. Bentuknya sedikit mirip unta namun bukan unta.)

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

dennis santoso a.k.a nis's picture

iya gue salah

hahaha iya, gue salah.

gue sudah duga bahwa orang seteliti elo pasti menangkap kesalahan gue dengan memakai kata "satu spesies". ya, mereka memanh hanya satu rumpun saja, jumlah kromosom mereka memang berbeda (satu sekitar 60, satunya 54 kalo ga salah).

tapi dalam praktek, mereka diperlakukan hampir sama dalam arti sama2 disembelih untuk kepentingan kita manusia. bahkan, hanya segelintir orang yang bisa membedakan dengan akurat mana daging domba dan mana daging kambing ketika mereka sama2 sudah jadi sate.

anyway, let's cut this crap out... intinya masih sama2 aja antara penjelasan lo dan penjelasan gue, hai. akhirnya, entah karena sifat dari sononya maupun karena dibesarkan dalam kawanan, domba mempunyai sifat lebih jinak dibanding kambing. itu aja yang nyambung dengan konteks blog si JT ini.

 

hai hai's picture

@Dennis, Adu Domba

Den, yang selalu diadu itu domba. Adu kambing hanya dilakukan oleh anak-anak. Dan adu domba bukan hanya dilakukan di Jawab Barat atau di Garut saja. Sungguhnya itu bisa dijadikan BUKTI bahwa DOMBA jantan jauh lebih agresive dan  KEKEH jumekeh.

Belum pernah ada yang disebut DOMBING alias DOMBA KAMBING alias persilangan domba kambing. BILA Spesiesnya SAMA, bisa disilangkan.

Gua hoby abis sama anjing, itu sebabnya untuk memahami Anjing, gua mempelajari hampir semua binatang yang masuk kelompok PACK Animal. singa, harimau, hyne, kuda, kambing, domba, kerbau, serigala, antelop, dan lain-lainnya. Di samping itu, gua juga selalu mempelajari binatang-binatang yang banyak disebut di dalam Alkitab apalagi bila binatang tersebut digunakan untuk perumpamaan bagi seseorang.

Di dalam pack animal, pemimpin kelompoklah yang menentukan KASTA anggota kelompoknya. Misal dalam kelompok kambing gunung yang pernah gua pelajari. Bila kambing A adalah pemimpin sementara si C menang duel lawan si B, namun bila kambing A menentukan kasta si B lebih tinggi, maka si C harus manut. bila nggak nurut dia bukan hanya akan dihajar si A pemimpin kelompok, namun dikeroyok berdua si A dan Si B. Gua mempelajari hal itu dari buku lalu membuktikannya di kebun binatang ketika membaca kisah kambing-kambing gunung di dalam Alkitab.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

dennis santoso a.k.a nis's picture

imo, case closed.

hmm mungkin dari situlah kenapa istilahnya "adu domba" dan bukan "adu kambing".

anyway, pembahasan tentang domba dan kambing ini, menurut pendapat gue tidak perlu diperpanjang. alasannya adalah karena baik domba maupun kambing (atauapun kerbau yang lebih besar sekalipun), semuanya sama di hadapan seekor serigala. sama2 berposisi sebagai MANGSA.

hal inilah yang mungkin ingin dinyatakan oleh JT di paragraf berikut:

Mengapa Kita Harus Cerdik?

Alasan untuk menjadi cerdik itu adalah sangat jelas, yaitu karena kita diutus “seperti domba ke tengah-tengah serigala”. Sungguh itu adalah sebuah gambaran keadaan yang sangat tidak berimbang: domba versus serigala. Domba tentunya sangat berbeda dengan kambing bandot. Kambing bandot itu memiliki tanduk, sedangkan domba tidak. Domba adalah binatang yang tergolong sangat lemah, sebab tidak memiliki senjata untuk bisa melawan musuh atau penyerangnya.

       Sekali pun gambaran itu sepertinya tidak adil, tetapi memang begitulah yang dikatakan oleh Yesus, karena memang begitu jugalah faktanya di dalam kehidupan kita. Kita memang tidak memiliki “senjata” seperti yang dimiliki oleh lawan-lawan kita, karena itu kita harus CERDIK. Kalau KECERDIKAN bisa dianggap sebagai “senjata”, maka itulah yang menjadi “senjata” kita satu-satunya. Karena itu, haruslah kita menyiapkannya atau memperlengkapi diri kita dengannya.

       Bisakah Anda bayangkan, apa yang akan terjadi kalau kita tidak CERDIK atau gagal untuk menjadi CERDIK, sementara lawan-lawan kita menghadang kita dengan senjata yang lengkap? Sudah pastilah, yang akan terjadi ialah: kita akan menjadi “mangsa yang empuk” bagi lawan-lawan kita itu atau menjadi “sarapan pagi yang enak” atau pun “santapan malam yang lezat” bagi mereka.

bagian yang gue beri highlight warna ijo muda bisa dihilangkan atau direvisi dan tetap makna kutipan diatas tidak akan berubah.

GONDRONG's picture

hai, perhatikan konteks domba timur tengah

Pak pendeta, lebih baik saya menganggap anda sedang MELUCU ketika menulis komentar tersebut di atas. Namun izinkan saya untuk memberi nasehat, SEBAIKNYA 

anda MEMATUHI nasehat anda sendiri, "Jangan menulis hal yang TIDAK anda pahami!"

biarkan para ahli kambing dan domba yang menulis tentang kambing dan domba.

Hai, saya hanya mengingatkan, lihatlah konteksnya. Konteks domba disini, adalah domba Timur Tengah, bukan domba adauan di Jawa Barat.

Dari tulisan bung JT, sudah cukup jelas bahwa konteksnya adalah konteks Timur Tengah. Anda jangan melihat hal yang out of konteks mas.

 

sandman's picture

@Gondrong konteks apa berkotek?

Hai, saya hanya mengingatkan, lihatlah konteksnya. Konteks domba disini, adalah domba Timur Tengah, bukan domba adauan di Jawa Barat.

Gondrong bicara konteks apa berkotek? atau anda pake koteka? Jika benar apa yang anda katakan tentang domba Timur tengah maka:

 

Wahyu 5:6 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.

Jika benar di timur tengah domba tidak bertanduk seharusnya Yohanes kebingungan melihat domba bertanduk, atau paling tidak tulisannya berubah menjadi ANAK KAMBING

 

Kejadian 22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

Jika benar DOMBA timur tengah tidak bertanduk, maka sang penulis kitab kejadian akan menulis KAMBING JANTAN yang TANDUKNYA tersangkut!

Yehezkiel 34:20 Oleh sebab itu, beginilah firman Tuhan ALLAH terhadap mereka. Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan menjadi hakim di antara DOMBA yang gemuk dengan DOMBA yang kurus;

Yehezkiel 34:21 oleh karena semua yang lemah kamu desak dengan lambungmu dan bahumu serta kamu tanduk dengan tandukmu, sehingga kamu menghalau mereka ke luar kandang,

Jika benar domba ti timur tengah maka sang penulis saya yakin tidak akan menganalogikan apa yang menjadi buahj pikirnya dengan DOMBA tapi di ganti KAMBING.

 

Gondrong coba jalan-jalan ke gramedia mampir ke rak untuk anak kecil, sempatkanlah membeli gambar-gambar flora dan fauna, selain bermanfaat buat cucu anda ( jika anda punya ), anda bisa lihat gambarnya. Lumayan lah daripada lu manyun !!

 

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

__________________

hai hai's picture

@Sandman, Mr. ABS

Julius Tarigan: Sekali, lagi, bukan untuk tidak menghargai "pengetahuan baru" yg diberikan oleh bro Dennis tadi, konteks yg saya gunakan dalam tulisan saya itu adalah konteks "wawasan dunia" Alkitab (PL & PB), yg menggambarkan domba sebagai makluk yg lemah atau "tidak memiliki senjata", bukan konteks "wawasan dunia" kita sekarang ini (di mana kita sekarang ini sdh tahu ada domba2 yg juga memiliki tanduk (seperti tanduk kambing bandot?).

Hai hai: Anda tidak membaca Alkitab dengan teliti dan hati-hati itu sebabnya anda tidak AKURAT. Ketika berbicara tentang DOMBA, alkitab berbicara tentang DOMBA JANTAN berumur 1 TAHUN. Domba jantan 1 tahun namanya ANAK DOMBA. Itu sebabnya Yesus Kristus tidak pernah disebut DOMBA JANTAN namun ANAK DOMBA.

Julius Tarigan: Baiklah, setelah dikaji dan diteliti dengan sedemikian rupa, kalaupun saya ada kesalahan (yg lebih tepat disebut sebagai kesilapan, saya hanyalah tidak dengan tegas mengatakan bahwa yg dimaksudkan dengan domba di sana adalah "anak domba" (sebagaimana yg dengan jelas diungkapkan di dalam versi dari kitab Injil yg lainnya, yaitu Lukas 10:3).

Julius Tarigan: Dengan sudah tercapainya sasaran saya itu tadi (tidak ada keharusan bahwa harus semua orang sepakat baru hal itu dihitung sudah tercapai, bukan?), maka sebaiknya kita menutup saja "thread" yg satu ini. Sebenarnya sih, bisa aja suatu "thread" yg bagus itu tidak usah pake acara ditutup-tutup segala. Tetapi, karena ada orang yg nampaknya berusaha untuk "mangacaukannya", dengan terpaksa (demi tidak menjurus kepada perdebatan yg tidak sehat lagi, yg justru menjadi tujuan dari penulisan "thread" ini untuk menghindarkannya), saya putuskan untuk menutupnya hingga di sini saja. (Dengan penutupan ini tentunya saya tidak bermaksud untuk melarang siapapun untuk memberikan komentar2nya lagi di sini. Tetapi, maaf, saya tidak akan menjawab/menanggapinya lagi di sini).

Sandman,  MR. ABS = Always Blame Somebody Else pasti Mr. AR = Always a Reason. Ketika ditunjukkan kesalahannya, dia akan selalu mencari alasan untuk membenarkan diri sendiri. Si gondorng nampaknya dari jenis yang sama, itu sebabnya gua yakin dia nggak akan mengakui kesalahannya. Tadi malam di kotak ijo dia masih yakin dengan konteksnya.

Dennis: di titik ini, semalam gue merasa heran kenapa hai2 menggunakan hal seremeh ini untuk mengajar JT. gue kira2 mengerti apa yang hendak dilakukan hai2. gue juga kira2 mengerti KENAPA hai2 mau melakukan hal ini. TAPI.... kalau gue yang mengajar, maka gue akan memilih blog lain nya. ada blog (atau comment yah?) yang ditulis oleh JT yang gue sebut sebagai "lebih tidak remeh daripada yang ini".

Dennis, ada waktunya membina pengetahuan, ada waktunya membina karakter. Kali ini gua lagi mau membina karakter. Elu lihat sendiri kan? Inilah yang gua maksudkan ketika menulis blog ini.

KARAKTER itu penting!

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

jesusfreaks's picture

@haihai : bagaimana dengan karakter YESUS yang ngaco...

seperti mengatakan mengutus domba ke tengah serigala...

 

 

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

hai hai's picture

@JF, Nggak tahu ya

@haihai : bagaimana dengan karakter YESUS yang ngaco...

seperti mengatakan mengutus domba ke tengah serigala...

Bila anda mengangagp Yesus ngaco, maka tugas andalah untuk mengajarinya kawan.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

jesusfreaks's picture

@haihai : bagaimana ngajarin orang mati ?

Gimana ngajarin orang mati ?

bwi hi hi hi...

 

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

Samuel Franklyn's picture

JF: Yesus belum mati

Yesus belum mati. Yesus memang sudah mati tapi dia sudah bangkit dari kematian. Kalau lu menganggap Yesus tetap mati maka itulah tanda pasti bahwa elu nggak kenal Yesus.

jesusfreaks's picture

@SF : Yesus Anak Manusia atau Anak Allah

Yesus yang mana yang mati ?

yang Anak Manusia atau yang Anak Allah ?

