Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Rayuan Cinta Dasamuka

Tante Paku's picture

      Cinta adalah nafas kehidupan. Tanpa cinta hidup terasa sesak. Karena
cintalah kita ada, karena cintalah kita damai, tentu saja kalau cinta dipakai sesuai porsinya, melebihi takaran cinta bisa jadi malapetaka.

TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang
mencintai kekerasan.(Mazmur 11:5).

     Dari dan oleh pandangan pertama adalah ranking pertama untuk merasakan cinta, kalau hanya isyu tentang kehebatan seseorang dan bisa menjadikan jatuh cinta, boleh jadi ia tergolong si MUDAH JATUH CINTA. Mudah jatuh cinta tidak selamanya jelek, tapi kalau memaksakan cintanya akan membuahkan dendam. Dan hal ini, soal paksa memaksa cinta, DASAMUKA alias Prabu RAHWANA RAJA adalah biangnya.

     Dengan berbagai akal liciknya, diculiklah Dewi Sinta aga mau menerima
cintanya. Tak perduli rintangan menghadang, JATHAYU pun ditendang, dikuliti helai demi helai bulunya seperti menguliti blogger SABDA Space yang suka YAK YAK O, dan RAMAWIJAYA bingung bukan kepalang. Yah, api dendam sudah disulut, semua pada ribut, rakyat pun terpaksa ikut, semua sudut jadi mawut!

     "Hak hak hak hak.....bukan Dasamuka kalau nggak mampu menggaet
cewek secantik DEWI SINTA ini!" pidato Dasamuka di Istananya. Yang mendengar mengangguk-angguk mengagumi. Mau bicara apa selain
mengangguk, menentang atau meledek, bisa-bisa mampus saat itu juga.

     Maklumlah di Alengka hanya terdapat hubungan satu arah, yang atas berbicara, yang bawah submisif. Yang atas korupsi, yang bawah mengikuti. Yang atas rakus, yang bawah melaksanakan. Yang atas menentukan, yang bawah tergantung. Yang di atas tua, yang di bawah muda.

     "We lhadalah diajeng Sinta yang super duper cantik manis ayu imut-imut, setelah melihat kehebatan kakang Dasamuka, apakah diajeng langsung jatuh cinta pada ingsun hak hak hak hak hak......."

    "Cis! CIs! Sekali lagi CIS! Nggak tau malu, laki-laki macam apa itu, merebut istri orang seenaknya, huh, dasar pengecut!"

     "We lhadalah diajeng Sinta, cintaku manisku sayangku, bukan kakang pengecut, tapi yang GOBLOK itu bojomu! Kalau kamu benar-benar istrinya yang disayangi, tentu nggak ditinggal sorangan wae dooong...."

     Dewi Sinta terdiam. Bingung, mau menjawab apa, benaknya bergejolak,
apa benar sih kakang Rama tidak mencintainya? Ah, tidak mungkin!

     "Bagaimana diajeng Sintaku, apakah diajeng mau menerima cintaku
yang tulus ini? Sulit lho mencari wayang seperti kakang ini, sudah gagah perkasa, kaya raya, pejabat tinggi lagi, apa yang tidak bisa kakang berikan kepadamu sayang? Zaman sekarang kalau ada perempuan menolak lelaki seperti aku ini, pastilah itu perempuan TOLOL yang tidak mengerti nikmatnya hidup di dunia penuh keindahan ini sayang hak hak hak hak hak........"

    Dewi Sinta masih cemberut berat. Dan hal ini malah membuat Dasamuka
semakin GEREGETAN. Bayangin aja, orang cakep kalau cemberut katanya
tambah cakep. Maka Dasamuka pun makin gemas dan gencar melancarkan rayuannya.

     "Sudahlah diajeng Sinta yang cuantiknya selangit, percayalah,kakang Dasamuka akan mampu membahagiakanmu. Mau minta apa hayo? Sebutkan saja jangan ragu-ragu, mobil mewah? Rumah megah? Sepatu dari kulit rusa? Atau sekalian minta pulau seribu? Tak cukupin!"

