Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Purnawan Kristanto's blog

Purnawan Kristanto's picture

Mendengar, itu Biasa. Membaca, itu Luarbiasa

 

Jemaat yang mendengar itu biasa. Kalau ada jemaat yang membaca, itu baru luarbiasa!

Ketika blender belum diciptakan, apa yang dilakukan oleh sang ibu ketika dia akan memberikan makanan padat kepada bayi yang belum banyak tumbuh gigi? Sang ibu akan mengigit makanan padat itu, mengunyah-ngunyah di mulutnya selama beberapa saat. Setelah lembut, barulah dia mengeluarkan makanan dari mulutnya lalu menyuapkannya ke mulut bayi. Bagi orang dewasa itu agak menjijikkan tapi bagi bayi hal itu biasa saja.

Selama berabad-abad, jemaat Kristen itu seperti bayi yang belum bisa mengunyah makanan keras ini. Setiap minggu mereka datang ke gereja untuk mendengarkan pemberitaan firman Tuhan. Mereka mengangakan mulutnya untuk menerima suapan makanan lembek. Beberapa hari sebelumnya, sang pengkhotbah telah mempersiapkan diri dengan membaca firman Tuhan. Ini seperti seorang ibu yang sedang mengigigit dan mengunyah-ngunyah makanan keras. Ketika hari Minggu tiba, sang pengkhotbah nglepeh makanan di mulutnya dan menyuapi mulut-mulut "bayi" yang kelaparan itu.

DSC_8307

Purnawan Kristanto's picture

SMS Imajiner Pilatus ke Herodes

 

13644854732003229801
Sumber: http://www.punchdrunkcritics.com

 

Dari: Pilatus Prefek ke-5 dari Provinsi Iudaea Kekaisaran Romawi

Kepada: Raja Herodes, Tetrakh Galilea

1. Saya menerima informasi dari beberapa sumber bahwa ada pria yang punya kegemaran blusukan ke berbagai tempat yang kumuh. Dia bahkan makan bersama dengan para penjahat, sampah masyarakat dan orang miskin lainnya. Saya mengkhawatirkan fenomena ini  karena pria ini sekarang menjadi populer. Survei yang dilakukan oleh berbagai lembaga menunjukkan bahwa pria ini selalu menempati peringkat pertama sebagai calon favorit pemimpin negeri ini.

Purnawan Kristanto's picture

Brutus di GKI Yasmin

 

13584257941527996817
Ibadah Bagimu Negeri. Foto:Purnawan

 

Calpurnia Pisonis memohon suaminya agar tidak memenuhi undangan para senator. Dia memiliki firasat buruk yang akan terjadi pada suaminya, yaitu Julius Caesar, penguasa tertinggi kerajaan Romawi. Meski demikian, Julius Caesar tetap membulatkan tekad untuk hadir karena sudah menjadi kewajibannya. Memasuki ruang senat, Julius melihat  wajah politisi yang tegang.  Julius Caesar berusaha memaklumi situasinya. Dia merasakan para politisi itu memang tidak menyukai kebijakan yang diambilnya. Dengan penuh percaya diri, Julius Caesar menyapukan pandangan ke seluruh hadirin. Dia melihat Marcus Junius Brutus, sahabat karibnya, juga hadir. Julius Caesar pun merasa tenang. Setidaknya ada satu orang yang mendukungnya.

Purnawan Kristanto's picture

Natalan Blosas di Nungki

 

13567953221087429010

Para blogger merayakan Natal berupa aksi sosial dengan mengunjungi rumah-rumah yang diberi santunan beasiswa di pelosok Gunungkidul (foto Purnawan)

Purnawan Kristanto's picture

Kegigihan ny. Saniyem

Ny. Saniyem

 

Ny. Saniyem (usia 73 tahun) adalah salah satu pasien operasi matak katarak. Pada hari pertama operasi katarak, warga kampung Tegalsepur Klaten ini tidak dapat dioperasi karena tekanan darahnya terlalu tinggi. Hari kedua dia datang lagi. Namun dia tidak kunjung bisa dioperasi karena tensinya masih tinggi.

Purnawan Kristanto's picture

Ratusan Mata Dicelikkan

 

Kondisi kaki pak Slamet tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. Kemana-mana dia menunggang semacam kursi beroda yang telah dimodifikasi sehingga terdapat setang di depannya. Cara menjalankannya adalah dengan ditarik sepedamotor di bagian depan.

