Kata menghakimi berasal dari kata ;
κρι?νω
krino?
kree'-no
Properly to distinguish, that is, decide (mentally or judicially); by implication to try, condemn, punish: - avenge, conclude, condemn, damn, decree, determine, esteem, judge, go to (sue at the) law, ordain, call in question, sentence to, think.
Penghakiman adalah ;
Jas 4:11: Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya.
Jelas diayat tersebut ada kata fitnah, atau menyebarkan kabar busuk, ini batasan bagi seseorang, apakah ia menghakimi atau tidak dapat dibilang menghakimi
Namun apakah penghakiman itu tidak dapat sama sekali dilakukan?
1Co 5:12 Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat?
Pada kondisi tertentu penyadaran dapat dilakukan ketika ada suatu kondisi yang keliru dan dianggap sebagai kebenaran
Dalam rangka untuk meluruskan untuk membenarkan kondisi2 yang keliru itulah penyadaran dapat diartikan sebagai penghakiman bagi orang2 yang menolak proses penyadaran tersebut
Apa kata YESUS mengenai menghakimi ;
Luk 6:37 : "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
Luk 6:41 Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
Luk 6:42 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
Apa makna dalam perkataan YESUS tersebut?
1. Penghakiman dilakukan seseorang ketika ia sendiri tidak mengenal kebenaran dan tidak hidup dalam kebenaran, namun ia selalu bicara kebenaran yang tidak dikenali atau dihidupinya
2. Penghakiman dilakukan oleh orang munafik, yang tidak mau hidup dalam kebenaran, meski sudah diajarkan dan tahu mengenai kebenaran, namun orang ini senang untuk membicarakan kebenaran yang tidak ingin dihidupinya
3. Setiap penghakiman orang munafik ini tidak bisa dipertanggungjawabkan, karena “balok yang ada dimatanya” ia hanya bisa melihat “balok”, ia tidak bisa melihat apapun, jadi walau seolah-olah ia bicara tentang kebenaran, sebenarnya yang ia bicarakan tak lebih dari “balok” yang masih menutupi “pandangannya”
Lalu apa bedanya menghakimi dengan menilai?
menghakimi :
Rom 14:10 Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah.
Rom 2:1 Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.
menilai :
2Co 5:16 Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai KRISTUS menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.
1Co 2:14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
1Co 2:15 Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.
1Co 2:16 Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?"
Tetapi kami memiliki pikiran KRISTUS.
Perbedaan yang mendasar adalah
1. Menghakimi bicara kebenaran yang tidak ia hidupi dalam keseharian, menilai bicara kebenaran yang ia hidupi dalam kesehariannya
2. Menghakimi bicara berdasarkan nilai-nilai sendiri, sedang menilai bicara berdasarkan nilai-nilai kerajaan Allah
3. Menghakimi melihat kesalahan orang lain namun tidak dapat memberikan solusi terhadap kesalahan orang tersebut, menilai mengerti kesalahan orang lain dan memberikan solusi terhadap kesalahan orang tersebut
4. Menghakimi adalah bentuk penghinaan terhadap orang lain tanpa menjelaskan sama sekali apa yang dihakiminya, sedang menilai adalah bentuk teguran terhadap prang lain dan menjelaskan dasar kebenaran dari bentuk teguran tersebut
5. Menghakimi adalah untuk orang yang tidak memiliki Roh Allah dan Kebenaran (Firman) dalam hidupnya sehingga ia tidak bisa tahu PIKIRAN KRISTUS, namun ditengah ketidaktahuannya tersebut, ia bicara tentang nilai-nilai yang tidak ia ketahui, menilai adalah unutk orang2 yang memiliki Roh Allah dan Kebenaran dalam hidupnya, sehingga ia bisa tahu PIKIRAN KRISTUS dan bicara tentang nilai-nilai yang ia ketahui dari Roh Allah dan Kebenaran (Firman)
6. Menghakimi biasanya terjadi bagi orang2 yang tidak mau taat dan tunduk pada otoritas kebenaran Firman Tuhan dan mencari-cari alasan untuk menghindar, menilai biasanya terjadi bagi orang2 yang mau taat dan tunduk pada otoritas kebenaran Firman Tuhan dan tidak menghindar karena alasan apapun
7. Menghakimi terjadi ketika orang tidak mau tahu PIKIRAN KRISTUS yang ada di FIRMAN dan ROH KEBENARAN, menilai terjadi ketika orang bersandar pada PIKIRAN KRISTUS yang ada di FIRMAN dan ROH KEBENARAN
8. Menghakimi adalah menilai orang yang menilai berdasarkan PIKIRAN KRISTUS atau memberikan PEMURIDAN sebagai bentuk penghakiman dari PIKIRANNYA SENDIRI, menilai adalah menilai orang yang menilai tidak berdasarkan PIKIRAN KRISTUS sebagai pentuk penghakiman terhadap PIKIRAN KRISTUS
9.Menghakimi sering menyatakan FIRMAN “harus” mengerti dan tunduk pada kondisi2, menilai menyatakan kondisi2 apapun juga, harus tunduk dan mengerti pada FIRMAN
Jadi sangatlah jelas perbedaan menghakimi dan menilai
1Ti 1:9 yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya,
1Ti 1:10 bagi orang cabul dan pemburit, bagi penculik, bagi pendusta, bagi orang makan sumpah dan seterusnya segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran sehat
1Ti 1:11 yang berdasarkan Injil dari Allah yang mulia dan maha bahagia, seperti yang telah dipercayakan kepadaku
apakah Paulus melakukan penilaian atau penghakiman?
Submitted by
paulwekwek on Tue, 2010-03-30 23:30
Permalink