 

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

hai hai's picture

@Gondrong, Kenapa Tidak Menulis?

Hai, saya hanya mengingatkan, lihatlah konteksnya. Konteks domba disini, adalah domba Timur Tengah, bukan domba adauan di Jawa Barat.

Dari tulisan bung JT, sudah cukup jelas bahwa konteksnya adalah konteks Timur Tengah. Anda jangan melihat hal yang out of konteks mas.

Gondrong, bila anda memang punya kemampuan, kenapa tidak menulis tentang perbedaan andara domba TIMUR tengah dan Domba Jawa Barat? Dengan demikian para blogger yang lain akan tahu perbedaannya.

Bila untuk hal MUDAH dan sederhana saja tidak AKURAT, bagaimana saya bisa mempercayai hal yang BESAR??

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

hai hai's picture

@JT, Di Medan Tidak Ada Pasar Hewan

Saudara Julius Tarigan, MEMAKI dan MENYATAKAN kesalahan adalah DUA hal yang berbeda.

Sayang, di Medan tidak ada pasar hewan sehingga anda tidak bisa meluangkan waktu ke pasar hewan untuk melihat kambing bandot dan domba dengan mata kepala sendiri. Namun, setahu saya di sepanjang jalan Medan Belawan anda akan banyak menemukan kambing bandot dan domba yang sedang merumput di pinggir jalan. Atau setidaknya anda bisa mencari di mesin pencari Google dengan kata kunci "DOMBA"

Domba tentunya sangat berbeda dengan kambing bandot. Kambing bandot itu memiliki tanduk, sedangkan domba tidak. Domba adalah binatang yang tergolong sangat lemah, sebab tidak memiliki senjata untuk bisa melawan musuh atau penyerangnya.

ADIL? Apabila yang anda nyatakan di atas BENAR, silahkan menyebut saya tidak ADIL. Namun bila yang anda tulis di atas SALAH, sebaiknya JANGAN menuduh saya tidak ADIL bila anda tidak mau BETERIMAKASIH karena saya memberitahu anda kesalahan anda.

Izinkan saya mengutip sebuah pepatah bagi anda. Semoga berguna.

Anda tidak akan pernah maju bila tidak BERANI mengakui kesalahan anda. 

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

bygrace's picture

FYI, Pajak Kambing di Medan

Di Medan jarang kita temukan "pasar"; yang umum dikenal sebagai tempat bertemu pembeli dan penjual di sini disebut "pajak".

Kalau mau cari kambing atau domba di Medan, silahkan datang ke Pajak Kambing di Jalan Hitam, terletak di belakang gudang-gudang tua milik PT Kereta Api Indonesia, tepatnya sepanjang rel KA, sejajar dengan dan di antara Jalan Merak Jingga (dahulu Jalan Gudang) dengan Jalan Gaharu.

Julius Tarigan's picture

@Hai-hai: Letak adil tidaknya

Hai-hai, saya meminta Anda untuk adil dalam menilai adalah karena Anda  mengatakan begini:

"Jangan menulis hal yang TIDAK anda pahami!"

biarkan para ahli kambing dan domba yang menulis tentang kambing dan domba.

Sedangkan saya tidaklah sedang menulis tentang domba dan kambing; domba dan kambing itu hanyalah sebuah illustrasi kecil saja dari tulisan saya itu.

Adapun mengenai karakteristik dari domba yg saya katakan di dalam illustrasi itu adalah karakteristik tentang domba yg sudah umum di dalam Alkitab, baik PL maupun PB.

Saya sangat berterima kasih dengan masukan yg diberikan oleh bro Dennis bahwa ternyata, dalam pengetahuan yg terakhir ini, di dapati bahwa domba dan kambing (bandot?) itu adalah sejenis dan ada juga domba yg bertanduk. Terus terang, mengenai hal itu saya mmg baru mengetahuinya dari informasi yg diberikan oleh bro Dennis. (Apa yg dilakukan oleh bro Dennis itu sudah sangat memadai kan, kalo hanya untuk memberikan informasi tambahan yg semacam itu tadi kepada sesama dalam suatu komunitas. Jadi, tidak perlu harus dengan sikap yg berlebihan atau dgn "mendramatisasikan"nya begitu rupa, seperti yg dilakukan oleh Hai-hai. Seolah-olah saya telah melakukan suatu kesalahan yg fatal di dalam tulisan saya itu!).

Sekali, lagi, bukan untuk tidak menghargai "pengetahuan baru" yg diberikan oleh bro Dennis tadi, konteks yg saya gunakan dalam tulisan saya itu adalah konteks "wawasan dunia" Alkitab (PL & PB), yg menggambarkan domba sebagai makluk yg lemah atau "tidak memiliki senjata", bukan konteks "wawasan dunia" kita sekarang ini (di mana kita sekarang ini sdh tahu ada domba2 yg juga memiliki tanduk (seperti tanduk kambing bandot?).

Adil, berarti tidak melebih-lebihkan di sebelah sisinya, adil berarti melihatnya sebagaimana adanya, adil berarti tidak berprasangka yg buruk terlebih dahulu, dan adil juga berarti tidak memaksakan suatu "wawasan dunia" yg berbeda" kepada "wawasan dunia" yg lainnya.

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

hai hai's picture

JT, Terserah Anda

Sekali, lagi, bukan untuk tidak menghargai "pengetahuan baru" yg diberikan oleh bro Dennis tadi, konteks yg saya gunakan dalam tulisan saya itu adalah konteks "wawasan dunia" Alkitab (PL & PB), yg menggambarkan domba sebagai makluk yg lemah atau "tidak memiliki senjata", bukan konteks "wawasan dunia" kita sekarang ini (di mana kita sekarang ini sdh tahu ada domba2 yg juga memiliki tanduk (seperti tanduk kambing bandot?).

Perumpamaan dan ilustrasi gunanya untuk MEMBUAT kotbah atau tulisan LEBIH mudah dipahami dan dipahami lebih GAMBLANG. Bila ilustrasinya SALAH, itu berarti akan membuat kotbah atau tulisan anda menyesatkan.

Banyak pengkotbah yang SEMBARANGAN mengutip ilustrasi atau perumpamaan tanpa menguji apa yang mereka kutip Banyak pula yang ASAL membuat perumpamaan dan ilustrasi seperti anda. Coba diingat ingat, apakah seumur hidup anda belum pernah melihat domba atau gambar atau foto domba bertanduk?

Seharusnya sebagai seorang pendeta berpengalaman anda tahu bahwa ketika mengaitkan sebuah INFORMASI salah dengan ajaran Alkitab maka JEMAAT anda akan MEYAKINI bahwa infomrasi salah tersebut adalah KEBENARAN.

Informasi dari dennis tentang TANDUK domba benar namun informasi yang lainnya juga SALAH.

AKURAT itulah kunci untuk memberitakan apa yang anda YAKINI sebagai kebenaran.

Anda tidak membaca Alkitab dengan teliti dan hati-hati itu sebabnya anda tidak AKURAT. Ketika berbicara tentang DOMBA, alkitab berbicara tentang DOMBA JANTAN berumur 1 TAHUN. Domba jantan 1 tahun namanya ANAK DOMBA. Itu sebabnya Yesus Kristus tidak pernah disebut DOMBA JANTAN namun ANAK DOMBA.

CERDIK dan TULUS! Bukankah itu yang anda ajarkan dlaam blog ini? MANA cerdiknya? Bila CERDIK, bukankah seharusnya anda MENCARI tahu tentang DOMBA, bukannya MENUDUH saya TIDAK adil dan membela diri bahwa itu hanya sebuah illustrasi kecil saja dari tulisan anda. Bila TULUS, bukankah seharusnya anda mencari tahu KARENA takut mengajarkan hal yang SALAH?

CERDIK dan TULUS! Itulah yang anda AJARKAN di dalam Blog ini. Bila anda berlaku CERDIK dan TULUS, seharusnya anda tahu bahwa KOMENTAR saya justru MENDUKUNG blog anda kawan, bukan berlaku tidak adil kepada anda. Anda bicara tentang KEADILAN? Mari kita bicara tentang keadilan. Apakah MENGAJARKAN hal yang SALAH kepada para blogger yang lain karena anda TIDAK tahu yang anda ajarkan itu ADIL?

DOMBA harus diadili sebagai domba. Gembala harus diadili sebagai GEMBALA. JEMAAT harus dihakimi sebagai jemaat, Pendeta harus dihakimi sebagai pendeta. Saya menghormati semua penulis di SABDA Space sebagai PENGAJAR itu sebabnya saya menghakiminya sebagai pengajar. Itu sebabnya ketika melakukan kesalahan di DIMAKI dan DIOLOK-OLOK abis-abisan saya tidak pernah menyangkal atau membantah kecuali MENGAKUI bahwa saya telah berbuat SALAH.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Julius Tarigan's picture

@Hai-hai: Antara "sarana-sarana" dan ajaran

Baiklah, setelah dikaji dan diteliti dengan sedemikian rupa, kalaupun saya ada kesalahan (yg lebih tepat disebut sebagai kesilapan, saya hanyalah tidak dengan tegas mengatakan bahwa yg dimaksudkan dengan domba di sana adalah "anak domba" (sebagaimana yg dengan jelas diungkapkan di dalam versi dari kitab Injil yg lainnya, yaitu Lukas 10:3).

Tetapi, sekali lagi, dalam kalkulasi terakhir pun, hal itu tidaklah sampai membuat saya berada dalam kondisi yang Anda nilai sebagai seorang yang salah dalam ajarannya atau mengajarkan hal yg keliru. Sekali lagi, Anda harus memilah ajaran seseorang itu dengan "sarana-sarana" yg digunakannya untuk menyampaikan ajaran itu. Jadi, Anda tidak boleh menghakimi suatu ajaran itu sudah pasti keliru, hanya karena "sarana-sarana" yg dipakainya itu tidak sempurna.

Bukannya, dengan ini saya mau mengatakan, tidak perlu untuk memperbaiki "sarana-sarana" tersebut supaya menjadi lebih baik lagi. Hal itu tentulah diperlukan juga. Tetapi, yang ingin saya katakan ialah: itu adalah dua hal yg sangat berbeda. Kalau Anda melihat bahwa pada "sarana-sarana" tersebut ada yg mesti diperbaiki, berbicaralah hanya tentang "sarana-sarana" tersebut saja, supaya itu diperbaiki. Jangan melompat kepada bagian ajarannya. Hanya kalau kesalahan yg mesti diperbaiki itu memang terdapat di dalam ajarannya, barulah tepat jika Anda berbicara mengenai ajarannya tersebut, supaya diperbaiki. Itulah yg saya maksud sebagai ADIL dalam menilai seorang pengajar.

Jadi, saudara Hai-hai, saya tidak sedang mengajarkan ajaran yang salah dengan tulisan saya tersebut. Dan, kalau Anda melihat ada "kesalahan" (yg seperti tadi sdh saya katakan, lebih tepat disebut sebagai kesilapan yg kecil saja), bukankah sebagai sesama di dalam komunitas ini Anda cukup dengan menunjukkannya secara langsung saja, yg dilakukan dengan sikap yg saling menghormati dan dalam semangat untuk saling membangun? Dan, bukan untuk menjatuhkan?

Anda mengatakan tujuan Anda baik. Kalau memang tujuan Anda baik, tunjukkanlah kebaikan Anda itu dengan cara2 yg baik pula, yaitu yang bisa kami "lihat" sebagai kebaikan. Tetapi, kalau Anda melakukannya dengan cara2 yg kasar/arogan, maaf kami manusia tidak bisa melihat hingga tembus ke dalam hati Anda, untuk bisa mengetahui bahwa "sebenarnya niat Anda adalah sangat baik". Kami hanya bisa tahu dari cara2 yg Anda gunakan kepada kami, sebab memang cuma hanya itulah yang bisa kami "lihat"!