Selain tidak dapat berjalan, fungsi penglihatan pak Slamet juga sudah mulai menurun. Matanya menderita katarak. Itu sebabnya dia mendaftarkan diri ikut operasi mata gratis. Pada saat pemeriksaan kesehatan, pak Slamet ini tidak lolos penyaringan karena tingkat gula darah tinggi. Namun melihat kondisi tubuhnya yang berkebutuhan khusus, panitia berpikir sungguh kasihan pak Slamet ini. Tubuhnya sudah tidak bisa berjalan sendiri, masih ditambah sebentar lagi akan mengalami kebutaan. Lalu kami sedang memikirkan cara agar pak Slamet ini dapat ditolong di luar aksi sosial ini. Kami sedang mempertimbangkan untuk memfasilitasi dia untuk dioperasi di rumah sakit.

 

 

1355160736643559563
Pak Slamet dan Kursi Rodanya (foto Garu)

Purnawan Kristanto's picture

Orang Buta Menuntun Orang Buta

 

Rapat Persiapan Pemeriksaan Kesehatan

 

 

Saat mempersiapkan aksi sosial operasi katarak, kami seperti orang buta menolong orang buta. Ini adalah ladang pelayanan yang baru. Kami hanya bermodalkan kesediaan, selanjutnya berserah kepada Tuhan untuk memperlengkapi kami. Kami benar-benar buta mengenai kondisi orang-orang yang buta karena katarak ini. Namun dengan bertanya kepada mbah Gugel, kami diberi petunjuk bahwa jumlah penderita katarak di Indonesia itu tertinggi di Asia Tenggara. Tentu saja ini masuk akal karena jumlah penduduk di Indonesia itu paling banyak seasia tenggara. Namun data juga menunjukkan bahwa jumlah pertambahan jumlah pertambahan penderita katarak setiap tahun terlalu besar dibadningkan dengan jumlah penderita yang bisa dioperasi. Karena itu kami memantapkan diri untuk menyiapkan pelayanan ini. Ini kami Tuhan, pakailah kami.

Purnawan Kristanto's picture

Lihatlah Lebih Dekat

Mengapa bintang bersinar

Mengapa air mengalir

Mengapa dunia berputar

Lihat segalanya lebih dekat

Dan 'kuakan mengerti

(Dinyanyikan Sherina)

Bumi itu indah. Tidak ada planet lain di alam semesta (sejauh yang kita tahu saat ini) yang seindah bumi. Namun kita tidak harus selalu plesiran ke negeri jauh untuk menikmatinya. Kalau kita mau melihat lebih dekat, maka kita akan melihat keindahan ciptaan Tuhan. Berikut ini adalah hewan di sekitar saya yang direkam menggunakan filter makro +8.

 

13458663291921168013

 

Purnawan Kristanto's picture

Seminar Seru, Kuliner Seru

13432183621789221378

Perjalanan pelayanan ke Medan berubah menjadi reuni. Bagaimana tidak. Penerbangan dari Jogja ke Jakarta saya duduk bersebelahan dengan mbak Rita yang berasal dari Wonosari. Kami sama-sama berkelahiran ibukota Gunungkidul itu. Tidak hanya itu kesamaan kami. Mbak Rita adalah kakak dari adik ipar saya. Adik laki-lakinya menikah dengan adik perempuan saya. Ini adalah kejutan karena kami tidak janjian untuk duduk bersebelahan.  Dia terbang ke Jakarta dalam rangka mengikuti seminar ke Yunani.
Sesampai di Jakarta, saya dan mbak Tina, --teman seperjalanan--, menyempatkan diri untuk sarapan di bandara. Sebelumnya kami belum sempat mengisi perut karena harus sudah check in sebelum pukul 06.30 di bandara Adicupto, Yogyakarta. Kami memesan dua mangkuk soto dan dua gelas teh manis seharga Rp. 66 ribu. Cukup mahal memang. Tapi apa boleh buat, kami tidak punya waktu banyak karena harus terbang lagi ke Medan.

