Submitted by ferrywar on

 

Sabda Space menjadi Pasar Klewer

 

Seorang anggota terhenyak melihat suasana Pasar Klewer dan bertanya ingin tahu bagaimana prosesnya Sabda Space bisa menjadi Pasar Klewer. Saya ragu menjawab, tapi setelah merenung saya katakan, akan saya tulis suatu perkiraan yang mungkin bisa menjelaskan.


Mungkin prosesnya kurang lebih begini:

Bermula adalah IDEALISME yaitu Idealisme Kristen yang berusaha mengusung KASIH kepada sesama.  Kemudian diikuti oleh kenyataan bahwa begitu banyak orang Kristen yang berbakat MENULIS dan terampil ngeBLOG. Maka gagasan muncul untuk menampilkan idealism tersebut dalam IDE mewartakan KASIH melalui sarana BLOG banyak orang secara BERSAMA-SAMA dalam satu wadah.

Indah sekali bila memang itu konsepnya.

Satu persatu menulis.

Satu dua mengomentari.

Makin banyak komentar dan makin banyak lagi.

Ada sebagian yang menulis banyak-banyak dan tentunya menjadi lebih popular dan mendapat lebih banyak komentar. Komentar mendukung dan komentar mengkritik bersilangan dalam suasana masih “Kristen”, yaitu “sehat”, saling mengasihi, saling menjaga dalam persaudaraan dan penuh kedamaian.

Ketika website ini masih kecil, ia bagaikan keluarga. Meskipun belum “terkenal”, tapi suasana intim malah terasa. Lalu mulai diharapkan “keluarga” ini makin besar dan makin terkenal. Upaya-upaya dilakukan. Perbaikan disana-sini.  Satu dua yang aktif menulis dipuji-puji supaya lebih aktif lagi. Sampai kemudian ada beberapa yang SANGAT aktif dan memperoleh predikat tertentu, dan lambat laun menjadi semacam TULANG PUNGGUNG yang membuat “keluarga” ini menjadi “terkenal”.

Namun sayang, kohesi anggotanya sebagai keluarga makin lemah karena ada beberapa “tulang punggung” itu menjadi makin arogan dan merasa bila tanpa dirinya maka keluarga ini “bukan apa-apa”. Malah ada yang seakan merasa ia adalah REPRESENTASI atau layak menjadi WAKIL keluarga yang makin lama makin besar itu. Namanya tak terpisahkan lagi dari menjadi identik dengan nama keluarga itu.

Anggota keluarga yang kurang aktif, kurang vokal, kurang berani, suka damai, malas “berkelahi”, menyikapi perkembangan ini dengan sedih. Mereka merindukan masa lalu ketika keluarga tidak sebesar sekarang. Tapi mereka PENDAM gundahnya dalam DIAM.

Pada awalnya, sebagian besar MENUNGGU sikap Admin yang berani dan tegas memelihara IDEALISME di awal cita-cita. Tapi nampaknya Admin ragu atau GENTAR bertindak. Alih alih menindak, yang ada malah kompromi.  Seperti ada kompromi terhadap meningkatnya kekuatan arogan yang melakukan REKRUTMEN secara informal dengan inisisasi anggota berupa suatu ciri khas, yaitu SIKAP KASAR, KERAS dan AROGAN.

Gambaran PREMAN PASAR makin terbentuk dengan jelas dan membentuk semacam GEROMBOLAN PREMAN. Ia melakukan “bullying” terhadap orang-orang yang tidak sepaham, tidak sehaluan, tidak sama cara dalam bersikap. Akibatnya, pemilik website sendiri GEMETAR dan gentar bersikap mempertahankan idealisme Kristen yang diidealkan sejak awal. Website yang bernuansa Kristen dan berjudul “sangat Kristen” semacam SABDA SPACE bergeser citranya menjadi semacam PASAR dengan GEROMBOLAN PREMAN dan orang kasar siap membully pedagang lain yang rapih berdagang. Celakanya, pemilik pasar sendiri (baca: Admin), malah terkooptasi dalam lingkaran kekuasaan para preman yang mendominasi pasar. Bargaining position sang kepala preman demikian kuat karena ia seolah yakin, “tanpa gue, keluarga ini bukan apa-apa”.

Maka tak pelak lagi, Sabda Space menjadi PASAR KLEWER. Suatu citra satir yang sebenarnya menyedihkan tapi pemilik website malah terpaksa tersenyum “bijaksana” karena sikap takut-takut terhadap premanisme yang dibentuk secara kompromi sistematis sedikit demi sedikit sampai akhirnya citra KRISTEN nyaris hilang dari website Sabda Space yang mestinya website ini mengusung KASIH Kristus.

Admin yang mestinya punya tanggung jawab moral memelihara nuansa kristen malah dengan pucat berkata mengibaskan tangan: Admin tidak ikut campur!. Lalu mengangguk takzim kepada sang kepala preman.

Dan lebih sedih lagi, citra PASAR KLEWER ini malah menjadi semacam kebanggaan. :(

Ada beberapa yang berusaha protes dan ingin mengembalikan “pasar preman” penuh sampah ini menjadi keluarga yang bersih penuh cinta kasih. Namun usaha-usaha itu tidak sistematis dan tidak dilakukan bersama-sama oleh anggota yang sadar. Yang sadar banyak, tetapi kebanyakan lebih memilih DIAM karena malas berkelahi dengan preman pasar. Sikap kurang idealis, individualis dan egoistis membuat “para bungkam” tidak ikut memperbaiki apapun. Persis seperti pedagang kelontong yang lebih memilih membayar “jatah reman” demi “rasa aman”  daripada ikut berjuang membebaskan “premanisme “ yang membuat website kristiani yang guyub dan penuh kekeluargaan INI menjadi sebuah PASAR.

Begitu kisah UNIK ini, yang tidak terjadi di website Kristen lain. Amit amit, semoga tidak terjadi di website Kristen lain. Kasihan umat dan jemaat kalau banyak-banyak terjadi seperti disini. Semoga pemrakarsa, pelopor dan Admin dari website-website Kristen lain kedepan lebih siap mengantisipasi dan tidak terdominasi dan tidak terkooptasi oleh premanisme semacam seperti yang diidap website ini.

Yang punya hati hendaknya mendengar.

Yang mendengar hendaknya bersuara.

Agar yang lain juga SADAR.

 

Kepada kawan baru yang bertanya, harap jangan hengkang melihat situasi bak pasar ini. Engkau juga punya tanggung jawab moral memperbaiki keluarga. Bilapun kau bukan keluarga kristen, minimal kau adalah keluarga umat manusia.