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

hai hai's picture

@JT, Madu Di Dalam Bangkai

Alasan untuk menjadi cerdik itu adalah sangat jelas, yaitu karena kita diutus “seperti domba ke tengah-tengah serigala”. Sungguh itu adalah sebuah gambaran keadaan yang sangat tidak berimbang: domba versus serigala. Domba tentunya sangat berbeda dengan kambing bandot. Kambing bandot itu memiliki tanduk, sedangkan domba tidak. Domba adalah binatang yang tergolong sangat lemah, sebab tidak memiliki senjata untuk bisa melawan musuh atau penyerangnya.

Pak pendeta, lebih baik saya menganggap anda sedang MELUCU ketika menulis komentar tersebut di atas. Namun izinkan saya untuk memberi nasehat, SEBAIKNYA 

anda MEMATUHI nasehat anda sendiri, "Jangan menulis hal yang TIDAK anda pahami!"

biarkan para ahli kambing dan domba yang menulis tentang kambing dan domba.

Anda mengatakan tujuan Anda baik. Kalau memang tujuan Anda baik, tunjukkanlah kebaikan Anda itu dengan cara2 yg baik pula, yaitu yang bisa kami "lihat" sebagai kebaikan. Tetapi, kalau Anda melakukannya dengan cara2 yg kasar/arogan, maaf kami manusia tidak bisa melihat hingga tembus ke dalam hati Anda, untuk bisa mengetahui bahwa "sebenarnya niat Anda adalah sangat baik". Kami hanya bisa tahu dari cara2 yg Anda gunakan kepada kami, sebab memang cuma hanya itulah yang bisa kami "lihat"!

Tujuan saya memang baik. COBA anda baca kembali kalimat anda yang saya beri warna BIRU. Bukankah yang anda gambarkan SANGAT gamblang dan TEGAS?

Alasan untuk menjadi cerdik itu adalah sangat jelas, yaitu karena kita diutus “seperti domba ke tengah-tengah serigala”

Apakah yang anda ajarkan TIDAK boleh dipahami secara hurufiah namun harus ditafsirkan? Mustahil harus ditafsirkan bukan? Coba anda baca kalimat-kalimat anda selanjutnya:

Sekali pun gambaran itu sepertinya tidak adil, tetapi memang begitulah yang dikatakan oleh Yesus, karena memang begitu jugalah faktanya di dalam kehidupan kita. Kita memang tidak memiliki “senjata” seperti yang dimiliki oleh lawan-lawan kita, karena itu kita harus CERDIK. Kalau KECERDIKAN bisa dianggap sebagai “senjata”, maka itulah yang menjadi “senjata” kita satu-satunya. Karena itu, haruslah kita menyiapkannya atau memperlengkapi diri kita dengannya.

Bisakah Anda bayangkan, apa yang akan terjadi kalau kita tidak CERDIK atau gagal untuk menjadi CERDIK, sementara lawan-lawan kita menghadang kita dengan senjata yang lengkap? Sudah pastilah, yang akan terjadi ialah: kita akan menjadi “mangsa yang empuk” bagi lawan-lawan kita itu atau menjadi “sarapan pagi yang enak” atau pun “santapan malam yang lezat” bagi mereka.

Bukankah saya telah BERLAKU menjadi SERIGALA agar anda BISA berlatih untuk CERDIK? apa yang terjadi pada anda? And tidak berlaku CERDIK dan anda GAGAL untuk CERDIK itu sebabnya anda menjadi BULAN-BULANAN. Coba baca kembali kalimat-kalimat anda:

Peperangan yang kita hadapi di dalam hidup kita pada masa kini kebanyakannya adalah pada sisi yang bersifat “halus”, yang lebih menggunakan intelektual, yaitu KECERDASAN atau KECERDIKAN. Jadi, bukanlah pada sisi yang bersifat “kasar”, yang lebih menggunakan “otot” dan “emosi”. Karena itu, kalau kita mau menjadi orang yang berhasil dalam “peperangan” pada masa kini, tidak ada pilihan lain lagi, kita harus menjadi orang yang CERDIK. Seperti apakah orang yang CERDIK itu? Mari kita memeriksa mengenai hal itu.

Anda lihat CARA saya menyerang anda? Itulah CARA serigala menyerang. Itulah cara Singa menyerang. itulah cara macan tutul menyerang. Dia mengamati dengan seksama kelemahan lawannya. Dia menyerang TEPAT pada sasarannya. Dia menyerang dengan STRATEGI bukan asal menyerang. Dia menyerang bukan karena BENCI, dia menyerang bukan untuk melampiaskan emosi. itu sebabnya serangannya benar-benar MEMATIKAN. Mari kita baca tulisan anda selanjutnya.

Salah catu ciri yang paling mendasar (dan yang akan menjadi fokus pembahasan kita di sini) dari orang CERDIK ialah: dia tahu apakah dia harus MAJU atau BERTAHAN ataukah MUNDUR dalam suatu waktu yang tertentu. Hanya orang bodoh yang tahunya cuma MAJU saja, walau apa pun yang ada di depannya. Sekilas hal yang seperti itu terkesan seperti suatu demonstrasi keberanian dari orang-orang yang melakukaknnya. Mereka itu terlihat sebagai orang-orang yang berani menempuh resiko apa pun, demi membela/mempertahankan apa yang mereka percayai. Tetapi, keberanian tanpa akal budi yang seperti itu hanya patut disebut sebagai kebodohan atau, bahkan, kegilaan!

Anda mengajarkan TEORINYA, saya mengajarkan prakteknya sekaligus memberi anda kesempatan untuk BERLATIH. apa yang terjadi? Anda hanya TAHU teori namun SAMA SEKALI tidak menguasai TEKNIKNYA. Anda lihat ketika Dennis memberi komentar untuk mendukung anda? Saya tidak langsung MENYERANG namun menunggu dengan SABAR agar anda mengomentari komentar dennis dulu. Itulah yang disebut TULUS seperti ular. Ketika TULUS kita CERDIK seperti ular. Mari kita baca tulisan anda lebih lanjut:

Penerapannya di SS: Sekalipun Anda sangat yakin bahwa tulisan tertentu itu sesat atau orang tertentu adalah penyesat, tetapi Anda harus ukur kemampuan Anda sendiri sekarang ini terlebih dulu: apakah Anda benar-benar memiliki kemampuan untuk maju “melawan” tulisan atau orang tersebut? Kalau tidak atau Anda masih belum yakin, sebaiknya Anda urungkan saja niat Anda itu dulu. Dengan berbuat demikian bukan berarti Anda “kalah”. Anda hanya mundur untuk beberapa waktu dulu, agar Anda bisa memperlengkapi diri lagi dan menyusun kekuatan, untuk bisa melakukan “perlawanan” (dengan pantas) pada kesempatan yang lain. Berbuat yang seperti ini adalah hikmat. Melakukan hal yang demikian itu adalah CERDIK. Tetapi, melakukan yang sebaliknya adalah kebodohan. Melakukan yang lain dari itu adalah kekonyolan. Sekali lagi, sama sekali itu bukan keberanian, tetapi hanyalah kebodohan atau, bahkan, kegilaan!

Saudara Julius Tarigan, apakah anda telah berlaku CERDIK atau anda berlaku sebaliknya? Kita lanjutkan lagi:

Kita memiliki tujuan yang hendak kita capai, yaitu: memenangkan peperangan atas ajaran sesat atau para penyesat. Jadi, kita bukan hanya mau menyerang ajaran sesat dan penyesat itu kapan saja dan di mana saja. Itu namanya membabi buta. Tetapi, sekali lagi, tujuan kita adalah untuk memenangkan peperangan, karena itulah kita tidak boleh hanya dengan sembarangan saja menyerang atau melakukan serangan secara membabi buta. Sebab, dengan berbuat demikian, dari pada mendapat kemenangan, kita malahan bisa-bisa jadi dipermalukan atau menjadi bahan olok-olokan. Ingatlah, ketika orang banyak dengan bersemangat datang kepada Yesus untuk menjadi pengikut-Nya, Dia justru “mempersulit” mereka itu dengan memberikan persyaratan-persyaratan yang berat untuk mereka penuhi (Luk 14:25-27). Lebih lanjut, kepada orang banyak yang sudah sedemikian bersemangat untuk “berperang” bersama dengan-Nya itu Dia justru mengharapkan mereka untuk: “duduk dahulu…” (Luk 14:28-33). Intinya ialah, Yesus mau supaya kita tidak hanya sekedar bermodalkan semangat dan kemauan yang besar saja, tetapi harus melengkapi diri kita dengan cukup dulu, sebelum kita masuk ke dalam “peperangan” bagi Dia. Atau, kalau tidak demikian, kita justru akan mempermalukan Dia saja nantinya!

Ketika anda mengajarkan TEORINYA, saya mengajarkan PRAKTEKNYA. Ketika anda menyangka telah memahami apa yang anda ajarkan, saya menunjukkan bahwa anda sama sekali TIDAK memahami apa yang anda ajarkan karena anda hanya menulis namun TIDAK pernah bertarung.

Saya adalah petarung jalanan. Bila anda tidak mampu menghadapi saya MUSTAHIL anda mampu menghadapi dunia NYATA karena di dalam dunia nyata orang melakukannya untuk membunuh sementara saya melakukannya agar para blogger memiliki pengalaman bertarung menghadapi LAWAN yang MUMPUNI namun adalah KAWAN.

Orang yang CERDIK itu tidak pernah merendahkan lawan-lawannya. Sikap dan perbuatan yang cenderung merendahkan lawan adalah sikap dan perbuatan orang yang bodoh. Itu adalah kegegabahan yang sangat berbahaya.

Bung, apa yang anda lakukan? Anda MERENDAHKAN lawan anda. Merendahkan lawan tidak dilakukan dengan MENGEJEK atau MEMAKINYA NAMUN dengan MENGANGGAP dia HANYA lawan yang mudah dikalahkan. Anda MERENDAHKAN saya karena menganggap apa yang saya lakukan hanya MELAMPIASKAN tabiat SOMBONG dan KASAR serta SOK TAHU belaka. Saya SEDANG menjadikan diri saya SERIGALA agar anda BISA berlatih menghadapinya. Mari kita lanjutkan membaca kalimat-kalimat anda.

Ingatlah bahwa perdebatan yang Anda lakukan di SS ini disaksikan oleh banyak sekali orang, yang bertindak sebagai “juri tak resmi” dari “pertandingan” ini. Dengan keyakinan diri yang terlalu berlebihan, Anda mungkin saja akan merasa atau meyakini bahwa Anda sudah memenangkan perdebatan dalam suatu kesempatan. Tetapi, seyakin apa pun Anda akan “kemenangan” Anda itu, para “juri” itu tadilah yang akan menentukan siapa sesungguhnya pemenangnya, bukan Anda! Anda boleh suka atau tidak suka, setuju atau tidak setuju, menganggap hal itu adil atau tidak adil, itu semua tidak akan merubah kenyataannya. Kenyataannya ialah: orang banyak itulah yang menjadi “juri”-nya.

Memenangkan DEBAT bukan hanya sekedar menunjukkan bahwa lawan kita KALAH. Namun, membuat lawan dan para blogger lainnya MEMAHAMI apa yang kita ajarkan. Bila tidak mampu mengajak lawan untuk memahami tulisan kita, MINIMAL mengajak para blogger untuk memahami tulisan kita sekali gus mengenal karakter kita dan lawan diskusi kita.

