YLSA SABDA.org Blog SABDA SABDA Katalog

Purnawan Kristanto's blog

Purnawan Kristanto's picture

Tinggal Sertaku

HenryJangan mengaku sebagai penggemar liga Inggris jika Anda tidak mengenal lagu ini. Sejak tahun 1927, bait pertama lagu yang berjudul "Abide with Me" selalu dinyanyikan menjelang pertandingan final piala F.A. Tidak jelas apa hubungan antara sepakbola dengan lagu tersebut. Yang jelas, lagu ini sangat populer di berbagai gereja, negara dan pada beberapa korps musik militer. Lagu yang disuka oleh Mahatma Gandhi ini, sering dinyanyikan dalam ibadah pemakaman. Akan tetapi ternyata juga prenah dibawakan dalam pesta pernikahan raja George VI . Juga pernikahan putrinya, yang kelak menjadi ratu bergelar Elizabeth II. Konon, ketika kapal Titanic mulai tenggelam, para pemain musik memainkan lagu ini.

Siapa pencipta lirik lagu ini?

Purnawan Kristanto's picture

Things That don't Let You Down, Will Make You Stronger

Spafford"Things that don't let You down, will make You stronger." Pepatah ini cocok untuk menggambarkan kehidupan Horatio Gates Spafford. Musibah yang bertubi-tubi, tak membuatnya patah semangat. Dia justru menghasilkan himne yang abadi. Anda tentu sudah sangat mengenal lagu NKB 195," Kendati Hidupku Tenteram", yang berjudul asli "It Is Well with My Soul". Lagu ini diangkat dari puisi yang ditulis Spafford

Horatio Gates Spafford adalah seorang pengacara sukses yang tinggal di Chicago, Amerika Serikat. Pada bulan Oktober 1871, sebuah kebakaran besar melanda kota Chicago yang meluluhlantakkan kota besar itu. Padahal Spafford baru saja berinvestasi membangun real estate di pinggiran danau Michigan. Uangnya lenyap dalam sekejap. Sebelum kebakaran ini, Spafford sudah mengalami musibah lebih dulu. Dia kehilangan anak laki-lakinya karena suatu penyakit.

Dua tahun kemudian, Spafford memutuskan untuk berlibur ke Inggris. Dia ingin membantu pelayanan Ira Sankey dan D.L. Moody, sahabatnya di sana. Namun karena ada urusan bisnis yang belum diselesaikan, maka Anna, isteri Spafford yang berangkat lebih dulu bersama keempat anak perempuan mereka. Spafford akan menyusul dengan kapal berikutnya jika urusan sudah selesai.

Purnawan Kristanto's picture

Voices of Glory

Tidak biasanya saya kesasar menonton Indosiar. Setelah TPI, stasiun ini paling jarang saya tonton [Meskipun secara keseluruhan saya juga jarang menonton TV. Soalnya suguhannya jarang yang punya taste].

Purnawan Kristanto's picture

Kopdar Super Mini dengan M23

Di jagat sabdaspace ini, saya merasakan sebuah interaksi yang unik. Meskipun belum pernah bertemu secara fisik, namun karena sudah sering bertegur-sapa melalui semesta virtual, saya merasa akrab dan seolah sudah menjadi teman lama. Hal itu yang saya alami ketika bersua pertama kali dengan M23.

Purnawan Kristanto's picture

Orang Reaktif

Sewaktu masih anak-anak, kami gemar sekali mengganggu anjing galak milik orang kaya. Anjing ini dikurung dalam pagar yang diselimuti kawat ram sehingga tembus pandang. Anak-anak biasanya menyambit anjing yang sedang santai tiduran dengan kerikil. Merasa terusik, anjing menjadi murka dan menyalaki anak-anak yang pengganggunya. Anak-anak tertawa senang. Kami lalu membalasnya dengan menirukan gonggongannya. Anjing ini semakin sewot karena tidak bisa membalas perbuatan iseng kami. Dia hanya bisa menggonggong yang lebih keras sehingga mengusik majikannya. Ketika sang majikan menampakkan wajah terganggunya, maka kami segera kabur sambil tertawa karena sekali lagi berhasil mengerjai anjing galak [dan pemiliknya].