Purnawan Kristanto's picture

Orang Gila di Singapura

 

 

1342033414141488296

Bandara Changi, Singapura (semua foto milik Purnawan Kristanto)

 

Seorang pria bertelanjang dada berteriak-teriak di airport Changi, 2 Juni 2012, sekitar pukul 19 waktu setempat. Ada sekarik kain putih membalut tangan kanannya. Saat itu saya sedang transit dari Filipina untuk menunggu penerbangan berikutnya ke Jakarta. Saat sedang mengecek email, tiba-tiba saya mendengar orang yang berteriak-teriak. Semula saya mengira itu adalah suara orang yang sedang melakukan aksi teatrikal. Maklumlah, di bandara Changi ini ada banyak titik-titik hiburan untuk menghibur para penumpang.

Ternyata dugaan saya salah. Ternyata suara itu berasal dari seorang pria yang berteriak-teriak dengan tatapan mata yang nanar. Dia berjalan mondar-mandir di sela-sela lorong gerai-gerai dengan gelisah.

Saya segera mematikan dan memasukkan laptop ke dalam tas. Setelah itu bergegas mengambil kamera video untuk merekam kejadian itu. Saya mengambil posisi siaga, sewaktu-waktu siap menyambar ransel dan kabur jika pria itu menghampiri saya.

Purnawan Kristanto's picture

Storytelling untuk Memulihkan Trauma

 

1341944322399710308

Dengan sepeda motor milik kantor ini, saya alami kecelakaan

Suatu hari, saya melakukan peliputan korban tanah longsor pada lereng di dekat puncak  sebuah bukit. Saya berkendara sepeda motor dengan memboncengkan adik saya. Pulangnya, kami menuruni jalan yang terjal dan curam. Sepeda motor meluncur dengan deras. Rem depan dan rem belakang tak mampu lagi menahan lajunya. Saat itu hanya ada dua pilihan: terjun ke jurang di sebelah kanan atau menabrak tebing di sebelah kiri. Saya putuskan menabrakkan sepeda motor ke kiri.

"Braaaak!!!"

Purnawan Kristanto's picture

Menyingkap Trauma Tersembunyi

134150737426380470

Selama bertahun-tahun Al mendampingi warga yang menjadi korban perikaian bersenjata antara militer Filipina dan milisi New People Army yang beraliran komunis. Banyak warga sipil yang terbunuh karena pengeboman yang serampangan oleh militer Filipina. Pendekatan kekerasan yang digunakan oleh pemerintah ini menimbulkan penderitaan di kalangan rakyat. Batin Al sangat tertekan menyaksikan peristiwa yang sangat mengenaskan.

Purnawan Kristanto's picture

Pemulihan Trauma Berbasis Masyarakat

BubuDi sebuah hutan, tiba-tiba terjadi kebakaran besar. Para binatang kebingungan apa yang harus dilakukan. Lalu tiba-tiba burung kolobri berkelebat terbang menuju sungai. Dia mengambil setetes air dengan paruhnya untuk memadamkan api.

 

Hewan lain yang bertubuh besar heran melihatnya. "Apa yang kamu lakukan? Tubuhmu terlalu kecil untuk memadamkan api yang besar ini?" tanya mereka.

"Badan saya memang kecil, tapi saya telah melakukan bagian saya semampu saya," jawab burung kolibri.

Mungkin kita merasa seperti burung kolobri ini yang kecil dan dipandang remeh. Tapi setidaknya kita bisa berbuat sesuatu semampu kita untuk menciptakan perdamaian.

Purnawan Kristanto's picture

Masuk Zona Ketidaknyamanan

Pada hari keempat, Wendy menggambar lingkaran besar di lantai.  Partisipan diajak untuk mengelilingi lingkaran itu. Setelah itu, Wendy memberi kesempatan jika ada partisipan yang bersedia menari di dalam lingkaran. Beberapa partisipan menyambut undangan itu, tapi ada lebih banyak partisipan yang memilih tetap diam di luar lingkaran.

“Bagaimana rasanya menari di dalam lingkaran?” tanya Wendy.

“Tidak nyaman karena tidak biasa menari,” jawab partisipan yang menari.

“Mengapa ada banyak partisipan yang tidak menari?” tanya Wendy.

“Karena kami merasa aman dan nyaman di luar lingkaran,” jawab partisipan lainnya.

Purnawan Kristanto's picture

Komunikasi Nir-kekerasan

 

13410769292100311924
Tulisan apa ini?

Lihatlah gambar ini. Berapa banyak kata yang terpampang pada gambar itu? Kalau Anda hanya melihat satu kata pada setiap gambar, maka Anda perlu melihat dengan lebih teliti. Kalau Anda masih penasaran, simak terus tulisan ini untuk tahu apa saja kata dalam gambar itu.