Dan, sesungguhnyalah memohon, memelas, membujuk/merayu, atau mengecam dan mengancam para “juri” itu tidak akan mendatangkan hasil yang menguntungkan bagi Anda. Maaf, “juri” yang seperti ini tidak bisa Anda suap atau pengaruhi dengan cara-cara yang seperti itu. Mereka itu hanya akan bisa Anda pengaruhi justru dengan menunjukkan pengetahuan atau penguasaan Anda di dalam pokok yang sedang diperdebatkan. Dan, yang tidak kalah pentingnya, sikap Anda yang penuh simpati kepada semua orang, itu akan menarik simpati dari mereka kepada diri Anda. The golden rule harus menjadi andalan Anda di sini.

Bukankah itu yang saya tunjukkan? Saya memahami apa yang saya tulis. Saya menyatakan KESALAHAN anda lalu MENGAJARKAN hal yang BENAR. Itu sebabnya selama ini para juri walaupun TIDAK setuju dengan TULISAN saya namun MENGHARGAI cara saya diskusi.

Karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk terjun ke dalam perdebatan, jadilah seperti orang CERDIK, jangan menjadi seperti orang bodoh. Hitunglah dulu anggarannya: apakah Anda benar-benar mampu melakukannya. Kalau memang belum mampu atau Anda masih belum yakin bahwa Anda memang benar-benar mumpuni untuk tugas itu, tundalah dulu. Lakukanlah persiapan yang diperlukan untuk itu. Dan, sementara Anda bersiap-siap, mungkin Tuhan sudah mengutus seseorang yang lain, yang lebih cocok untuk menangani masalah tersebut. (Sobat, perhitungkanlah kemungkinan yang satu ini: bisa saja Anda bukanlah orang ysang dipilih Tuhan untuk melakukan tugas atau perdebatan itu!) Apakah kita menjadi tersinggung? Kenapa harus tersinggung! Bukankah Tuhanlah yang menjadi komandan tertinggi di dalam peperangan kita ini? Karena itu, tentunya Dia lebih tahu dong, apa yang harus dilakukan, bagaimana melakukannya dan siapa yang paling tepat untuk melakukannya! Sebab, kita adalah “tentara Allah”, kita adalah “tubuh Kristus”, kita adalah “bangunan Allah”.

Bila tahu katakan tahu. Bila tidak tahu katakan tidak tahu. Itulah TAHU!

Belajar TANPA berpikir SIA-SIA. Berpikir TANPA belajar BERBAHAYA.

Saudara Julius tarigan dan handai taulan sekalian. Semoga setelah membaca kembali blog ini dengan teliti dan hati-hati lalu membaca komentar-komentarnya dengan CARA yang sama di tambah komentar saya ini, anda sekalian memiliki pemahaman BARU tentang apa yang saya sebut:

Cerdik seperti MERPATI dan tulus seperti ULAR.

Ketika TULUS lakukan dengan CERDIK. Ketika berlaku CERDIK TULUSLAH!

Yesus mengajarkan, "Jangan menghakimi berdasarkan apa yang KELIHATAN namun hakimilah dengan ADIL."

Lawan anda yang paling SADIS adalah guru anda yang paling MANIS.

Ketika anda mencium bau bangkai, ingatlah bahwa SAMSON menemukan MADU di dalamnya.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Julius Tarigan's picture

@"Para Juri" SS: Silahkan Anda yg menilainya!

Hai-hai mulai menggunakan "ilmu andalannya", yg ntah saya harus menyebutnya dengan apa....ilmu berkelit, ilmu mengaburkan, atau ilmu menggelapkan? Entahlah...! Yang saya lihat, dia hanya sedang "menari-nari" di atas tulisan saya, dengan "tarian" yang acak dan suka-sukanya saja! Saya tidak tahu harus bagaimana untuk meladeninya dengan cara yg sewajarnya lagi. Sebenarnya, kalau dia sudah memberikan masukan untuk hal2 yg dirasanya sebagai sesuatu yg kurang di dalam tulisan saya itu, ya sudah dong, dia selesai saja sampe di situ, yaitu dengan sudah diberikannya apa yang menjadi masukannya itu. Tapi, yg dia lakukan sekarang adalah hal yg sangat tidak wajar dan tidak rasional, dengan mengacak-acak tulisan saya itu secara suka-sukanya saja.

(Semua orang yg pernah/suka menulis pasti memahami bahwa karya tulis kita itu adalah sesuatu yg sangat berharga bagi kita pribadi. Itu hampir kita rasakan dan perlakukan seperti anak kita sendiri! Betapa sakitnya hati kita, kalau ada orang yg dgn sembarangan saja "mengacak-acak" karya tulis kita itu, dengan "memotong-motongnya" sesukanya saja dan "mencorat-coretkan" komentarnya yg juga hanya sesukanya saja. Terlebih lagi, kalau itu dilakukannya tepat di depan "mata" kita sendiri! Terus terang, saya memang merasa tersinggung dan juga tersakiti, dengan perlakuan yg sangat tidak pantas itu!).

Karena itu, dengan ini, semuanya saya serahkan saja kepada penilaian dari Anda sekaliannya, sebagai "penduduk" dan juga "para tamu" sekalian dari "negeri" SS ini. Petiklah apa yg bisa dan Anda anggap baik untuk dipetik dari tulisan saya itu. Sebab, memang hanya itulah yg menjadi tujuan saya dalam menuliskan mengenai "Pesan Yesus" tersebut kepada kita sekaliannya.

(Daripada menjurus kepada hal2 yg tidak sehat lagi, saya tidak keberatan sama sekali kalau "thread" yg satu ini kita tutup aja sampai  di sini. Tetapi, silahkan juga teman2 memberikan pertimbangan untuk itu).

Terima kasih atas perhatian kita semua.

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

bygrace's picture

@JT : Ada waktunya untuk berhenti

Salam sejahtera, Pak JT

Pak JT menulis :

Saya tidak tahu harus bagaimana untuk meladeninya dengan cara yg sewajarnya lagi.

bygrace :

Saya pikir lebih baik Pak JT berhenti meladeni Hai-hai, jika untuk selanjutnya bapak berpikir untuk menggunakan cara-cara yang tak wajar. Hai-hai itu sering berniat baik, seperti dia katakan sendiri, tetapi caranya acap kali menghalangi tercapainya niat baiknya itu. Kalau Pak JT sudah tak siap menerima uluran kebaikannya, memang lebih baik 'no deal' dulu, ya. Kalau dipaksakan 'deal' terus dalam bentuk berbalas komentar sementara Pak JT mulai merasa terusik, bisa-bisa ujungnya jadi 'duel' yang tak produktif.

GONDRONG's picture

Bung Julius : hai-hai tidak perlu ditanggapi

Syalom

Bung Julius, saya pribadi menerima banyak pelajaran dan kesegaran rohani dari tulisan anda.

Dengan adanya komentar yang tidak wajar dari hai-hai, saya harap anda tidak perlu menanggapinya karena seperti itulah "natur dia" yang sesungguhnya. Semakin anda menanggapi kemungkinan besar akan terjadi debat kusir antara orang yang mengerti dan yang tidak mengerti tetapi cari popularitas.

Terkadang memang ada orang yang suka memutarbalikkan ayat Alkitab, tetapi biarlah mereka yang tidak dapat dinasehati biarlah berjalan dalam pemahaman mereka sendiri.

Akhir kata, tetap berkarya bung !!! Tetap Semangat dan terus memiliki rasa Kewaspadaan dalam Tuhan !!!

Saya menantikan tulisan anda yang berikutnya

Kristus menyertai

Penonton's picture

Mempertanyakan sosok image ular...

Salam Pembaca,

 

Ketika membaca alur kejadian di atas ( melalui komentar-komentar blog di atas ), tentunya kita akan dapat melihat bahwa sepertinya Sdr Hai-hai sedang berperan sebagai " serigala " yang konon menurut beliau dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pelajaran kepada Bung Julius.





 
 

Ilustrasi : " Serigala "

 

Dalam alur tersebut disinggung juga dua nama binatang lain yang turut juga memainkan peranan penting terkait alur cerita yang sedang kita bahas.

Coba perhatikan selogan di bawah ini :

Cerdik seperti MERPATI dan tulus seperti ULAR

Bagi para pembaca yang jeli tentunya akan segera menyadari bahwa selogan di atas dengan maksud tertentu telah ditulis dengan cara terbalik.

Seharusnya " cerdik seperti Ular dan tulus seperti Merpati " , menjadi " cerdik seperti Merpati dan tulus seperti Ular ".

Disaat kita membayangkan kedua nama binatang yaitu Merpati dan Ular maka tentunya pikiran kita akan langsung menggambarkan sesosok binatang yang sangat bertolak belakang dalam kharakter pernggambarannya.

Merpati biasanya seringkali digambarkan sebagai sosok binatang perlambang akan sesuatu yang putih, bersih, tulus, dan suci...

Sementara Ular sebaliknya seringkali ( meski tidak selalu ) digambarkan sebagai perlambang hal-hal yang jahat, licik, berbisa, dan evil....






 

Ilustrasi : " Ular "

Nah lantas bagaimana dengan selogan yang menyatakan " tulus seperti Ular " ?

Apakah penggunaan kata " Ular " disini , ditempatkan dengan maksud-maksud tertentu yang tentunya mungkin hanya bisa dimengerti oleh sang pembuat selogan ?

Ketulusan apakah yang bisa dicontoh atau digambarkan dari sesosok ular ?

Bukankah ular merupakan perlambang kelicikan, hal yang jahat / evil, dan bahkan di beberapa kebudayaan ular merupakan gambaran yang dipakai akan iblis ?

Di dalam penerapannya, penggunaan kata " licik " dan " cerdik " dalam bahasa indonesia memiliki arti kata yang kurang lebih mirip.

Dalam pandangannya, Penonton mencoba menjabarkan kata " cerdik " dan "licik " terhadap kaitannya dengan kata cerdas.

Baik kata " cerdik " ataupun " licik " pada dasarnya merupakan sebuah bentuk kata yang menggambarkan sebuah kecerdasan.

Yang membedakan keduanya mungkin hanyalah konotasi positif dari sebuah bentuk kecerdasan yang dapat diwakili oleh kata " cerdik " dan konotasi negatif dari bentuk kecerdasan yang dapat digambarkan oleh kata " licik ".

Akan tetapi keduanya tetap mewakili sebuah bentuk kecerdasan di dalamn penggunaannya.

Kembali kepada pokok pembicaraan...

Jika kita menggunakan sosok ular sebagai objek pelengkap dalam penggunaan kata tulus, maka yang didapat adalah sebuah keadaan yang kontradiksi ataupun bertolak belakang.

Hal ini bisa terjadi oleh karena image ular di masyarakat yang telah biasa dikenal sebagai image yang jauh dari tulus.

Di saat menyebut atau membayangkan kata ular, maka secara langsung image dan pikiran kita akan membayangkan tentang sebuah image yang jauh dari kata tulus.

Nah lantas bagaimana ceritanya sampai bisa tercipta selogan  Cerdik seperti MERPATI dan tulus seperti ULAR ?

Hal ini tentunya hanya bisa dijelaskan dengan jelas oleh sang pencipta selogan yaitu Sdr Hai-hai sendiri.

Apakah mungkin selogan tersebut lantas berhubungan dengan peran serigala yang sedang diperankan oleh Sdr hai-hai ?

Alur cerita saat ini sungguh sangat sulit ditebak kehabisannya...

Berbagai macam kemungkinan dapat saja terjadi, sehingga membawa alur cerita kepada bagian-bagian yang bisa membuat para pembaca penasaran.

Bagaikan membaca sebuah cerita misteri, kelanjutan kisah antara seorang Pendeta cerdas yang secara tidak sengaja harus meladeni polah tingkah seorang pemikir jalanan menjadi sebuah kisah yang cukup mendebarkan.

Pertarungan antara Domba melawan Serigala....

Siapakah yang akan menjadi pemenang ?






 

Ilustrasi : " Domba "

Tentunya ini bukanlah sekedar pertandingan tinju ataupun sejenis permainan sabung ayam yang menggunakan Domba dan Serigala sebagai binatang adu.

