Purnawan Kristanto's blog

Purnawan Kristanto's picture

Father and Daughter's Time

Sore hari adalah "Father and Daughter Time". Itulah waktu kebersamaan antara Kirana dan papanya. Ada bermacam-macam aktivitas yang dilakukan. Misalnya main ke toko buku, nongkrong di alun-alun, menggambar bersama, di depan laptop bersama (saya dengan laptop saya, dia dengan laptop mamanya), bikin kerajinan tangan, dll. Berikut ini tiga kisah kebersamaan kami.

Purnawan Kristanto's picture

Insiden Kejepit Pintu tak Menghapus Sukacita Pelayanan

Kelelahan perjalanan darat dan insiden kejepit pintu mobil seakan tidak ada artinya saat kami mendapat sambutan yang antusias dari peserta seminar bertajuk "Cara Jitu Bikin Seru Sekolah Minggu" di GKI Diponegoro, 27 Nopember 2011. Acara yang diselenggarakan oleh PT Gloria Usaha Mulia bekerja sama dengan Komisi Anak GKI Diponegoro ini dihadiri oleh 143 guru sekolah minggu dari berbagai gereja di Surabaya, Pandaan, Gresik dan Mojokerto.

****

Photobucket

Purnawan Kristanto's picture

Peserta Upacara tak Diundang

Jika ditanyakan kepada 10 orang, “Siapa yang mau dengan sukarela ikut upacara bendera di alun-alun pada pukul 10 pagi?” Saya yakin tidak akan ada banyak yang mengajukan diri sebagai sukarelawan. Sama seperti saya. Ikut upacara bendera adalah aktivitas yang sedapat mungkin dihindari. Meski saya tidak pernah membolos upacara bendera, tapi saya tidak mengikuti seremoni ini dengan antusias.  Saya ikut upacara itu karena terpaksa. Saya takut dihukum oleh guru jika tidak ikut upacara.

Purnawan Kristanto's picture

Rumor di SS Terbukti Benar

Setelah sekian lama menjadi rumor di Sabdaspace, maka tabir kebenaran itu pun terkuak. Sebelumnya tersiar desas-desus bahwa ada dua orang jemaat yang berusaha menghamili pendetanya. Yang satu berhasil, dan yang satu sedang dalam perjuangan.

Namun sesuai dengan hukum komunikasi dari mulut ke mulut [eh sebenarnya yang lebih tepat itu “komunikasi dari mulut ke telinga” sebab kalau dari “mulut ke mulut” berarti berciuman dong], “semakin panjang rantai komunikasi maka semakin besar bias pesan.” Benar juga.  Entah siapa yang menjadi pelakunya, tiba-tiba desas-desus itu bermutasi menjadi “ada pendeta yang menghamili jemaatnya.” Akibatnya ada satu blogger yang menjadi korban dri rumor ini. Karena penasaran dengan gosip ini blogger kemudian bertanya ke beberapa blogger di Sabdaspace, tetapi tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan karena memang asal-usul gosip itu memang bukan demikian.



Purnawan Kristanto's picture

Salah Sunting di Transformer II

 

Purnawan Kristanto's picture

Tinta Jawa Lebih Hitam

 

Coretan Kirana

 

Hari Minggu siang (14/08), Kirana merajuk saat mamanya akan pergi rapat. Akhirnya dia merelakan mamanya ikut rapat setelah aku suap untuk mengajaknya pergi ke toko buku. Sudah cukup lama kami tidak pergi bersama ke toko buku. Karena kota kecil, maka koleksi di toki buku ini tidak selengkap di Solo atau Yogyakarta. Tapi tidak menjadi masalah karena tujuan kami sebenarnya adalah membiasakan anak kami mencintai buku.

Memasuki toko, ternyata terjadi perubahan, Seksi buku anak-anak telah disulap menjadi etalase untuk stasionary. Dulu, biasanya Kirana senang naik-turun tangga kayu di bagian ini sambil membayangkan seolah-olah dengan berada di menara kastil. Sekarang, buku anak-anak dan buku pelajaran dipindah ke lantai atas.  Barangkali karena omset buku anak-anak tidak besar maka pengelola mengasingkannya ke atas di ruangan tanpa AC dan membutuhkan tenaga ekstra untuk menapaki tangganya.