13410769841684284372

 

 

13410770091438538259
Tulisan apa ini?

Purnawan Kristanto's picture

Menyemai Perdamaian Batin [2]

13405470341509734813

Partisipan dan Fasilitator kelas "Strengthening Peace Education Training Skills"  berfoto bersama

Ada aktivitas yang membuat partisipan tergelak-gelak. Aktivitas itu adalah permainan menebak jenis kartu yang tertempel di dahinya. Sebelumnya, fasilitator mengajak partisipan berdiri membentuk lingkaran. Setelah itu dia membagikan satu buah kartu secara acak kepada partisipan. Partisipan harus segera menempelkan kartu itu di dahinya menghadap keluar. Mereka tidak boleh melihat kartu yang ada di dahinya.

Begitu aba-aba mulai diberikan, para partisipan harus bersikap sesuai dengan kartu yang dipegangnya. Tentu saja hanya dengan menebak. Kartu yang lebih rendah harus menghormati kartu yang lebih tinggi. Kartu yang lebih tinggi boleh menyuruh kartu yang lebih rendah. Saya segera bisa menebak kartu yang ada di dahi saya. Setiap orang membungkuk dan memberi hormat kepada saya.

"Kartu saya tinggi nih," tebak saya. Untuk memastikannya, saya coba menyuruh seseorang. Eh, dia mau. Jelas sudah, kartu saya termasuk tinggi, atau mungkin yang tertinggi. Saat bertemu dengan kartu lain jenis Queen dan King, mereka mengajak saya datang ke pesta kerajaan.

Purnawan Kristanto's picture

Belajar tentang Prinsip Belajar Orang Dewasa

 

13402912431750756957
Belajar dengan metode partisipatif

Setelah menyelesaikan pelatihan "Peace Education: Concepts and Approaches"(PECA), pada minggu berikutnya saya memilih kelas  "Strengthening Peace Education Training Skills" (SPETS).  Pelatihan ini diselenggarakan oleh Mindanao Peacebuilding Institute di kota Davao, Filipina, tanggal 21-25 Mei 2012.

Minggu kedua ini merupakan masa-masa yang paling berat. Gigi geraham saya mendadak berdunyut-denyut. Rasa sakit itu menjalar ke atas. Kepala saya seperti ditusuk-tusuk dengan jarum. Saya lalu minta obat ke sekretariat, ternyata mereka tidak menyediakan. Saya lalu meminta tolong panitia agar membelikan di apotik, tapi mereka hanya membeli satu butir. Alasannya, harga obatnya mahal. Padahal pembayarannya menggunakan uang saya. Akhirnya saya putuskan untuk membeli sendiri tambahan obat penahan sakit itu.

Purnawan Kristanto's picture

Menyemai Perdamaian Batin

1340079519877820607

 

Ada kisah nyata tentang biarawati di Filipina yang disandera oleh tentara MILF yang beraliran Islam. Kesehariannya, suster ini memimpin retret. Di Filipina ada kebiasaan untuk melakukan retret setidaknya setahun sekali. Dalam retret ini biasanya sang suster membimbing peserta untuk menulusuri kepahitan-kepahitan yang tersimpan di bawah alam sadar, lalu berdamai dengannya.

Suatu hari suster ini ditangkap oleh tentara MILF. Selama dalam penyekapan, suster ini dilayani oleh seorang perempuan muslim. Beberapa hari kemudian, suster ini dilepaskan dan kembali ke susteran.

Suatu kali terjadi pertempuran antara tentara pemerintah Filipina dan tentara MILF. Banyak orang dari kalangan MILF yang tertangkap. Suster mendangar kabar bahwa perempuan muslim yang melayaninya selama disandera juga ikut tertangkap dan ditahan di markas militer. Suster memutuskan untuk mengunjungi perempuan ini. Usai perkunjungan sang Suster bertekad untuk mengeluarkan perempuan ini dari tahanan. Maka dia melakukan upaya pelepasan. Ternyata hal itu tidak mudah. Dia harus meyakinkan banyak pihak mulai dari level terendah sampai tertinggi.

Purnawan Kristanto's picture

Pelatihan "Peace Education" [2]

1337183309464572462