Pertarungan antara Serigala dan Domba di sini lebih tepat digambarkan sebagai pertarungan dua buah pikiran anak manusia yang masing-masing digambarkan sebagai Domba dan Serigala.

Berbagai pertanyaan mendadak terlintas di dalam benak seorang Penonton....

Siapakah yang lebih kuat......Domba...atau Serigala...?

Siapakah yang lebih cerdik.......Domba atau Serigala ?

Siapakah yang lebih licik.....Domba atau Serigala ?

Jika ular saja bisa menjadi tulus, maka bukan tidak mungkin seekor Domba bisa saja lantas menumbuhkan sepasang  tanduk untuk memberikan perlawanan terhadap sang Serigala.

Dengan mempercayai bahwa masing-masing Domba dan Serigala telah memiliki kekuatan dan keyakinan yang sangat kuat demi mempertahankan prinsip-prinsip mereka....

Mungkin kini adalah saatnya bagi sang Domba untuk berlaku cerdik demi memenangkan ancaman dari sang Serigala...

Akankah pada ahirnya sang Serigala berhasil menerkan seekor Domba tampa adanya perlawanan yang berarti ?

Rekan-rekan sekalian....let wait and see...

 

FROM OZ far..far..away...

 

__________________

xxx

Joshua Li's picture

Hai2 : Memang aduhai..

Salam kenal

Anda memang penguji handal

 

Ujilahlah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

 

GBU  Thank

GONDRONG's picture

Joshua : apa standar anda ?

Anda memang penguji handal

Ujilahlah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

Joshua, anda telah menyatakan bahwa hai-hai adalah penguji handal. Karena anda telah menyatakan demikian, maka saya bertanya kepada anda :

Dengan dasar apakah anda mengatakan bahwa hai-hai penguji andal ? Apakah standar anda sehingga anda berani mengluarkan statemen demikian ?

Hai-hai telah mengatakan : Cerdik seperti MERPATI dan tulus seperti ULAR.

Alkitab menyatakan : Cerdik seperti ular tulus seperti merpati.

Disini ada dua pernyataan yang kontradiksi. Dimana pernyataan hai-hai jelas-jelas melawan pernyataan Alkitab. Apakah menurut anda, ini adalah ujian?

Silahkan anda jawab dengan standar dan logika yang jelas. Trimakasih.

Joshua Li's picture

Gondrong : Sebatas pemahaman saya.

Menurut  pendapat saya hai-hai hanya menguji Jt bukan tulisan Jt,itu saja.

Tulisan Jt sangat baik untuk mebangun dan saya banyak dapat pelajaran dari situ. Mengenai kontradiksi,mungkin hai-hai salah ketik

 

Terimah kasih GBU.

hai hai's picture

Serangan TERAKHIR

JT, Domba Dari Hongkong?
Dikirimkan oleh hai hai pada Sab, 2009-12-19 15:57

Alasan untuk menjadi cerdik itu adalah sangat jelas, yaitu karena kita diutus “seperti domba ke tengah-tengah serigala”. Sungguh itu adalah sebuah gambaran keadaan yang sangat tidak berimbang: domba versus serigala. Domba tentunya sangat berbeda dengan kambing bandot. Kambing bandot itu memiliki tanduk, sedangkan domba tidak. Domba adalah binatang yang tergolong sangat lemah, sebab tidak memiliki senjata untuk bisa melawan musuh atau penyerangnya.

Pak pendeta, lebih baik saya menganggap anda sedang MELUCU ketika menulis komentar tersebut di atas. Namun izinkan saya untuk memberi nasehat, SEBAIKNYA 

anda MEMATUHI nasehat anda sendiri, "Jangan menulis hal yang TIDAK anda pahami!"

biarkan para ahli kambing dan domba yang menulis tentang kambing dan domba.

@Hai-hai: Anda harus adil...!
Dikirimkan oleh Julius Tarigan pada Sab, 2009-12-19 16:20

Hai-hai Anda harus adil dalam menilai, jangan hanya mencari-cari (di tempat2 tg terselip) "kesalahan" orang lain.

Sudah jelas kan, kalo saya tidak sedang menulis tenteng domba dan kambig? (Bukan itu yg menjadi pokok dari tulisan saya ini).

Dan, kalau pun saya ada menyinggung mengenai domba dan kambing bandot, itu kan hanya sekedar sebagai illustrasi kecilnya saja, tidak lebih dari itu!

Nah, sekarang saya mau nanya ke Anda (karena nampaknya, dgn komentar Anda ini, Anda menunjukkan bahwa Anda sangat memahami mengenai domba [dan kambing bandot juga?]), di mana letak kesalahan dari illustrasi saya mengenai perbedaan antara domba dan kambing bandot itu?

imo
Dikirimkan oleh dennis santoso ... pada Sab, 2009-12-19 16:30

kesalahan ilustrasi itu adalah karena mengatakan kambing punya tanduk sementara domba nggak. sebenernya kedua binatang ini adalah satu spesies (jadi bisa jadi ada domba yang bertanduk juga). bedanya cuma di masalah perilaku aja.

domba cenderung penurut dan selalu mendekatkan diri satu sama lain. sementara kambing cenderung individualis dan baru berkumpul kalo dipaksa.

tapi..

dalam konteks blog ini, penggunaan domba dan kambing cukup pas. karena sikap individualisnya, kambing mempunyai sikap cenderung lebih agresif daripada domba. di sisi inilah makanya gue memandang contoh ini cukup pas dan diem2 aja walo ada sedikit kesalahan.

@JT, Di Medan Tidak Ada Pasar Hewan
Dikirimkan oleh hai hai pada Sab, 2009-12-19 16:41


Saudara Julius Tarigan, MEMAKI dan MENYATAKAN kesalahan adalah DUA hal yang berbeda.

Sayang, di Medan tidak ada pasar hewan sehingga anda tidak bisa meluangkan waktu ke pasar hewan untuk melihat kambing bandot dan domba dengan mata kepala sendiri. Namun, setahu saya di sepanjang jalan Medan Belawan anda akan banyak menemukan kambing bandot dan domba yang sedang merumput di pinggir jalan. Atau setidaknya anda bisa mencari di mesin pencari Google dengan kata kunci "DOMBA"

Domba tentunya sangat berbeda dengan kambing bandot. Kambing bandot itu memiliki tanduk, sedangkan domba tidak. Domba adalah binatang yang tergolong sangat lemah, sebab tidak memiliki senjata untuk bisa melawan musuh atau penyerangnya.

ADIL? Apabila yang anda nyatakan di atas BENAR, silahkan menyebut saya tidak ADIL. Namun bila yang anda tulis di atas SALAH, sebaiknya JANGAN menuduh saya tidak ADIL bila anda tidak mau BETERIMAKASIH karena saya memberitahu anda kesalahan anda.

Izinkan saya mengutip sebuah pepatah bagi anda. Semoga berguna.

Anda tidak akan pernah maju bila tidak BERANI mengakui kesalahan anda.

@Hai-hai: Letak adil tidaknya
Dikirimkan oleh Julius Tarigan pada Sab, 2009-12-19
17:28

Hai-hai, saya meminta Anda untuk adil dalam menilai adalah karena Anda  mengatakan begini:

"Jangan menulis hal yang TIDAK anda pahami!"

biarkan para ahli kambing dan domba yang menulis tentang kambing dan domba.

Sedangkan saya tidaklah sedang menulis tentang domba dan kambing; domba dan kambing itu hanyalah sebuah illustrasi kecil saja dari tulisan saya itu.

Adapun mengenai karakteristik dari domba yg saya katakan di dalam illustrasi itu adalah karakteristik tentang domba yg sudah umum di dalam Alkitab, baik PL maupun PB.

Saya sangat berterima kasih dengan masukan yg diberikan oleh bro Dennis bahwa ternyata, dalam pengetahuan yg terakhir ini, di dapati bahwa domba dan kambing (bandot?) itu adalah sejenis dan ada juga domba yg bertanduk. Terus terang, mengenai hal itu saya mmg baru mengetahuinya dari informasi yg diberikan oleh bro Dennis. (Apa yg dilakukan oleh bro Dennis itu sudah sangat memadai kan, kalo hanya untuk memberikan informasi tambahan yg semacam itu tadi kepada sesama dalam suatu komunitas. Jadi, tidak perlu harus dengan sikap yg berlebihan atau dgn "mendramatisasikan"nya begitu rupa, seperti yg dilakukan oleh Hai-hai. Seolah-olah saya telah melakukan suatu kesalahan yg fatal di dalam tulisan saya itu!).

Sekali, lagi, bukan untuk tidak menghargai "pengetahuan baru" yg diberikan oleh bro Dennis tadi, konteks yg saya gunakan dalam tulisan saya itu adalah konteks "wawasan dunia" Alkitab (PL & PB), yg menggambarkan domba sebagai makluk yg lemah atau "tidak memiliki senjata", bukan konteks "wawasan dunia" kita sekarang ini (di mana kita sekarang ini sdh tahu ada domba2 yg juga memiliki tanduk (seperti tanduk kambing bandot?).

Adil, berarti tidak melebih-lebihkan di sebelah sisinya, adil berarti melihatnya sebagaimana adanya, adil berarti tidak berprasangka yg buruk terlebih dahulu, dan adil juga berarti tidak memaksakan suatu "wawasan dunia" yg berbeda" kepada "wawasan dunia" yg lainnya.

@Dennis, Tergantung Pemimpin Kelompok
Dikirimkan oleh hai hai pada Sab, 2009-12-19
17:29

Denis sayang, domba dan kambing dri KELUARGA yang sama namun BUKAN Spcies yagn sama, bahkan GENUSNYA pun beda.

Domba dan kambing sama-sama binatang berkelompok (pck animal). Binatang berkelompok adalah binatang yang hidup berkelompok dan hidup dengan SITEM KASTA kelompok.

Kambing dan domba dari kasta lebih tinggi jauh lebih agresif dari yang kastanya lebih rendah.

Binatnag berkelompok menyerang untuk menjaga diri atau mempertahankan BATAS wilayahnya ketika dia sendirian atau membela anggota kelompoknya.

Pendapat anda di bawah ini SALAH.

domba cenderung penurut dan selalu mendekatkan diri satu sama lain. sementara kambing cenderung individualis dan baru berkumpul kalo dipaksa.

tapi..

dalam konteks blog ini, penggunaan domba dan kambing cukup pas. karena sikap individualisnya, kambing mempunyai sikap cenderung lebih agresif daripada domba. di sisi inilah makanya gue memandang contoh ini cukup pas dan diem2 aja walo ada sedikit kesalahan.

Kabing jarang diternak dalam kelompok BESAR sementara domba-domba WOL diternak dalam kelompok BESAR untuk meningkatkan efisiensi dan Produktivitas. Masalah kelompok besar dan kelompok kecil itu bukan NALURI namun TRADISI atau kebiasaan. Domba bisa hidup dalam KELOMPOK besar karena sejak kecil mereka dilatih dan terlatih untuk TAKLUK pada PEMIMPINNYA. Walaupun BEMBALA bukan domba namun dia DIANGGAP Pemimpin kelompok. Jadi menjadi kunci adalah kemampuan SANG pemimpin kelompok (gembala) dan para asistennya (umumnya digunakan anjing, namun anjing bukan satu-satunya binatang untuk menjaga domba. Silahkan cari binatang lainnya tersebut. Bentuknya sedikit mirip unta namun bukan unta.)