     "Aku minta sepatu dari kulitmu saja!" jawab Sinta ketus.

     Dasamuka tertawa tergelak-gelak kegirangan. "Hak hak hak hak....jangan begicu doooong, kulit kakang yang halus mulus kayak beludru kek gini kok mau dibikin sepatu. Minta yang lain saja dong, emas berlian gosokan Eropah? Atau Borobudur? Monas? Menara Eiffel atau pulau Bali sekalian? Semua bisa tak beli! Untukmu sayang....ya untukmu!" Sinta tetap diam dan cemberut.

     "Ayo dooong....katakan apa maumu Sintaku sayangku, cuma satu pintaku, terimalah cintaku sepenuh hatimu. Percayalah aku akan setia sampai mati tidak akan berpoligami sesuai hati nurani lelaki....percayalah sayangku Sintaku."

     "Rayuan gombal! Kau kira aku tertarik bujukanmu itu yah? Ihh nggak ngimpi deh!"

     "Oke Sinta! Hari ini kau masih belum mau menerima cintaku dengan
sukarela, besok aku akan kembali, kau berpikirlah baik-baik nona manis! Hak hak hak hak.....!"

     Sepeninggal Dasamuka, Sinta sesenggukan. Dipeluknya DEWI TRIJATHA yang setia menemaninya. Taman Ngargasoka kembali sunyi.

     Betapa anehnya perasaan cinta itu! Cinta antara pria dan perempuan.
Dan cinta yang bertepuk tangan sebelah, selalu mendatangkan perasaan
ingin memiliki, ingin dimiliki, ingin menguasai dan ingin dikuasai. Ingin menyenangkan hati yang dicinta, dan ingin disenangkan hati oleh  yang dicinta. Ingin mengikat dan diikat dalam hati.Cinta seperti ini bergelimang nafsu, nafsu ingin senang sendiri. Ini gawat, bisa menimbulkan ikatan yang menggumpal dari SUSAH,SENANG,HARAPAN,KECEWA,PUAS,BOSAN dan sebagainya.Pria mengaku cinta berat karena tertarik oleh wajah cantik, body
indah, budi manis, tubuh mulus, kalau hanya DORONGAN NAFSU belaka,
keinginan untuk menyenangkan diri cintanya AKAN LUNTUR apabila merasa bosan akan segala yang tadinya menarik hatinya itu. Atau kalau wajah cantik dan sebagainya itu sudah BERKURANG KADARNYA.

Alangkah baiknya engkau mengatur jalanmu untuk mencari percintaan! Sebab itu juga engkau membiasakan segala jalanmu kepada kejahatan.(Yeremia 2:33).

     Nah, ini sebaliknya, perempuan mengaku cinta karena tertarik wajah tampan, tubuh gagah, sikap menyenangkan, harta benda, kedudukan dan
sebagainya. Ia pun akan kehilangan cintanya apabila ia kelak merasa bosan akan semua itu, sebab cintanya pun hanya CINTA NAFSU. Kalau tidak ada lagi yang dapat membangkitkan nafsunya, maka cintanya pun luntur.

Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,(2 Timotius 3:2).

     "Kakang Dasamuka, tindakan kakang dengan menculik Sinta akan menimbulkan peperangan dahsyat. Buat apa sih  kakang melakukan hal
demikian? Bukankah banyak perempuan selain Sinta yang bisa kakang
dapat dengan mudah?!" Tegur GUNAWAN WIBISANA suatu hari.

     "Weeh lha kojur! Gunawan....Gunawan....tempo hari kamu bilang IBLIS itu LUCIEL, sekarang mau menasehati kakang dengan ALKITABINGAH juga ya? Kamu ngerti nggak arti sebuah kepuasan?"

     "Kepuasan?"

     "Ya, kepuasan. Kepuasan itu nikmat sekali, tak bisa dihargai oleh materi maupun harta benda lainnya. Tahu maksudku Gun? Jangan jadi wayang tak berGUNA-WAN lho!"