Purnawan Kristanto's picture

Jika Gus Dur itu Orang Kristen

 

Selepas wafatnya Gus Dur muncul kehendak yang kuat dari masyarakat untuk mengangkat swargi Gus Dur menjadi Pahalawan. Di Facebook, gerakan ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Sampai tulisan ini dibuat ada sekitar 14.329 Facebooker yang mendukung usulan Gus Dur menjadi pahlawan.
Sementara itu, di kalangan gereja juga muncul semacam euphoria untuk menyanjung-nyanjung Gus Dur. Tak dapat disangkal, gereja memang banyak berhutang budi pada presiden RI ke-4 ini. Ketika ada gereja yang dirusak oleh massa atau dipaksa untuk ditutup, maka swargi Gus Dur akan membelanya. Orang Kristen juga merasa senang karena Gus Dur telah mempromosikan gagasan Pluralisme dan Multikulturalisme sehingga umat Kristen memiliki kebebasan beribadah yang relatif lebih baik. Sebagai bentuk terimakasih, maka beberapa sinode gereja memasang iklan dukacita di harian terkemuka.
Purnawan Kristanto's picture

Core User

Core UserDISCLAIMER:  Tulisan ini adalah pendapat pribadi saya, tidak mencerminkan kebijakan YLSA dan tidak berpretensi mewakili sesama core user. Jika ada informasi yang terlewat, mohon core user lain dapat menambahkannya. Semoga ini dapat memberikan perspektif baru dan mengurangi kesalahpahaman soal core user.

 

Core User? Makhluk apa itu? Saya baru tahu istilah ini setelah berkomunitas di Sabdaspace ini. Core artinya "inti." Jadi core user artinya pengguna inti. Jelasnya begini: Ada sebagian kecil dari user atau member di SS ini yang diberi kepercayaan, atau lebih tepatnya diberi tanggung jawab, sebagai pengguna inti alias core user.

Purnawan Kristanto's picture

Status Facebook tahun 2009

Purnawan on Facebook

 

Desember
31: Buat saudara, teman dan handai taulan, dengan tidak mengurangi rasa hormat, mohon kiriman ucapan selamat Tahun Baru tidak dalam bentuk kartu, karangan bunga, atau kado, tetapi melalui transfer di ATM. Terimakasih
30: Innalillahi wainnailaihi roji'un.....
29: George Junus Aditjondro pernah dilitsus gara-gara lelucon Ha-Ha-Ha yang dilontarkan di Jogja. Dia dulu berkata, ada 3 orang kuat yang berkuasa yaitu soeHarto, HArmoko dan HArtono. Sekarang? Pemerintahan sekarang adalah "Rezim No! No!" -->SB YudoyoNO dan BoedioNO
28: 11:04 pm: "Fried chicken one tail = Rp. 15.000," [Maksudnya: "Ayam goreng satu ekor=Rp. 15.000.-]
Purnawan Kristanto's picture

1 Korintus 13 versi Natal

"Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan lagu Natal yang sumbang.

Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala hadiah yang akan diberikan kepadaku dan memiliki seluruh pengetahuan tentang hadiah pada tahun lalu; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna bahwa aku tidak akan mendapat hadiah kaos kaki dan dasi lagi, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku untuk amal, bahkan menyerahkan semua kartu kreditku pada panti asuhan untuk mereka belanjakan, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Purnawan Kristanto's picture

Natal yang Subversif

 

Teduh, damai, harmoni, gembira. Itulah kata-kata kunci yang dapat menggambarkan suasana Natal. Elisabet, Maria, Majus, gembala, Hana, dan Simeon menyambut kelahiran Kristus dengan sukacita. Namun dari kacamata rezim yang berkuasa, Natal adalah ancaman yang merongrong kekuasaan. Natal adalah peristiwa subversif.
Purnawan Kristanto's picture

Peringatan Terakhir

 

 
Jika himbauan untuk menghentikan sumpah serapah di SS tak mempan juga, mungkin peringatan yang satu ini dapat menggentarkan pelakunya.
Purnawan Kristanto's picture

Kopdar Bloger SS di Jakarta

Kopdar kali ini adalah pertemuan yang paling panas dalam sejarah kopi darat para blogger di Sabdaspace yang aku ikuti.

Purnawan Kristanto's picture

Kopdar Komunitas Penjunan

Meskipun istriku orang Jakarta, tetapi aku sendiri tidak terlalu antusias setiap kali pergi ke ibukota negara itu. Dengan diantarkan oleh Kirana dan isteri, aku berangkat ke bandara menumpang kereta Pramex dari stasiun di Klaten. Duduk di depanku, ada satu keluarga besar. Setelah aku amati, ternyata dua di antaranya adalah anak kembar lai-laki. Satu anak sedang disusui, sedangan kembarannya bermain dengan kakaknya.

Si Kembar

Aku tertawa sendiri karena di peron stasiun tadi aku juga melihat anak kembar yang lain. Aku segera mengirim SMS pada isteriku.