CATATAN PERTARUNGAN 1: Saya sengaja menunda komentar ini karena YAKIN Pdt. Julius Tarigan akan menyerang saya dan MEMUJI Dennis yang membelanya. JT memuji dennis, BUKAN karena yang ditulis Dennis BENAR namun karena KOMENTAR Dennis MENDUKUNG tulisannya. NAIF sekali bukan? Namun, berapa banyak blogger yang melakukan hal demikian?

iya gue salah
Dikirimkan oleh dennis santoso ... pada Sab, 2009-12-19 17:49

hahaha iya, gue salah.

gue sudah duga bahwa orang seteliti elo pasti menangkap kesalahan gue dengan memakai kata "satu spesies". ya, mereka memanh hanya satu rumpun saja, jumlah kromosom mereka memang berbeda (satu sekitar 60, satunya 54 kalo ga salah).

tapi dalam praktek, mereka diperlakukan hampir sama dalam arti sama2 disembelih untuk kepentingan kita manusia. bahkan, hanya segelintir orang yang bisa membedakan dengan akurat mana daging domba dan mana daging kambing ketika mereka sama2 sudah jadi sate.

anyway, let's cut this crap out... intinya masih sama2 aja antara penjelasan lo dan penjelasan gue, hai. akhirnya, entah karena sifat dari sononya maupun karena dibesarkan dalam kawanan, domba mempunyai sifat lebih jinak dibanding kambing. itu aja yang nyambung dengan konteks blog si JT ini.

hai, perhatikan konteks domba timur tengah
Dikirimkan oleh GONDRONG pada Sab, 2009-12-19 16:54

Pak pendeta, lebih baik saya menganggap anda sedang MELUCU ketika menulis komentar tersebut di atas. Namun izinkan saya untuk memberi nasehat, SEBAIKNYA 

anda MEMATUHI nasehat anda sendiri, "Jangan menulis hal yang TIDAK anda pahami!"

biarkan para ahli kambing dan domba yang menulis tentang kambing dan domba.

Hai, saya hanya mengingatkan, lihatlah konteksnya. Konteks domba disini, adalah domba Timur Tengah, bukan domba adauan di Jawa Barat.

Dari tulisan bung JT, sudah cukup jelas bahwa konteksnya adalah konteks Timur Tengah. Anda jangan melihat hal yang out of konteks mas.

@Gondrong, Kenapa Tidak Menulis?
Dikirimkan oleh hai hai pada Sab, 2009-12-19 17:05

Hai, saya hanya mengingatkan, lihatlah konteksnya. Konteks domba disini, adalah domba Timur Tengah, bukan domba adauan di Jawa Barat.

Dari tulisan bung JT, sudah cukup jelas bahwa konteksnya adalah konteks Timur Tengah. Anda jangan melihat hal yang out of konteks mas.

Gondrong, bila anda memang punya kemampuan, kenapa tidak menulis tentang perbedaan andara domba TIMUR tengah dan Domba Jawa Barat? Dengan demikian para blogger yang lain akan tahu perbedaannya.

Bila untuk hal MUDAH dan sederhana saja tidak AKURAT, bagaimana saya bisa mempercayai hal yang BESAR??

CATATAN PERTARUNGAN 2: Bandingkan Dennis dengan Gondrong. Dennis adalah seorang petarung SEJATI sementara Gondrong adalah petarung YAK-YAK-O. Ketika melakukan kesalahan, Dennis MENGEMUKAKAN apa yang dia KETAHUI sementara Gondrong MENGEMUKAKAN apa yang dia TIDAK ketahui. Apa yang dilakukan oleh Gondronglah yang saya sebut asal MENYERANG. Ketika saya memberitahu dennis kesalahannya, dia melakukan pengujian dan MENGAKUI kesalahannya dengan KSTRIA. Agar anda TIDAK MERAGUKAN Dennis, saya MENEKANNYA.

@Dennis, Tergantung Pemimpin Kelompok
Dikirimkan oleh hai hai pada Sab, 2009-12-19 17:29

Denis sayang, domba dan kambing dri KELUARGA yang sama namun BUKAN Spcies yagn sama, bahkan GENUSNYA pun beda.

Domba dan kambing sama-sama binatang berkelompok (pck animal). Binatang berkelompok adalah binatang yang hidup berkelompok dan hidup dengan SITEM KASTA kelompok.

Kambing dan domba dari kasta lebih tinggi jauh lebih agresif dari yang kastanya lebih rendah.

Binatnag berkelompok menyerang untuk menjaga diri atau mempertahankan BATAS wilayahnya ketika dia sendirian atau membela anggota kelompoknya.

Pendapat anda di bawah ini SALAH.

domba cenderung penurut dan selalu mendekatkan diri satu sama lain. sementara kambing cenderung individualis dan baru berkumpul kalo dipaksa.

tapi..

dalam konteks blog ini, penggunaan domba dan kambing cukup pas. karena sikap individualisnya, kambing mempunyai sikap cenderung lebih agresif daripada domba. di sisi inilah makanya gue memandang contoh ini cukup pas dan diem2 aja walo ada sedikit kesalahan.

Kabing jarang diternak dalam kelompok BESAR sementara domba-domba WOL diternak dalam kelompok BESAR untuk meningkatkan efisiensi dan Produktivitas. Masalah kelompok besar dan kelompok kecil itu bukan NALURI namun TRADISI atau kebiasaan. Domba bisa hidup dalam KELOMPOK besar karena sejak kecil mereka dilatih dan terlatih untuk TAKLUK pada PEMIMPINNYA. Walaupun BEMBALA bukan domba namun dia DIANGGAP Pemimpin kelompok. Jadi menjadi kunci adalah kemampuan SANG pemimpin kelompok (gembala) dan para asistennya (umumnya digunakan anjing, namun anjing bukan satu-satunya binatang untuk menjaga domba. Silahkan cari binatang lainnya tersebut. Bentuknya sedikit mirip unta namun bukan unta.)

iya gue salah
Dikirimkan oleh dennis santoso ... pada Sab, 2009-12-19 17:49

hahaha iya, gue salah.

gue sudah duga bahwa orang seteliti elo pasti menangkap kesalahan gue dengan memakai kata "satu spesies". ya, mereka memanh hanya satu rumpun saja, jumlah kromosom mereka memang berbeda (satu sekitar 60, satunya 54 kalo ga salah).

tapi dalam praktek, mereka diperlakukan hampir sama dalam arti sama2 disembelih untuk kepentingan kita manusia. bahkan, hanya segelintir orang yang bisa membedakan dengan akurat mana daging domba dan mana daging kambing ketika mereka sama2 sudah jadi sate.

anyway, let's cut this crap out... intinya masih sama2 aja antara penjelasan lo dan penjelasan gue, hai. akhirnya, entah karena sifat dari sononya maupun karena dibesarkan dalam kawanan, domba mempunyai sifat lebih jinak dibanding kambing. itu aja yang nyambung dengan konteks blog si JT ini.

@Dennis, Adu Domba
Dikirimkan oleh hai hai pada Sab, 2009-12-19 18:10

Den, yang selalu diadu itu domba. Adu kambing hanya dilakukan oleh anak-anak. Dan adu domba bukan hanya dilakukan di Jawab Barat atau di Garut saja. Sungguhnya itu bisa dijadikan BUKTI bahwa DOMBA jantan jauh lebih agresive dan  KEKEH jumekeh.

Belum pernah ada yang disebut DOMBING alias DOMBA KAMBING alias persilangan domba kambing. BILA Spesiesnya SAMA, bisa disilangkan.

Gua hoby abis sama anjing, itu sebabnya untuk memahami Anjing, gua mempelajari hampir semua binatang yang masuk kelompok PACK Animal. singa, harimau, hyne, kuda, kambing, domba, kerbau, serigala, antelop, dan lain-lainnya. Di samping itu, gua juga selalu mempelajari binatang-binatang yang banyak disebut di dalam Alkitab apalagi bila binatang tersebut digunakan untuk perumpamaan bagi seseorang.

Di dalam pack animal, pemimpin kelompoklah yang menentukan KASTA anggota kelompoknya. Misal dalam kelompok kambing gunung yang pernah gua pelajari. Bila kambing A adalah pemimpin sementara si C menang duel lawan si B, namun bila kambing A menentukan kasta si B lebih tinggi, maka si C harus manut. bila nggak nurut dia bukan hanya akan dihajar si A pemimpin kelompok, namun dikeroyok berdua si A dan Si B. Gua mempelajari hal itu dari buku lalu membuktikannya di kebun binatang ketika membaca kisah kambing-kambing gunung di dalam Alkitab.

imo, case closed.
Dikirimkan oleh dennis santoso ... pada Sab, 2009-12-19 19:51

hmm mungkin dari situlah kenapa istilahnya "adu domba" dan bukan "adu kambing".

anyway, pembahasan tentang domba dan kambing ini, menurut pendapat gue tidak perlu diperpanjang. alasannya adalah karena baik domba maupun kambing (atauapun kerbau yang lebih besar sekalipun), semuanya sama di hadapan seekor serigala. sama2 berposisi sebagai MANGSA.

hal inilah yang mungkin ingin dinyatakan oleh JT di paragraf berikut:

Mengapa Kita Harus Cerdik?

Alasan untuk menjadi cerdik itu adalah sangat jelas, yaitu karena kita diutus “seperti domba ke tengah-tengah serigala”. Sungguh itu adalah sebuah gambaran keadaan yang sangat tidak berimbang: domba versus serigala. Domba tentunya sangat berbeda dengan kambing bandot. Kambing bandot itu memiliki tanduk, sedangkan domba tidak. Domba adalah binatang yang tergolong sangat lemah, sebab tidak memiliki senjata untuk bisa melawan musuh atau penyerangnya.

       Sekali pun gambaran itu sepertinya tidak adil, tetapi memang begitulah yang dikatakan oleh Yesus, karena memang begitu jugalah faktanya di dalam kehidupan kita. Kita memang tidak memiliki “senjata” seperti yang dimiliki oleh lawan-lawan kita, karena itu kita harus CERDIK. Kalau KECERDIKAN bisa dianggap sebagai “senjata”, maka itulah yang menjadi “senjata” kita satu-satunya. Karena itu, haruslah kita menyiapkannya atau memperlengkapi diri kita dengannya.

       Bisakah Anda bayangkan, apa yang akan terjadi kalau kita tidak CERDIK atau gagal untuk menjadi CERDIK, sementara lawan-lawan kita menghadang kita dengan senjata yang lengkap? Sudah pastilah, yang akan terjadi ialah: kita akan menjadi “mangsa yang empuk” bagi lawan-lawan kita itu atau menjadi “sarapan pagi yang enak” atau pun “santapan malam yang lezat” bagi mereka.

bagian yang gue beri highlight warna ijo muda bisa dihilangkan atau direvisi dan tetap makna kutipan diatas tidak akan berubah.

CATATAN PERTARUNGAN 3: Handai taulan sekalian coba anda lihat prilaku PETARUNG sejati seperti Dennis. Dia mengakui KESALAHANNYA.  Dia mendapatkan pemahaman dari lawan diskusinya. Dia MENAWARKAN KESIMPULAN diskusi. DEAL! Saya tidak mengada-ada BUKAN karena dia membuktikan sendiri sifat Ksatrianya.

Ada TIGA orang PETARUNG yang saya HADAPI. FAKTA yang dibahas SAMA. PENGETAHUAN   tentang KAMBING dan DOMBA. Namun hanya SATU yang CERDIK dan TULUS, namanya Dennis Santoso. Bagaimana dengan Gondrong? Apakah dia berlaku CERDIK dan TULUS? Bagaimana dengan Pdt. Julius Tarigan yang JUSTRU adalah orang yang MENGAJARKAN tentang CERDIK dan TULUS secara panjang lebar?  Apakah dia berlaku cerdik dan TULUS?

JT, Terserah Anda
Dikirimkan oleh hai hai pada Sab, 2009-12-19 17:56

Sekali, lagi, bukan untuk tidak menghargai "pengetahuan baru" yg diberikan oleh bro Dennis tadi, konteks yg saya gunakan dalam tulisan saya itu adalah konteks "wawasan dunia" Alkitab (PL & PB), yg menggambarkan domba sebagai makluk yg lemah atau "tidak memiliki senjata", bukan konteks "wawasan dunia" kita sekarang ini (di mana kita sekarang ini sdh tahu ada domba2 yg juga memiliki tanduk (seperti tanduk kambing bandot?).

