clara_anita's blog
Menurut mitologi Yunani, dahulu kala api hanya dapat digunakan oleh dewa. Manusia tidak diperbolehkan untuk ’menyentuh’ dan merasakan faedah api dalam kehidupan sehari-hari. Adalah sesosok raksasa bernama Prometheus yang kemudian diam-diam mencuri api dan menyerahkannya pada manusia. Mengetahui hal itu, para dewa yang dikomandani Zeus berang. Mereka tidak terima salah satu bentuk kekuasaannya jatuh ke tangan manusia, dan khawatir manusia dapat mengambil alih kekuasaan mereka.

Dear Father I have a simple absolute faith in YOU forever YOU won't take me this far only to lose my way here
“Ah, BT deh kalo nelpon mbak!” Begitu keluh si bungsu suatu sore. ”Lho.. kok BT? Emangnya kenapa sih dik?” Aku menyelidik.
Sejak mulai bekerja full time empat tahun ini, saya belum pernah mengambil cuti dari pekerjaan saya kecuali cuti sakit dua tahun lalu.
Suatu sore ibu bertanya sambil lalu padaku sebelum berangkat ke arisan, “Nduk, kira-kira ibu dapet arisan nggak ya bulan ini?” Pertanyaan itu spontan kujawab ya, dan memang kemudian ibu pulang sambil mengulum senyum karena beliau benar mendapatkan uang arisan.
Ibu gemar memasak makanan khas Jawa dengan berbagai rempah dan bumbu yang beraroma khas. Aroma yang khas itu, menurut ibu, akan semakin terasa bila diolah secara tradisional pula.
Beberapa tahun silam seorang wanita membuat love list, yakni daftar rinci kriteria pasangan hidup impiannya, berdoa, dan kemudian menyimpannya. Waktu berlalu, ia pun lambat laun melupakan daftar buatannya itu, hingga ia menemukan seseorang yang akhirnya dinikahinya.
The stillness of the evenin'
deafiningly shouts outloud
sueing for a peaceful interlude
before the dawn blushes the horizon
For Icannot stop the night
nor deny the fact I can no longer fight
My body frays
My spirit fades
"Jangan berani bilang kamu ngerti. Aku yang ngerasain, jadi cuma aku yang tahu gimana sakitnya. Kamu nggak akan bisa ngerti!"
Hore... libur lebaran sudah dimulai
Karena hidup adalah sebuah lagu
Maka aku akan terus berdendang
pagi, siang, pun petang
Hingga kelak diam menjadi nafasku
Karena hidupku adalah sebuah lagu
dimana bahagia dan rindu
air mata pedih tak terperi
berpadu merdu dalam ikatan melodi
Siang itu kami -saya dan beberapa rekan sekerja- tengah menyantap makan siang di kafetaria kampus. Seperti biasa, setelah semua selesai menandaskan menu favorit masing-masing, kami tak lekas beranjak kembali ke 'pangkalan'; kami memilih duduk sejenak untuk memberi waktu pada perut mencerna makanan sambil menghabiskan jatah waktu istirahat. Seperti biasa pula salah seorang rekan pria saya kemudian meminta ijin untuk menyulut rokok, dan seperti biasa juga tidak ada yang keberatan. Tiba-tiba seorang wanita -sebut saja namanya Sinta- menghampiri meja kami dan kemudian berbagi meja dengan kami. Wanita awal 30-an itupun kemudian meminta ijin, 'Nggak keberatan kan kalau saya merokok?' Saya menjawab tidak; namun saya kaget atas reaksi saya sendiri. Reaksi kaget yang tentunya terbaca jelas di wajah saya; karena di lingkungan terdekat saya nyaris tidak ada seorang perempuan pun yang merokok.
Jujur saja pagi itu saya begitu enggan masuk ke kelas untuk memulai pelajaran. Pagi mendung kelabu menyurutkan semangat saya walaupun akhirnya saya mengabaikan pilihan untuk mangkir dari tugas . Baru saja saya membuka Alkitab untuk renungan pagi bersama anak-anak saya tiba-tiba pintu kelas saya diketuk. Berdiri di muka kelas seorang ibu cantik yang adalah orang tua salah seorang murid saya yang belum kelihatan pagi itu. Tanpa basa-basi ibu ini meminta saya membujuk anaknya untuk masuk sekolah pagi itu. Entah mengapa ia mogok masuk sekolah dan bersikukuh tak mau turun dari mobil. Tanpa pikir panjang saya meminta seorang rekan untuk menggantikan saya memberikan renungan dan bergegas menuju parkiran; meninggalkan 28 anak (hanya) demi seorang anak.
Dulu semasa kecilku, aku sangat senang memainkan permainan yang satu ini. Apalagi pada saat-saat bulan puasa -ketika puluhan bocah berkumpul di tanah kosong samping rumah sehabis berbuka puasa. Menikmati hembusan angin di bawah langit malam yang mulai gelap sambil berlarian kesana kemari. Terngiang di telinga aku tawa renyah bocah-bocah yang tak pernah kehabisan alasan bergembira. Ketika matahari sudah mulai mengalah pada gelapnya malam, mulailah kami mengeluarkan batang-batang kawat yang sebagian besar dililit semacam pasir. Setengah merengek aku akan merajuk supaya ibu berkenan menyalakan korek api dan membakar ujung kawat itu.
Anda bermasalah dengan berat badan Anda?
Ingin tampil langsing dan menarik?
Saya punya resep jitu yang sudah saya buktikan sendiri kebenarannya, dan ingin saya bagi pada Anda sekalian.
Adakah keremangan senja?
gemerisik pucuk-pucuk cemara?
ataukah gemulung mega angkasa
di singgasana nuansa jingga dirga?
yang membuat rautmu bersinar swasa
matamu berkilau kejora
kulitmu berpendar permata
dan bibirmu merona delima
Pagi ini saya datang ke sekolah dengan aksi bungkam. Bungkam bukan karena aksi protes menuntut turunnya harga BBM atauoun minta kenaikan gaji dari atasan, melainkan karena suara saya benar-benar hilang karena gabungan radang tenggorokan dengan beberapa gangguan lain.
Memandang kaktus yang saya tanam di belakang rumah, saya teringat pada teman yang memberikan sepotong kecil kaktus itu beberapa tahun lalu. Kaktus itu telah dua kali menemani saya pindah tempat tinggal. Setiap pindah, saya ambil sebagian lalu saya tanam di tempat tinggal baru sebagai kenangan atas teman saya itu dan kebijakan yang diajarkan kaktus itu pada saya.
|