Purnawan Kristanto's picture

Pemimpin itu Gedibal

Siapa bilang Amerika itu negara makmur? Tahun ini, utang negeri paman Sam ini mencapai 14,3 triliun dollar AS.  Utang itu sudah setara dengan 100 persen dari produksi domestik bruto (PDB) AS selama setahun. Supaya lebih mudah membayangkannya ilustrasinya begini: utang Amerika itu baru bisa dilunasi jika selama setahun rakyat Amerika tidak melakukan konsumsi (termasuk makan dan minum), tidak berinvestasi, para pegawai tidak digaji dan belanja pemerintah distop. Semua uangnya dikumpulkan untuk membayar utang. Barulah utang mereka lunas.

Purnawan Kristanto's picture

Pangkas Rapat dengan SMS Grup viaTwitter

Saya pernah menulis tentang sistem informasi SMS massal. Dengan alat dan program tertentu, kita dapat mengirimkan SMS ke ribuan nomor dengan waktu yang [hampir] bersamaan.  Akan tetapi sistem ini masih ada kekurangannya. SMS ini bersifat satu arah. Satu orang mengirimkan ke banyak. Jika ada pihak yang merespon, maka SMS itu hanya diterima oleh operator sistem tersebut. Penerima yang lain tidak bisa membacanya kecuali si operator mengirim ulang ke semua penerima.

Purnawan Kristanto's picture

Undangan Rapat Via SMS Gratis

Jika sebuah gereja memiliki aktivitas dan program yang banyak, maka wajar jika frekuensi acara rapat cukup tinggi. Hal ini berkait dengan undangan yang disebar. Undangan biasanya menggunakan kertas, digandakan dengan mesin fotokopi dan diedarkan ke alamat calon peserta rapat.  Semuanya itu membutuhkan ongkos. Untuk satu lembar kertas fotokopi, dikenai biaya Rp. 150-200/lembar. Kemudian untuk mengedarkannya juga membutuhkan bahan bakar atau membayar ongkos kurir. Lalu bila dilihat dari sisi lingkungan hidup, kertas undangan juga ikut andil dalam penggundulan hutan. Untuk penggandaannya, undangan membutuhkan tenaga listrik yang pasokannya mulai terbatas. Lalu untuk mengantarkan undangan juga dibutuhkan bahan bakar fosil yang tidak terbarukan.

 

Demi penghematan dan kelestarian lingkungan, maka gereja perlu mengurangi penggunaan kertas undangan. Sebagai penggantinya, gereja dapat memanfaatkan layanan SMS gratis yang disediakan oleh google mail dan yahoomail. Gratis? Sebenarnya tidak murni gratis karena dibutuhkan sambungan internet. Namun mengingat hampir semua gereja di kota sudah memiliki sambungan internet, maka tak ada kendala untuk menggunakan aplikasi ini. Mulai bulan Agustus ini, GKI Klaten mulai meninggalkan undangan kertas dan menggantinya dengan SMS. Jika gereja Anda juga berminat melakukan hal yang serupa, berikut caranya.

Purnawan Kristanto's picture

Persembahan karena Takut

upeti

Pada karnaval di Klaten, saat peserta sampai di panggung kehormatan, beberapa kontingen menyerahkan bingkisan kepada bupati Klaten. Bentuknya bermacam-macam. Ada berupa keranjang buah, satu bakul jajanan pasar, hasil kerajinan tangan bahkan ada yang menyerahkan seikat besar pete. Yang menyerahkan bingkisan ini kebanyakan berasal dari instansi pemerintah, sekolah dan camat.

Purnawan Kristanto's picture

Tour de Cangkem at Puerto Qerto [Day Two]

Hari kedua di Purwokerto, kami disambut selimut kabut. Mas Arie sudah lebih dulu bangun dan asyik bersaat-teduh di depan laptopnya. Sebelum sarapan, aku menyambar kamera untuk sarapan mata lebih dulu. Pukul 6, jalan mulai dipadati kendaraan. Aku putuskan untuk mengunjungi Taman Makam Pahlawan "Tanjung Nirwana," yang hanya berjarak 500 meter dari hotel. Gerbang utamanya digembok. Mustahil untuk masuk ke dalam.