Perumpamaan dan ilustrasi gunanya untuk MEMBUAT kotbah atau tulisan LEBIH mudah dipahami dan dipahami lebih GAMBLANG. Bila ilustrasinya SALAH, itu berarti akan membuat kotbah atau tulisan anda menyesatkan.

Banyak pengkotbah yang SEMBARANGAN mengutip ilustrasi atau perumpamaan tanpa menguji apa yang mereka kutip Banyak pula yang ASAL membuat perumpamaan dan ilustrasi seperti anda. Coba diingat ingat, apakah seumur hidup anda belum pernah melihat domba atau gambar atau foto domba bertanduk?

Seharusnya sebagai seorang pendeta berpengalaman anda tahu bahwa ketika mengaitkan sebuah INFORMASI salah dengan ajaran Alkitab maka JEMAAT anda akan MEYAKINI bahwa infomrasi salah tersebut adalah KEBENARAN.

Informasi dari dennis tentang TANDUK domba benar namun informasi yang lainnya juga SALAH.

AKURAT itulah kunci untuk memberitakan apa yang anda YAKINI sebagai kebenaran.

Anda tidak membaca Alkitab dengan teliti dan hati-hati itu sebabnya anda tidak AKURAT. Ketika berbicara tentang DOMBA, alkitab berbicara tentang DOMBA JANTAN berumur 1 TAHUN. Domba jantan 1 tahun namanya ANAK DOMBA. Itu sebabnya Yesus Kristus tidak pernah disebut DOMBA JANTAN namun ANAK DOMBA.

CERDIK dan TULUS! Bukankah itu yang anda ajarkan dlaam blog ini? MANA cerdiknya? Bila CERDIK, bukankah seharusnya anda MENCARI tahu tentang DOMBA, bukannya MENUDUH saya TIDAK adil dan membela diri bahwa itu hanya sebuah illustrasi kecil saja dari tulisan anda. Bila TULUS, bukankah seharusnya anda mencari tahu KARENA takut mengajarkan hal yang SALAH?

CERDIK dan TULUS! Itulah yang anda AJARKAN di dalam Blog ini. Bila anda berlaku CERDIK dan TULUS, seharusnya anda tahu bahwa KOMENTAR saya justru MENDUKUNG blog anda kawan, bukan berlaku tidak adil kepada anda. Anda bicara tentang KEADILAN? Mari kita bicara tentang keadilan. Apakah MENGAJARKAN hal yang SALAH kepada para blogger yang lain karena anda TIDAK tahu yang anda ajarkan itu ADIL?

DOMBA harus diadili sebagai domba. Gembala harus diadili sebagai GEMBALA. JEMAAT harus dihakimi sebagai jemaat, Pendeta harus dihakimi sebagai pendeta. Saya menghormati semua penulis di SABDA Space sebagai PENGAJAR itu sebabnya saya menghakiminya sebagai pengajar. Itu sebabnya ketika melakukan kesalahan di DIMAKI dan DIOLOK-OLOK abis-abisan saya tidak pernah menyangkal atau membantah kecuali MENGAKUI bahwa saya telah berbuat SALAH.

@Hai-hai: Antara "sarana-sarana" dan ajaran
Dikirimkan oleh Julius Tarigan pada Sab, 2009-12-19 18:57

Baiklah, setelah dikaji dan diteliti dengan sedemikian rupa, kalaupun saya ada kesalahan (yg lebih tepat disebut sebagai kesilapan, saya hanyalah tidak dengan tegas mengatakan bahwa yg dimaksudkan dengan domba di sana adalah "anak domba" (sebagaimana yg dengan jelas diungkapkan di dalam versi dari kitab Injil yg lainnya, yaitu Lukas 10:3).

Tetapi, sekali lagi, dalam kalkulasi terakhir pun, hal itu tidaklah sampai membuat saya berada dalam kondisi yang Anda nilai sebagai seorang yang salah dalam ajarannya atau mengajarkan hal yg keliru. Sekali lagi, Anda harus memilah ajaran seseorang itu dengan "sarana-sarana" yg digunakannya untuk menyampaikan ajaran itu. Jadi, Anda tidak boleh menghakimi suatu ajaran itu sudah pasti keliru, hanya karena "sarana-sarana" yg dipakainya itu tidak sempurna.

Bukannya, dengan ini saya mau mengatakan, tidak perlu untuk memperbaiki "sarana-sarana" tersebut supaya menjadi lebih baik lagi. Hal itu tentulah diperlukan juga. Tetapi, yang ingin saya katakan ialah: itu adalah dua hal yg sangat berbeda. Kalau Anda melihat bahwa pada "sarana-sarana" tersebut ada yg mesti diperbaiki, berbicaralah hanya tentang "sarana-sarana" tersebut saja, supaya itu diperbaiki. Jangan melompat kepada bagian ajarannya. Hanya kalau kesalahan yg mesti diperbaiki itu memang terdapat di dalam ajarannya, barulah tepat jika Anda berbicara mengenai ajarannya tersebut, supaya diperbaiki. Itulah yg saya maksud sebagai ADIL dalam menilai seorang pengajar.

Jadi, saudara Hai-hai, saya tidak sedang mengajarkan ajaran yang salah dengan tulisan saya tersebut. Dan, kalau Anda melihat ada "kesalahan" (yg seperti tadi sdh saya katakan, lebih tepat disebut sebagai kesilapan yg kecil saja), bukankah sebagai sesama di dalam komunitas ini Anda cukup dengan menunjukkannya secara langsung saja, yg dilakukan dengan sikap yg saling menghormati dan dalam semangat untuk saling membangun? Dan, bukan untuk menjatuhkan?

Anda mengatakan tujuan Anda baik. Kalau memang tujuan Anda baik, tunjukkanlah kebaikan Anda itu dengan cara2 yg baik pula, yaitu yang bisa kami "lihat" sebagai kebaikan. Tetapi, kalau Anda melakukannya dengan cara2 yg kasar/arogan, maaf kami manusia tidak bisa melihat hingga tembus ke dalam hati Anda, untuk bisa mengetahui bahwa "sebenarnya niat Anda adalah sangat baik". Kami hanya bisa tahu dari cara2 yg Anda gunakan kepada kami, sebab memang cuma hanya itulah yang bisa kami "lihat"!

CATATAN PERTARUNGAN 4: Silahkan baca komentar tesebut di atas. Apakah Pdt. Julius Tarigan mengakui kesalahannya dengan TULUS? Apakah yang dilakukannya CERDIK? Bukankah dia MEMBUJUK agar saya dan JURI mengasihaninya? Dengan apa dia menyebut TINDAKAN demikian? Silahkan baca blognya dengan teliti. Di dalam Komentar saya berikutnya, untuk membacanya silahkan klik di sini. Saya menjelaskan kepadanya dengan GAMBLANG tentang ALASAN dan memberi komentar pada blognya. Untuk mendukung blognya dan memberinya kesempatan untuk MENUNJUKKAN kepada para pembaca blognya, bagaimana ketika ILMU tersebut dipraktekkan. Namun Apa TANGGAPANNYA?

@"Para Juri" SS: Silahkan Anda yg menilainya!
Dikirimkan oleh Julius Tarigan pada Sab, 2009-12-19 21:20

Hai-hai mulai menggunakan "ilmu andalannya", yg ntah saya harus menyebutnya dengan apa....ilmu berkelit, ilmu mengaburkan, atau ilmu menggelapkan? Entahlah...! Yang saya lihat, dia hanya sedang "menari-nari" di atas tulisan saya, dengan "tarian" yang acak dan suka-sukanya saja! Saya tidak tahu harus bagaimana untuk meladeninya dengan cara yg sewajarnya lagi. Sebenarnya, kalau dia sudah memberikan masukan untuk hal2 yg dirasanya sebagai sesuatu yg kurang di dalam tulisan saya itu, ya sudah dong, dia selesai saja sampe di situ, yaitu dengan sudah diberikannya apa yang menjadi masukannya itu. Tapi, yg dia lakukan sekarang adalah hal yg sangat tidak wajar dan tidak rasional, dengan mengacak-acak tulisan saya itu secara suka-sukanya saja.

(Semua orang yg pernah/suka menulis pasti memahami bahwa karya tulis kita itu adalah sesuatu yg sangat berharga bagi kita pribadi. Itu hampir kita rasakan dan perlakukan seperti anak kita sendiri! Betapa sakitnya hati kita, kalau ada orang yg dgn sembarangan saja "mengacak-acak" karya tulis kita itu, dengan "memotong-motongnya" sesukanya saja dan "mencorat-coretkan" komentarnya yg juga hanya sesukanya saja. Terlebih lagi, kalau itu dilakukannya tepat di depan "mata" kita sendiri! Terus terang, saya memang merasa tersinggung dan juga tersakiti, dengan perlakuan yg sangat tidak pantas itu!).

Karena itu, dengan ini, semuanya saya serahkan saja kepada penilaian dari Anda sekaliannya, sebagai "penduduk" dan juga "para tamu" sekalian dari "negeri" SS ini. Petiklah apa yg bisa dan Anda anggap baik untuk dipetik dari tulisan saya itu. Sebab, memang hanya itulah yg menjadi tujuan saya dalam menuliskan mengenai "Pesan Yesus" tersebut kepada kita sekaliannya.

(Daripada menjurus kepada hal2 yg tidak sehat lagi, saya tidak keberatan sama sekali kalau "thread" yg satu ini kita tutup aja sampai  di sini. Tetapi, silahkan juga teman2 memberikan pertimbangan untuk itu).

CATATAN PERTARUNGAN 4: Apa kesalahan Pdt. Julius Tarigan dalam blognya ini? Dia TIDAK tahu bahwa dia TIDAK tahu. apa tujuan saya MENEGUR dia dengan KERAS atas kesalahannya tersebut? MENUNJUKKAN kepada para blogger lain dan JT sendiri, apa ESENSI tulisan Pdt. Julius Tarigan dan BAGAIMANA penerapannya di dalam kehidapan NYATA. Bukankah yang saya lakukan adalah MENDUKUNG tulisannya untuk MENGAJARKAN tentang perlunya belaku CERDIK dan TULUS? Saya percaya, BANYAK blogger yang mendapatkan PELAJARAN berharga dari blog ini dan DISKUSI saya dengan Dennis, Julius Tarigan dan Gondrong, namun saya YAKIN ada dua orang yang BUKANNYA tidak PAHAM namun keduanya TIDAK akan mengambil hikmat apapun. Salah satu orang itu adlaha yang memberi komentar di bawah ini.

Bung Julius : hai-hai tidak perlu ditanggapi
Dikirimkan oleh GONDRONG pada Sab, 2009-12-19 23:36

Syalom

Bung Julius, saya pribadi menerima banyak pelajaran dan kesegaran rohani dari tulisan anda.

Dengan adanya komentar yang tidak wajar dari hai-hai, saya harap anda tidak perlu menanggapinya karena seperti itulah "natur dia" yang sesungguhnya. Semakin anda menanggapi kemungkinan besar akan terjadi debat kusir antara orang yang mengerti dan yang tidak mengerti tetapi cari popularitas.

Terkadang memang ada orang yang suka memutarbalikkan ayat Alkitab, tetapi biarlah mereka yang tidak dapat dinasehati biarlah berjalan dalam pemahaman mereka sendiri.

Akhir kata, tetap berkarya bung !!! Tetap Semangat dan terus memiliki rasa Kewaspadaan dalam Tuhan !!!