"Tahu nggak, aku ketemu anak kembar lagi di kereta," tulisku.

"Kayaknya asyik juga ya punya anak kembar," balas isteriku.

"Kalau anak kembar itu sama ceriwisnya dengan Kirana, maka RT kita bakal gaduh," responsku.

***

Perjalanan udara biasa saja. Maksudnya biasa terlambat dari jadwalnya. Sesampai di terminal 3, aku segera mengirim SMS ke Darsum. Pada saat yang bersamaan, SMS dari Darsum juga masuk. Kami janjian bertemu di Gambir.

Purnawan Kristanto's picture

2012: Pemuas Mata dan Telinga

2012

 

Setelah menonton film 2012 yang menghebohkan itu, saya hanya memberi dua poin positif untuk film ini, yaitu magnitude dan kecanggihan Computer Generated Image. Sisanya? Hollywood banget!
 
Tagged:
Purnawan Kristanto's picture

Beriman itu Seperti Menanam Kentang

Hanya ada batas tipis antara iman dan kegilaan. Jika ada seorang petani yang nekad menanam kentang di wilayah yang sangat kering, maka Anda dapat mengatakan petani ini sinting. Kentang itu adalah tanaman yang membutuhkan sangat banyak air. Namun jika menggunakan kacamata rohani, kita bisa menyebut petani sebagai orang beriman. Jika Anda menjadi pengelola stadion nasional, lalu ada petani kampung yang datang untuk menyewa stadion, apa yang Anda lakukan? Mungkin Anda akan permisi sejenak untuk pergi ke kamar mandi dan tertawa terpingkal-pingkal di sana.

Purnawan Kristanto's picture

Apa Itu?

 Dua orang, bapak dan anak, duduk di kursi taman depan rumah. Sang anak yang sudah menjadi pria dewasa sedang asyik membaca koran. Sementara sang bapak yang beranjak sepuh memandang lepas ke depan. Tiba-tiba sang bapak bertanya, "Apa itu?"

Tagged:
Purnawan Kristanto's picture

Pulang ke Jogja

Terjadi keanehan saat kami bersiap pulang ke Yogyakarta. Ketika pak Agus, kapten pilot, mengecek tangki bahan bakar di sayap sebelah kiri, volumenya sudah berkurang. Namun saat mengukur tangki pada sayap sebelah kanan, isinya tidak berkurang. Anehnya justru bertambah banyak! Ada apa ini?

Photobucket

Purnawan Kristanto's picture

Kisah di Tasikmalaya

PhotobucketHari Selasa [8/9/2009], saya bersama dengan pak Tjandra Agus, koh Januar, Doddy Hendro dan pak Hasan pergi ke Tasikmalaya untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan. Sekitar pukul sepuluh pagi, ditemani oleh pak Philipus Kristianto dan pak Jonson Sitorus, kami meluncur menuju desa Sukajaya, kecamatan Purbaratu. Sepanjang pengamatan,  kota Tasikmalaya tidak terpengaruh sama sekali dengan adanya gempa. Semua berjalan dengan normal. Tidak ada tanda-tanda kedaruratan. Sedikit tanda bahwa ada gempa telah terjadi di sana adalah runtuhnya bangunan tua di sebuah perempatn dan aktivitas anak jalanan yang meminta sumbangan atas nama korban gempa. Aktivitas perekonomian berjalan dengan normal. Toko-toko buka seperti biasa, kecuali warung makan. Jalanan disesaki kendaraan pribadi dan angkutan umum. Tidak banyak terlihat mobil pembawa bantuan kemanusiaan.

Purnawan Kristanto's picture

Terbang ke Tasikmalaya

 “Waktu” itu memang relatif. Waktu selama satu jam yang dipakai untuk Kapten Pilotbercengkerama dengan orang-orang tercinta rasanya terlalu singkat. Satu jam menunggu tanpa kepastian rasanya sewindu. Pesawat ultra ringan yang akan menerbangkan kami ke Tasikmalaya sebenarnya sudah siap. Kapten Pilot, pak Agus, sudah meminta izin ke menara pengatur lalu lintas udara. Langit di kota Yogyakarta terlihat cerah. Cuaca di Cilacap, yang akan kami lalui nanti, juga baik. Sayangnya, jarak pandang di landasan udara Wiriadinata, Tasikmalaya hanya 4 km. Maka izin terbang masih ditahan karena menurut peraturan, jarak pandang minimal 5 km. Kami harus menunggu ada perubahan visual.