     "Duuh kakang Dasamuka rupanya telah lupa diri dan menjadi mabok kesenangan! Ketauhilah kakang, mata hati kita akan MENJADI BUTA kalau
hidup HANYA MENGEJAR-NGEJAR KESENANGAN dan menghendaki yang lebih DEMI KEPUASAN. Kepuasan yang membabibuta akan selalu menghalalkan segala cara. Yang penting adalah tercapainya tujuan kesenangan yang didambakan."

     "Hanya tiga kata Gun, YAK YAK O!"

     "Benar kakang, kalau kita mengejar kesenangan melalui harta akan menimbulkan PENCURIAN, PERAMPOKAN, PENIPUAN, KORUPSI dan sebagainya. Pengejaran melalui KEKUASAAN dalam kedudukan menimbulkan perebutan kekuasaan yang dapa mengakibatkan PERANG, PERMUSUHAN, JEGAL-JEGALAN, KERUSUHAN dan sebagainya. Pengejaran kesenangan MELALUI SEX akan menimbulkan PELACURAN, PERZINAHAN, PERKOSAAN dan sebagainya."

     "Oooo...maksudmu HARTA, KEDUDUKAN, dan SEKS sangat berbahaya,
gitu?"

    "Tidak kakang, semua itu TIDAK BERBAHAYA kalau ketiganya DALAM
TATA KEHIDUPAN YANG WAJAR. Akan tetapi, pengejarannya itulah, yang
lahir dari KELEMAHAN kita yang DIPERBUDAK dan MABOK KESENANGAN, itu SANGAT BERBAHAYA!"

     "Jadi kau menuduhku haus nafsu kesenangan?!"

     "Kalau kakang tidak mengembalikan Dewi Sinta."

     "BANGSAT kau Gun! Adik macam apa kau ini, tidak mendukung kakak
eh malam menentang! MINGGAT saja kau!!"

     "Sadarlah kakang Dasamuka, masak sih saya akan melawan kakang,
saya hanya mengingatkan bahwa kelakuan kakang itu bisa menimbulkan
perang besar!"

     "BRENGSEK! Kakang tidak takut adanya perang, mana bisa Rama
melawan kekuatan Alengka hah? Hayo suruh Rama menyerbu Alengka, biar
kubikin mampus satu demi satu bala tentaranya hak hak hak hak hak.....!"

     "Benarkah kakang tidak takut melawan Rama?"

     "TUOLOL! GUOBLOK! Kau pun boleh membela Rama, kalau kau ingin
kupotong-potong kepalamu!"

     "Benarkah kakang?"

     "Hayo MINGGAAAT kau dari Alengka! Cepat, MINGGAAAAAAAAT!!!!!!"

     Dengan langkah gonti Gunawan Wibisana meninggalkan Dasamuka yang tengah marah berat itu. Sejuta beban menyesak di dada, kekalahan hari ini tentu bukan kekalahan esok hari, pikir Gunawan.

Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri , tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." (Roma 15:3).

     Kembali ke taman Ngargasoka. Dewi Sinta yang tengah duduk melamun
tiba-tiba dikagetkan dengan kedatangan Dasamuka yang langsung menggelegarkan tawanya itu.

     "Hak hak hak hak.....sedang melamunkan diriku ya sayaaang hak hak hak hak ........"

     Dewi Sinta tersentak, orang yang dibencinya sudah berdiri dihadapannya.

     "Bagaimana diajeng Sinta, sudah terbukakah hati diajeng untuk menerima cinta kakang yang ganteng ini?"

     "Jangan harap aku menyerahkan hatiku ini!"

     "Hak hak hak hak...jangan ketus gitu doooong, apa sih yang kurang dari kakang ini hah?"

     "KURANG AJAR tauuuk?! Sebel!"

     "Jangan gitu dooong, dari kemarin kok NGENYEK (menghina) terus sih? Gigi kakang yang GINGSUL SEBELAS ini apa tidak menarik?"