Saya menantikan tulisan anda yang berikutnya

KESIMPULAN:

Suka atau tidak suka, inilah KONDISI komunitas blogger Kristen SABDA Space. Ini bukan kondisi IDEAL namun inilah KENYATAANNYA. Di sini BUKAN hanya tempat untuk BELAJAR menulis namun juga tempat untuk MEMBINA kepribadian diri. SABDA Space bukan tempat untuk adu SLOGAN-SLOGAN kosong namun tempat kita MEMBINA diri secara komprehensif.

Bila anda tidak merasa NYAMAN dengan komunitas seperti ini, tolong jangan pergi namun bertahanlah dan BERINTERAKSILAH sebab inilah KENYATAAN komunitas Kristen di dalam KEHIDUPAN nyata. Cepat atau lambat kita akan menemukan mutiaranya masing-masing.

SABDA Spce bukan tempat para Blogger BERKOMPETISI namun tempat untuk saling MEMBINA DIRI.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

dennis santoso a.k.a nis's picture

closing note

CATATAN PERTARUNGAN 1: Saya sengaja menunda komentar ini karena YAKIN Pdt. Julius Tarigan akan menyerang saya dan MEMUJI Dennis yang membelanya. JT memuji dennis, BUKAN karena yang ditulis Dennis BENAR namun karena KOMENTAR Dennis MENDUKUNG tulisannya. NAIF sekali bukan? Namun, berapa banyak blogger yang melakukan hal demikian?

harus diakui memang BANYAK blogger melakukan hal demikian (tulisan yang digaris-bawahi). saling mendukung HANYA karena merasa punya MUSUH yang SAMA.  terkesan begini, "yang penting si X mati dulu, abis itu musuh kita akan sama2 berkurang satu. abis dia mati, kita bisa lanjutkan pertarungan antar kita."

dalam kasus blog ini, gue ga yakin apakah JT berperangai seperti ini, tapi di banyak kasus dalam blog2 lainnya, dengan tingkat kepercayaan 95%, gue melihat gejala ini.

dalam persaingan bisnis dan dunia kerja, cara model begini adalah cara UMUM yang direstui oleh dunia. dalam kekristenan... nah itu pertanyaan nya... direstui atau nggak?

...

untuk catatan2 berikutnya, sejujurnya gue ga merasa diri sebagai petarung sejati atau ksatria atau apa lah. cara yang gue pakai untuk berdiskusi dengan hai2 adalah cara yang sama yang gue pakai untuk berdiskusi di mana pun dan dengan siapa pun.

ketika berdiskusi, selain melihat apa yang tersurat, gue selalu percaya bahwa kita juga perlu melihat apa yang tersirat. mengapa si A berkata begini, kenapa dia tidak memilih hal lain sebagai bahan argumennya, dsb.

di titik ini, semalam gue merasa heran kenapa hai2 menggunakan hal seremeh ini untuk mengajar JT. gue kira2 mengerti apa yang hendak dilakukan hai2. gue juga kira2 mengerti KENAPA hai2 mau melakukan hal ini. TAPI.... kalau gue yang mengajar, maka gue akan memilih blog lain nya. ada blog (atau comment yah?) yang ditulis oleh JT yang gue sebut sebagai "lebih tidak remeh daripada yang ini". 

anyway yang terjadi sudah terjadi, nasi sudah menjadi bubur masuk perut dan jadi tai... so ya sudahlah :-)

...

tentang kesimpulan berikut:

Suka atau tidak suka, inilah KONDISI komunitas blogger Kristen SABDA Space. Ini bukan kondisi IDEAL namun inilah KENYATAANNYA. Di sini BUKAN hanya tempat untuk BELAJAR menulis namun juga tempat untuk MEMBINA kepribadian diri. SABDA Space bukan tempat untuk adu SLOGAN-SLOGAN kosong namun tempat kita MEMBINA diri secara komprehensif.

Bila anda tidak merasa NYAMAN dengan komunitas seperti ini, tolong jangan pergi namun bertahanlah dan BERINTERAKSILAH sebab inilah KENYATAAN komunitas Kristen di dalam KEHIDUPAN nyata. Cepat atau lambat kita akan menemukan mutiaranya masing-masing.

gue kurang setuju dengan apa yang gue garisi diatas. kondisi ini BUKAN milik komunitas ini saja. kondisi ini ADALAH cerminan kekristenan saat ini.

menurut gue, entah sejak kapan, kita telah mengganti kebiasaan. dari yang tadinya hobi membakar dan membunuh orang atas dasar "injil", saat ini cara itu dianggap tidak beradab dan kita menggantinya dengan tulisan dan sikap mengucilkan dengan dalih mengasihi. tapi siklus terus berputar dan seperti kata pengkhotbah bahwa tidak ada yang baru di dunia ini maka suatu hari kita akan membakar dan membunuh demi "injil" lagi. di satu titik, ini perlu dirubah.

menurut gue, kita harus lebih beriman pada diri sendiri. lebih beriman pada komunitas kita. lebih beriman bahwa masing2 tidak akan SEGAMPANG ITU menjadi sesat. lebih beriman bahwa ada pihak lain (Roh Kudus) yang lebih berkepentingan daripada kita untuk menjaga agar kita tidak sesat. lebih beriman bahwa menenangkan diri di hadapan Allah adalah lebih baik daripada tindakan emosional petrus ketika dia memotong telinga orang.

dengan "lebih beriman" model begini, diskusi akan menjadi diskusi beneran. bukan sekedar debat kusir yang dibungkus dengan kata2 indah "diskusi". dan diskusi yang sebenarnya akan membawa perubahan, baik pada pesertanya, maupun pembacanya.

amin. semoga...

GODARMY's picture

wahahaha

Sehari gak on ketinggalan berita nih... santai aja om julius seperti juga sifat dan karakter jemaat berbeda-beda, ada yang sabar, ada yang cuek, ada yang ndablek(seperti saya :D).. dsb, nah ini lagi kebetulan ketemu yang super kritis
 

bayangin jika di gereja anda diantara jemaat anda adalah hai-hai, anda pasti lebih giat lagi belajar berkali-kali lipat sambil bawa paramex agar lebih sempurna kalo kotbah hari minggu, kalo sedikit keliru aja selesai kebaktian pasti diprotes sama hai-hai, juga berdoalah agar suatu hari jemaat anda tidak ada yang seperti hai-hai  uhahaha :D
 

jadi tenang aja om, gue sering berpikir ko hai-hai ini bukan pendeta tapi gimana ya nasib pendetanya, pasti sekarang berpengetahuan maju pesat hahaha..., anggaplah hai-hai sebagai pemicu untuk lebih hebat lagi di masa depan, karena bukan cuma hari ini anda ketemu hai-hai di SS..tapi setiap anda membuka ss pasti ketemu.
 

Duh untung juga gue gak jadi pendeta dan punya jemaat seperti ko hai-hai, kalo nggak gue pasti sering-sering ke tembok ratapan WAKAKAKA
jadi rilexs aja om rilex,  jangan tegang-tegang,  santai- santai haha :D
GBU
 

 

 

 

JESUS IS GOD

__________________

JESUS IS GOD

jesusfreaks's picture

Yesus lebih ngaco dari JT.

Yesus juga perlu diajarin tuh biar gak ngaco dan nonsense. Perhatikan kalimat Yesus berikut :

Matius 10:16. "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. 
 

...mengutus domba ketengah serigala...(NONSENSE DAN TIDAK BENAR) Ayo siapa yang berani protes Yesus ?!? Soalnya lebih NGACO dari JT.

 

MUNGKIN YESUS SOK TAHU SOAL SERIGALA...

ATAU KITA YANG GAK NGERTI DEFINISI "PERUMPAMAAN"

 

 

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

Adrina's picture

@JT, saya akan ikuti saran anda

Cerdik dan tulus, dua hal yang diperlukan dalam debat di SS.

 

Apakah kita harus melawan ajaran-ajaran yang sesat? Harus, dong!

Apakah para penyesat itu tidak boleh dibiarkan saja dengan leluasa menyebarkan ajaran-ajaran mereka yang menyesatkan itu? So pasti kita tidak boleh membiarkannya saja!

 

Apakah cuma “saya” dan “teman-teman saya” saja yang sedang melawan para penyesat dan ajaran-ajaran mereka yang sesat itu? Mbok ya, jangan kege-eran gitulah!

Wah ternyata bapak pendeta juga geram dengan para penyesat, ya ?

Cerdik dan tulus, dua hal yang diperlukan untuk menghadapi para penyesat.

Terimakasih buat sarannya pak.

Saya akan ikuti saran anda.

 

Joshua Li's picture

Sdr Jt : Jgn tersinggung.

Syalom sdr Jt

 

Terima kasih atas tulisan-tulisannya  yang membangun,sebagai jemaat awam

cukup banyak yang saya dapatkan dari tulisan sdr untuk meningkatkan

pengetahuan saya tentang kebenaran. Semoga sdr mau terus melayani mela

lui tulisan-tulisan sdr yang mebangun,dan maaf saya juga berharap sdr tidak

akan pernah lagi mersa tersinggung apalagi tersakiti didalam menghadapi

segala hal yang akan anda hadapi nanti. Sekali lagi maaf,apapun yang sdr

hadapi selagi sdr berlaku seperti yang sdr tulis,saya percaya sdr akan mempunyai kepuasan tersendiri,dan untuk itu pasti sdr lebih tahu dari saya.

Trims Jt, Selamat melayani dan maju terus dalam TUHAN,

GBU

 

 

 

 

Julius Tarigan's picture

@Semua: Tujuan "Thread" ini sudah tercapai!

Buat teman-teman semua di SS ini,

Seorang penulis menulis dengan suatu tujuan tertentu di dalam benaknya, ketika dia menulis dan kemudian memutuskan untuk memostingkan tulisan tersebut. Menurut saya (tentunya harus menurut saya, karena saya yang nulis, khan?), tujuan dari tulisan saya yang satu ini sudah kesampean/tercapai. Hal itu saya simpulkan dari mayoritas komentar yang Anda sekalian telah berikan kepada tulisan saya ini, yang rata2 bernada sangat positif (= bhw tulisan ini telah menjadi berkat). Pada prinsipnya saya hanya memiliki satu tujuan saja dalam menulis dan memostingkan tulisan tersebut, yaitu supaya timbul kesadaran umum di dalam diri kita di SS ini agar kalau nantinya kita terjun ke dalam perdebatan lagi, kita tidak melakukannya secara asal2an lagi, tidak menggunakan pendekatan yg kasar/arogan lagi, tetapi sudah lebih terdorong untuk melakukannya dengan bijaksana dan santun.

Dengan sudah tercapainya sasaran saya itu tadi (tidak ada keharusan bahwa harus semua orang sepakat baru hal itu dihitung sudah tercapai, bukan?), maka sebaiknya kita menutup saja "thread" yg satu ini. Sebenarnya sih, bisa aja suatu "thread" yg bagus itu tidak usah pake acara ditutup-tutup segala. Tetapi, karena ada orang yg nampaknya berusaha untuk "mangacaukannya", dengan terpaksa (demi tidak menjurus kepada perdebatan yg tidak sehat lagi, yg justru menjadi tujuan dari penulisan "thread" ini untuk menghindarkannya), saya putuskan untuk menutupnya hingga di sini saja. (Dengan penutupan ini tentunya saya tidak bermaksud untuk melarang siapapun untuk memberikan komentar2nya lagi di sini. Tetapi, maaf, saya tidak akan menjawab/menanggapinya lagi di sini).

Demikianlah pernyataan dan pemberitahuan saya kepada teman2 semua. Selanjutnya, saya akan membuat "thread" yang baru lagi. Dan, saya mengundang teman2 semua untuk membaca dan menanggapinya di sana.

Terima kasih banyak atas perhatian Anda semua! Gbu all!

 

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN; Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~

__________________

~“Mereka telah mengubah RUMAH TUHAN menjadi SARANG PENYAMUN;
Adalah tugas suci kita sekarang ini untuk MEREFORMASInya!”~