Makam ini dibagi menjadi dua bagian yang dipisahkan lagi oleh tembok. Bagian depan adalah tanah kosong dengan tugu serupa menhir di bagian tengah. Barangkali di sini sering dipakai untuk upacara. Sedangkan di bagian belakang adalah wilayah pemakaman, namun sayangnya tidak terlihat karena tertutup pagar tembok. Di sekeliling pemakaman ini, terdapat perkampungan yang cukup padat.

13111830951604664398

Purnawan Kristanto's picture

Tour de Cangkem at Puerto Qerto [Day One]

Dalam bahasa Jawa, “cangkem” itu artinya mulut. Dalam konteks tertentu, “cangkem” itu berkonotasi negatif. Untuk ungkapan yang lebih halus, biasanya dipakai kata “Tutuk.” Selama dua hari, 15 dan 16 Juli, aku dan teman-temanku mengadakan aktivitas yang berkaitan dengan mulut. Pertama, wisata kuliner yaitu aktivitas mencicipi makanan. Kedua, menjadi fasilitator di tiga pelatihan. Aktivitas ini juga melibatkan mulut. Inilah ceritanya:

Saat turun dari bus Trans Jogja, aku sudah terlambat 20 menit dari waktu yang disepakati.  “Saya menunggu di shelter Bumiputera di seberang hotel Santika.” Itulah bunyi SMSku pada mas Agus dan mbak Tina. Sepuluh menit berlalu, tidak ada respons dari mereka. Aku memutuskan menunggu saja sambil membaca berita Ruhut Sitompul yang menikah lagi. Gereja jelas mengharamkan poligami. Anehnya, pendeta gereja itu mau melayani pemberkatan permikahan. Alasannya karena mendapat tekanan dari ketua sinodenya. “Berarti ketua sinode lebih berkuasa dari Yesus,” gumamku sendirian. Tiba-tiba dari sudut mata, terlihat mobil Xenia merah hati yang menepi. Jemputanku sudah datang.

Purnawan Kristanto's picture

Foto-foto Inspiratif

Akhir-akhir ini  saya sedang kesengsem dengan hobi fotografi. Bulan Agustus 2010, saya memutuskan untuk membeli kamera DSLR jenis entry level (bahasa lugasnya: "Yang paling murah"). Ini adalah mimpi puluhan tahun yang menjadi nyata.

Tahun 1993, saya mengambil mata kuliah Fotografi yang diajar oleh Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Udoro. Sejak itu, saya kesengsem dengan dunia potrek-memotrek. Sayangnya, karena perekonomian saya berada sedikit di atas garis kemiskinan, saya tidak tega menuntut dibelikan kamera oleh orangtua. Lagipula biaya pembelian film dan cetak masih terbilang mahal bagi saya. Biaya beli film, cuci dan cetak satu rol saja setara dengan uang jadup (jatah hidup) selama sebulan. Untuk menyiasatinya, maka saya selalu menawarkan diri menjadi seksi dokumentasi di berbagai kepantiaan. Salah satunya saya pernah jadi fotografer Kejuaraan Catur Mahasiswa tingkat Asean.

Purnawan Kristanto's picture

Si Pungguk Merekam Gerhana Bulan Total

1308286745451587548

 

Gerhana bulan total yang terjadi pada Kamis (16/6/2011) memang mendapat perhatian besar dari kalangan pengamat astronomi di seluruh dunia. Sebab, peristiwa gerhana ini termasuk yang terlama dalam sejarah karena mencapai masa total sekitar dua jam. Peristiwa ini dapat disaksikan langsung di sebagian besar wilayah Indonesia sepanjang dini hari hingga subuh.

Purnawan Kristanto's picture

Kamu Mirip [si]Apa?