     "Menarik apanya? Orang MRONGOS kayak gitu kok menarik!"

     "Ahhak hak hak hak.....kamu memang membuatku semakin gemeeees
deh hak hak hak hak...."

     "Kembalikan aku pada Ramawijaya suamiku!"

     "What?"

     "Kalau kamau bener-bener lelaki sejati dan ksatria, kembalikan aku pada kangmas Rama."

     "Bah! Bah! Sekali lagi Bah! Bangsat!" teriak Dasamuka naik pitam, membuat Sinta jantungnya hampir putus, saking kagetnya.

     "Kalau itu maumu, sekarang juga KEPALA RAMA sekalian LESMANA
akan kubawa untukmu Sinta!!" berkata begitu Dasamuka segera loncat
keluar.

     Sinta untuk sementara lega.

     Kenapa Dasamuka yang begitu lama menyekap Dewi Sinta selalu tidak
berhasil untuk memiliki sepenuhnya? Bukankah kalau ia mau, denganmudah dapat MEMPERKOSANYA? Apalagi Dasamuka terkenal sebagai ANGKARA MURKA TIADA TARA. Mungkinkah Dasamuka termakan kata-kata Gunawan Wibisana adiknya itu? Sehingga ia tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap Sinta yang sudah di depan hidungnya itu?
Sekali lagi, cinta itu memang aneh, ada misteri cinta yang kadang tidak mudah kita mengerti. Bisa jadi Dasamuka untuk memiliki Sinta ia tidak ingin dengan kekerasan. Mungkin juga Sinta adalah idaman cinta sejatinya, sehingga akan sia-sialah cinta sejatinya itu kalau diwarnai kekerasan.

Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat
menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina. (Kidung Agung 1:2).

     "Ahoiii diajeng Sinta, inilah yang kau ingini!!!" teriak Dasamuka dari jauh, suaranya yang menggelegar membuat Dewi Sinta tersentak, ia hanya memandang dengan tatapan penuh tanya dengan Trijatha. Apa yang dibawa Dasamuka?

     "Hak hak hak hak....bukankah kau menginginkan Rama dan Lesmana?"

     "Ma...mana kangmas Rama?" bergetar mulut Sinta menjawabnya.

     "Nih!" berkata begitu Dasamuka menunjukkan dua kepala yang sudah
tak asing lagi bagi Sinta, ya kepala Rama dan Lesmana ditenteng tangan  kanan Dasamuka. Melihat itu, kontan Dewi Sinta pingsan!

     "Hak hak hak hak hak...lhoh kok malah semaput diajeng hak hak hak hak......"

     Benarkah dua kepala itu kepalanya Rama dan Lesmana? Trijatha, putrinya Gunawan Wibisana meragukan hal itu. Suatu ketika ia ingin membuktikannya sendri!

Jkt, Cijantung 1988

Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat.
 

__________________

Semoga Bermanfaat Walau Tidak Sependapat

GODARMY's picture

TP

 "Jangan gitu dooong, dari kemarin kok NGENYEK (menghina) terus sih? Gigi kakang yang GINGSUL SEBELAS ini apa tidak menarik?"

 "Menarik apanya? Orang MRONGOS kayak gitu kok menarik!"
 
TP satu pertanyaan:
1.TP jadi ingat dulu SMA sering baca buku betaljemur adammakna(soal jodoh andeng-andeng,hari,maling,dll), apa bener kalo perempuan punya gigi tongos/ngrepyak/seperti dasamuka  bersifat gak baik.
 
-Dasamuka cinta ditolak jadi murko, apa jadinya kalo dasamuka saling jatuh cinta sama dewi cakil….kalo ciuman…MMM..KROAAKK……UNTUNE PODO AJURE……..HAHAHAHAHA………………
 
__________________

JESUS IS GOD

paulwekwek's picture

Ayatnya salah Tante!

Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina. 

Itu Kidung Agung 8:7 bukan Kidung Agung 1 :2

 

 

 

 

__________________

Bless all of Us..