Submitted by 741 on

Sehubungan dengan anak-anak yang berada dalam kondisi autis, banyak orang yang menanyakan bagaimana menangani anak-anak ini. Untuk menjawabnya, saya mengajukan 3 langkah yang bisa dilakukan.

Yang pertama, adalah perbaikan nutrisi. Dengan perbaikan nutrisi, saya bukan hanya berbicara tentang diet GFCF, sekalipun itu adalah salah satu yang bisa dilakukan. Sebelumnya, pada umumnya orang salah mengartikan kata diet. Kalau mendengar kata diet, maka pikiran kita biasanya langsung tertuju pada cara untuk menguruskan badan. Diet adalah larangan makan. Bukan itu sebenarnya. Diet justru adalah apa yang harus kita makan. Contoh, diet GFCF artinya makanan anak-anak ini harus yang gluten free dan casein free. Jadi kalau kita melakukan diet rendah lemak, maka makanan kita adalah makanan yang mengandung sedikit lemak.

Di dalam perbaikan nutrisi, selain mengubah makanan dan cara makan, yang perlu diperhatikan adalah kesehatan pencernaan itu sendiri. Hampir bisa dipastikan bahwa anak yang autis memiliki pencernaan yang kurang baik. Artinya, makanan yang mereka makan tidak bisa dicerna dengan baik. Selain itu, para penghuni di dalam pencernaan mereka juga tidak seimbang. Banyak di antara mereka yang mengalami apa yang disebut sebagai "gut dysbiosis", dimana bakteri pathogen (bakteri merugikan) di dalam pencernaan lebih banyak daripada probiotik (bakteri menguntungkan). Untuk informasinya, di dalam pencernaan kita ini terdapat lebih dari 500.000 jenis mikrobiotik.

Mari kita mengambil contoh gluten dan casein. Mengapa anak autis dilarang makan gandum? Karena gandum akan dicerna menjadi gluteomorphin. Kalau diserap sebagai gluteomorphin dan masuk ke otak, maka substansi ini akan bersikap seperti morphin. Kalau di dalam pencernaan mereka terdapat lebih banyak probiotik, maka probiotik ini akan mengurai gluteomorphin tersebut menjadi asam amino yang menjadi nutrisi bagi tubuh. Sedangkan kalau bakteri pathogennya yang lebih banyak, maka hasil olahan bakteri ini akan menjadi gas beracun yang mau tidak mau diserap juga oleh tubuh. Oleh karena itu, sering sekali anak-anak yang autis juga mengalami masalah lain, seperti alergi, eczema (eksim), dll.

Hal yang sama terjadi dengan casein yang merupakan produk dairy dan turunannya. Hanya saja casein dicerna menjadi casomorphin.

Maaf betul, ini saya harus pergi, nanti saya sambung lagi ya.