Pernahkah Anda melihat gambar sesuatu tapi Anda lupa dimana gambar itu diambil atau bahkan lupa itu gambar apa Google memperkenalkan fitur-fitur baru di mesin pencarian miliknya yaitu Search by Images. Apa fungsi fitur ini? Fitur ini memungkinkan pengguna mengunggah foto ke Google Image Search dan 'bertanya' kepada Google, gambar apakah itu. Caranya cukup mudah.

Purnawan Kristanto's picture

Pisungsung Unduh-unduh

KambingCerita tersisa dari gempa bulan Mei 2006. Rumah milik seorang kakek di Gantiwarno, Klaten, ambruk rata dengan tanah. Penghuninya selamat. Kandang kambingnya ambruk, tapi ternaknya kalis dari bencana. Bulan Juni, tepatnya hari Pentakosta, Gereja Kristen Jawa punya tradisi riyoyo unduh-unduh. Jemaat datang ke gereja sambil membawa pisungsung (persembahan) panenan hasil bumi atau ternak. Meski hidupnya terpuruk ke titik nol, kakek ini tetap punya kerinduan untuk pisungsung. Hartanya yang tersisa hanya 3 ekor kambing. Minggu itu, dia menuntun kambingnya yang paling gemuk ke gereja.  

Purnawan Kristanto's picture

Timeline Twitter Yesus pada Pentakosta

Jika pada hari Pentakosta sudah ada Twitter, maka kira-kira Timeline akun Twitter milik Tuhan Yesus akan seperti ini:

 

Purnawan Kristanto's picture

Easyworship VS Powerpoint untuk Dukung Ibadah Gereja

 

LCD

Pemakaian LCD projector sebagai penunjang ibadah sudah diterima luas di kalangan. Ada banyak gereja, baik itu gereja besar maupun gereja kecil, yang memanfaatkan layar proyeksi ini untuk menayangkan syair lagu, garis besar khotbah maupun tayangan video.

Meski ada banyak manfaatnya, namun ada juga mudharatnya. Pemasangan layar putih yang sembarangan, tanpa memperhatikan estetika kadang merusak arsitektur interior gereja. Pada gereja-gereja lama, perancang gedung gereja tidak mengantisipasi pemakaian layar untuk proyeksi LCD ini. Akibatnya ketika layar "dipaksakan" ditanam di bagian gereja, ada "harga" yang harus dibayar, yaitu keindahan arsitektur gereja.

Dampak buruk yang lain berkaitan dengan "periuk" nasi penerbit buku nyanyian jemaat. Karena suair lagu sudah disorotkan ke layar, maka buku-buku nyanyian jemaat tertumpuk berdebu di lemari gereja. Jemaat juga sudah tidak membawa buku nyanyian lagi kecuali jemaat yang memiliki gangguan penglihatan. Dampak ini tentu saja mempengaruhi pendapatan penerbit buku nyanyian seperti YAMUGER, Yayasan Musik Gerejawi. Angka penjualannya melorot drastis.

Tapi apa hendak dikata. Itulah perubahan zaman. Jika mereka tidak ikut berubah haluan, maka mereka akan dilindas deru perubahan zaman. Yamuger dan lembaga sejenis seharusnya segera masuk ke dunia pelayanan digital. Misalnya menciptakan software penayang syair-syair lagu, lemgkap dengan teks dan background yang pas.

Purnawan Kristanto's picture

Back to Dongeng [Preview]

 

13072101931124083822

Sudah lama saya muak dengan tayangan hiburan televisi di Indonesia. Sinetronnya menjual mimpi dan penuh dengan intrik. Aktingnya lebay dan jalan ceritanya tidak masuk akal. Acara variety show dipandu oleh host pria yang kemayu. Acara reality show juga memprihatinkan. Ada banyak kesaksian yang menunjukkan bahwa tayangan itu sudah diskenario. Jadi tidak murni realitas lagi.  Heuduh, bagaimana jika semua ditonton anak saya?

Secara kebetulan, ada penawaran berlangganan televisi lewat satelit. Dalam menu yang paling murah ada kanal Disney dan Cartoon Network.  Klop, kami pun berlangganan. Syukurlah Kirana (5 tahun), anak kami, menyukai kanal anak-anak. Sedangkan saya menikmati kanal Fox dan Netgeo. Sedangkan isteri menyukai kanal kuliner.